Skin 11 mnt baca

Dark Spot (Hiperpigmentasi): Penyebab, Jenis, dan Cara Mencegahnya

Dark Spot (Hiperpigmentasi): Penyebab, Jenis, dan Cara Mencegahnya

Dark spot merupakan istilah umum, bukan satu diagnosis. Penyebabnya dapat berupa matahari, jerawat, iritasi, hormon, obat, atau kondisi kesehatan tertentu. Sebagian besar noda hanya mengubah warna dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun bercak yang berubah atau tidak sembuh perlu diperiksa dokter.

Jerawat sudah reda, tetapi noda kecokelatan masih tertinggal di wajah? Bercak serupa juga dapat terlihat jika kulit sering terkena matahari atau mengalami iritasi. 

Banyak orang menyebut semuanya sebagai dark spot, lalu menganggapnya sama dengan flek hitam atau melasma. 

Padahal, istilah dark spot merujuk pada kondisi yang beragam dan masing-masing memiliki pemicu yang berbeda. 

Kamu perlu mengetahui kapan dan bagaimana bercak muncul untuk memahami lebih lanjut jenisnya. 

Untuk itu, mari kenali apa saja penyebab, ciri yang perlu dikenali dan upaya pencegahan dark spot.

Apa Itu Dark Spot?

Dark Spot
Dark Spot

Dalam penggunaan sehari-hari, istilah dark spot dipakai untuk menyebut noda atau bercak gelap yang terlihat pada kulit. 

Namun, sebutan ini dapat mencakup berbagai kondisi, seperti bekas jerawat, bintik akibat paparan matahari, melasma, maupun perubahan warna setelah kulit mengalami iritasi.

Noda ini terbentuk ketika melanin terkumpul lebih banyak pada bagian kulit tertentu. Peningkatan tersebut dapat dipicu oleh sinar UV, peradangan, perubahan hormon, atau penuaan.

Jadi, dark spot bukan nama untuk satu penyakit tertentu. Tampilannya bisa beragam karena penyebabnya berbeda. 

Contohnya, dark spot bisa berupa bekas jerawat yang tertinggal setelah jerawat. Dark spot juga bisa merujuk pada bercak kecokelatan yang muncul akibat matahari.

Bentuknya ada yang berbentuk titik kecil, ada pula yang berupa bercak lebih luas dan tampak menyatu dengan warna kulit di sekitarnya.

Karena itu, memperhatikan kejadian sebelum bercak muncul lebih berguna daripada hanya melihat warna dan ukurannya. 

Produk pencerah mungkin membantu menyamarkan noda, tetapi hasilnya akan sulit optimal jika pemicu utamanya belum dikendalikan.

Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Hitam di Pipi yang Terbukti Ampuh

Penyebab Umum Kenapa Dark Spot Bisa Terjadi

Dark spot dapat terbentuk akibat faktor dari luar maupun perubahan yang terjadi di dalam tubuh. Penyebab satu jenis belum tentu sama dengan jenis lainnya.

Mari simak beberapa pemicu dark spot yang paling umum:

  1. Paparan Sinar Matahari: Sinar UV mendorong kulit membentuk lebih banyak pigmen sebagai mekanisme perlindungan. Jika paparan berlangsung berulang, warna dapat terkumpul di satu titik.
  2. Jerawat: Kondisi ini bisa meninggalkan noda kecokelatan setelah peradangannya mereda. Bekasnya cenderung bertahan lebih lama jika area tersebut sering dipencet.
  3. Cedera Kulit: Cedera akibat luka bakar, goresan, atau tindakan perawatan yang terlalu agresif dapat memicu perubahan warna selama proses penyembuhan. Bentuk noda biasanya mengikuti area kulit yang sebelumnya terluka.
  4. Perubahan Hormon: Kehamilan, kontrasepsi hormonal, dan terapi hormon dapat memengaruhi kemunculan bercak pada wajah. 
  5. Proses Penuaan: Kerusakan akibat matahari dapat terakumulasi selama bertahun-tahun, padahal proses pergantian sel kulit melambat seiring bertambahnya usia. Akibatnya, bintik gelap lebih mudah terlihat.
  6. Produk yang Menyebabkan Iritasi: Bahan aktif yang terlalu kuat atau eksfoliasi berlebihan juga bisa menyebabkan kulit meradang. Setelah reaksinya mereda, area tersebut dapat meninggalkan noda yang lebih gelap.
  7. Kondisi Kesehatan Tertentu: Dalam kasus yang lebih jarang, perubahan warna dapat berkaitan dengan gangguan hormonal. Pemeriksaan diperlukan jika noda muncul mendadak atau disertai keluhan lain.

Ciri-Ciri dan Gejala Dark Spot

Sebagian besar dark spot hanya menimbulkan perubahan tampilan tanpa menyebabkan rasa tidak nyaman. 

Namun, bentuk dan polanya dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai kemungkinan penyebabnya.

Berikut berbagai tanda dark spot yang perlu dikenali:

  1. Warna Lebih Gelap dari Kulit di Sekitar: Noda dapat tampak cokelat muda, cokelat tua, abu-abu, atau kehitaman. Intensitasnya dipengaruhi oleh penyebab.
  2. Permukaannya Umumnya Tetap Rata: Kebanyakan dark spot hanya mengubah warna tanpa menimbulkan cekungan atau benjolan. Jika tekstur ikut berubah, bercak tersebut mungkin masalah kulit lain.
  3. Ukuran dan Bentuknya Bervariasi: Bercak dapat berupa titik kecil, noda sebesar bekas jerawat, atau area yang lebih luas. Sebagian memiliki tepi yang mudah dikenali, sedangkan lainnya terlihat samar dan menyatu.
  4. Muncul pada Area Tertentu: Dark spot muncul pada wajah, punggung tangan, bahu, dada, dan punggung. 
  5. Terlihat Jelas setelah Terkena Matahari: Paparan sinar UV dapat membuat noda lama tampak lebih pekat. Bercak baru juga lebih mudah terbentuk ketika kulit tidak mendapatkan perlindungan yang memadai.
  6. Biasanya Tidak Terasa Sakit: Noda pigmentasi umumnya tidak menimbulkan luka atau perdarahan. Bercak yang terasa nyeri terus-menerus perlu diperiksa dokter.

Jenis-Jenis Dark Spot

Jenis-Jenis Dark Spot
Jenis-Jenis Dark Spot | Sumber: Dream Plastic Surgery Singapore

Istilah dark spot tidak hanya merujuk pada satu kondisi saja, melainkan mencakup beberapa perubahan warna kulit dengan pemicu berbeda. Mari simak berbagai jenis flek hitam atau dark spot beserta ciri-ciri yang perlu kamu kenali:

  1. Noda Pascaperadangan (PIH): Noda ini tertinggal setelah jerawat, luka, ruam, atau iritasi mereda. Warnanya biasanya mengikuti area kulit yang sebelumnya meradang.
  2. Bintik Akibat Matahari (Solar Lentigo): Bercak terbentuk akibat paparan sinar UV yang terjadi berulang dalam waktu lama. Bentuknya umumnya datar dan lebih sering terlihat pada wajah.
  3. Melasma: Melasma tampak sebagai bercak yang lebih luas dan muncul dengan pola hampir simetris di wajah. Kemunculannya dipengaruhi perubahan hormon.
  4. Freckles: Bintik-bintik kecil ini mulai terlihat sejak usia muda dan dapat dipengaruhi faktor keturunan. Warnanya menjadi lebih jelas setelah kulit sering terkena matahari.
  5. Penggelapan Akibat Iritasi Produk: Noda muncul setelah kulit mengalami rasa terbakar, perih, ruam, atau pengelupasan karena produk tertentu. 
  6. Pigmentasi akibat Obat: Perubahan warna dapat muncul setelah penggunaan obat tertentu atau bersamaan dengan gangguan kesehatan. Jenis ini perlu diperiksa dokter dan tidak cukup ditangani hanya dengan serum pencerah.

Baca Juga: 11 Cara Menghilangkan Dark Spot di Wajah Dengan Mudah 

Cara Mengatasi Dark Spot

Perawatan dark spot sebaiknya dimulai dengan mencari dan mengendalikan pemicunya, bukan sekadar memilih produk berdasarkan warna noda. 

Jenis dark spot seperti bekas jerawat, melasma, dan bintik akibat matahari dapat memberikan respons berbeda terhadap perawatan yang sama.

Sebagian noda bisa memudar, tetapi tidak seluruh dark spot dapat hilang sepenuhnya. Adapun beberapa cara untuk mengatasi dark spot yaitu:

1. Identifikasi dan Kendalikan Penyebabnya

Penyebab dark spot bisa karena Jerawat, eksim, ruam, dan iritasi. Masalah tersebut perlu ditangani terlebih dulu agar noda baru tidak terus terbentuk.

Menggunakan serum dark spot pada masalah tersebut akan sia-sia jika kamu belum tahu penyebab yang mendasarinya.

Kemunculan masalah tersebut bisa karena berbagai hal, berikut yang bisa kamu kendalikan:

  • Hentikan produk yang menyebabkan rasa terbakar, perih berkepanjangan, ruam, atau pengelupasan berlebihan. 
  • Gunakan pembersih dan pelembap yang lebih lembut sampai kondisi kulit kembali tenang.
  • Jika pigmentasi dicurigai muncul akibat obat, jangan menghentikan pengobatan sendiri. Konsultasikan dulu dengan dokter.

2. Gunakan Sunscreen dengan SPF Minimal 30

Sunscreen adalah dasar perawatan karena paparan cahaya dapat membuat noda lama semakin jelas dan memicu bercak baru. 

Pilih produk broad-spectrum dengan SPF minimal 30, lalu gunakan setiap pagi pada wajah, leher, dan kulit yang tidak tertutup pakaian.

Aplikasikan ulang sekitar 2 jam sekali saat banyak berada di luar ruangan. Tanpa perlindungan ini, serum pencerah dark spot akan sulit memberikan hasil yang optimal.

3. Pilih Produk Skincare sesuai Kondisi Kulit

Beberapa bahan dapat membantu menyamarkan dark spot antara lain niacinamide, vitamin C, azelaic acid, kojic acid, glycolic acid, dan retinoid

Bahan-bahan tersebut bekerja secara bertahap. Namun pemilihannya jenis kandungan skincare harus mengikuti penyebab noda. 

Misalnya niacinamide atau azelaic acid dapat dipilih jika kulit mudah mengalami kemerahan, meskipun reaksi setiap orang tetap berbeda.

Mulailah dengan satu bahan aktif baru, lalu amati respons kulit. Hindari menggunakan beberapa eksfoliator sekaligus dengan harapan noda lebih cepat hilang.

4. Jaga Skin Barrier

Cara yang bisa dilakukan seperti menggunakan pembersih yang tidak membuat wajah terasa tertarik. 

Setelah itu, aplikasikan pelembap untuk menjaga kadar air dan fungsi lapisan pelindung kulit. Hindari scrub kasar karena bisa melukai skin barrier

Kulit yang terus meradang lebih mudah meninggalkan noda setelah reaksinya mereda. Hentikan berbagai penggunaan bahan aktif ketika kulit merah atau mengelupas. 

5. Gunakan Obat Resep Hanya dengan Pengawasan Dokter

Untuk pigmentasi tertentu, dokter dapat meresepkan obat seperti hidrokuinon, tretinoin, azelaic acid dengan konsentrasi tertentu. 

Pemilihan obat ini mengikuti penyebab dan kondisi kulit. Konsentrasi dan durasi pemakaian perlu diawasi karena penggunaan yang kurang tepat dapat memicu iritasi. 

Hindari membeli krim racikan tanpa label dan sumber yang jelas, apalagi jika menggunakna klaim noda hilang dalam waktu singkat.

6. Pertimbangkan Treatment Klinik untuk Noda yang Membandel

Treatment klinik dapat dipertimbangkan ketika dark spot tidak membaik meski penyebabnya sudah dikendalikan. 

Pilihannya dapat berupa chemical peel, IPL, laser, atau prosedur lain berdasarkan hasil pemeriksaan.

Masing-masing bekerja dengan cara yang berbeda, seperti:

  • Chemical Peel, bekerja menggunakan bahan eksfoliasi dalam konsentrasi terkontrol untuk membantu mengangkat lapisan kulit. 
  • Laser, menggunakan energi cahaya dengan karakteristik tertentu untuk menargetkan pigmen di kulit. 
  • IPL, menggunakan spektrum cahaya yang lebih luas dan bisa dipertimbangkan untuk beberapa kasus pigmentasi atau kemerahan. 

banner promo skin

Cara Mencegah Dark Spot Muncul Kembali

Noda yang sudah memudar masih dapat muncul kembali apabila pemicunya belum diatasi. Pencegahan perlu dilakukan bersamaan dengan perawatan agar bercak lama tidak bertambah gelap. Adapun beberapa cara pencegahannya meliputi:

1. Lindungi Kulit dari Paparan Matahari

Gunakan sunscreen SPF minimal 30 setiap hari, bahkan saat cuaca mendung. Kenakan pula topi bertepi lebar, payung, atau berteduh ketika harus berada di luar ruangan dalam waktu lama.

2. Aplikasikan Ulang Sunscreen

Keringat, air, dan gesekan dapat mengurangi lapisan perlindungan tabir surya. Lakukan aplikasi ulang sesuai aktivitas, terutama ketika banyak berada di luar ruangan.

3. Jangan Memencet atau Menggaruk Kulit

Memencet jerawat dan menggaruk ruam dapat memperpanjang peradangan hingga merusak jaringan. Cedera tambahan meningkatkan kemungkinan terbentuknya noda pascaperadangan.

4. Tangani Masalah Kulit Sejak Awal

Berbagai masalah kulit seperti eksim dan alergi yang tidak ditangani dapat meninggalkan perubahan warna. 

Segera gunakan perawatan yang sesuai atau konsultasikan dengan dokter apabila keluhan berat dan sering berulang.

5. Gunakan Produk secara Bertahap

Jangan langsung menggabungkan beberapa eksfoliator, serum pencerah, dan retinoid dalam satu rutinitas. 

Gunakan satu produk baru, lalu amati respons kulit sebelum melanjutkan ke bahan aktif berikutnya.

6. Hindari Produk Pencerah yang Tidak Jelas

Hindari produk yang menjanjikan kulit putih atau noda hilang dalam waktu sangat singkat, serta jangan pernah mengoleskan pemutih pakaian atau bahan rumah tangga pada kulit.

Baca Juga: Rekomendasi Obat Flek Hitam di Wajah Paling Ampuh di Apotik yang Aman & Efektif

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian dark spot dapat membaik dengan produk topikal yang sesuai. Namun, pemeriksaan diperlukan apabila penyebabnya tidak jelas.

Dokter dapat menilai apakah perubahan tersebut merupakan masalah pigmentasi kosmetik atau kondisi kulit lain.

Untuk pigmentasi yang berada di permukaan kulit, kamu bisa mencoba Peel Treatment di Sozo Skin Clinic

Hasil Dark Spot Treatment Sozo Skin Clinic
Hasil Dark Spot Treatment Sozo Skin Clinic

Prosedur ini membantu mengeksfoliasi kulit dengan bahan yang konsentrasinya disesuaikan dengan kondisi kulit. Setelah peeling, kulit dapat mengalami pengelupasan sementara. 

Selain itu, Laser Treatment juga bisa dipilih untuk menargetkan kumpulan pigmen tertentu. Teknologi yang digunakan perlu mengikuti jenis noda. Hasil akhirnya dapat berbeda pada setiap orang. 

Untuk mendapatkan rekomendasi rangkaian treatment yang dipersonalisasi kondisi kulit, kamu dapat konsultasi dan buat janji temu melalui WhatsApp atau cari lokasi klinik terdekat. Jangan lupa jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut sebelum menjadwalkan perawatan!

chat untuk konsultasi

FAQ Seputar Dark Spot

Waktu pemudaran dark spot bergantung pada penyebab dan lamanya noda terbentuk. Agar lebih paham, mari simak beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar dark spot:

1. Apa yang Dimaksud dengan Dark Spot?

Dark spot merupakan istilah untuk noda atau bercak yang terlihat lebih gelap daripada kulit di sekitarnya. 

Sebutan ini bukan satu diagnosis khusus dan bisa merujuk pada bekas jerawat, noda matahari, melasma, atau perubahan warna setelah iritasi.

2. Apakah Flek Hitam dan Dark Spot Itu Sama?

Flek hitam dan dark spot sering digunakan dengan arti serupa. Dark spot merupakan istilah dalam bahasa Inggris, sedangkan flek hitam lebih umum digunakan dalam bahasa Indonesia.

Keduanya merupakan istilah luas, bukan nama satu penyakit. Jenisnya yaitu PIH, melasma, dan lentigo.

3. Apa Penyebab Dark Spot di Wajah?

Dark spot di wajah dapat dipicu paparan matahari, jerawat, peradangan, luka, iritasi, perubahan hormon, penuaan, dan obat tertentu. Dalam kasus yang lebih jarang, perubahan warna bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan lain.

4. Berapa Lama Dark Spot Bisa Hilang?

Lama hilangnya dark spot tergantung pemicunya. Misalnya, bekas jerawat ringan bisa membutuhkan sekitar 6–12 bulan dan pigmentasi yang lebih dalam dapat bertahan selama bertahun-tahun. Melasma juga dapat bersifat kronis dan mudah kembali.

5. Apakah Serum Dark Spot Bisa Menghilangkan Flek Hitam?

Serum dark spot dapat membantu menyamarkan noda secara bertahap. Hasilnya dipengaruhi kandungan dan frekuensi pemakaian. Namun, serum tidak selalu cukup untuk pigmentasi dalam atau melasma yang lebih kompleks.

6. Apakah Dark Spot Berbahaya?

Dark spot yang muncul karena jerawat, iritasi, atau paparan matahari tidaklah berbahaya. Namun kamu perlu periksa ke dokter apabila bercak berubah bentuk, ukuran, atau warna, terasa nyeri, mudah berdarah, atau tidak kunjung sembuh.

7. Apakah Dark Spot Bisa Hilang Permanen?

Sebagian noda dapat memudar setelah pemicunya dikendalikan. Namun, bercak baru masih bisa muncul akibat paparan matahari, jerawat, iritasi, atau perubahan hormon.

Melasma memiliki kecenderungan untuk kembali sehingga sering membutuhkan pengelolaan jangka panjang. 

8. Apakah Semua Dark Spot Bisa Dilaser?

Tidak semua dark spot harus ditangani dengan laser. Dokter perlu menilai jenis pigmentasi terlebih dahulu. Laser yang kurang sesuai justru bisa membuat noda semakin gelap. Konsultasi diperlukan sebelum memilih jenis teknologi maupun jumlah sesi.

 

Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×