Skin 7 mnt baca

Muncul Jerawat Setelah Skin Booster, Normal Nggak?

Muncul Jerawat Setelah Skin Booster, Normal Nggak?

Harapannya kulit makin glowing, tapi dua-tiga hari setelah skin booster malah muncul bintik merah di pipi. Wajar kalau kamu cemas. Bintik kecil dan kemerahan di titik suntikan bisa terjadi setelah tindakan injeksi, dan biasanya mereda dalam beberapa hari. Lain ceritanya kalau benjolannya nyeri, bernanah, terasa panas, atau makin parah. Yang seperti itu perlu segera diperiksa.

Kabar baiknya, dari bentuk dan waktu munculnya bintik, kamu bisa menilai apakah cukup dirawat di rumah atau perlu kembali ke dokter.

Apakah Jerawat Setelah Skin Booster Normal?

Bisa saja terjadi, tapi “bisa terjadi” belum tentu berarti “pasti normal”. Sumber yang membahas jerawat khusus setelah skin booster masih sedikit, jadi gambaran paling dekat datang dari tindakan injeksi kulit lain.

Untuk dermal filler, efek samping yang tercatat antara lain kemerahan, bengkak, memar, nyeri, ruam, gatal, dan bintik yang mirip jerawat. Efek ini umumnya ringan dan hilang dalam beberapa hari. Skin booster memang tidak sama dengan filler, tapi sama-sama disuntikkan ke kulit, jadi reaksi serupa masuk akal muncul.

Karena buktinya masih terbatas, jangan langsung menganggap semua bintik sebagai “purging” yang pasti aman. Lebih baik kenali dulu jenisnya.

Kemungkinan Penyebab Bintik atau Jerawat Setelah Skin Booster

Penyebabnya bisa berbeda-beda, dan sering kali bukan cuma satu. Sama seperti injection treatment lain, kulit yang baru ditusuk jarum sedang dalam masa pulih, jadi kebiasaan kecil setelah treatment ikut berpengaruh.

Reaksi Kulit di Titik Suntikan

Skin booster biasanya diberikan lewat banyak tusukan jarum kecil. Tiap titik suntikan bisa memerah atau sedikit bengkak sebagai respons wajar kulit terhadap tusukan. Bintik jenis ini biasanya muncul tepat di titik suntik dan polanya cukup rapi.

Area Suntik Disentuh, Digosok, atau Dipencet

Tangan membawa kotoran dan minyak, sementara bekas tusukan belum sepenuhnya menutup. Menyentuh, menggosok, atau memencet bintik bisa memicu iritasi dan memperbesar peluang infeksi. Tidur tengkurap dengan wajah menekan bantal juga memberi tekanan ke area yang sama.

Makeup atau Skincare Dipakai Terlalu Cepat

Produk yang menyumbat pori bisa memicu jerawat, apalagi di kulit yang sedang sensitif. Kuas dan spons yang jarang dicuci, atau dipakai bergantian, bisa memindahkan bakteri, sel kulit mati, dan minyak ke wajah.

Bahan aktif seperti retinol, AHA, atau BHA juga bisa bikin kulit yang baru disuntik terasa perih. Lebih aman menunggu sampai kemerahan mereda dan mengikuti jeda yang diberikan dokter.

Keringat dan Aktivitas Berat

Setelah tindakan injeksi, dokter sering menyarankan istirahat dari olahraga berat selama sehari atau dua hari. Keringat yang dibiarkan menempel di wajah juga bisa ikut menyumbat pori. Kalau kamu berkeringat, cuci wajah dengan lembut setelahnya.

Infeksi di Area Suntikan

Infeksi termasuk risiko tindakan injeksi kulit, meskipun tidak umum. Tandanya biasanya berbeda dari jerawat biasa: area terasa nyeri, merah dan bengkak, kadang disertai demam, luka terbuka, atau cairan yang keluar.

Ada satu laporan kasus yang menarik sebagai contoh. Seorang perempuan mendapat mesoterapi di wajah, leher, dan dada dengan bahan yang tidak diketahui jenisnya. Tiga hari kemudian muncul bintik merah gatal dan nyeri yang berbaris seperti kotak-kotak, persis di titik suntikan. Dokter mendiagnosisnya sebagai perifolikulitis, yaitu peradangan di sekitar akar rambut halus.

Kasus ini bukan gambaran umum skin booster. Kasus ini lebih menunjukkan bahwa bahan dan teknik yang tidak jelas standarnya bisa menambah risiko.

Reaksi terhadap Bahan atau Benjolan Produk

Yang lebih jarang, kulit bisa bereaksi terhadap bahan yang disuntikkan. Bentuknya bisa berupa reaksi mirip alergi, atau nodul, yaitu benjolan padat di bawah kulit. Benjolan seperti ini kadang baru muncul berminggu-minggu sampai berbulan-bulan setelah tindakan, dan perlu ditangani dokter.

Jerawat yang Memang Sedang Aktif

Kalau sebelum treatment kamu memang sedang sering berjerawat, jerawat bisa saja muncul lagi di hari-hari berikutnya tanpa ada hubungannya dengan skin booster. Jerawat seperti ini biasanya muncul di area yang memang langganan berjerawat, bukan berbaris di titik suntik.

Kalau kulitmu memang berminyak dan mudah berjerawat, pertimbangan sebelum treatment bisa kamu baca di artikel skin booster untuk kulit berminyak.

Cara Membedakan Bintik Bekas Suntik, Jerawat Biasa, dan Tanda Infeksi

Cara paling gampang adalah memperhatikan lokasi, waktu muncul, dan perkembangannya. Tabel ini membantu kamu mengamati, bukan untuk mendiagnosis diri sendiri.

CiriBekas suntikanJerawat biasaCuriga infeksi
LokasiTepat di titik suntik, polanya rapiDi area yang biasa berjerawatDi sekitar titik suntik, bisa meluas
Waktu munculSegera setelah tindakanBisa kapan sajaBiasanya beberapa hari setelah tindakan
RasaSedikit nyeri saat disentuhNyeri ringan pada jerawat meradangNyeri makin hebat, terasa panas
IsiBiasanya tidak berisiKomedo atau bintik merah, kadang bermata putihNanah, luka terbuka, atau cairan keluar
PerkembanganMereda dalam beberapa hariNaik turun seperti jerawat biasanyaMakin merah, bengkak, atau disertai demam

Kalau ciri yang kamu lihat campur aduk atau kamu ragu, anggap saja sebagai alasan untuk bertanya ke dokter.

Cara Merawat Kulit Saat Muncul Jerawat Setelah Skin Booster

Kuncinya rawat dengan lembut dan biarkan kulit pulih. Ini langkah yang bisa kamu lakukan:

  1. Jangan pencet atau gosok. Memencet bisa memperparah peradangan dan membuka jalan bagi bakteri.
  2. Cuci wajah dengan pembersih lembut. Lakukan pagi, sebelum tidur, dan setelah berkeringat. Pakai ujung jari dan air hangat suam-suam kuku, tanpa menggosok.
  3. Pilih produk yang lembut dan tidak menyumbat pori. Cari label “non-comedogenic” atau “oil-free”, dan tunda dulu eksfoliasi.
  4. Kompres dingin kalau terasa tidak nyaman. Kompres dingin bisa membantu meredakan nyeri dan bengkak ringan. Bungkus dengan kain bersih dan jangan ditekan.
  5. Lindungi kulit dari matahari. Kulit yang sedang merah lebih nyaman kalau tidak terpapar matahari langsung.
  6. Tanya dokter sebelum memakai obat jerawat di area suntik. Obat jerawat yang dijual bebas pun bisa bikin kulit yang baru disuntik makin perih.

Tanda Jerawat Setelah Skin Booster Perlu Diperiksa Dokter

Segera hubungi dokter yang menanganimu kalau kamu mengalami:

  • Bintik bernanah, ada luka terbuka, atau keluar cairan
  • Kemerahan dan bengkak di area suntik yang terasa panas, apalagi disertai demam
  • Nyeri yang makin hebat atau perdarahan
  • Benjolan yang menetap, atau baru muncul berminggu-minggu kemudian
  • Reaksi alergi seperti sulit bernapas, yang perlu pertolongan darurat

BACA JUGA: Kandungan Skincare untuk Bekas Jerawat: Pilih 2–3 yang Tepat

Pertimbangan Sebelum Sesi Skin Booster Berikutnya

Pengalaman sesi sebelumnya adalah informasi penting buat dokter. Ceritakan dengan jujur supaya dokter bisa menyesuaikan rencananya.

• Ceritakan riwayat jerawat, termasuk kalau kamu sedang berjerawat aktif menjelang sesi.
• Ceritakan reaksi di sesi sebelumnya: kapan muncul, seperti apa bentuknya, dan berapa lama hilangnya.
• Tanyakan nama produk yang akan disuntikkan dan pastikan izin edarnya. BPOM pernah menemukan produk berizin kosmetik yang justru disuntikkan, padahal keamanan, manfaat, dan mutunya tidak terjamin untuk cara pakai itu. Kamu bisa mengecek izin produk lewat layanan Cek BPOM.

Rencana tiap jenis injectable treatment bisa berbeda, tergantung kondisi kulitmu. Kalau kamu sedang mempertimbangkan skinbooster treatment lagi, bahas hal-hal di atas saat konsultasi, sebelum hari tindakan.

Pertanyaan Seputar Jerawat Setelah Skin Booster

Apakah Jerawat Setelah Skin Booster Termasuk Purging?

Belum ada sumber kredibel yang mendukung istilah “purging” untuk skin booster. Daripada menebak, cocokkan ciri bintikmu dengan tabel di atas.

Berapa Lama Bintik Setelah Skin Booster Hilang?

Reaksi ringan setelah tindakan injeksi kulit umumnya hilang dalam beberapa hari. Kalau malah makin merah, bengkak, atau nyeri, jangan ditunggu, hubungi dokter.

Bolehkah Pakai Makeup untuk Menutupi Jerawat Ini?

Tunggu sampai area suntik pulih dan dokter bilang boleh. Setelah itu, pilih produk berlabel non-comedogenic, oleskan tipis-tipis, dan bersihkan sebelum tidur tanpa digosok.

Menyikapi Jerawat Setelah Skin Booster dengan Tenang

Kalau bintiknya kecil, ada di titik suntik, dan pelan-pelan mereda, kamu belum perlu melakukan apa-apa selain merawat kulit dengan lembut. Jangan dipencet, jaga wajah tetap bersih, dan tunda dulu bahan aktif.

Kalau muncul nanah, rasa panas, nyeri yang makin hebat, atau benjolan yang tidak kunjung hilang, kembali ke dokter yang menanganimu. Diperiksa lebih awal jauh lebih baik daripada menebak-nebak sendiri di rumah.

Referensi:

Dermal Fillers: Types, Benefits & Side Effects | Cleveland Clinic

Dermal Filler Do’s and Don’ts | FDA

Rapid Development of Perifolliculitis Following Mesotherapy | Cutis (MDedge)

I have acne! Is it okay to wear makeup? | American Academy of Dermatology

Potret Pengawasan Kosmetik pada Klinik Kecantikan | BPOM

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?