Skin 6 mnt baca

Baru Tanam Benang Hidung? Ini Pantangan yang Bikin Hasilnya Lebih Awet

Baru Tanam Benang Hidung? Ini Pantangan yang Bikin Hasilnya Lebih Awet

Setelah tanam benang hidung, ada beberapa pantangan yang perlu diperhatikan agar proses pemulihan berjalan baik. Namun, durasi pantangan bisa berbeda, tergantung kondisi dan arahan dokter.

Baru selesai tanam benang hidung dan takut hasilnya berubah gara-gara aktivitas sehari-hari? Nggak perlu terlalu khawatir, kok, karena ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga area hidung selama pemulihan.

Mulai dari menghindari kebiasaan memijat atau menekan hidung, tidur tengkurap, sampai memakai kacamata yang bertumpu di batang hidung. Hal-hal ini perlu kamu perhatikan, terutama pada minggu-minggu pertama.

Yuk, cari tahu apa saja yang sebaiknya kamu hindari, berapa lama pantangannya, dan kapan perlu menghubungi dokter.

Pantangan di Hari Pertama

Di hari pertama setelah tanam benang hidung, area hidung masih dalam tahap awal pemulihan. Karena itu, hindari beberapa hal berikut:

  • Jangan menyentuh atau menekan hidung: Hindari memegang area tindakan berulang kali agar tidak memberi tekanan yang tidak perlu.
  • Hindari aktivitas berat: Tunda olahraga atau kegiatan yang membuat wajah terasa panas untuk membantu mengurangi risiko bengkak dan memar.
  • Jangan langsung memakai makeup di area hidung: Beri waktu kulit pulih dan ikuti arahan dokter mengenai kapan kamu boleh menggunakan produk kosmetik kembali.
  • Jangan mengonsumsi alkohol: Alkohol dapat memperparah bengkak atau memar pada sebagian orang, jadi sebaiknya dihindari selama masa awal pemulihan sesuai anjuran dokter.

Pantangan di Minggu Pertama

Tanam Benang Hidung
Tanam Benang Hidung | Sumber: Pain Free Dentist Sydney

Setelah hari pertama, kamu mungkin sudah merasa lebih nyaman, tetapi hidung tetap perlu dijaga dari tekanan dan gesekan. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya kamu perhatikan.

1. Jangan menekan, memijat, atau mencubit hidung

Setelah tanam benang, usahakan untuk nggak memijat, mencubit cuping, atau menekan hidung, ya. Tekanan berlebihan bisa mengganggu posisi benang, terutama saat hidung masih dalam tahap awal pemulihan.

2. Hati-hati saat cuci muka dan berwudhu

Kamu tetap bisa cuci muka dan berwudhu seperti biasa, tetapi lakukan dengan lembut dan jangan menggosok atau menekan hidung. Kalau masih bingung cara membersihkan area hidung dengan aman, coba tanyakan ke dokter yang menangani.

3. Hindari makeup di area hidung sementara waktu

Untuk sementara, jangan dulu memakai makeup langsung di area hidung sampai dokter mengizinkannya. Soalnya, mengoleskan atau membersihkan makeup bisa menimbulkan gesekan yang sebaiknya dihindari selama pemulihan.

4. Hindari tidur tengkurap

Coba biasakan tidur telentang dulu supaya hidung nggak tertekan bantal saat kamu tidur. Posisi ini juga membantu mengurangi risiko hidung terbentur atau tertekan tanpa sengaja ketika kamu bergerak saat tidur.

Baca Juga: Threadlift Tahan Berapa Lama, dan Apa yang Terjadi Saat Benangnya Diserap?

Pantangan Beberapa Minggu Setelahnya

Setelah minggu pertama, bukan berarti kamu bisa langsung kembali ke semua aktivitas seperti biasa. Ada beberapa hal yang mungkin masih perlu dihindari selama beberapa minggu, tergantung kondisi hidung dan arahan dokter.

1. Kacamata yang bertumpu di batang hidung

Kalau kamu sehari-hari memakai kacamata, tanyakan ke dokter kapan boleh memakainya lagi. Tekanan dari bantalan kacamata bisa mengganggu area hidung yang baru ditangani, jadi mungkin kamu perlu menghindarinya dulu selama beberapa waktu.

2. Olahraga berat, sauna, dan aktivitas yang membuat wajah sangat panas

Untuk sementara, tunda dulu olahraga berat, sauna, atau aktivitas yang membuat tubuh dan wajah terasa sangat panas sampai dokter mengizinkannya. Aktivitas ini bisa memperparah bengkak atau memar, terutama saat hidung masih dalam tahap pemulihan.

3. Facial, pijat wajah, atau treatment lain di area hidung

Kalau ingin facial atau perawatan wajah lainnya, pastikan dulu ke dokter apakah sudah aman dilakukan. Pijatan dan tekanan di area hidung sebaiknya dihindari sampai diizinkan, jadi jangan lupa memberi tahu terapis bahwa kamu baru menjalani tanam benang atau threadlift.

4. Merokok dan alkohol

Kalau kamu merokok, sebaiknya hindari dulu selama masa pemulihan karena rokok bisa menghambat proses penyembuhan. Alkohol juga sebaiknya dihindari pada masa awal pemulihan karena bisa memperparah bengkak atau memar pada sebagian orang.

Bagaimana dengan Makanan?

Tanam Benang Hidung
Tanam Benang Hidung | Sumber: Dr Ros Cosmetic Medicine

Setelah tanam benang hidung, kamu nggak perlu buru-buru menghindari banyak jenis makanan. Sebab, hingga saat ini belum ada bukti kuat bahwa makanan tertentu, seperti seafood atau makanan pedas, secara khusus bisa merusak posisi atau hasil benang.

Yang penting, tetap makan makanan bergizi dan cukupi kebutuhan cairan selama pemulihan. Kalau dokter memberikan pantangan makanan tertentu, jangan ragu untuk bertanya alasannya dan berapa lama kamu perlu menghindarinya.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Bengkak ringan, memar, atau rasa tidak nyaman bisa terjadi setelah tanam benang hidung. Namun, kalau keluhan justru memburuk, ada beberapa tanda yang perlu kamu waspadai.

Segera hubungi dokter jika kamu mengalami:

  • Nyeri yang semakin berat: Terutama jika rasa sakit terus bertambah atau tidak membaik.
  • Ujung benang terasa atau terlihat: Jangan menarik atau mencoba memasukkannya sendiri.
  • Kemerahan yang meluas atau keluar nanah: Kondisi ini perlu diperiksa karena bisa menandakan infeksi.
  • Demam: Terutama jika disertai bengkak, kemerahan, atau nyeri yang memburuk.
  • Bentuk hidung tampak berubah atau miring: Segera minta pemeriksaan jika bentuk hidung berubah secara tiba-tiba setelah threadlift hidung.

Jangan menunggu jadwal kontrol berikutnya jika muncul tanda-tanda tersebut, ya. Kamu juga bisa membaca panduan tentang efek samping tanam benang hidung untuk memahami keluhan yang mungkin terjadi setelah prosedur dan kapan perlu mendapatkan pemeriksaan.

Jaga Hasil Tanam Benang Hidung dengan Perawatan yang Tepat

Di minggu-minggu awal, jaga hidungmu dari tekanan, bersihkan dengan lembut, dan ikuti instruksi dokter. Jika muncul keluhan yang terasa tidak biasa, jangan ditunggu, segera hubungi klinik.

Buat kamu yang berencana menjalani tanam benang hidung atau ingin tahu lebih lanjut soal perawatan setelahnya, konsultasi dengan dokter di Sozo Skin Clinic bisa membantu kamu memahami prosedur dan proses pemulihan dengan lebih baik.

Kamu juga bisa menjelajahi layanan treatment Sozo Skin Clinic, termasuk Threadlift Treatment lainnya, atau mencari lokasi klinik terdekat jika ingin berkonsultasi langsung.

Ingat, sedikit kesabaran di awal bisa membantu kamu melewati masa pemulihan dengan lebih tenang. Beri waktu untuk hidungmu pulih dan ikuti anjuran dokter agar hasilnya terjaga dengan baik.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

FAQ

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul saat menjalani pemulihan setelah tanam benang hidung.

1. Kapan boleh pakai kacamata lagi setelah tanam benang hidung?

Waktunya bergantung pada kondisi hidung dan jenis tindakan yang dilakukan. Tanyakan kepada dokter kapan tekanan dari bantalan kacamata sudah aman untuk area hidungmu.

2. Boleh wudhu setelah tanam benang hidung?

Kamu bisa menanyakan cara berwudhu yang aman kepada dokter setelah tindakan. Bersihkan wajah dengan lembut dan hindari menggosok atau menekan area hidung.

3. Kapan boleh pakai makeup di hidung lagi?

Tunggu sampai area tindakan pulih dan dokter mengizinkan penggunaan makeup. Hindari mengoleskan atau membersihkan produk dengan gerakan yang menekan hidung.

4. Apakah boleh makan pedas atau seafood setelah tanam benang hidung?

Tidak ada bukti kuat bahwa makanan pedas atau seafood secara khusus merusak hasil tanam benang. Kamu tetap perlu memperhatikan alergi dan mengikuti anjuran dokter jika ada kondisi khusus.

5. Kapan boleh olahraga setelah tanam benang hidung?

Olahraga ringan dan berat memiliki tingkat aktivitas yang berbeda, jadi waktu untuk memulainya kembali bisa berbeda pula. Minta dokter menentukan kapan kamu boleh berolahraga berdasarkan proses pemulihanmu.

 

Referensi

Thread Lift: What You Need to Know | American Society of Plastic Surgeons

Smoking and Surgery | World Health Organization

Thread Lift: What to Expect, Benefits & Complications | Cleveland Clinic

Pre- and Post-Procedural Considerations and Thread Types for Thread Lifting | PMC

Facial Thread Lifting Complications | Journal of Cosmetic Dermatology

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?