Subsisi biasanya dilakukan dengan bius lokal agar rasa sakit selama prosedur lebih mudah ditoleransi. Meski begitu, kamu mungkin tetap merasakan tekanan saat tindakan dan mengalami memar setelahnya.
Kalau kamu masih deg-degan karena takut sakit atau khawatir wajah memar setelah subsisi treatment, itu wajar banget.
Subsisi biasanya dilakukan dengan bantuan bius lokal, sehingga rasa sakit selama prosedur umumnya bisa ditoleransi.
Meski begitu, kamu mungkin tetap merasakan tekanan atau sedikit rasa tidak nyaman. Setelahnya, wajah bisa bengkak selama beberapa hari hingga sekitar dua minggu.
Supaya lebih siap, yuk, pahami apa yang akan kamu rasakan selama subsisi dan bagaimana merawat kulit setelahnya!
Seperti Apa Rasanya Saat Subsisi?

Rasa yang muncul selama subsisi bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung kedalaman bopeng.
Tenang, kamu tidak perlu langsung membayangkan prosedur yang menyakitkan. Dokter akan memberikan bius lokal untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama tindakan.
Persiapan Sebelum Prosedur dan Penggunaan Bius
Sebelum tindakan dimulai, dokter akan memeriksa kondisi kulit. Area yang ditangani biasanya diberi bius lokal agar rasa sakit selama tindakan berkurang.
Bius lokal bekerja dengan membuat area tertentu menjadi kebas sementara. Dokter bisa menggunakan krim anestesi atau suntikan bius, tergantung kebutuhan. Kalau kamu takut jarum, sampaikan saja kepada dokter.
Sensasi yang Umum Dirasakan
Meskipun sudah diberi bius lokal, kamu mungkin tetap merasakan sensasi tidak nyaman. Setelah tindakan selesai, area yang ditangani juga bisa terasa nyeri.
Adapun beberapa sensasi yang mungkin kamu alami:
- Tekanan Saat Tindakan: Kamu mungkin merasakan sensasi seperti kulit sedang didorong ketika dokter melakukan subsisi.
- Rasa Tidak Nyaman: Sensasi ini bisa muncul jika efek bius belum sepenuhnya bekerja atau mulai berkurang.
- Nyeri Setelah Tindakan: Area yang ditangani bisa terasa nyeri saat disentuh, tetapi keluhan ini biasanya berangsur membaik selama pemulihan.
Kalau rasa sakit terasa berlebihan selama prosedur, jangan dipendam sendiri. Segera beri tahu dokter agar kondisimu bisa diperiksa dan ditangani dengan tepat.
Baca Juga: Subcision (Subsisi) Treatment: Prosedur, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Downtime Subsisi Berapa Lama?

Setelah subsisi, wajah biasanya mengalami memar, bengkak, atau sedikit nyeri. Ini termasuk efek samping yang umum terjadi.
Tetapi lama pemulihannya tidak selalu sama untuk setiap orang. Misalnya, memar dan bengkak bisa membaik dalam 1 hingga 2 minggu, bahkan bisa lebih lama tergantung kondisi kulit.
Jadi jangan khawatir jika wajahmu masih sama seperti biasa keesokan harinya. Supaya kamu bisa memperkirakan waktu pemulihan, lihat gambaran berikut:
| Waktu | Kondisi yang Mungkin Kamu Alami |
| Hari pertama | Memar, bengkak, dan nyeri saat disentuh mulai terlihat. |
| Beberapa hari pertama | Memar masih terlihat, tetapi bengkak bisa mulai berkurang. |
| Akhir minggu pertama | Memar dan bengkak mulai mereda pada sebagian orang. |
| Minggu kedua dan seterusnya | Kondisi biasanya semakin membaik, tetapi memar bisa bertahan lebih lama. |
Tips Merencanakan Jadwal Subsisi
Kalau kamu sudah memutuskan untuk menjalani subsisi, coba atur jadwalnya supaya masa pemulihan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari.
Hindari menjadwalkan treatment terlalu dekat dengan acara penting yang mengharuskanmu bertemu banyak orang.
Ada beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan sebelum menentukan tanggal treatment.
- Pilih Waktu yang Lebih Longgar: Kamu bisa mempertimbangkan jadwal menjelang akhir pekan atau saat memiliki waktu istirahat.
- Hindari Jadwal yang Berdekatan dengan Acara Penting: Kalau kamu akan menghadiri pernikahan atau acara kantor, beri jarak yang cukup untuk pemulihan. Memar mungkin masih terlihat selama satu hingga dua minggu atau lebih.
- Siapkan Waktu untuk Perawatan Setelahnya: Kamu mungkin perlu menyesuaikan rutinitas skincare dan menghindari aktivitas tertentu untuk sementara.
- Tanyakan Perkiraan Downtime kepada Dokter: Kondisi kulitmu bisa berbeda dari orang lain, jadi jangan hanya mengandalkan pengalaman teman.
Perawatan Setelah Subsisi

Perawatan setelah subsisi membantu menjaga kulit selama masa pemulihan. Kamu hanya perlu mengikuti petunjuk dokter.
Pasalnya, kulit yang sedang pulih bisa lebih sensitif, sehingga rutinitas perawatannya mungkin perlu disesuaikan untuk sementara.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Kompres Sesuai Anjuran Dokter: Kompres dingin mungkin disarankan untuk membantu mengurangi bengkak. Jangan menempelkan es langsung ke kulit.
- Hindari Menekan atau Memijat Wajah: Biarkan area yang ditangani pulih tanpa tekanan yang tidak diperlukan.
- Tunda Olahraga Berat Sementara Waktu: Ikuti arahan dokter mengenai kapan kamu boleh kembali berolahraga.
- Hindari Panas Berlebih: Untuk sementara, hindari aktivitas yang membuat wajah terlalu panas jika dokter menyarankannya.
- Gunakan Sunscreen: Kulit yang sedang pulih perlu dilindungi dari paparan sinar matahari untuk membantu mengurangi risiko perubahan warna kulit.
- Sesuaikan Skincare dan Makeup: Jangan langsung menggunakan semua produk seperti biasa. Tanyakan kepada dokter kapan boleh menggunakannya.
Baca Juga: Frustasi dengan Bekas Jerawat? Kenali 3 Treatment yang Terbukti Menyamarkan
Mana yang Normal, Mana yang Perlu Dilaporkan?
Memar dan bengkak setelah subsisi memang bisa membuat khawatir, terutama jika ini pengalaman pertamamu.
Namun, efek setelah tindakan tidak melulu menandakan adanya masalah. Yang penting, kamu tahu mana yang masih termasuk reaksi umum dan mana yang perlu diperiksa lebih lanjut:
| Reaksi Umum | Perlu Lapor ke Dokter |
| Memar di area yang ditangani | Nyeri yang semakin berat |
| Bengkak ringan yang berangsur mereda | Bengkak terus membesar |
| Rasa nyeri ringan saat area disentuh | Kemerahan semakin meluas |
| Sedikit rasa tidak nyaman selama beberapa hari | Keluar nanah dari area tindakan |
| Benjolan kecil sementara di area yang ditangani | Benjolan membesar dan terasa semakin sakit |
Segera hubungi dokter jika kamu mengalami demam, keluar nanah, atau nyeri yang semakin berat.
Kesimpulan
Subsisi biasanya dilakukan dengan bius lokal, jadi rasa sakit selama prosedur bisa lebih ringan. Tetapi, kamu tetap perlu bersiap dengan kemungkinan memar selama masa pemulihan.
Kalau kamu berencana menjalani subsisi, coba mulai dengan konsultasi dan buat janji temu dengan dokter di Sozo Skin Clinic agar mendapat arahan sesuai kondisi kulitmu.
Dokter bisa merekomendasikan apakah Scar Treatment seperti Subsicion Treatment sudah sesuai dengan kebutuhanmu.
Ingin mengenal pilihan perawatan lainnya? Kamu juga bisa jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut.
Jika ingin datang langsung, silakan cari lokasi klinik terdekat agar kamu bisa merencanakan kunjungan dengan lebih mudah.
FAQ Seputar Subsisi
Masih punya pertanyaan tentang rasa sakit dan pemulihan setelah subsisi? Berikut jawaban untuk beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum dan sesudah treatment.
1. Berapa Lama Memar Setelah Subsisi Hilang?
Memar setelah subsisi umumnya membaik dalam 1–2 minggu, tetapi bisa bertahan lebih lama pada sebagian orang. Jika memar semakin parah atau disertai nyeri yang memburuk, hubungi dokter.
2. Setelah Subsisi Boleh Langsung Kerja?
Kamu mungkin bisa kembali bekerja jika aktivitasnya ringan. Namun, jika pekerjaanmu mengharuskan bertemu banyak orang, pertimbangkan kemungkinan memar dan bengkak masih terlihat.
3. Kapan Boleh Pakai Makeup Setelah Subsisi?
Gunakan makeup setelah dokter mengizinkannya, terutama jika masih ada luka kecil atau iritasi. Hindari menutupi area kulit yang belum pulih dengan makeup.
4. Kapan Boleh Cuci Muka Setelah Subsisi?
Ikuti petunjuk dokter mengenai waktu yang tepat untuk mencuci muka. Setelah diizinkan, bersihkan wajah dengan lembut dan hindari menggosok area yang ditangani.
5. Kenapa Muncul Benjolan Setelah Subsisi?
Benjolan kecil bisa muncul akibat perubahan jaringan selama pemulihan. Namun, jika benjolan menetap, membesar, atau semakin sakit, hubungi dokter dan jangan mencoba memijatnya sendiri.
Referensi:
Subcision | DermNet New Zealand
Subcision for Acne Scars: Treatment and Effectiveness | American Academy of Dermatology
Subcision for acne scarring: technique and outcomes in 40 patients | PubMed

