Pori besar dan bopeng sama-sama terlihat seperti lubang kecil di wajah, tetapi penyebabnya berbeda. Pori merupakan bagian alami kulit dan bisa tampak lebih besar akibat minyak dan faktor genetik, sedangkan bopeng terbentuk karena jerawat.
Pori-pori besar dan bopeng memang bisa terlihat mirip. Keduanya sama-sama tampak seperti lubang kecil atau cekungan di wajah.
Namun, penyebabnya berbeda. Kalau pori adalah tempat keluarnya minyak dan rambut halus, sedangkan bopeng merupakan bekas luka yang membuat permukaan kulit menjadi cekung.
Karena penyebabnya berbeda, cara merawat dan treatment yang dipertimbangkan juga tidak sama.
Kalau selama ini kamu bingung apakah tekstur wajahmu termasuk bopeng atau pori besar, coba kenali cirinya terlebih dahulu!
Apa Itu Pori dan Apa Itu Bopeng?

Sebelum membandingkan keduanya, kamu perlu tahu bahwa pori dan bopeng terbentuk dari proses yang berbeda.
Pori-pori adalah lubang kecil pada permukaan kulit yang menjadi jalan keluarnya minyak.
Ukurannya bisa terlihat lebih besar karena produksi minyak berlebih atau faktor genetik. Biasanya mudah terlihat di hidung dan pipi.
Adapun bopeng adalah bekas luka yang membuat permukaan kulit terlihat cekung. Kondisi ini sering muncul sebagai bekas jerawat yang mengalami kerusakan jaringan dalam. Penyebabnya karena saat kulit memperbaiki diri, produksi kolagen yang tidak mencukupi.
Bopeng juga memiliki beberapa bentuk. Ada yang terlihat seperti lubang kecil dan dalam, ada pula yang berupa cekungan lebar.
Baca Juga: 3 Jenis Bopeng Bekas Jerawat: Kenali Perbedaannya dan Pilihan Treatment
Pori Besar vs Bopeng: Apa Bedanya?
Sekilas, keduanya memang bisa terlihat seperti lubang kecil di wajah. Namun, kamu bisa memperhatikan beberapa ciri berikut untuk mengenali perbedaannya:
| Hal yang Dibandingkan | Pori-Pori Besar | Bopeng |
| Penyebab | Lubang alami kulit yang terlihat lebih jelas | Bekas luka akibat kerusakan jaringan kulit |
| Bentuk | Lubang kecil dengan bukaan yang relatif teratur | Cekungan dengan bentuk dan kedalaman yang beragam |
| Ukuran | Berupa titik-titik kecil | Berupa lubang sempit, cekungan lebar, atau gelombang |
| Lokasi yang Sering Terlihat | Hidung, dahi, dan pipi bagian dalam | Area yang pernah mengalami jerawat meradang, terutama pipi |
| Riwayat Jerawat | Bisa terlihat meski tidak pernah berjerawat parah | Sering berkaitan dengan riwayat jerawat |
| Penanganan | Perawatan untuk mengontrol minyak | Treatment untuk memperbaiki tampilan jaringan parut |
Baca Juga: Cara Mengecilkan Pori-Pori Wajah agar Kulit Tampak Lebih Halus
Cara Membedakan Bopeng dan Pori di Depan Cermin

Kamu bisa melakukan pemeriksaan sederhana untuk mengamati tekstur kulit dan menentukan apakah itu bopeng atau pori-pori besar.
Cukup pakai cermin dan pastikan ada pencahayaan yang cukup agar bentuk permukaan kulit terlihat. Berikut caranya:
1. Perhatikan Lokasi Lubang Kecil
Coba amati bagian hidung, pipi, dan dahi. Jika lubang kecil terlihat menyebar dengan pola yang relatif merata di area berminyak, kemungkinan yang kamu lihat adalah pori-pori.
Tetapi, kalau yang terlihat berupa cekungan yang muncul secara acak di pipi, terutama pada titik yang pernah mengalami jerawat meradang, bisa jadi itu bopeng.
2. Amati Bentuk dan Kedalamannya
Pori biasanya terlihat seperti lubang kecil yang ukurannya cukup seragam. Kalau bopeng bisa memiliki bentuk yang berbeda-beda, mulai dari lubang sempit dan dalam.
3. Tarik Kulit dengan Lembut
Coba tarik kulit di sekitar area tersebut secara perlahan dan lihat perubahan tampilannya. Beberapa bopeng dangkal mungkin terlihat lebih samar saat kulit diregangkan, sedangkan pori tetap tampak sebagai bukaan kecil.
4. Ingat Riwayat Jerawat di Area Tersebut
Coba ingat apakah bagian wajah yang bermasalah apakah pernah mengalami jerawat. Jika iya, ada kemungkinan cekungan tersebut merupakan bopeng.
Sebaliknya, pori besar tidak harus didahului jerawat yang meradang. Produksi minyak dan faktor genetik juga bisa membuat pori terlihat lebih jelas.
Apakah Pori Besar Bisa Jadi Bopeng?
Tidak. Pori besar tidak berubah menjadi bopeng karena keduanya memiliki penyebab yang berbeda.
Pori merupakan bagian normal dari struktur kulit, sedangkan bopeng terbentuk ketika proses penyembuhan luka bekas jerawat tidak sempurna.
Namun, jerawat yang meradang di sekitar folikel rambut dapat meninggalkan luka cekung. Tetapi, bukan porinya yang berubah menjadi bopeng, melainkan kerusakan jaringan yang terjadi.
Itulah sebabnya jerawat sebaiknya tidak dipencet sendiri. Kebiasaan tersebut bisa meningkatkan risiko terbentuknya bopeng.
Penanganan yang Berbeda untuk Masing-Masing
Karena penyebabnya berbeda, penanganan pori besar dan bopeng juga perlu disesuaikan. Berikut pilihan yang bisa dipertimbangkan berdasarkan masalah yang kamu alami:
1. Untuk Pori yang Tampak Besar

Jika ini masalahnya, fokuslah mengontrol minyak dan menjaga pori agar tidak tersumbat. Kamu bisa pakai facial wash lembut, pakai pelembab non-komedogenik, dan memakai sunscreen setiap hari.
Kalau mau mendapatkan treatment profesional, pertimbangkan menjalani Pores Treatment, yaitu sejenis facial wash yang fokusnya merawat pori-pori wajah, bahkan meningkatkan kualitas kulit karena dilakukan oleh staf medis di klinik.
2. Untuk Bopeng
Kalau masalahnya bopeng, maka agak sulit jika mengatasinya hanya dengan skincare. Kamu perlu menjalani Scar Treatment di SOZO Skin Clinic.
Jenis treatment yang diberikan bergantung pada bentuk, kedalaman, dan kondisi jaringan di sekitar bekas luka.
Maka dari itu, biasanya dokter akan mengevaluasi apakah kamu membutuhkan tindakan seperti laser atau microneedling.
3. Kalau Punya Keduanya
Pori besar dan bopeng bisa muncul bersamaan di wajah yang sama. Misalnya, pori besar di hidung dan bopeng di bagian pipi.
Dalam kondisi ini, dokter mungkin menyarankan kombinasi treatment dengan tujuan yang berbeda, misalnya seperti Laser CO2 Full Face, tetapi tetap tergantung kondisi kulit.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Pori besar dan bopeng memang sama-sama bisa membuat permukaan wajah terlihat berlubang.
Jika masih sulit membedakannya, kamu bisa buat janji temu dan konsultasi dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk mendapatkan rekomendasi perawatan sesuai kondisi kulit.
Sebelum datang konsultasi, coba jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut untuk melihat detail treatment yang tersedia.
Mengenali masalah kulit terlebih dulu bisa membantu kamu menentukan langkah berikutnya tanpa salah memilih treatment.
FAQ Seputar Perbedaan Bopeng dan Pori-Pori Besar
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul saat kamu mencoba membedakan pori besar dan bopeng.
1. Apakah Pori Besar Bisa Mengecil?
Tampilan pori bisa dibuat lebih samar dengan mengontrol minyak dan mencegah penyumbatan. Perawatan skincare atau tindakan klinik tertentu dapat membantu, tetapi pori tidak bisa dihilangkan secara permanen.
2. Apakah Pori Besar Bisa Berubah Jadi Bopeng?
Tidak, karena pori dan bopeng terbentuk melalui proses yang berbeda. Namun, jerawat meradang di sekitar pori dapat merusak jaringan kulit dan meninggalkan bekas cekung.
3. Treatment Apa yang Cocok untuk Pori Besar dan Bopeng Sekaligus?
Beberapa tindakan, seperti laser tertentu, dapat membantu memperbaiki tampilan pori sekaligus bekas jerawat. Namun, jenis dan pengaturan treatment perlu disesuaikan dengan kondisi kulit setelah diperiksa dokter.
4. Kenapa Pori di Hidung Terlihat Lebih Besar?
Hidung termasuk area yang memiliki produksi minyak cukup tinggi. Minyak dan penumpukan sel kulit mati dapat membuat bukaan pori terlihat lebih jelas.
5. Apakah Skincare Bisa Mengecilkan Pori?
Skincare tidak bisa menghilangkan pori, tetapi dapat membantu membuat tampilannya lebih samar. Produk yang membantu mengontrol minyak dan menjaga pori tetap bersih bisa menjadi bagian dari rutinitas perawatan.
Referensi;
Enlarged Pores | DermNet
Acne Scarring | DermNet
What Can Treat Large Facial Pores? | American Academy of Dermatology
Acne Scars: Consultation and Treatment | American Academy of Dermatology

