Botox rahang dapat membantu membuat wajah tampak lebih ramping jika rahang lebar disebabkan oleh otot kunyah yang besar. Treatment ini juga bisa membantu mengurangi kekuatan otot pada sebagian orang yang memiliki kebiasaan menggertakkan gigi.
Punya rahang yang terlihat lebar? Kalau kamu merasa kurang percaya diri karena itu, kamu bisa coba botox rahang.
Botox treatment bisa jadi alternatif treatment kalau kondisi tersebut disebabkan karena otot kunyah yang terlalu besar.
Kalau kamu baru pertama kali mendengar tentang botox rahang, tidak perlu buru-buru memutuskan treatment.
Kenali dulu cara kerjanya dan manfaat yang mungkin didapat!
Bagaimana Botox Rahang Bekerja?

Botox rahang bekerja dengan membuat otot kunyah atau masseter lebih rileks. Otot ini berada di sisi rahang dan fungsinya membantu kamu melakukan gerakan mengunyah. Ketika otot tersebut terlalu besar, bagian bawah wajah bisa terlihat lebih lebar atau kotak.
Bayangkan otot rahang seperti otot lengan yang sering digunakan. Ketika terus mendapat beban, ukurannya bisa bertambah.
Di sinilah botox bisa membantu mengurangi aktivitas otot kunyah sehingga ukurannya dapat mengecil secara bertahap.
Dokter akan menyuntikkan zat botulinum toxin ke area target. Zat ini akan memerintahkan otot untuk mengurangi kontraksi.
Karena aktivitas otot berkurang, volumenya bisa menyusut perlahan dalam beberapa minggu hingga bulan.
Manfaat Botox Rahang yang Realistis

Kalau dibahas secara umum, botox rahang memiliki manfaat estetika sekaligus fungsional. Adapun manfaat yang bisa didapatkan yaitu:
1. Membantu Garis Rahang Tampak Lebih Ramping
Jika otot kunyahmu besar, ukurannya yang berkurang dapat membuat bagian bawah wajah terlihat lebih ramping. Perubahan ini akan berlangsung bertahap.
Efeknya juga tidak selalu membuat wajah berbentuk V. Hasil akhir dipengaruhi oleh bentuk tulang kamu.
Baca Juga: Wajah V Shape: Kenali Dulu Kenapa Wajahmu Tampak Lebar Sebelum Memilih Treatment
2. Membantu Mengurangi Kekuatan Menggertakkan Gigi
Manfaat berikutnya yaitu dapat membantu mengurangi kekuatan saat kamu menggertakkan gigi. Kebiasaan ini disebut bruxism dan bisa terjadi saat tidur.
Dengan memberikan botox, otot kunyah dapat mengurangi kekuatan gigitan sehingga sebagian orang mengalami penurunan nyeri.
3. Membantu Meredakan Ketegangan Otot Rahang
Otot rahang yang terus-menerus menegang dapat membuat area sekitar rahang terasa pegal. Di sini botox dapat mengurangi aktivitas otot guna membantu meredakan keluhan tersebut.
Meski begitu, rasa nyeri di rahang tidak selalu berasal dari otot kunyah. Bisa jadi masalahnya ada pada sendi rahang atau masalah gigi.
Rahangmu Lebar karena Apa?
Sebelum mempertimbangkan botox, coba kenali dulu bagian yang membuat rahang terlihat lebar.
Kamu bisa melakukan pemeriksaan sederhana di depan cermin:
- Letakkan jari di bagian sudut rahang, tepat di bawah telinga.
- Gertakkan gigi perlahan selama beberapa detik.
- Rasakan apakah ada bagian otot yang mengeras dan menonjol di bawah jari.
- Lepaskan gigitan, lalu perhatikan apakah tonjolan tersebut kembali terasa lebih lunak.
Jika bagian yang menonjol terasa mengeras saat menggertakkan gigi, bisa jadi penyebabnya adalah otot kunyah.
Namun, pemeriksaan ini bukan cara untuk memastikan bahwa kamu cocok menjalani botox. Berikut berbagai penyebab rahang terlihat lebar dan rekomendasi treatment yang sesuai:
| Penyebab | Ciri yang Mungkin Terlihat | Pilihan yang Dapat Dipertimbangkan |
| Otot kunyah besar | Sudut rahang menonjol dan terasa mengeras saat menggertakkan gigi | Botox Treatment |
| Lemak di pipi bawah | Area bawah pipi terlihat penuh karena jaringan lemak | Meso V Line |
| Kulit rahang mulai kendur | Garis rahang terlihat kurang tegas karena kulit kehilangan kekencangannya | Hifu Treatment |
| Dagu kurang menonjol | Profil wajah terlihat kurang seimbang karena proyeksi dagu terbatas | Filler Treatment |
Kebiasaan yang Dapat Membebani Otot Rahang
Kebiasaan tertentu juga dapat membuat otot kunyah terus bekerja. Jika kamu sering melakukannya, coba perhatikan kapan kebiasaan tersebut muncul.
Mengurangi kebiasan ini dapat membantu menjaga otot rahang agar tidak bekerja berlebihan. Beberapa kebiasaan yang perlu kamu perhatikan antara lain:
- Sering Mengunyah Permen Karet: Aktivitas mengunyah dalam waktu lama membuat otot rahang bekerja berulang kali.
- Mengunyah di Satu Sisi: Kebiasaan ini dapat membuat beban kerja otot kanan dan kiri tidak seimbang.
- Menggertakkan Gigi: Kebiasaan mengatupkan atau menggesekkan gigi, terutama saat tidur, dapat membuat otot rahang terus aktif.
Baca Juga: Botox Rahang: Cara Kerja, Manfaat, dan Siapa yang Cocok Melakukannya
Siapa yang Cocok dan Kurang Cocok Menjalani Botox Rahang?

Botox rahang umumnya dipertimbangkan oleh orang yang memiliki otot kunyah besar. Namun, ukuran otot bukan satu-satunya hal yang perlu dinilai sebelum treatment.
Kamu mungkin cocok untuk menjalani botox rahang jika:
- Rahang terlihat lebar karena otot kunyah yang menonjol.
- Otot rahang terasa tegang atau sering pegal setelah mengatupkan gigi.
- Memiliki kebiasaan menggertakkan gigi dan ingin mendiskusikan pilihan penanganannya.
- Menginginkan perubahan kontur rahang secara bertahap tanpa tindakan operasi.
Sebaliknya, botox rahang mungkin kurang sesuai jika bentuk rahang disebabkan karena tulang yang lebar atau lemak di bawah kulit.
Jika sedang hamil atau menyusui, konsultasikan juga kondisimu sebelum mempertimbangkan tindakan.
Kapan Hasilnya Terlihat dan Berapa Lama Bertahan?
Hasil botox rahang tidak muncul seketika karena otot perlu waktu untuk beradaptasi. Biasanya sebagian perubahan dapat mulai terlihat dalam hitungan minggu, sedangkan penyusutan volume otot biasanya berkembang selama 1 hingga 3 bulan.
Lama hasilnya bertahan juga berbeda pada setiap orang. Beberapa kebiasaan seperti kebiasaan mengatupkan gigi dapat memengaruhi durasinya.
Jangan terburu-buru melakukan suntikan ulang hanya karena perubahan belum terlihat dalam beberapa hari. Beri waktu sesuai arahan dokter.
Efek Samping yang Perlu Diketahui
Setelah botox rahang, area suntikan dapat mengalami efek samping. Sifatnya cenderung sementara, dan dokter biasanya akan membicarakannya di awal.
Adapun beberapa efek samping umum, yaitu:
- Nyeri pada area suntikan.
- Bengkak dan memar.
- Kelemahan sementara pada otot rahang.
- Kesulitan atau rasa lelah saat mengunyah.
- Perubahan bentuk senyum.
- Pipi tampak lebih cekung.
- Perubahan proporsi wajah akibat berkurangnya volume otot rahang.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Botox rahang dapat membuat garis wajah tampak lebih ramping jika penyebabnya karena otot kunyah.
Namun kalau rahangmu terasa keras, dokter mungkin mempertimbangkan treatment lainnya. Untuk itu, kamu perlu buat janji temu dan konsultasi terlebih dulu.
Tanyakan juga atau jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut untuk pilihan treatment lain yang lebih sesuai. Beri waktu beberapa minggu hingga perubahan mulai terlihat.
Kamu bisa cari lokasi klinik terdekat untuk mengetahui apakah Botox Treatment sesuai dengan kondisi rahangmu.
Tujuannya bukan sekadar mengejar bentuk rahang tertentu, melainkan menjaga proporsi wajah agar tetap terlihat seimbang.
FAQ Seputar Manfaat Botox Rahang
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul sebelum seseorang mempertimbangkan botox rahang.
1. Berapa Lama Hasil Botox Rahang Terlihat?
Perubahan awal dapat mulai terlihat dalam beberapa minggu, sedangkan penyusutan otot biasanya berkembang selama satu hingga tiga bulan. Waktunya berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi otot dan respons tubuh.
2. Apakah Botox Rahang Bisa Membuat Wajah Tirus?
Bisa membantu jika rahang terlihat lebar karena otot kunyah yang besar. Namun, botox tidak mengubah bentuk tulang atau menghilangkan lemak di pipi.
3. Apakah Botox Rahang Membantu Kebiasaan Menggertakkan Gigi?
Botox dapat mengurangi kekuatan otot kunyah sehingga sebagian orang merasakan keluhan bruxism berkurang. Namun, pemeriksaan dokter gigi tetap diperlukan karena botox bukan pengganti penanganan masalah gigi dan rahang.
4. Lebih Cocok Botox Rahang atau Filler Dagu?
Keduanya memiliki tujuan berbeda. Botox membantu mengurangi aktivitas dan ukuran otot kunyah, sedangkan filler dagu menambah volume untuk memperbaiki proyeksi dagu. Pilihannya bergantung pada bagian wajah yang ingin diperbaiki.
5. Apakah Botox Rahang Perlu Diulang?
Efek botox bersifat sementara sehingga perubahan otot dapat berangsur berkurang. Pengulangan treatment tidak harus dilakukan dengan jadwal yang sama untuk semua orang dan perlu menunggu evaluasi dokter.
Referensi:
Botulinum Toxin Type A for the Treatment of Masseter Muscle Prominence in Asian Populations | Aesthetic Surgery Journal Open Forum

