Skin 8 mnt baca

Botox Rahang: Cara Kerja, Manfaat, dan Siapa yang Cocok Melakukannya

Botox Rahang: Cara Kerja, Manfaat, dan Siapa yang Cocok Melakukannya

Botox rahang dapat menjadi pilihan untuk menyamarkan tampilan rahang yang lebar akibat otot masseter yang berkembang. Namun, perawatan ini tidak memberikan hasil yang sama pada setiap bentuk wajah karena lebar rahang juga dapat dipengaruhi oleh struktur tulang. 

Rahang yang terlihat lebar atau wajah yang terkesan kotak kadang membuat seseorang merasa bentuk wajahnya kurang sesuai dengan yang diinginkan. 

Pada sebagian orang, bentuk ini bisa disebabkan dipengaruhi oleh otot masseter yang berukuran besar sehingga kontur rahang terlihat lebih tegas, terutama saat gigi dikatupkan.

Untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba botox rahang. Prosedur ini dapat membantu membuat wajah terlihat lebih ramping dengan mengurangi aktivitas otot masseter. 

Jika kamu tertarik mencobanya, mari pahami dulu apa saja kondisi yang sesuai, prosedur dan risiko botox rahang!

Apa Itu Botox Rahang?

Ilustrasi Injeksi Botox Rahang
Ilustrasi Injeksi Botox Rahang | Sumber: Pain Free Dentist Sydney

Botox rahang adalah prosedur injeksi botulinum toxin pada otot masseter, yaitu otot yang membantu menggerakkan rahang saat mengunyah. 

Otot ini terletak di sisi wajah, dekat sudut rahang, dan dapat terasa menonjol ketika kamu mengatupkan gigi dengan kuat.

Jika otot masseter berukuran besar, bagian bawah wajah dapat terlihat lebih lebar. Injeksi botulinum toxin dapat mengurangi aktivitas otot tersebut. Seiring waktu, ukuran otot dapat mengecil sehingga kontur rahang terlihat lebih ramping.

Botox rahang merupakan prosedur nonbedah. Artinya, tindakan ini tidak melibatkan sayatan untuk mengubah tulang atau mengangkat jaringan seperti pada operasi.

Efek Botox juga bersifat sementara. Aktivitas otot dapat berangsur kembali ketika efek botulinum toxin berkurang.

Perlu diketahui, Botox rahang tidak sama dengan prosedur untuk mengurangi lemak wajah. Jika bentuk wajah lebih dipengaruhi oleh distribusi lemak, maka prosedur ini bukan jawabannya.

Baca Juga: Perbedaan Botox dan Filler: Mana yang Kamu Butuhkan? 

Bagaimana Botox Rahang Bekerja?

Botox rahang bekerja dengan mengurangi aktivitas otot masseter, yaitu otot yang membantu menggerakkan rahang saat mengunyah. 

Prosesnya berlangsung bertahap, mulai dari penghambatan sinyal saraf hingga perubahan ukuran otot yang dapat memengaruhi kontur rahang.

Berikut tahapan kerja Botox rahang:

  • Penyuntikan Pada Otot Masseter: Dokter menyuntikkan botulinum toxin ke otot masseter berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan pasien.
  • Menghambat Pelepasan Asetilkolin: Botulinum toxin menghambat pelepasan asetilkolin, yaitu zat kimia yang membawa sinyal dari saraf ke otot.
  • Mengurangi Sinyal Untuk Berkontraksi: Berkurangnya asetilkolin membuat otot menerima lebih sedikit sinyal untuk berkontraksi.
  • Menurunkan Aktivitas Otot Rahang: Otot masseter menjadi kurang aktif dibandingkan sebelumnya, tetapi tidak ditujukan untuk lumpuh sepenuhnya.
  • Mengurangi Beban Aktivitas Berulang: Penurunan aktivitas akan mengurangi kontraksi berulang yang menyebabkan pembesaran otot.
  • Memicu Perubahan Ukuran Otot Secara Bertahap: Jika ukuran masseter membesar akibat aktivitas berulang, otot dapat mengecil secara bertahap.
  • Mengubah Tampilan Kontur Rahang: Berkurangnya ukuran otot masseter dapat membuat rahang terlihat lebih ramping.

Apa Saja Manfaat Botox Rahang?

Manfaat Botox Rahang
Manfaat Botox Rahang | Sumber: Dream Plastic Surgery Singapore

Botox rahang bekerja dengan mengurangi aktivitas otot masseter. Efek ini dapat memperbaiki tampilan kontur rahang dan, pada kondisi tertentu, mengurangi kekuatan kontraksi otot.

Jika dijelaskan, berikut manfaat botox rahang:

1. Membantu Membuat Kontur Rahang Lebih Ramping

Otot masseter yang membesar dapat membuat bagian bawah wajah terlihat lebar. Botox mengurangi aktivitas otot tersebut sehingga kontur rahang terlihat lebih ramping. 

2. Membantu Mengurangi Ketegangan Otot Rahang

Kebiasaan mengatupkan atau menggemeretakkan gigi dapat membuat otot rahang bekerja berlebihan. 

Botox di sini dapat mengurangi kekuatan kontraksi otot sehingga membantu meredakan sebagian keluhan. 

3. Membantu Mengurangi Kekuatan Gigitan Berlebih

Botox juga dapat mengurangi kekuatan kontraksi masseter karena menghambat sinyal saraf yang memicu otot berkontraksi. 

4. Membantu Mengurangi Pembesaran Otot Masseter

Ketika aktivitas otot berkurang setelah penyuntikan Botox, ukuran otot dapat menyusut secara bertahap. Efek ini berguna jika rahang terlihat lebar memang diakibatkan pembesaran otot.

5. Membantu Menyamarkan Tampilan Rahang yang Menonjol

Otot masseter yang menonjol membuat sudut rahang terlihat lebih tegas. Pengurangan ukuran otot dapat membuat transisi kontur wajah bagian bawah tampak lebih halus. 

Apakah Botox Rahang Cocok untuk Semua Bentuk Rahang?

Tidak. Rahang yang terlihat lebar tidak selalu disebabkan oleh otot masseter yang besar. Inilah kenapa botox rahang tidak otomatis menjadi solusi bagi yang ingin memiliki rahang ramping.

Dokter dapat mengevaluasi bentuk wajah dan aktivitas otot sebelum merekomendasikan treatment. 

Pasalnya, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi bentuk rahang, yaitu:

  • Ukuran Otot Masseter: Otot yang membesar dapat membuat bagian bawah wajah terlihat lebih lebar dan menjadi target Botox rahang.
  • Struktur Tulang Rahang: Tulang rahang yang lebar tidak dapat diubah dengan Botox karena treatment ini bekerja pada otot.
  • Distribusi Lemak Wajah: Lemak di area pipi bawah dapat membuat wajah terlihat penuh, tetapi Botox tidak berfungsi untuk mengurangi lemak.
  • Proporsi Wajah: Bentuk dagu dan bagian tengah wajah turut memengaruhi keseimbangan kontur rahang.
  • Aktivitas Otot Rahang: Kebiasaan mengatupkan atau menggemeretakkan gigi dapat memengaruhi ukuran masseter.

Baca Juga: Micro Botox: Manfaat, Prosedur & Bedanya dengan Botox Biasa

Kapan Hasil Botox Rahang Mulai Terlihat?

Hasil Botox rahang tidak langsung terlihat setelah tindakan. Efek awal biasanya mulai terasa dalam 3–7 hari.

Perubahan kontur rahang membutuhkan waktu lebih lama karena ukuran otot masseter perlu berkurang secara bertahap.

Perkiraan waktu munculnya hasil meliputi:

  • Hari Ke-3–7: Aktivitas otot mulai berkurang seiring kerja botulinum toxin.
  • Minggu Ke-2: Efek pada otot semakin berkembang, tetapi perubahan kontur rahang mungkin belum terlihat jelas.
  • Minggu Ke-4–6: Kontur rahang mulai dapat terlihat lebih ramping seiring perubahan ukuran otot.
  • Bulan Ke-2–3: Hasil pengecilan otot dapat terlihat lebih jelas, tergantung kondisi awal dan respons tubuh.

Waktu munculnya hasil dapat berbeda pada setiap orang. Dokter dapat menentukan waktu evaluasi untuk menilai apakah hasilnya sejalan dengan tujuan treatment.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Botox Rahang?

Sebelum menjalani Botox rahang, kamu perlu konsultasi dengan dokter untuk menilai kondisi otot dan memastikan tujuan perawatan realistis. 

Berikut beberapa hal yang perlu dibahas saat konsultasi.

  • Sampaikan Riwayat Kesehatan: Informasikan jika kamu memiliki gangguan saraf atau otot maupun masalah menelan agar dokter dapat menilai risiko prosedur.
  • Informasikan Obat dan Suplemen: Beri tahu dokter tentang obat serta suplemen yang sedang digunakan, terutama yang dapat memengaruhi pembekuan darah.
  • Diskusikan Kondisi Kehamilan atau Menyusui: Data keamanan botulinum toxin untuk tujuan estetika pada kondisi ini masih terbatas, sehingga keputusan perlu dibahas bersama dokter.
  • Pahami Hasil yang Realistis: Botox dapat mengurangi aktivitas otot masseter, tetapi tidak mengubah struktur tulang atau menghilangkan lemak wajah secara langsung.
  • Pilih Dokter yang Kompeten: Injeksi rahang membutuhkan pemahaman anatomi otot untuk membantu menentukan titik penyuntikan dan dosis yang sesuai.
  • Pahami Risiko dan Perawatan Setelah Tindakan: Tanyakan kemungkinan efek samping serta instruksi agar kamu tahu hal yang perlu diperhatikan selama pemulihan.

Apakah Botox Rahang Aman?

Ilustrasi Prosedur Botox Rahang
Ilustrasi Prosedur Botox Rahang | Sumber: Dental Artistry

Botox rahang memiliki risiko dan efek samping seperti prosedur injeksi lainnya. Tingkat risikonya dipengaruhi oleh kondisi pasien dan ketepatan teknik yang digunakan.

Efek samping yang dapat terjadi meliputi:

  • Nyeri atau memar pada area suntikan.
  • Kelemahan otot kunyah yang membuat aktivitas mengunyah terasa kurang nyaman.
  • Perubahan ekspresi wajah jika botox memengaruhi otot di sekitar area suntikan.
  • Kontur wajah yang tampak tidak seimbang akibat efek injeksi yang tidak merata.
  • Potensi dampak terhadap tulang rahang dalam penggunaan berulang, meski efek jangka panjangnya masih diteliti dan belum dapat disimpulkan secara pasti.

Jika setelah injeksi kamu mengalami kesulitan menelan, berbicara, atau bernapas, segera cari pertolongan medis.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Botox treatment dapat dipilih untuk banyak tujuan estetika yang menargetkan aktivitas otot yang memicu kerutan pada wajah. 

Namun, setiap area membutuhkan treatment yang berbeda. Jika ingin tahu pilihan Botox wajah, kamu dapat jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut.

Sebelum menentukan pilihan, kamu bisa cari lokasi klinik terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan yang tersedia. 

Jika ingin mendiskusikan kebutuhan perawatan secara langsung, kamu dapat konsultasi dan buat janji temu dengan SOZO Skin Clinic untuk menanyakan kesesuaian treatment.

chat untuk konsultasi

FAQ Seputar Botox Rahang

Berikut sudah dirangkum beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar botox rahang. Pahami sebelum mencobanya:

1. Apakah Botox Rahang Bisa Membuat Wajah Tirus?

Botox rahang dapat membantu membuat kontur wajah terlihat lebih ramping jika lebar rahang terutama disebabkan oleh otot masseter yang besar. Namun, hasilnya bergantung pada struktur wajah dan respons otot, sehingga bentuk wajah tertentu tidak dapat dijamin.

2. Apakah Botox Rahang Bisa Menghilangkan Lemak di Pipi?

Tidak. Botox bekerja dengan mengurangi aktivitas otot yang disuntikkan, bukan menghilangkan lemak. Jika pipi terlihat penuh akibat distribusi lemak, Botox rahang belum tentu memberikan perubahan yang diharapkan.

3. Apakah Botox Rahang Membuat Sulit Mengunyah?

Sebagian orang dapat mengalami kelemahan otot kunyah atau rasa kurang nyaman saat mengunyah setelah injeksi. Risiko tersebut perlu dibahas dengan dokter sebelum tindakan, terutama jika kamu memiliki keluhan pada fungsi rahang.

4. Berapa Lama Efek Botox Rahang Bertahan?

Efeknya bersifat sementara dan dapat berbeda pada setiap orang. Ketika efek botulinum toxin berkurang, aktivitas otot dapat berangsur kembali sehingga kontur wajah juga bisa berubah.

5. Apakah Botox Rahang Bisa Mengatasi Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi?

Pada kondisi tertentu, botulinum toxin dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi kekuatan kontraksi otot yang terlibat dalam bruxism. Namun, penanganan perlu disesuaikan dengan penyebab keluhan dan tidak menggantikan evaluasi dokter gigi atau tenaga medis yang kompeten.

6. Apakah Semua Orang dengan Rahang Lebar Cocok Melakukan Botox?

Tidak. Rahang lebar dapat dipengaruhi oleh ukuran otot, struktur tulang, dan distribusi lemak wajah. Dokter perlu mengevaluasi faktor yang paling berperan sebelum menentukan apakah Botox merupakan pilihan yang sesuai.

 

Referensi:

7 Things To Know If You’re Considering Botox Injections For Your TMJ | Donald R. Tanenbaum, DDS MPH

Masseter Botox: Procedure, Benefits, and Side Effects | WebMD

6 Masseter Botox Before & After Photos + Week-by-Week Results | Facial Aesthetics

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?