Skin 7 mnt baca

Efek Samping Botox Wajah yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Treatment

Efek Samping Botox Wajah yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Treatment

Efek samping botox wajah yang umum meliputi bengkak, kemerahan, memar, dan sakit kepala ringan yang biasanya bersifat sementara. Jika wajah terasa kaku, kamu perlu konsultasi dengan dokter. 

Setelah botox wajah, area suntikan bisa mengalami bengkak kecil, kemerahan, atau memar. Reaksi ini umumnya ringan dan sementara karena prosedurnya menggunakan jarum suntik. 

Namun, ada efek lain seperti kelopak mata turun atau wajah terasa kaku yang perlu kamu waspadai.

Jadi, bukan berarti setiap perubahan setelah botox berbahaya. Kamu hanya perlu tahu mana reaksi yang masih umum terjadi dan mana yang perlu diperiksa dokter.

Mari simak selengkapnya di bawah ini!

Efek Samping Botox Wajah yang Umum

Efek Samping Botox Wajah yang Umum
Efek Samping Botox Wajah yang Umum | Sumber: Diaminy Aesthetics

Sebagian efek samping botox biasanya muncul karena proses penyuntikan, bukan karena zat botulinum toxin di dalamnya. 

Inilah alasannya kenapa reaksi ini biasanya muncul di sekitar titik suntikan dan membaik dengan sendirinya.

Beberapa efek samping yang umum antara lain:

  • Bengkak Ringan: Area suntikan bisa sedikit membengkak setelah jarum masuk ke kulit.
  • Kemerahan: Kulit di sekitar titik suntikan dapat terlihat merah untuk sementara.
  • Memar: Pembuluh darah kecil bisa terkena jarum sehingga muncul bercak kebiruan.
  • Nyeri atau Tidak Nyaman: Area suntikan mungkin terasa sedikit sakit atau sensitif saat disentuh.
  • Sakit Kepala Ringan: Sebagian orang mengalami sakit kepala setelah tindakan, meskipun tidak selalu terjadi.

Baca Juga: Manfaat Botox Wajah: Ketahui Fungsi, Prosedur, dan Risikonya 

Efek yang Lebih Jarang tapi Perlu Diperhatikan

Efek yang Lebih Jarang tapi Perlu Diperhatikan
Efek yang Lebih Jarang tapi Perlu Diperhatikan | Sumber: Power of Positivity

Selain reaksi di titik suntikan, botox dapat memengaruhi otot di sekitar area yang ditangani. Efek ini bisa membuat ekspresi wajah berubah sementara.

Beberapa kondisi yang perlu kamu kenali meliputi:

1. Kelopak Mata atau Alis Turun

Kelopak mata atau alis bisa terlihat turun jika otot di sekitarnya ikut melemah. Kondisi ini dikenal sebagai ptosis, yaitu turunnya kelopak mata akibat gangguan kerja otot pengangkatnya. 

Efek tersebut umumnya bersifat sementara, tetapi tetap perlu dilaporkan kepada dokter jika sampai mengganggu penglihatan.

2. Senyum Terlihat Tidak Simetris

Jika otot di sekitar mulut ikut terpengaruh, salah satu sisi senyum bisa terlihat berbeda. Perubahan ini dapat karena lokasi penyuntikan dan penyebaran efek botulinum toxin ke otot di sekitarnya.

3. Wajah Terasa Kaku

Botox bekerja dengan membuat otot tertentu lebih rileks. Jika efeknya terlalu kuat atau mengenai area yang tidak diharapkan, ekspresi wajah bisa tampak kaku. Karena itu, dokter perlu menyesuaikan rencana tindakan dengan gerakan alami wajahmu.

4. Kelemahan Otot di Area Sekitar

Otot di dekat titik suntikan dapat ikut melemah sehingga gerakan tertentu terasa berbeda. Jika kelemahan meluas ke bagian tubuh lain, jangan menganggapnya sebagai reaksi biasa.

Normal atau Perlu ke Dokter?

Tidak semua efek setelah botox membutuhkan penanganan darurat. Namun, kamu perlu memperhatikan tingkat keparahan.

Mari simak beberapa kondisi dan apa yang perlu dilakukan:

KondisiKemungkinan ReaksiApa yang Perlu Dilakukan?
Bengkak kecil di titik suntikanUmumnya ringan dan sementaraAmati perkembangannya dan ikuti instruksi dokter
Kemerahan atau memarDapat terjadi akibat tusukan jarumPantau hingga membaik
Sakit kepala ringanBisa muncul setelah tindakanSampaikan kepada dokter jika menetap atau memburuk
Kelopak mata atau alis turunEfek yang lebih jarangHubungi dokter untuk pemeriksaan
Senyum tidak simetris atau wajah terasa kakuOtot sekitar area suntikan mungkin ikut terpengaruhKonsultasikan dengan dokter
Sulit menelan, berbicara, atau bernapasTanda serius yang perlu penanganan segeraSegera cari pertolongan medis

Bagaimana dengan Efek Samping Botox Jangka Panjang?

Efek botox sebetulnya tidak permanen karena kerja botulinum toxin akan berangsur berkurang. Namun, penggunaan berulang dapat memengaruhi otot yang sering ditangani.

Menurut American Academy of Dermatology, penggunaan botulinum toxin berulang dapat membuat otot yang disuntik menjadi lebih tipis. 

Akibatnya, hasil pada sebagian orang bisa bertahan lebih lama setelah beberapa kali perawatan.

Meski begitu, hal tersebut tidak berarti setiap orang akan mengalami kerusakan otot. Respons tubuh berbeda-beda, sehingga frekuensi perawatan sebaiknya ditentukan bersama dokter berdasarkan kebutuhanmu.

Mitos tentang Botox

Injeksi Botox
Injeksi Botox | Sumber: U.S Dermatology Partners

Ada beberapa anggapan tentang botox yang sering membuat calon pasien khawatir. Berikut penjelasannya:

MitosFakta
Botox adalah racun yang membahayakan tubuhBotulinum toxin merupakan zat yang bekerja pada saraf dan otot.
Wajah akan kaku selamanya setelah botoxEfek botox bersifat sementara. Wajah yang tampak kaku bisa karena tindakan yang salah.
Botox membuat ketergantunganBotox tidak menyebabkan ketergantungan fisik seperti zat adiktif.

Siapa yang Perlu Lebih Hati-Hati?

Botox tidak cocok untuk semua orang. Sebelum tindakan, sampaikan kondisi kesehatan dan obat yang sedang kamu gunakan agar dokter dapat menilai apakah prosedur sesuai untukmu.

Gunakan checklist berikut saat konsultasi:

  • Sedang Hamil atau Menyusui: Sampaikan kondisi ini karena keamanan botox untuk kehamilan dan menyusui belum dipastikan.
  • Memiliki Gangguan Saraf atau Otot: Kondisi seperti myasthenia gravis dapat meningkatkan risiko kelemahan otot.
  • Memiliki Alergi: Beri tahu dokter jika pernah mengalami reaksi alergi terhadap botulinum toxin atau bahan dalam produknya.
  • Sedang Mengonsumsi Obat Tertentu: Beberapa antibiotik dan obat pelemas otot dapat memengaruhi kerja botulinum toxin.
  • Mengalami Infeksi di Area Suntikan: Area yang sedang mengalami infeksi perlu diperiksa sebelum tindakan dilakukan.
  • Baru Menjalani Treatment Lain: Informasikan prosedur yang baru kamu jalani, terutama jika dilakukan di area wajah yang sama.

Cara Mengurangi Risiko Efek Samping

Kamu memang tidak bisa menghilangkan seluruh risiko botox, tetapi beberapa langkah dapat membantu mengurangi kemungkinan efek samping.

Adapun yang bisa kamu lakukan yaitu:

1. Pilih Dokter yang Berwenang dan Berpengalaman

Pastikan tindakan dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi melakukan injeksi botox. Ikuti saran dokter terkait area yang sesuai dengan treatment.

Apalagi jenis botox terbagi tidak hanya satu, ada botox standar dan botox premium. Dokter yang bisa menentukan mana yang terbaik.

Baca Juga: Berapa Biaya Botox Wajah? Ini Rincian dan Estimasi Harganya 

2. Pastikan Produk Memiliki Izin Edar

Tanyakan produk yang akan digunakan dan pastikan asalnya jelas. Hindari produk yang dijual bebas yang tidak memiliki izin edar atau informasi yang dapat diverifikasi.

3. Ceritakan Riwayat Kesehatan

Jangan melewatkan informasi tentang alergi, penyakit, obat, atau treatment yang baru kamu jalani. Informasi ini membantu dokter mempertimbangkan risiko sebelum melakukan penyuntikan.

4. Ikuti Instruksi Setelah Treatment

Jangan memijat atau menggosok area suntikan jika dokter meminta kamu menghindarinya. Ikuti juga arahan mengenai aktivitas dan perawatan wajah setelah tindakan.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Ada beberapa gejala yang tidak boleh dianggap sebagai efek samping ringan setelah botox. Gejala ini bisa karena efek botulinum toxin yang menyebar di luar area suntikan. 

Jangan menunggu gejala membaik sendiri atau menunda pemeriksaan sampai jadwal kontrol berikutnya.

 Segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami:

  • Sulit menelan makanan atau minuman.
  • Sulit berbicara atau suara berubah.
  • Sesak atau kesulitan bernapas.
  • Penglihatan ganda atau gangguan penglihatan yang muncul setelah tindakan.
  • Kelemahan otot yang menyebar ke bagian tubuh lain.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Untuk mengurangi risiko botox treatment, kamu perlu buat janji temu dan konsultasi dengan dokter. Dengan begitu, kamu bisa menceritakan riwayat kesehatan sebelum tindakan. 

Jika kamu masih mempertimbangkan botox, coba jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut untuk melihat opsi lainnya.

Treatment yang aman dimulai dari pemeriksaan yang matang. Segera cari lokasi klinik terdekat agar kamu tidak perlu jauh-jauh untuk kontrol.

chat untuk konsultasi

FAQ Seputar Efek Samping Botox Wajah

Berikut jawaban untuk beberapa pertanyaan yang sering muncul sebelum seseorang memutuskan menjalani botox wajah.

1. Apakah Botox Wajah Aman?

Botox dapat digunakan untuk tujuan estetika jika dilakukan oleh dokter yang berwenang dengan produk resmi dan sesuai indikasi. Namun, tindakan ini tetap memiliki risiko efek samping sehingga perlu didahului pemeriksaan kondisi kesehatan.

2. Berapa Lama Bengkak Setelah Botox Hilang?

Bengkak ringan di titik suntikan umumnya berangsur membaik dalam beberapa hari. Jika pembengkakan semakin besar, terasa nyeri, atau disertai gejala lain, hubungi dokter yang menangani.

3. Apakah Botox Bisa Membuat Wajah Kaku?

Bisa, jika otot yang terkena efek botox menjadi terlalu lemah atau gerakan alami wajah ikut terpengaruh. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan efek sementara pada otot dan perlu dievaluasi dokter jika mengganggu ekspresi.

4. Apa yang Harus Dilakukan Jika Kelopak Mata Turun Setelah Botox?

Hubungi dokter yang melakukan tindakan agar kondisi kelopak mata dapat diperiksa. Jangan mencoba mengatasinya dengan memijat area suntikan atau melakukan treatment tambahan tanpa arahan dokter.

5. Apakah Botox Boleh untuk Ibu Hamil atau Menyusui?

Botox umumnya tidak direkomendasikan untuk tindakan estetika selama kehamilan atau menyusui karena data keamanannya masih terbatas. Sebaiknya tunda perawatan dan konsultasikan pilihan yang sesuai dengan dokter.

Referensi

Botulinum Toxin Therapy: FAQs | American Academy of Dermatology

How to Stay Safe When Getting Botulinum Toxin Injections | CDC

BOTOX Cosmetic – Prescribing Information | DailyMed

Botulinum Toxin (Botox) for Facial Wrinkles | American Academy of Ophthalmology

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?