Skin 5 mnt baca

Dagu Seperti Kulit Jeruk, Bisakah Dibantu Filler?

Dagu Seperti Kulit Jeruk, Bisakah Dibantu Filler?

Dagumu terlihat berlubang-lubang kecil seperti kulit jeruk, entah saat santai atau saat bicara? Wajar kalau kamu bertanya-tanya apakah filler dagu, yang biasanya dipakai untuk membentuk dagu, juga bisa membantu tekstur seperti ini. Jawabannya, filler bisa membantu pada sebagian kasus, tapi perannya terbatas pada mengisi volume. Kalau penyebab utamanya otot dagu yang terlalu aktif, filler saja biasanya belum cukup.

Hasilnya sangat bergantung pada apa yang paling berperan membuat dagumu bertekstur.

Apakah Filler Dagu Bisa Membantu Tekstur Dagu Berkerut?

Bisa, terutama kalau tekstur itu disertai dagu yang kehilangan volume. Filler mengisi cekungan dari bawah sehingga permukaan dagu tampak lebih rata, tapi tidak mengatasi tarikan otot yang ikut membentuk tekstur tersebut.

Tekstur seperti kulit jeruk ini dikenal juga sebagai dimpled chin atau cobblestone chin. Menurut artikel edukasi North Biomedical, filler asam hialuronat dalam jumlah kecil bisa ditempatkan di lipatan mental, yaitu garis mendatar tempat dagu bertemu bibir bawah. Filler juga bisa disuntikkan ke bantalan dagu itu sendiri untuk mengisi lekukan kecil dari bawah dan membuat kontur dagu lebih halus.

Artikel yang sama menyebut cara ini paling berguna ketika dimpling disertai dagu yang mundur atau kehilangan volume. Jadi, filler lebih tepat dipandang sebagai pengisi volume, bukan obat untuk semua jenis tekstur dagu.

Sampai sekarang, kami belum menemukan data tentang berapa banyak kasus dagu bertekstur yang memang disertai kehilangan volume, dibanding yang murni karena aktivitas otot. Karena itu, penilaian dokter pada kondisimu sendiri tetap jadi kunci.

Batasan Filler yang Perlu Dipahami Sebelum Memutuskan

Filler punya peran yang jelas, tapi juga batas yang perlu kamu tahu supaya ekspektasimu tetap realistis. Ada dua hal yang tidak dikerjakan filler.

Filler tidak melemaskan otot dagu. North Biomedical menjelaskan otot mentalis (otot di ujung dagu) menempel langsung ke lapisan kulit. Setiap kali kamu mencemberut, menekan bibir bawah, atau menelan, otot ini menarik kulit di atasnya sehingga muncul cekungan-cekungan kecil. Filler mengisi volume, tapi tarikan otot itu tetap terjadi. Karena itu, pada kasus yang penyebab utamanya otot, filler saja umumnya kurang optimal.

Filler tidak memperbaiki kualitas kulit. North Biomedical juga menyebut lapisan kulit di dagu bisa menipis dan kehilangan kekenyalan seiring usia, salah satunya karena sinar matahari merusak kolagen dan elastin. Kulit yang menipis lebih sulit “memantul” kembali setelah ditarik otot. Filler bekerja di bawah kulit untuk menambah volume, jadi tidak dirancang untuk membangun ulang kolagen kulit.

Empire Medical Training, lembaga pelatihan injeksi estetik, menyebut dimpling seperti kulit jeruk terutama disebabkan otot mentalis, sehingga penanganan utamanya menyasar otot, yaitu suntik botox. Filler lebih berperan untuk lipatan mendatar antara bibir bawah dan dagu yang tetap terlihat dalam saat wajah diam. Penjelasan lengkap soal otot ini kami bahas di artikel “Botox untuk Dagu Berkerut: Apa Itu Mentalis Hyperactivity?”.

Jadi, jangan berharap tekstur akan hilang sepenuhnya hanya dengan filler. Bisa jadi teksturnya berkurang dan dagu tampak lebih halus, terutama saat diam.

Cara Dokter Menentukan Apakah Dagu Kamu Cocok Dibantu Filler

Dokter biasanya mencari tahu dulu, apakah tekstur dagumu lebih karena kurang volume atau karena otot yang terlalu aktif. Beberapa hal yang umumnya diperhatikan:

  • Kondisi dagu saat diam dan saat bergerak. Dokter bisa memintamu diam, lalu bicara atau mencemberut. North Biomedical membedakan dimpling yang hanya muncul saat mencemberut dengan yang sudah terlihat saat wajah santai. Empire Medical Training menyebut lipatan di bawah bibir yang tetap dalam saat diam lebih banyak merespons filler, sedangkan kerutan yang muncul karena gerakan otot lebih merespons botox.
  • Volume dan proyeksi dagu. Dokter menilai apakah dagu tampak mundur atau kehilangan volume. Kalau iya, filler punya peran yang lebih besar.
  • Kemungkinan kombinasi. Kalau ternyata otot ikut berperan, dokter mungkin menyarankan kombinasi dengan penanganan otot. Keputusan ini sebaiknya diambil setelah pemeriksaan langsung, bukan dari perkiraan sendiri.

Sebagai gambaran, prosedur Filler Dagu di Sozo Skin Clinic memakai filler berbahan asam hialuronat dan selalu diawali konsultasi serta analisis wajah oleh dokter. Langkah penilaian seperti ini sama pentingnya untuk kasus tekstur dagu.

BACA JUGA: Filler Dagu Tahan Berapa Lama? Ini Rentang Umum dan Faktor yang Memengaruhinya

Pertanyaan Seputar Filler untuk Dagu Bertekstur

Apakah Hasilnya Langsung Terlihat Rata Setelah Disuntik?

Perubahan kontur umumnya bisa langsung terlihat setelah prosedur. Halaman Filler Dagu Sozo Skin Clinic menyebut bentuk akhirnya baru tampak lebih menyatu dalam beberapa hari hingga sekitar dua minggu, setelah bengkak ringan mereda.

Apakah Tekstur Bisa Kembali Muncul Setelah Beberapa Bulan?

Bisa. Halaman Filler Dagu Sozo Skin Clinic menyebut hasilnya umumnya bertahan sekitar 6 sampai 12 bulan, tergantung jenis filler dan metabolisme tubuh. Seiring filler terserap, tekstur yang tadinya tersamarkan oleh volume tambahan bisa terlihat lagi.

Apakah Filler Dagu untuk Tekstur Perlu Dikombinasikan dengan Perawatan Lain?

Tergantung penyebab utamanya. Kalau lebih karena kurang volume, filler saja mungkin cukup, sedangkan kalau otot ikut berperan, kombinasi biasanya dipertimbangkan. Perbandingan lengkapnya kami bahas di artikel “Filler Dagu vs Botox Mentalis untuk Dagu Berkerut: Apa Perbedaannya?”.

Langkah Sebelum Memutuskan Filler untuk Dagu Bertekstur

Filler bisa membantu dagu bertekstur, terutama kalau dagumu juga kehilangan volume. Tapi kalau penyebab utamanya otot yang terlalu aktif, filler saja biasanya belum memberi hasil yang kamu harapkan.

Langkah paling berguna sekarang adalah memastikan penyebabnya lewat pemeriksaan dokter. Sebelum konsultasi, coba perhatikan di cermin: apakah tekstur dagumu terlihat saat wajah santai, atau hanya muncul saat bicara dan mencemberut? Informasi sederhana ini membantu dokter menilai pilihan yang paling sesuai. Kalau teksturnya masih samar dan hanya muncul sesekali, belum perlu buru-buru melakukan tindakan.

Referensi:

Dimpled Chin: Why Your Chin Looks Like an Orange Peel and How to Smooth It | North Biomedical

Chin Botox Injection Points: Placement, Anatomy & Units | Empire Medical Training

Suntik Filler Dagu untuk Wajah Lebih Proporsional dan Tegas | Sozo Skin Clinic

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?