Skin 5 mnt baca

Dagu Berkerut Saat Bicara, Karena Otot atau Volume?

Dagu Berkerut Saat Bicara, Karena Otot atau Volume?

Baru sadar dagumu tampak berkerut seperti kulit jeruk saat bicara di depan cermin atau kamera, padahal saat diam terlihat biasa saja? Kamu nggak sendirian. Pola seperti ini biasanya menunjukkan ada peran otot dagu yang aktif saat bicara. Tapi kulit dan jaringan dagu yang makin tipis juga bisa membuat kerutannya lebih jelas, dan dua hal ini sering terjadi bersamaan.

Mengenali mana yang lebih dominan membantu kamu dan dokter menentukan arah penanganan yang tepat.

Dua Kemungkinan Penyebab Dagu Berkerut Saat Bicara

Ada dua hal yang biasanya berperan: otot dagu yang menarik kulit, dan kulit atau jaringan dagu yang kurang mampu menahan tarikan itu. Keduanya bekerja dengan cara berbeda, jadi penting untuk mengenali masing-masing.

Aktivitas Otot Mentalis yang Meningkat Saat Berekspresi

Di ujung dagu ada otot kecil bernama mentalis. Menurut artikel edukasi North Biomedical, otot ini menempel langsung ke lapisan kulit dagu. Setiap kali kamu mencemberut, menekan bibir bawah, mengunyah, atau menelan, otot ini berkontraksi dan menarik kulit di atasnya sehingga muncul cekungan dan tonjolan kecil.

Karena tarikannya muncul saat otot bekerja, kerutan biasanya paling jelas saat dagu bergerak, misalnya ketika bicara. North Biomedical juga menyebut otot ini bisa makin aktif seiring usia, bahkan tetap sedikit tegang saat wajah sedang santai. Akibatnya, pada sebagian orang kerutan masih terlihat walaupun wajah diam.

Detail soal otot mentalis dan cara menanganinya kami bahas di artikel “Botox untuk Dagu Berkerut: Apa Itu Mentalis Hyperactivity?”.

Berkurangnya Volume dan Elastisitas Jaringan Dagu

Faktor kedua ada di kulit dan jaringan di atas otot. North Biomedical menjelaskan paparan sinar matahari memicu enzim yang memecah kolagen dan elastin, yaitu protein penyangga kulit. Akibatnya, kulit dagu menipis dan kurang kenyal, sehingga tidak bisa kembali rata sepenuhnya setelah ditarik otot.

Saat usia masih muda, kulit cukup tebal dan kenyal untuk menyamarkan tarikan otot. Seiring waktu, kulit makin sulit “memantul” kembali, sehingga gerakan otot yang sama terlihat lebih jelas di permukaan. Dagu yang kehilangan volume atau tampak mundur juga bisa membuat tekstur ini lebih terlihat. Meski begitu, kami belum menemukan penelitian yang mengukur seberapa besar pengaruh volume dagu terhadap tampilan kerutan ini.

Menurut North Biomedical, kebanyakan wanita di usia 40-an mengalami keduanya sekaligus: otot yang lebih aktif dan kulit yang lebih tipis. Karena itu, sulit memisahkan peran masing-masing hanya dengan bercermin.

Ciri Kasar yang Membantu Membedakan Dua Penyebab Ini

Cara paling sederhana untuk mulai membedakannya adalah membandingkan tampilan dagu saat diam dan saat bicara. Tabel ini bisa jadi panduan awal.

Pola yang TerlihatKemungkinan Penyebab Dominan
Kerutan hanya muncul saat bicara atau mencemberut, lalu hilang saat wajah diamLebih mengarah ke aktivitas otot mentalis
Kerutan tetap terlihat samar saat wajah diam, dan dagu terasa kurang berisiBisa karena otot yang tetap tegang, kulit yang menipis, atau dagu yang kehilangan volume, jadi perlu dinilai dokter
Kerutan terlihat saat diam dan makin jelas saat bicaraKemungkinan kombinasi otot dan kualitas kulit atau volume, lebih sering pada usia yang lebih matang

Ingat, tabel ini hanya untuk pemahaman awal, bukan alat diagnosis. Kerutan yang terlihat saat diam, misalnya, tidak selalu berarti masalah volume, karena otot yang terus tegang juga bisa menyebabkannya. Untuk memastikan, tetap perlu pemeriksaan langsung oleh dokter.

Mengapa Membedakan Penyebab Ini Penting Sebelum Memilih Treatment

Karena penanganan untuk otot dan untuk volume bekerja dengan cara berbeda. Kalau penyebab dominannya salah ditebak, hasil treatment bisa tidak sesuai harapan.

Empire Medical Training, lembaga pelatihan injeksi estetik, menyebut kerutan dagu seperti kulit jeruk terutama berasal dari otot mentalis, sehingga ditangani dengan suntik botox. Sementara itu, lipatan di bawah bibir yang tetap dalam saat wajah diam lebih banyak merespons filler. Dengan kata lain, satu pendekatan menyasar volume dan yang lain menyasar gerakan otot.

Kalau kamu penasaran apakah filler bisa membantu tekstur dagu seperti ini, kami bahas di artikel “Filler Dagu untuk Dagu Bertekstur atau ‘Dimpled Chin’: Apakah Bisa Membantu?”. Perbandingan langsung keduanya juga kami bahas di artikel “Filler Dagu vs Botox Mentalis untuk Dagu Berkerut: Apa Perbedaannya?”.

Penilaian volume dagu memang biasanya jadi bagian dari evaluasi awal. Halaman Filler Dagu di Sozo Skin Clinic, misalnya, menyebut dagu yang pendek, mundur, atau kurang tegas sebagai keluhan yang bisa dibantu dengan menambah volume. Namun, keputusan apakah volume memang jadi masalah utamamu tetap perlu ditentukan lewat pemeriksaan.

BACA JUGA: Filler Dagu: Cara Kerja, Manfaat, dan Masalah yang Bisa Ditangani

Kapan Sebaiknya Konsultasi ke Dokter untuk Memastikan Penyebabnya

Kalau kerutan di dagu mulai mengganggumu, entah saat bicara di depan kamera atau saat bercermin, itu waktu yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter kulit atau dokter estetik. Dokter bisa menilai dagumu saat diam dan saat bergerak, lalu menentukan apakah masalah utamanya ada di otot, kulit, volume, atau kombinasinya.

Sebelum konsultasi, coba lakukan hal sederhana ini. Ambil foto dagumu dari depan dan samping saat wajah santai, lalu rekam video singkat saat kamu bicara. Bandingkan keduanya, lalu bawa ke dokter. Informasi ini membantu dokter melihat pola kerutanmu dengan lebih jelas.

Kalau kerutannya masih samar, hanya muncul sesekali, dan tidak mengganggu, belum perlu buru-buru melakukan treatment. Kamu bisa tetap memantau perubahannya. Melindungi kulit dari sinar matahari juga membantu, karena paparan matahari termasuk faktor yang mempercepat kerusakan kolagen.

Referensi:

Dimpled Chin: Why Your Chin Looks Like an Orange Peel and How to Smooth It | North Biomedical

Chin Botox Injection Points: Placement, Anatomy & Units | Empire Medical Training

Suntik Filler Dagu untuk Wajah Lebih Proporsional dan Tegas | Sozo Skin Clinic

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?