Acne 10 mnt baca

15 Makanan Penyebab Jerawat yang Sebaiknya Dibatasi

15 Makanan Penyebab Jerawat yang Sebaiknya Dibatasi

Makanan tertentu dapat berkaitan dengan kondisi jerawat pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi terlalu sering, seperti makanan tinggi indeks glikemik, makanan tinggi gula, susu sapi, serta makanan olahan. 

Kamu mungkin mulai bertanya-tanya apakah makanan yang dikonsumsi setiap hari ikut berpengaruh.

Pertanyaan tersebut wajar, karena jerawat memang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor.  Makanan dengan kandungan tertentu lebih sering dikaitkan dengan jerawat, terutama ketika dikonsumsi secara berlebihan atau terlalu sering.

Meski begitu, bukan berarti setiap jerawat disebabkan oleh makanan. Hubungan antara pola makan dan jerawat juga tidak selalu sama pada setiap orang. 

Karena itu, mari simak dulu makanan yang memiliki kaitan dengan jerawat beserta mitos dan faktanya!

Apakah Makanan Bisa Menyebabkan Jerawat?

Ya, pola makan dapat berhubungan dengan kondisi jerawat pada sebagian orang. Namun, makanan bukan penyebab tunggal karena jerawat juga dipengaruhi oleh faktor lain.

Salah satu makanan yang paling banyak diteliti adalah makanan dengan indeks glikemik tinggi. Setelah dikonsumsi, makanan ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Respons tersebut kemudian dapat meningkatkan insulin dalam tubuh.

Kadar insulin yang lebih tinggi dapat memengaruhi hormon androgen, yaitu hormon yang berperan dalam merangsang produksi sebum pada kulit. 

Produksi sebum yang berlebihan dapat membuat pori lebih mudah tersumbat dan memperburuk proses yang berkaitan dengan jerawat.

Hubungan dengan produk susu juga telah diteliti, terutama pada konsumsi susu sapi. Namun, bukti mengenai hubungan tersebut belum cukup untuk menyatakan bahwa susu pasti menyebabkan jerawat pada setiap orang.

15 Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat

Makanan Penyebab Jerawat
Makanan Penyebab Jerawat | Sumber: Clear Ritual

Tidak semua makanan berkaitan sebagai pemicu jerawat. Namun kandungannya dapat meningkatkan gula darah. 

Adapun beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sedang berjerawat yaitu:

1. Makanan Tinggi Indeks Glikemik

Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan insulin dan memengaruhi hormon androgen yang berperan dalam produksi sebum. Sebum yang berlebihan dapat membuat pori lebih mudah tersumbat.

Contohnya:

  • Roti putih
  • Nasi putih
  • Kentang
  • Sereal manis
  • Makanan berbahan tepung olahan

2. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan kenaikan gula darah dengan cepat. Respons tersebut dapat meningkatkan insulin dan memicu produksi sebum berlebih.

Pola makan tinggi gula menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan saat kulit mudah berjerawat.

Contohnya:

  • Minuman bersoda
  • Teh manis
  • Permen
  • Kue manis
  • Minuman kemasan dengan tambahan gula

3. Susu Sapi

Makanan penyebab jerawat berikutnya yaitu susu sapi. Minuman ini paling banyak diteliti dalam hubungan antara makanan dan jerawat. 

Salah satu dugaan mekanismenya berkaitan dengan respons insulin setelah konsumsi susu. Namun, bukti yang tersedia belum cukup untuk menyatakan bahwa susu sapi memperburuk jerawat pada setiap orang.

4. Es Krim

Es krim dicurigai dapat memicu jerawat karena mengandung susu sekaligus gula tambahan. Kandungan tersebut membuat es krim patut diperhatikan jika dikonsumsi terlalu sering. Namun, belum ada bukti bahwa es krim secara langsung menyebabkan jerawat.

5. Cokelat

Kekhawatiran terhadap cokelat juga dapat berkaitan dengan kandungan gula pada produk cokelat tertentu. Namun hubungan antara cokelat dan jerawat masih belum konsisten dalam penelitian. Jadi, belum tepat menyatakan bahwa cokelat menyebabkan jerawat.

6. Whey Protein

Whey protein berasal dari susu dan telah mendapat perhatian dalam penelitian mengenai jerawat. 

Konsumsinya dilaporkan berkaitan dengan munculnya atau memburuknya jerawat pada sebagian orang, terutama pada pengguna suplemen olahraga. 

7. Keripik Kentang

Makanan berikutnya yaitu keripik kentang, karena mengandung karbohidrat olahan dengan indeks glikemik tinggi. Konsumsi makanan seperti ini dapat meningkatkan gula darah dan insulin dengan cepat.

8. Kentang Goreng

Kentang dapat memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi setelah melalui proses pengolahan tertentu, seperti digoreng. 

Ketika dikonsumsi sebagai kentang goreng, makanan ini berubah menjadi makanan tinggi lemak. 

9. Fast Food

Bagi yang menyukai fast food mungkin perlu menguranginya. Hal ini karena fast food mengandung karbohidrat olahan dan lemak dalam jumlah tinggi. 

Pola konsumsi seperti ini berpotensi berkaitan dengan kondisi jerawat, meski hubungan langsungnya belum dapat dipastikan. 

Contohnya:

  • Burger
  • Pizza
  • Ayam goreng cepat saji
  • Kentang goreng

10. Daging Olahan

Daging olahan dapat menjadi bagian dari pola makan yang tinggi lemak dan makanan ultra-proses. Kandungan tersebut membuatnya relevan untuk diperhatikan dalam pola makan secara keseluruhan. 

Contohnya:

  • Sosis
  • Kornet
  • Daging asap
  • Ham

11. Makanan Tinggi Asam Lemak Omega-6

Asupan asam lemak omega-6 dalam jumlah tinggi diduga dapat memengaruhi proses inflamasi di tubuh. 

Kondisi tersebut dapat berperan dalam memperburuk jerawat. Namun, hubungannya dengan jerawat belum memiliki bukti sekuat makanan dengan indeks glikemik tinggi.

Contohnya:

  • Keripik kentang
  • Selai kacang manis
  • Paha ayam
  • Daging yang diawetkan

12. Makanan Olahan Tinggi Karbohidrat

Makanan olahan yang tinggi karbohidrat dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. Respons insulin yang mengikuti kenaikan tersebut dapat memengaruhi hormon yang berhubungan dengan produksi sebum. 

Karena itu, pola makan yang banyak mengandalkan karbohidrat olahan perlu diperhatikan jika jerawat mudah kambuh.

Contohnya:

  • Biskuit
  • Donat
  • Pastry
  • Crackers

13. Sereal Manis

Sereal dengan tambahan gula dapat memiliki beban glikemik yang tinggi. Konsumsinya dapat meningkatkan gula darah dan insulin dalam waktu relatif cepat. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi proses hormonal yang berkaitan dengan jerawat.

14. Kue dan Pastry Manis

Kue dan pastry umumnya mengandung karbohidrat olahan serta gula tambahan. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan gula darah dengan cepat dan memengaruhi respons insulin. Pola konsumsi yang tinggi makanan seperti ini dapat berkaitan dengan kondisi jerawat.

Contohnya:

  • Donat
  • Croissant manis
  • Muffin
  • Cookies

15. Makanan Mengandung Lemak Trans

Lemak trans banyak ditemukan pada makanan yang menggunakan lemak terhidrogenasi dalam proses pembuatannya. 

Asupan lemak trans berlebih dapat berkontribusi terhadap proses inflamasi dalam tubuh yang secara teoritis dapat memperburuk kondisi kulit. 

Contohnya:

  • Margarin padat
  • Shortening
  • Makanan kemasan dengan minyak terhidrogenasi
  • Produk panggang yang menggunakan lemak terhidrogenasi

Baca Juga: 10 Makanan yang Mengurangi & Membuat Jerawat Hilang Alami

Benarkah Kacang, Gorengan, dan Makanan Pedas Menyebabkan Jerawat?

Ilustrasi Menghindari Makanan Penyebab Jerawat
Ilustrasi Menghindari Makanan Penyebab Jerawat | Sumber: The Clifford Cliff

Bukti ilmiah belum menunjukkan bahwa kacang atau makanan pedas secara langsung menyebabkan jerawat. 

Gorengan juga belum terbukti sebagai penyebab tunggal, meski pola makan tinggi lemak dan makanan olahan sering dikaitkan sebagai penyebab jerawat.

Agar kamu lebih bisa mengatur pola makan, mari bedah keraguan berikut:

Apakah Kacang Menyebabkan Jerawat?

Belum ada bukti kuat bahwa kacang secara langsung menyebabkan jerawat. Anggapan ini sering muncul karena kacang mengandung lemak, tetapi kandungan lemak pada makanan tidak otomatis membuat kulit berjerawat.

Justru kacang dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. Jika kamu merasa jerawat berulang setelah mengonsumsi jenis kacang tertentu, kamu bisa mengamati hubungan tersebut tanpa langsung menganggap kacang sebagai penyebab utama.

Apakah Gorengan Menyebabkan Jerawat?

Gorengan tidak terbukti secara langsung menyebabkan jerawat, meski makanan yang digoreng sering dikaitkan dapat memicu jerawat.

Jadi, masalahnya bukan sekadar minyak pada gorengan. Frekuensi konsumsi dan pola makan secara keseluruhan lebih penting untuk diperhatikan.

Apakah Makanan Pedas Menyebabkan Jerawat?

Makanan pedas juga belum terbukti sebagai penyebab langsung jerawat. Jika kulitmu terasa lebih bermasalah setelah mengonsumsinya, perhatikan apakah perubahan tersebut berulang secara konsisten.

Dengan begitu, kamu tidak perlu menghapus makanan pedas dari menu hanya karena sedang mengalami jerawat. Fokus utamanya tetap pada pola makan yang lebih seimbang dan perawatan kulit yang sesuai.

Kenapa Pola Makan Bisa Memengaruhi Jerawat?

Ilustrasi Makanan yang Memperparah Jerawat
 Ilustrasi Makanan yang Memperparah Jerawat | Sumber: Megawecare

Pola makan dapat memengaruhi jerawat melalui perubahan yang terjadi di dalam tubuh. Salah satu mekanisme yang paling banyak diteliti berkaitan dengan kadar gula darah dan insulin.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan insulin yang kemudian dapat memengaruhi aktivitas hormon androgen.

Androgen berperan dalam produksi sebum. Ketika sebum diproduksi berlebihan, pori lebih mudah tersumbat dan kondisi jerawat dapat memburuk.

Karena itu, pola makan sebaiknya dilihat sebagai salah satu bagian dari pengelolaan jerawat. Perubahan pola makan juga tidak menggantikan perawatan kulit ketika jerawat membutuhkan penanganan medis.

Baca Juga: Apakah PMO Menyebabkan Jerawat dan Muka Kusam? Cek Faktanya!

Makanan yang Sebaiknya Dipilih Saat Kulit Sedang Berjerawat

Saat kulit sedang berjerawat, kamu tidak harus menjalani pola makan yang ketat. Kamu hanya perlu mengutamakan makanan dengan beban glikemik lebih rendah dan rendah gula.

Beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • Karbohidrat Dengan Indeks Glikemik Lebih Rendah: Pilih sumber karbohidrat yang tidak cepat meningkatkan kadar gula darah.
  • Sayuran: Jadikan sayuran sebagai bagian rutin dari menu untuk mendukung pola makan yang lebih seimbang.
  • Buah Utuh: Pilih buah dalam bentuk utuh daripada minuman yang mengandung tambahan gula.
  • Sumber Protein: Pilih sumber protein yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan pola makan sehari-hari.
  • Air Putih: Utamakan air putih daripada minuman dengan kandungan gula tinggi.
  • Makanan Minim Olahan: Lebih sering pilih makanan yang tidak melalui banyak proses pengolahan.

Bagaimana Mengetahui Makanan yang Memicu Jerawat pada Diri Sendiri?

Tidak ada satu makanan yang terbukti pasti memicu jerawat. Kalau merasa jerawat sering muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, amati polanya terlebih dulu.

Kamu bisa mulai dengan beberapa langkah berikut:

  • Catat Makanan yang Dikonsumsi: Tulis makanan yang kamu konsumsi dan perubahan kondisi kulit setelahnya.
  • Perhatikan Pola yang Berulang: Amati apakah jerawat kembali muncul setelah mengonsumsi makanan yang sama.
  • Jangan Mengubah Banyak Hal Sekaligus: Ubah satu kebiasaan makan agar lebih mudah mengetahui perubahan yang terjadi pada kulit.
  • Berikan Waktu untuk Mengamati: Jangan langsung menyimpulkan berdasarkan satu kali munculnya jerawat.
  • Perhatikan Faktor Lain: Stres atau perubahan hormon juga dapat memengaruhi kondisi jerawat.

Apakah Menghindari Makanan Penyebab Jerawat Bisa Menghilangkan Jerawat?

Langkah ini tidak selalu membuat jerawat hilang sepenuhnya. Jerawat memiliki banyak faktor yang saling berhubungan, sehingga perubahan pola makan saja belum tentu cukup.

Menghindari makanan yang diduga memperburuk jerawat memang dapat membantu sebagian orang.

Jika kamu menemukan makanan yang konsisten berkaitan dengan memburuknya jerawat, kamu boleh mengurangi konsumsinya. 

Namun, jika jerawat terus muncul, maka kamu tetap membutuhkan perawatan yang sesuai dengan penyebabnya.

Jadi, pola makan dapat menjadi bagian dari pengelolaan jerawat, tetapi bukan pengganti perawatan kulit. 

Jika jerawat masih sering muncul, pertimbangkan facial treatment di SOZO Skin Clinic setelah berkonsultasi mengenai kondisi kulitmu. 

Baca Juga: 7 Rekomendasi Klinik Kecantikan Terbaik yang Bagus & Layanannya

Kapan Jerawat Sebaiknya Ditangani oleh Dokter?

Jerawat sebaiknya diperiksa dokter jika terus muncul meski kamu sudah mencoba memperbaiki pola makan dan perawatan kulit. 

Pemeriksaan juga perlu dilakukan jika jerawat terasa nyeri atau muncul dalam bentuk benjolan yang dalam.

Jika kamu masih ragu dengan penyebab jerawat, kamu bisa konsultasi dan buat janji temu gratis dengan dokter SOZO Skin Clinic.

Untuk penanganan lebih awal, kamu bisa cari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat agar bisa mendapatkan pemeriksaan langsung.

Jika jerawat membutuhkan penanganan yang lebih intensif, jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut.

chat untuk konsultasi

FAQ Seputar Makanan Penyebab Jerawat

Setelah mengetahui hubungan pola makan dengan jerawat, kamu mungkin masih punya pertanyaan lain. Berikut beberapa pertanyaan yang paling sering muncul:

1. Apakah Makan Cokelat Bisa Menyebabkan Jerawat?

Belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa cokelat secara langsung menyebabkan jerawat. Namun, cokelat dengan kandungan gula tinggi dapat menjadi perhatian jika dikonsumsi terlalu sering.

2. Apakah Minum Susu Bisa Membuat Jerawat Makin Parah?

Susu sapi masih diteliti karena sejumlah penelitian menemukan hubungan dengan jerawat. Namun, bukti yang ada belum berarti bahwa susu pasti memperparah jerawat pada setiap orang.

3. Apakah Harus Berhenti Makan Gorengan Saat Berjerawat?

Tidak ada bukti bahwa gorengan secara langsung menyebabkan jerawat. Namun, konsumsi gorengan sebaiknya tetap dibatasi sebagai bagian dari pola makan yang lebih seimbang.

4. Berapa Lama Setelah Makan Makanan Tertentu Jerawat Bisa Muncul?

Tidak ada waktu pasti karena respons kulit dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, lebih baik mengamati pola yang berulang daripada langsung menghubungkan satu kali munculnya jerawat dengan makanan tertentu.

5. Apakah Jerawat Bisa Hilang Hanya dengan Menghindari Makanan Pemicu?

Belum tentu. Mengurangi makanan yang diduga memperburuk jerawat dapat menjadi bagian dari pengelolaan kulit, tetapi jerawat juga dipengaruhi oleh faktor lain.

 

Referensi:

Can foods cause acne? Expert Advice | Vichy

Worst Foods for Acne – The Dermatology Group | Dermatology

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?