Peeling jerawat dapat membantu mengurangi jerawat ringan hingga sedang dan memudarkan bekas kehitaman secara bertahap. Hasilnya bergantung pada kondisi kulit, jenis peeling, jumlah sesi, serta perawatan yang dilakukan sebelum dan sesudahnya.
Peeling jerawat adalah treatment yang menggunakan bahan pengelupas untuk membantu membersihkan pori tersumbat, mengurangi jerawat ringan hingga sedang, dan memudarkan bekas jerawat yang menggelap secara bertahap.
Tapi, kalau kamu masih khawatir kulit bakal terasa perih, mengelupas parah, atau justru makin berjerawat setelah treatment, itu wajar, kok.
Yuk, bahas apa yang sebenarnya terjadi pada kulit saat peeling, reaksi yang masih normal, dan hal-hal yang perlu kamu perhatikan setelahnya.
Bagaimana Peeling Membantu Jerawat?
Bayangkan pori-pori kulit seperti saluran kecil yang bisa tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Bahan peeling membantu melepaskan penumpukan tersebut sehingga pori lebih mudah dibersihkan dan pembentukan komedo bisa berkurang.
Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain:
- Salicylic acid (BHA): dapat membantu membersihkan pori yang tersumbat karena mampu menembus minyak di dalam pori.
- Glycolic acid (AHA): membantu melepaskan sel kulit mati di permukaan sehingga tekstur kulit terasa lebih halus.
- Lactic acid (AHA): membantu eksfoliasi permukaan kulit dan dapat menjadi pilihan dalam formulasi tertentu sesuai kondisi kulit.
Bahan yang digunakan akan disesuaikan dengan masalah kulit dan tujuan perawatanmu. Peeling bisa membantu mengendalikan jerawat, tetapi bukan berarti jerawat pasti langsung hilang setelah satu kali prosedur.
Peeling untuk Jerawat Aktif vs untuk Bekas Jerawat
Peeling bisa membantu mengatasi jerawat aktif maupun bekas jerawat, tetapi tujuan dan hasil yang diharapkan berbeda. Berikut perbedaan manfaatnya:
- Untuk jerawat aktif: membantu membersihkan pori tersumbat, mengurangi komedo, dan meredakan jerawat ringan hingga sedang.
- Untuk bekas jerawat kehitaman: membantu mempercepat pergantian sel kulit sehingga noda gelap memudar secara bertahap.
Namun, kalau bekas jerawatmu berupa bopeng atau cekungan, peeling biasa belum tentu cukup untuk memperbaikinya. Kondisi ini membutuhkan penanganan yang berbeda, seperti perawatan untuk bopeng bekas jerawat sesuai hasil pemeriksaan dokter.
Baca Juga: Acne Peel Eksfoliasi Kulit Berjerawat, Ketahui Manfaat dan Downtime-nya
Apa yang Terjadi Saat dan Setelah Peeling?

Saat peeling, kulit bisa terasa sedikit perih atau hangat. Setelahnya, kulit mungkin mengalami kemerahan, kering, atau mengelupas ringan selama beberapa hari, tergantung jenis peeling yang digunakan.
1. Saat Prosedur: Sensasi yang Umum Dirasakan
Selama prosedur, kamu mungkin merasakan sensasi cekit-cekit, hangat, atau perih ringan. Namun, sensasi ini bisa berbeda pada setiap orang.
Kalau rasa perih terasa makin kuat atau membuatmu tidak nyaman, segera beri tahu dokter agar kondisimu bisa diperiksa.
2. Beberapa Hari Setelahnya: Kemerahan, Kulit Kering, atau Mengelupas Ringan
Setelah peeling, kulit bisa tampak sedikit kemerahan, terasa lebih kering, atau mengelupas tipis. Reaksi ini umumnya bersifat sementara, tetapi tingkat dan lamanya bisa berbeda pada setiap orang.
Selama pemulihan, hindari menggosok atau mengelupas kulit dengan sengaja. Gunakan pelembap dan sunscreen sesuai anjuran dokter untuk membantu menjaga kulit tetap nyaman dan terlindungi.
3. Kulit Tidak Mengelupas Berarti Gagal?
Nggak, kok. Kulit yang tidak terlihat mengelupas bukan berarti peeling gagal, karena respons kulit bergantung pada bahan, konsentrasi, dan kedalaman tindakan.
Jadi, kamu nggak perlu menilai keberhasilan peeling hanya dari banyaknya kulit yang mengelupas. Perubahan pada jerawat dan bekasnya juga perlu dinilai secara bertahap.
4. Jerawat Muncul Setelah Peeling: Kapan Normal, Kapan Perlu ke Dokter?
Jerawat yang muncul setelah peeling belum tentu menandakan treatment gagal. Kondisi ini juga tidak selalu disebut purging, karena bisa berkaitan dengan iritasi atau reaksi kulit terhadap produk yang digunakan.
Kalau jerawat semakin banyak, terasa nyeri, atau kemerahan justru memburuk, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Tunda dulu penggunaan produk aktif tambahan sampai kondisi kulit lebih jelas, ya.
Baca Juga: Ini 10 Manfaat Peeling Wajah Yang Harus Kamu Tahu!
Siapa yang Cocok dan Siapa yang Sebaiknya Menunda?
Peeling bisa menjadi pilihan untuk membantu mengatasi beberapa masalah kulit, tetapi tidak semua orang bisa langsung menjalani prosedur ini.
Dokter perlu menilai kondisi kulit, riwayat perawatan, dan obat yang sedang kamu gunakan sebelum menentukan jenis peeling yang sesuai.
Peeling mungkin cocok untuk kamu yang memiliki:
- Jerawat ringan hingga sedang: terutama jika disertai komedo dan pori tersumbat.
- Bekas jerawat kehitaman: untuk membantu menyamarkan noda gelap secara bertahap.
Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu atau tunda peeling jika kamu memiliki kondisi berikut:
- Kulit sedang iritasi atau terbakar matahari: kulit perlu pulih terlebih dahulu agar risiko iritasi tidak bertambah.
- Luka terbuka atau infeksi kulit: kondisi ini perlu diperiksa dan ditangani sebelum prosedur.
- Sedang menggunakan obat jerawat tertentu: sampaikan obat yang kamu gunakan kepada dokter, termasuk isotretinoin atau obat oles yang dapat membuat kulit lebih sensitif.
- Sedang hamil atau menyusui: keamanan peeling bergantung pada bahan yang digunakan, sehingga perlu penilaian dokter terlebih dahulu.
- Memiliki riwayat keloid atau jaringan parut abnormal: kondisi ini perlu dipertimbangkan saat dokter menentukan jenis dan kedalaman peeling.
Kondisi di atas tidak selalu berarti kamu sama sekali tidak boleh menjalani peeling. Dokter akan menilai jenis bahan, kondisi kulit, dan risiko efek samping sebelum menentukan apakah prosedur aman dilakukan atau sebaiknya ditunda.
Peeling di Klinik, di Rumah, atau di Salon?

Perawatan jerawat dengan peeling tentu bisa dilakukan di klinik, menggunakan produk di rumah, atau melalui layanan salon. Pilihannya bergantung pada kondisi kulit, jenis bahan yang digunakan, serta kebutuhan pengawasan selama perawatan.
| Aspek | Peeling di Klinik | Produk di rumah | Peeling di salon |
| Kekuatan bahan | Disesuaikan dengan kondisi kulit dan prosedur | Umumnya untuk penggunaan mandiri sesuai petunjuk | Bervariasi sesuai produk dan layanan |
| Pengawasan | Oleh tenaga medis sesuai kewenangan | Mengikuti petunjuk produk | Bergantung pada kompetensi petugas |
| Penyesuaian perawatan | Berdasarkan hasil evaluasi kulit | Terbatas pada pilihan produk | Bergantung pada layanan yang tersedia |
| Risiko | Tetap ada, termasuk iritasi dan perubahan warna kulit | Bisa terjadi jika produk tidak sesuai | Bergantung pada bahan dan prosedur |
| Untuk jerawat | Dapat dipertimbangkan setelah pemeriksaan | Bisa membantu perawatan ringan | Perlu memastikan prosedur dan kompetensi petugas |
Produk rumahan tidak selalu berbahaya, begitu juga peeling di klinik tidak sepenuhnya bebas risiko.
Namun, bahan yang lebih kuat membutuhkan pengawasan yang sesuai karena iritasi dapat memperburuk bekas gelap, terutama pada kulit yang rentan mengalami hiperpigmentasi.
Jadi, kalau ingin menjalani peeling untuk mengatasi jerawat, pastikan kondisi kulit dievaluasi dan risiko prosedur dijelaskan terlebih dahulu.
Persiapan dan Perawatan Setelah Peeling
Perawatan sebelum dan sesudah peeling membantu menjaga kulit tetap nyaman selama pemulihan. Ikuti anjuran dokter karena produk yang perlu dihentikan sementara dan waktu penggunaannya kembali bisa berbeda pada setiap orang.
Sebelum Peeling
- Informasikan skincare dan obat yang digunakan: terutama retinoid, eksfolian, dan obat jerawat.
- Hindari eksfoliasi berlebihan: jangan menumpuk scrub atau bahan aktif yang berpotensi mengiritasi kulit.
- Ceritakan kondisi kulitmu: termasuk kulit sensitif, bekas jerawat yang mudah menggelap, atau riwayat reaksi setelah peeling.
- Pastikan kulit tidak sedang iritasi: jika kulit terbakar matahari atau mengalami iritasi, konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani prosedur.
Jangan menghentikan obat resep sendiri sebelum peeling. Tanyakan kepada dokter produk apa yang perlu dihentikan sementara dan kapan boleh digunakan kembali.
Setelah Peeling
- Gunakan pelembap: bantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi rasa kering.
- Wajib pakai sunscreen: lindungi kulit dari paparan sinar matahari untuk membantu mengurangi risiko bekas gelap.
- Jangan mengelupas kulit secara paksa: biarkan kulit pulih dengan sendirinya.
- Tunda skincare aktif tertentu: gunakan kembali retinoid, eksfolian, dan produk anti jerawat sesuai anjuran dokter.
- Hindari treatment tambahan dulu: tunggu sampai kulit pulih dan dokter menyatakan aman.
Jika kulit terasa sangat nyeri, muncul lepuh, atau kemerahan semakin parah, hubungi dokter untuk mendapatkan evaluasi.
Berapa Sesi dan Berapa Biayanya?
Peeling biasanya perlu dilakukan beberapa kali untuk membantu mengatasi jerawat dan bekas kehitaman. Jumlah sesi dan jarak antar perawatan bergantung pada kondisi kulit, jenis peeling, serta respons kulit setelah tindakan.
Berapa Kali Perlu Peeling?
Sebagai gambaran, peeling ringan bisa dilakukan sekitar 3–6 sesi, dengan jarak beberapa minggu antar-sesi.
Namun, jumlah ini bukan patokan untuk semua orang. Dokter akan menentukan jadwal yang sesuai berdasarkan kondisi kulit dan hasil evaluasi setelah setiap tindakan.
Berapa Biaya Peeling Jerawat?
Biaya peeling di klinik kecantikan di Indonesia umumnya berkisar Rp200.000–Rp1.200.000 per sesi, tergantung jenis bahan, kedalaman peeling, dan layanan yang diberikan.
Jika membutuhkan 3–6 sesi, perkiraan totalnya bisa sekitar Rp600.000–Rp7.200.000. Angka ini hanya simulasi berdasarkan kisaran harga umum, bukan estimasi biaya untuk semua jenis peeling.
Untuk mengetahui biaya dan pilihan peeling yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu, kamu juga bisa berkonsultasi langsung di SOZO Skin Clinic atau mengunjungi lokasi klinik terdekat.
Peeling Bisa Membantu, Asalkan Sesuai dengan Kondisi Kulit
Kalau jerawatmu ringan hingga sedang atau bekasnya berupa noda gelap, peeling bisa menjadi salah satu pilihan yang masuk akal.
Namun, jika kulit sedang iritasi atau kamu menggunakan obat jerawat dari dokter, konsultasikan kondisi kulitmu terlebih dahulu sebelum memulai prosedur.
Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk memahami kondisi kulit dan menentukan perawatan yang sesuai.
Selain chemical peeling, kamu juga bisa menjelajahi pilihan perawatan jerawat lainnya, seperti facial treatment dan laser treatment sesuai kebutuhan kulitmu.
Jika ingin berkonsultasi secara langsung, kamu bisa mencari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat.
Pada akhirnya, peeling yang tepat bisa menjadi salah satu langkah untuk membantu kulit terasa lebih nyaman dan tampak lebih merata. Yang terpenting, pilih perawatan berdasarkan kondisi kulitmu dan jalani prosedur dengan cara yang aman.

FAQ
Masih punya pertanyaan sebelum mencoba peeling? Berikut beberapa hal yang sering ingin diketahui sebelum menjalani prosedur.
1. Apakah peeling jerawat boleh dilakukan saat jerawat sedang meradang?
Bisa, untuk kondisi tertentu. Namun, jika jerawat sedang meradang berat, dokter perlu mengevaluasi kondisi kulit terlebih dahulu untuk menentukan apakah peeling cocok atau jerawat perlu ditangani dengan cara lain.
2. Apakah peeling bisa menghilangkan bekas jerawat sepenuhnya?
Peeling dapat membantu memudarkan bekas jerawat kehitaman secara bertahap, tetapi tidak selalu menghilangkannya sepenuhnya. Sementara itu, bopeng atau bekas jerawat berbentuk cekungan biasanya membutuhkan perawatan yang berbeda.
3. Apakah kulit harus mengelupas setelah peeling?
Tidak, kok. Beberapa jenis peeling bisa memberikan manfaat tanpa membuat kulit terlihat mengelupas, jadi kamu tidak perlu menilai keberhasilannya dari banyaknya kulit yang terkelupas.
4. Bolehkah memakai skincare setelah peeling?
Boleh, tetapi pilih produk sesuai anjuran dokter. Pelembap biasanya membantu menjaga kulit tetap nyaman, sedangkan retinoid, eksfolian, dan obat jerawat tertentu mungkin perlu dihentikan sementara hingga kulit siap menggunakannya kembali.
5. Apakah peeling aman untuk kulit sawo matang?
Bisa, tergantung jenis peeling dan kondisi kulitmu. Kulit sawo matang juga berisiko mengalami bekas gelap setelah iritasi, sehingga pemilihan bahan dan pengawasan dokter penting untuk membantu mengurangi risiko tersebut.
Referensi
