Hair 11 mnt baca

Apa itu Ketombe? Penyebab & Cara Menghilangkannya dengan Cepat

Apa itu Ketombe? Penyebab & Cara Menghilangkannya dengan Cepat

Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang ditandai dengan serpihan putih atau kekuningan akibat pengelupasan sel kulit belebihan. Penyebabnya bukan karena rambut kotor. Jika kondisi tidak membaik, konsultasi dokter diperlukan.

Ketombe adalah masalah kulit kepala yang umum dan dapat dialami oleh lebih dari 50% populasi dunia. 

Meskipun tidak berbahaya dan tidak menular, ketombe dapat menurunkan rasa percaya diri, terutama jika serpihan terlihat pada rambut atau pakaian.

Ketombe bukan disebabkan oleh rambut yang kotor, melainkan berkaitan dengan masalah pada kulit kepala.

Pada sebagian orang, ketombe dapat membaik dengan perawatan rutin, tetapi kondisi ini juga dapat kambuh. 

Apabila kamu mengalami masalah ini dan sedang mencari cara menghilangkan ketombe yang tepat agar ketombe tidak muncul kembali, mari simak artikel ini!

Apa Itu Ketombe?

Ketombe di Kulit Kepala
Ketombe di Kulit Kepala | Sumber: Caribbean Secrets Cosmetics Store

Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang ditandai dengan munculnya serpihan kulit mati berwarna putih atau kekuningan akibat proses pengelupasan sel kulit berlebih.

Normalnya, sel kulit mati akan terlepas secara perlahan dan tidak terlihat jelas. Namun pada kulit kepala yang mengalami ketombe, lapisan terluar kulit atau stratum corneum mengalami pengelupasan yang lebih cepat dari biasanya. 

Akibatnya, sel-sel kulit mati menumpuk, menggumpal, lalu tampak sebagai serpihan ketombe. Serpihan ini akan terlihat pada rambut dan pakaian. 

Kadang ketombe disertai rasa gatal yang mengganggu. Kondisi ini dapat muncul, membaik, lalu kambuh kembali dalam periode tertentu. 

Masalahnya disebabkan karena gangguan pada keseimbangan kulit kepala, seperti produksi sebum berlebih atau aktivitas mikroorganisme alami seperti Malassezia.

Ketombe juga dapat dianggap sebagai bentuk ringan dari dermatitis seboroik, yaitu kondisi peradangan kulit yang sering muncul pada area dengan produksi minyak lebih tinggi. 

Penyebab Umum Munculnya Ketombe

Ilustrasi Ketombe
Ilustrasi Ketombe

Ketombe muncul akibat kombinasi beberapa faktor yang memengaruhi keseimbangan kulit kepala, bukan hanya karena kebersihan rambut. 

Terdapat beberapa penyebab munculnya ketombe, yaitu:

  • Aktivitas Jamur Malassezia: Malassezia adalah jamur alami di kulit kepala yang memanfaatkan sebum sebagai sumber nutrisi. Aktivitasnya dapat menghasilkan asam lemak bebas yang memicu iritasi pada kulit kepala.
  • Produksi Sebum Berlebih: Produksi minyak berlebih menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan Malassezia, sehingga dapat menyebabkan ketombe berminyak dengan serpihan lebih besar dan mudah menempel.
  • Kulit Kepala Sensitif: Jika skin barrier di kepala terganggu dapat membuat kulit kepala lebih mudah mengalami iritasi dan pengelupasan.
  • Kulit Kepala Kering: Kulit kepala yang kehilangan kelembapan dapat menyebabkan serpihan kecil berwarna putih akibat proses pengelupasan kulit.
  • Penggunaan Produk Rambut yang Tidak Sesuai: Residu dari produk styling seperti pomade, gel, atau dry shampoo dapat menumpuk di kulit kepala dan memicu iritasi.
  • Stres dan Perubahan Hormonal: Stres dapat meningkatkan kortisol yang memengaruhi produksi minyak dan memperburuk kondisi kulit kepala.

Ciri-Ciri & Gejala Munculnya Ketombe

Gejala ketombe dapat berbeda pada setiap orang tergantung kondisi kulit kepala dan faktor pemicunya. 

Namun, beberapa tanda berikut merupakan gejala yang paling umum ditemukan pada kulit kepala berketombe.

  • Serpihan Putih atau Kekuningan: Serpihan putih biasanya berukuran kecil, kering, dan mudah jatuh dari rambut, sedangkan serpihan kekuningan cenderung lebih besar, berminyak, dan menempel pada kulit kepala.
  • Kulit Kepala Terasa Gatal: Rasa gatal ini timbul akibat iritasi dari aktivitas Malassezia dan gangguan pada lapisan pelindung kulit kepala.
  • Kulit Kepala Kemerahan: Ini bisa pertanda adanya iritasi atau peradangan, terutama jika ketombe berkaitan dengan dermatitis seboroik.
  • Kulit Kepala Berminyak atau Kering: Ketombe dapat muncul pada kulit kepala yang terlalu berminyak maupun terlalu kering.
  • Ketombe Mudah Kambuh: Gejala ketombe dapat muncul kembali atau memburuk akibat faktor tertentu seperti cuaca dingin dan kering atau perubahan hormonal.

Baca Juga: Ketombe Berkerak, Penyebab & Cara Menghilangkannya 

Faktor Risiko Ketombe

Meskipun siapa saja dapat mengalami ketombe, beberapa kondisi tertentu dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami ketombe atau menyebabkan gejalanya lebih mudah kambuh. Adapun beberapa faktor risiko yang dimaksud yaitu:

1. Usia Remaja hingga Dewasa

Ketombe sering mulai muncul saat masa pubertas hingga dewasa muda karena perubahan hormon dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak, sehingga produksi sebum di kulit kepala ikut meningkat.

2. Jenis Kelamin Laki-Laki

Pria memiliki risiko ketombe yang lebih tinggi karena hormon androgen dapat meningkatkan aktivitas kelenjar sebaceous sehingga produksi minyak kulit kepala menjadi lebih aktif.

3. Memiliki Kulit Kepala Berminyak

Produksi sebum yang tinggi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas Malassezia, sehingga meningkatkan risiko munculnya ketombe berminyak.

4. Memiliki Sistem Imun Lemah

Gangguan sistem imun, seperti kondisi HIV dapat menurunkan daya tahan tubuh. Ini meningkatkan risiko ketidakseimbangan mikroorganisme kulit kepala dan dermatitis seboroik.

5. Mengalami Gangguan Sistem Saraf

Beberapa kondisi neurologis seperti penyakit Parkinson diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko dermatitis seboroik dan gangguan kulit kepala.

Kondisi ini dapat memengaruhi produksi minyak, sehingga kulit kepala lebih mudah mengalami ketombe.

6. Faktor Lingkungan dan Kebiasaan Perawatan Rambut

Paparan cuaca dingin, sinar matahari berlebih, penggunaan penutup kepala dalam waktu lama, bahkan penggunaan produk rambut yang berat dapat memperburuk kondisi kulit kepala.

7. Kurang Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin B

Kekurangan makanan yang mengandung vitamin B, seperti telur, keju, ikan, dan sumber protein lainnya, dapat membuat kulit kepala lebih rentan mengalami gangguan. Padahal rambut membutuhkan nutrisi yang cukup untuk menjaga fungsi kulit.

Jenis-jenis Ketombe

Jenis-jenis Ketombe
Jenis-jenis Ketombe | Sumber: The Hair Pantry

Ketombe dapat muncul dalam beberapa bentuk tergantung kondisi kulit kepala dan faktor pemicunya. 

Pastikan kamu mengenali jenis ketombe dari ciri-cirinya agar bisa menentukan perawatan yang lebih sesuai. Berikut beberapa jenis yang perlu diketahui:

1. Ketombe Kering

Ketombe kering terjadi ketika kulit kepala kehilangan kelembapan sehingga sel kulit lebih mudah mengelupas. 

Kondisi ini sering muncul pada cuaca dingin, penggunaan air panas saat keramas, atau kebiasaan mencuci rambut yang membuat kulit kepala semakin kering. 

Ciri-ciri Ketombe Kering:

  • Serpihan putih kecil dan ringan
  • Mudah jatuh ke bahu
  • Kulit kepala terasa kering
  • Gatal ringan pada kulit kepala

2. Ketombe Berminyak

Jenis ketombe ini cukup umum dialami. Penyebabnya terjadi ketika produksi sebum berlebih sehingga kulit kepala lebih lembap dan mendukung aktivitas Malassezia

Minyak berlebih dapat membentuk ketombe yang lebih besar dan menempel pada rambut. Kondisi ini sering muncul pada kulit kepala yang mudah lepek.

Ciri-ciri Ketombe Berminyak:

  • Serpihan besar berwarna kekuningan
  • Menempel pada rambut dan kulit kepala
  • Kulit kepala terasa berminyak
  • Rambut mudah terlihat lepek

3. Ketombe Akibat Jamur Malassezia

Malassezia merupakan mikroorganisme alami yang hidup di kulit kepala. Pada sebagian orang, aktivitas jamur ini dapat memicu reaksi iritasi karena memecah sebum menjadi zat yang mengganggu keseimbangan kulit kepala. 

Akibatnya, pergantian sel kulit dapat meningkat dan menyebabkan munculnya serpihan ketombe.

Ciri-ciri Ketombe Akibat Malassezia:

  • Serpihan muncul berulang
  • Disertai rasa gatal
  • Kulit kepala mudah berminyak
  • Terkadang muncul kemerahan

4. Ketombe Terkait Kondisi Kulit Kepala

Beberapa kondisi kulit seperti dermatitis seboroik, psoriasis kulit kepala, dan eksim dapat menyebabkan gejala yang menyerupai ketombe. 

Kondisi ini biasanya memiliki tanda yang lebih jelas dibanding ketombe biasa dan dapat membutuhkan evaluasi medis jika tidak membaik.

Ciri-ciri Ketombe akibat Kondisi Kulit:

  • Sisik kulit lebih tebal
  • Kemerahan pada kulit kepala
  • Gatal lebih intens
  • Muncul bercak atau kerak

banner promo hair

Cara Mendiagnosis Ketombe

Diagnosis ketombe umumnya dapat dilakukan melalui pemeriksaan kondisi kulit kepala dan riwayat gejala yang dialami. 

Dokter akan mengevaluasi karakteristik serpihan untuk mengetahui penyebabnya. Adapun metode diagnosisnya yaitu:

1. Pemeriksaan Kulit Kepala dan Rambut

Pemeriksaan dilakukan dengan melihat langsung kondisi kulit kepala, seperti bentuk serpihan, tingkat pengelupasan, adanya minyak berlebih, dan tanda iritasi. 

Informasi mengenai kebiasaan keramas dan penggunaan produk rambut juga dapat membantu menemukan faktor pemicu ketombe.

2. Membedakan Ketombe dengan Kondisi Kulit Kepala Lain

Beberapa kondisi kulit kepala dapat memiliki gejala yang mirip dengan ketombe biasa, sehingga perlu dibedakan agar penanganannya tepat. 

Kondisi yang dapat menyerupai ketombe antara lain:

  • Dermatitis seboroik dengan sisik berminyak dan kemerahan
  • Psoriasis kulit kepala dengan sisik lebih tebal
  • Eksim dengan kulit kering dan iritasi
  • Infeksi jamur dengan perubahan pada kulit kepala

Cara Menghilangkan Ketombe di Kepala

Penanganan ketombe difokuskan untuk mengurangi serpihan, mengontrol minyak berlebih, dan menjaga keseimbangan kulit kepala. 

Karena ketombe dapat kambuh kembali, perawatan perlu dilakukan secara rutin sesuai kondisi kulit kepala.

Adapun beberapa cara menghilangkan ketombe yaitu:

  • Gunakan Sampo Antiketombe: Pilih sampo yang mengandung bahan aktif seperti ketoconazole, selenium sulfide, zinc pyrithione, atau salicylic acid untuk menjaga kebersihan kulit kepala.
  • Diamkan Sampo Antiketombe sebelum Dibilas: Setelah diaplikasikan pada kulit kepala, diamkan sampo antiketombe didiamkan selama beberapa menit sebelum dibilas agar kandungan aktif dapat bekerja lebih optimal.
  • Gunakan Sampo secara Rutin selama Beberapa Minggu: Sampo antiketombe perlu digunakan secara konsisten selama sekitar 1 bulan untuk melihat perubahan..
  • Sesuaikan Frekuensi Keramas dengan Kondisi Kulit Kepala: Kulit kepala berminyak membutuhkan keramas lebih sering, sedangkan kulit kepala kering perlu menghindari pembersihan berlebihan.
  • Hindari Kebiasaan Menggaruk Kulit Kepala: Menggaruk terlalu kuat dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit kepala lebih sensitif terhadap pemicu ketombe.
  • Kurangi Penggunaan Produk Rambut yang Berpotensi Mengiritasi: Produk seperti gel, pomade, hairspray, atau pewarna rambut tertentu dapat meninggalkan residu pada kulit kepala.
  • Lindungi Kulit Kepala dari Faktor Pemicu: Stres, cuaca dingin, dan kondisi kulit kepala yang terlalu kering dapat memperburuk ketombe. 
  • Periksa ke Dokter jika Ketombe Tidak Membaik: Konsultasi diperlukan untuk mendapatkan rekomendasi perawatan rambut ketombe apabila masalah ini tetap muncul.

Baca Juga: 7 Obat Ketombe Alami Paling Ampuh untuk Mengatasinya

Cara Mencegah Munculnya Ketombe

Ketombe memang dapat dikontrol, tetapi kondisi ini dapat kambuh kembali karena dipengaruhi oleh kondisi kulit kepala. 

Menjaga kesehatan kulit kepala adalah kunci untuk mengurangi risiko munculnya ketombe berulang. Beberapa cara pencegahannya yaitu:

  • Jaga Kebersihan Kulit Kepala: Keramas secara teratur dapat membantu mengurangi penumpukan sebum yang dapat memperburuk ketombe.
  • Gunakan Produk Rambut sesuai Kondisi Kulit Kepala: Pilih sampo dan produk perawatan sesuai kebutuhan kulit kepala agar keseimbangan kulit tetap terjaga.
  • Hindari Penggunaan Produk Rambut secara Berlebihan: Penumpukan produk rambut dapat meninggalkan residu yang membuat kulit kepala lebih mudah mengalami iritasi.
  • Kelola Stres dengan Baik: Stres dapat meningkatkan kadar kortisol yang berpotensi memengaruhi produksi minyak dan memperburuk kondisi kulit kepala.
  • Lindungi Kulit Kepala dari Paparan Matahari Berlebihan: Paparan sinar matahari terlalu lama dapat mengganggu skin barrier kulit kepala dan meningkatkan risiko kulit menjadi kering atau teriritasi.
  • Perhatikan Asupan Nutrisi: Perbanyak konsumsi vitamin B, zinc, dan lemak sehat, guna menjaga fungsi kulit dan keseimbangan alami kulit kepala.
  • Dapatkan Hair Treatment di Klinik: Jika ketombe sering kambuh atau muncul bersama masalah rambut lain, sebaiknya kamu mendapatkan treatment profesional di klinik rambut seperti Sozo Skin Clinic.

Ketombe ringan biasanya dapat dikontrol dengan perawatan rutin seperti penggunaan sampo antiketombe. 

Namun, jika keluhan terus berulang, evaluasi dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan perawatan yang sesuai.

Kamu bisa konsultasi dan buat janji temu gratis dengan dokter profesional di Sozo Skin Clinic.

Pemeriksaan ini membantu menentukan hair treatment sesuai dengan masalah yang kamu alami.

Misalnya, PRP Hair Treatment yang diberikan untuk menstimulasi folikel rambut dengan growth factor dari plasma darah pasien.

Hasil Before and After PRP Hair Treatment di Sozo Hair
Hasil Before and After PRP Hair Treatment di Sozo Hair

Tersedia juga Hair Grow Booster Treatment dengan kombinasi serum aktif dan microneedling untuk mendukung penyerapan nutrisi, atau Biolight Hair Treatment dengan teknologi red light therapy untuk menjaga kesehatan folikel rambut.

Kamu bisa cari lokasi klinik terdekat agar lebih mudah mendapatkan layanan sesuai kebutuhan. 

Untuk mengetahui pilihan perawatan rambut lainnya, kamu dapat jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut.

klaim promo treatment

FAQ seputar Ketombe

Masih banyak pertanyaan seputar ketombe yang sering muncul. Berikut adalah jawaban ringkas dari beberapa pertanyaan terkait ketombe:

  1. Apa Penyebab Terjadinya Ketombe?

Ketombe terjadi akibat kombinasi dari produksi minyak berlebih, pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan, dan skin barrier kepala yang sensitif. Faktor stres, perubahan cuaca, dan penggunaan produk rambut juga dapat memperburuk kondisi ini.

  1. Pakai Apa Supaya Ketombe Hilang?

Kamu bisa menggunakan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti ketoconazole, zinc, atau salicylic acid. Gunakan secara rutin dan diamkan busanya selama 3–5 menit sebelum dibilas agar bahan aktif bekerja optimal. 

  1. Apakah Salicylic Acid Bisa Menghilangkan Ketombe?

Ya, salicylic acid membantu meredakan ketombe dengan cara meluruhkan penumpukan sel kulit mati dan kerak di kulit kepala. Namun, bahan ini bekerja sebagai eksfoliator, bukan menghentikan pertumbuhan jamur pemicu ketombe.

  1. Apa yang Terjadi jika Ketombe Dibiarkan?

Jika dibiarkan, ketombe dapat menyebabkan peradangan yang semakin parah, gatal hebat, dan penumpukan kerak. Kebiasaan menggaruk area yang teriritasi berisiko memicu luka terbuka, bahkan bisa mengganggu folikel dan memicu kerontokan rambut.

  1. Apakah Ketombe Menular?

Tidak, ketombe sama sekali tidak menular. Kondisi ini muncul akibat reaksi kulit kepala sendiri terhadap minyak dan jamur alami, bukan karena infeksi yang berpindah dari orang lain. Kamu tidak akan tertular ketombe melalui penggunaan sisir bersama.

  1. Apakah Ketombe Berbahaya?

Ketombe bukan kondisi yang berbahaya bagi kesehatan tubuh dan dapat dikontrol dengan perawatan mandiri. Meski begitu, ketombe yang dibiarkan dapat memicu rasa tidak nyaman dan menurunkan kepercayaan diri. 

 

Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×