Keriput dapat disebabkan oleh proses penuaan, paparan sinar matahari, dan ekspresi wajah berulang. Tampilannya bisa disamarkan dengan skincare dan treatment yang sesuai jenis keriput serta kondisi kulitmu.
Keriput di wajah bisa disamarkan dengan perawatan yang tepat, mulai dari sunscreen dan skincare seperti retinoid hingga treatment untuk garis yang lebih dalam. Namun, cara mengatasinya perlu disesuaikan dengan jenis keriput.
Mungkin kamu pun pernah melihat garis halus di dahi atau sudut mata, lalu bertanya-tanya apakah itu tanda penuaan. Padahal, nggak semua garis di wajah merupakan keriput, lho. Beberapa di antaranya bisa muncul karena kulit sedang kering.
Jadi, sebelum buru-buru mencoba berbagai produk atau treatment, yuk, kenali dulu jenis keriputmu sehingga kamu bisa memilih perawatan yang sesuai.
Kenali Dulu Jenis Keriputmu
Tidak semua garis di wajah memiliki penyebab yang sama. Ada yang muncul karena kulit kering, gerakan otot wajah, hingga perubahan kolagen dan elastisitas kulit.
1. Garis Halus karena Kulit Kering atau Dehidrasi
Pernah merasa kulit terlihat lebih berkerut saat bangun tidur atau setelah seharian di ruangan ber-AC? Bisa jadi, garis yang kamu lihat berkaitan dengan kurangnya hidrasi pada kulit.
Untuk mengeceknya, coba lakukan tes dehidrasi sederhana ini:
- Gunakan pelembap secara rutin setelah membersihkan wajah.
- Amati apakah garis halus tampak lebih samar setelah kulit terasa lebih lembap.
- Jika garis tetap terlihat, bisa jadi ada faktor lain yang berperan.
Tes ini bukan cara pasti untuk membedakan garis dehidrasi dan keriput, ya, tetapi bisa menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi kulitmu.
2. Keriput Ekspresi
Keriput ekspresi muncul saat kamu menggerakkan otot wajah, misalnya ketika tersenyum, mengangkat alis, atau mengerutkan dahi. Contohnya adalah garis di dahi, antara alis, dan sudut mata (crow’s feet). Seiring waktu, garis ini bisa tetap terlihat meski wajah sedang rileks.
3. Keriput Menetap
Berbeda dari garis ekspresi yang hanya terlihat saat wajah bergerak, keriput menetap tetap tampak ketika wajah rileks.
Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berkurangnya kolagen dan elastisitas kulit, proses penuaan, serta paparan sinar matahari.
4. Lipatan Dalam
Lipatan dalam terlihat lebih tegas dan bisa berkaitan dengan perubahan struktur serta volume wajah. Contohnya adalah garis senyum (nasolabial folds), yaitu lipatan dari sisi hidung menuju sudut mulut.
Peta Keriput Wajah: Kenali Area dan Penyebabnya
Supaya lebih mudah mengenali jenis keriput, perhatikan area wajah tempat garis muncul dan kapan garis tersebut terlihat.
| Area Wajah | Garis yang umum terlihat | Kemungkinan faktor penyebab |
| Dahi | Garis horizontal | Gerakan mengangkat alis atau keriput menetap |
| Antara alis | Garis vertikal | Kebiasaan mengerutkan dahi |
| Sudut mata | Crow’s feet | Tersenyum atau menyipitkan mata |
| Sisi hidung hingga mulut | Garis senyum | Perubahan struktur dan volume wajah |
| Pipi dan sekitar mulut | Garis halus atau lipatan | Kulit kering, penurunan elastisitas, atau perubahan volume |
Peta ini membantu kamu mengenali garis yang terlihat, tetapi jenis dan penyebabnya belum tentu bisa dipastikan hanya dari lokasinya.
Baca Juga: Kerutan di Wajah: Penyebab, Jenis, dan Cara Mencegahnya
Kenapa Keriput Bisa Muncul Lebih Cepat?

Selain proses penuaan alami, beberapa faktor berikut juga bisa membuat keriput muncul lebih cepat atau terlihat semakin jelas.
- Paparan sinar matahari: sinar ultraviolet merusak kolagen dan elastin sehingga kulit lebih cepat menunjukkan tanda penuaan.
- Merokok: dapat mempercepat kerusakan kolagen dan membuat kulit lebih mudah mengalami penuaan dini.
- Ekspresi wajah berulang: gerakan otot saat tersenyum, menyipitkan mata, atau mengerutkan dahi dapat membentuk garis ekspresi.
- Kurang tidur: dapat memengaruhi kondisi kulit dan membuat wajah terlihat lebih lelah, meski bukan satu-satunya penyebab keriput.
- Genetik dan perubahan berat badan: keduanya dapat memengaruhi karakteristik kulit serta perubahan volume wajah.
Di Indonesia, perlindungan dari sinar matahari penting dilakukan sepanjang tahun. Jadi, sunscreen sebaiknya menjadi bagian rutin perawatan kulit, bukan hanya digunakan saat cuaca terasa terik.
Hal yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah

Tenang, kamu bisa kok mulai menyamarkan keriput dengan perawatan di rumah, seperti menggunakan sunscreen, pelembap, dan bahan aktif yang sesuai dengan kondisi kulit.
1. Gunakan Sunscreen Setiap Hari
Sunscreen membantu melindungi kulit dari sinar ultraviolet yang mempercepat penuaan. Pilih produk dengan perlindungan spektrum luas dan SPF minimal 30, termasuk jika kamu beraktivitas di dalam ruangan dekat jendela.
2. Pertimbangkan Retinoid secara Bertahap
Retinoid, termasuk retinol, memiliki bukti ilmiah yang cukup kuat untuk membantu menyamarkan garis halus dan keriput.
Mulailah dengan konsentrasi rendah pada malam hari, sekitar 2 kali seminggu, lalu tingkatkan frekuensinya secara bertahap sesuai toleransi kulit.
3. Jaga Kelembapan Kulit dengan Pelembap
Pelembap membantu menjaga kadar air kulit sehingga garis halus akibat kekeringan bisa tampak lebih samar. Pilih produk dengan bahan seperti gliserin, ceramide, atau hyaluronic acid sesuai kebutuhan kulitmu.
4. Pertimbangkan Vitamin C dan Peptide
Vitamin C membantu melindungi kulit dari stres oksidatif, sedangkan peptide digunakan untuk mendukung perawatan tanda penuaan.
Kamu nggak perlu memakai semuanya sekaligus. Tambahkan produk satu per satu agar lebih mudah mengetahui kecocokannya dengan kulitmu.
5. Krim Anti-Aging Mahal Belum Tentu Lebih Efektif
Harga mahal dan label anti-aging nggak menjamin hasil yang lebih baik. Efektivitas produk lebih dipengaruhi oleh bahan aktif, formulasi, konsentrasi, dan kecocokannya dengan kulitmu.
Beri waktu sekitar 6–12 minggu untuk menilai perubahan dari produk yang digunakan secara rutin, meski hasilnya bisa berbeda pada setiap orang.
Jika kulit terasa terbakar atau mengalami iritasi berat, hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter.
Baca Juga: 7+ Tanda Penuaan Wajah yang Sering Tidak Disadari, Kamu Mengalaminya?
Treatment yang Cocok untuk Tiap Jenis Keriput

Kalau skincare belum cukup membantu, kamu bisa mempertimbangkan treatment sesuai jenis keriput dan kondisi kulit.
| Jenis keriput | Treatment | Perkiraan hasil | Ketahanan hasil |
| Keriput ekspresi | Botox | Beberapa hari hingga 2 minggu | Sekitar 3–4 bulan |
| Lipatan dalam atau kehilangan volume | Filler | Segera, dengan evaluasi setelah bengkak mereda | Sekitar 6–18 bulan, tergantung produk dan area |
| Garis halus dan kulit kurang lembap | Skin booster | Bertahap, tergantung produk | Bervariasi; mungkin perlu sesi lanjutan |
| Garis halus dan tekstur tidak merata | Laser tertentu | Bertahap, tergantung jenis laser dan pemulihan | Bervariasi sesuai teknologi dan kondisi kulit |
| Kulit kendur yang menyertai keriput | Treatment tightening | Umumnya bertahap | Tidak permanen; bervariasi pada setiap orang |
1. Botox untuk Keriput Ekspresi
Botox Treatment membantu merelaksasi otot tertentu agar garis akibat gerakan berulang, seperti di dahi dan antara alis, tampak lebih samar. Hasilnya biasanya terlihat dalam beberapa hari hingga 2 minggu dan bertahan sekitar 3–4 bulan.
- Efek samping: kemerahan, nyeri, atau memar ringan di area suntikan. Pada kasus tertentu, kelopak mata bisa turun sementara.
2. Filler untuk Lipatan Dalam
Filler Treatment dapat membantu mengembalikan volume yang berkurang sehingga lipatan, seperti garis senyum, tampak lebih samar. Hasilnya bisa terlihat segera, tetapi perlu dievaluasi setelah bengkak mereda.
- Efek samping: bengkak, nyeri, atau memar yang umumnya bersifat sementara. Meski jarang, filler juga berisiko menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan komplikasi serius.
3. Skin Booster untuk Garis Halus dan Kualitas Kulit
Skin Booster Treatment dapat membantu meningkatkan kelembapan dan memperbaiki kualitas kulit, tergantung kandungan produknya. Perawatan ini bisa dipertimbangkan untuk garis halus, tetapi tidak selalu efektif untuk keriput yang sudah dalam.
- Efek samping: kemerahan, bengkak, nyeri, atau memar ringan di area suntikan. Hasil dan kebutuhan sesi lanjutan bergantung pada produk serta kondisi kulit.
4. Laser untuk Garis Halus dan Tekstur Kulit
Laser Treatment dapat membantu menyamarkan garis halus dan memperbaiki tekstur kulit melalui mekanisme yang berbeda, tergantung jenis lasernya. Hasilnya bisa bertahap, dengan waktu pemulihan yang bervariasi.
- Efek samping: kemerahan, bengkak, kulit sensitif, atau pengelupasan sementara, bergantung pada jenis dan intensitas laser.
5. Tightening untuk Kulit Kendur
Jika keriput disertai kulit kendur, dokter bisa mempertimbangkan treatment tightening untuk membantu meningkatkan kekencangan kulit. Perawatan ini berfokus pada kekenduran, bukan menggantikan fungsi Botox atau filler.
- Efek samping: kemerahan, bengkak, atau rasa tidak nyaman sementara, bergantung pada teknologi yang digunakan.
Baca Juga: 6 Manfaat Laser Wajah untuk Mencerahkan Kulit & Hasil Awet
Berapa Biayanya dan Berapa Lama Hasilnya Bertahan?

Biaya treatment keriput bergantung pada jenis prosedur, produk, area yang dirawat, dan jumlah sesi. Sebagai gambaran, berikut kisaran biaya yang bisa kamu temui di klinik kecantikan di Indonesia.
| Treatment | Perkiraan biaya | Perkiraan sesi |
| Botox | Rp599.000–Rp4.000.000 atau lebih | 1 sesi, diulang tiap 3–4 bulan jika perlu |
| Filler | Rp2.500.000–Rp7.000.000 atau lebih | Umumnya 1 sesi |
| Skin booster | Rp1.500.000–Rp9.000.000 atau lebih | Beberapa sesi, sesuai kebutuhan |
| Laser | Rp800.000–Rp2.000.000 atau lebih per sesi | Beberapa sesi, tergantung jenis laser |
| Tightening | Rp500.000–Rp5.000.000 atau lebih | Bergantung pada teknologi dan kondisi kulit |
Kisaran di atas merupakan gambaran awal, bukan harga pasti. Sebagian besar treatment mungkin perlu diulang untuk mempertahankannya, sesuai evaluasi dokter.
Nah, jika ingin mengetahui treatment yang sesuai dengan kondisi kulit dan anggaranmu, kamu juga bisa berkonsultasi di SOZO Skin Clinic untuk mendapatkan rekomendasi perawatan dan perkiraan biayanya.
Mulai dari Kebutuhan Kulitmu, Bukan dari Treatment-nya
Setiap jenis keriput membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, penting untuk memahami kondisi kulitmu sebelum memilih perawatan, tanpa harus terburu-buru mencoba berbagai treatment.
Kalau kamu baru melihat garis halus, mulai dengan menggunakan sunscreen setiap hari dan pelembap yang sesuai. Jika garisnya tetap terlihat, kamu bisa menambahkan retinoid secara bertahap.
Namun, kalau keriput sudah dalam atau sangat mengganggu, konsultasikan kondisi kulitmu dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk menentukan perawatan yang sesuai.
Sambil mencari tahu pilihan yang tersedia, kamu juga bisa menjelajahi layanan SOZO Skin Clinic dan mencari lokasi klinik terdekat untuk merencanakan kunjungan.
Pada akhirnya, tujuan perawatan bukan membuat wajahmu bebas dari garis sama sekali, melainkan menjaga kulit tetap sehat dan membuatmu nyaman dengan diri sendiri.

FAQ
Masih punya pertanyaan seputar keriput dan cara mengatasinya? Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum memilih perawatan untuk kulitmu.
1. Apakah keriput bisa hilang permanen?
Keriput umumnya tidak bisa dihilangkan secara permanen karena proses penuaan tetap berlangsung. Namun, skincare dan treatment yang sesuai dapat membantu menyamarkan tampilannya.
2. Apakah garis halus karena dehidrasi bisa hilang dengan pelembap?
Pelembap membantu meningkatkan kelembapan kulit sehingga garis halus akibat dehidrasi bisa tampak lebih samar. Jika garis tetap terlihat setelah kulit terhidrasi, mungkin ada faktor lain yang berperan.
3. Umur berapa sebaiknya mulai menggunakan retinol?
Nggak ada usia pasti untuk mulai menggunakan retinol. Penggunaannya bergantung pada kebutuhan dan toleransi kulit, serta sebaiknya dimulai dari konsentrasi rendah secara bertahap. Retinoid juga perlu dihindari selama kehamilan.
4. Botox dan filler, apa bedanya untuk keriput?
Botox membantu merelaksasi otot penyebab keriput ekspresi, sedangkan filler membantu mengembalikan volume atau menyamarkan lipatan tertentu. Pilihannya bergantung pada jenis keriput dan kondisi kulitmu.
5. Apakah sunscreen tetap perlu digunakan saat di dalam ruangan?
Ya, terutama jika kamu berada dekat jendela atau masih terpapar sinar matahari. Sinar UVA dapat menembus kaca dan berkontribusi terhadap penuaan kulit.
Referensi
Wrinkle Remedies | American Academy of Dermatology (AAD)
11 Ways to Reduce Premature Skin Aging | American Academy of Dermatology (AAD)
How to Select Anti-Aging Skin Care Products | American Academy of Dermatology (AAD)
Retinoid or Retinol? | American Academy of Dermatology (AAD)
How to Get Rid of Wrinkles: Retinol, Fillers & Other Treatments | Cleveland Clinic
Botox (Botulinum Toxin): What It Is, Results & Side Effects | Cleveland Clinic
