Skin 10 mnt baca

Eksim Atopik (Dermatitis Atopik): Gejala & Cara Mengatasinya

Eksim Atopik (Dermatitis Atopik): Gejala & Cara Mengatasinya

Eksim atopik atau dermatitis atopik adalah penyakit kulit kronis yang menyebabkan kulit mudah meradang akibat gangguan pada skin barrier. Kondisi ini tidak menular dan belum bisa sembuh total, tetapi gejalanya dapat dikendalikan. 

Rasa gatal yang tidak kunjung hilang dan kulit yang terus mengering bukanlah masalah kulit biasa. 

Kondisi ini bisa pertanda dari eksim atopik atau dermatitis atopik, yaitu penyakit kulit kronis yang menyebabkan kulit meradang, merah, dan terasa sangat gatal. 

Penyakit ini cukup umum terjadi pada bayi dan anak-anak, tetapi sebenarnya dapat muncul pada usia berapa pun. 

Jika tidak ditangani dengan baik, eksim atopik dapat memicu gangguan tidur hingga meningkatkan risiko infeksi kulit. 

Untuk itu, mari kenali lebih jauh gejala, pemicu, dan pengobatan eksim atopik agar keluhannya tidak semakin mengganggu!

Apa itu Dermatitis Atopik (Eksim Atopik)?

Perbandingan Kulit Sehat dan Eksim Atopik
Perbandingan Kulit Sehat dan Eksim Atopik | Sumber: Coho Health

Dermatitis atopik atau eksim atopik adalah penyakit peradangan kulit kronis yang menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, dan mudah mengalami iritasi. 

Kondisi ini terjadi karena lapisan pelindung kulit (skin barrier) tidak bekerja dengan baik sehingga kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan terhadap alergen atau kuman.

Eksim atopik merupakan jenis eksim yang paling umum ditemukan. Penyakit ini sering diderita oleh bayi dan anak-anak, bahkan banyak kasus dimulai sebelum usia 5 tahun. 

Namun perlu kamu ketahui, dermatitis atopik juga bisa terjadi pada remaja dan orang dewasa atau bertahan hingga usia dewasa.

Kerusakan skin barrier pada eksim atopik bisa memicu apa yang disebut sebagai allergic march atau “efek domino alergi”. 

Maksudnya, kondisi yang awalnya hanya eksim atopik, bisa berkembang menjadi alergi makanan, rinitis alergi, hingga asma pada sebagian orang.

Meski demikian, eksim atopik tidak berarti seseorang akan lebih mudah sakit dibandingkan orang lain. 

Banyak yang mengira penderitanya memiliki daya tahan tubuh lemah, padahal kondisi ini hanya berkaitan dengan gangguan pada fungsi pelindung kulit.

Walaupun bersifat kronis dan cenderung kambuh, gejala eksim atopik dapat dikendalikan dengan perawatan yang tepat, seperti menjaga kelembapan kulit dan menghindari pemicu.

Gejala Eksim Atopik yang Sering Muncul

Lokasi Gejala Eksim Atopik sesuai Usia
Lokasi Gejala Eksim Atopik sesuai Usia | Sumber: UWorld Medical

Gejala eksim atopik umumnya mulai muncul sebelum usia 5 tahun, tetapi dapat berlanjut hingga remaja dan dewasa. 

Ketika ruam eksim muncul, rasa gatal yang hebat sering membuat penderitanya terus menggaruk kulit. 

Kebiasaan ini dapat menyebabkan kulit membengkak, pecah-pecah, bersisik, hingga mengeluarkan cairan bening sebelum akhirnya membentuk kerak.

Mari kenali beberapa gejala eksim atopik untuk membantumu mengidentifikasinya:

1. Kulit Kering dan Pecah-Pecah

Tanda paling umum eksim atopik adalah kulit kering, kasar, dan mudah pecah-pecah. Hal ini karena skin barrier tidak mampu mempertahankan kelembapan dengan baik sehingga kulit rentan kering dan mudah iritasi.

2. Gatal yang Intens

Rasa gatal pada eksim atopik dapat terasa sangat mengganggu, terutama pada malam hari. Jika kamu menggaruknya secara terus-menerus, kondisi eksim justru dapat memburuk dan membuat kondisi kulit semakin parah.

3. Ruam Kulit

Perbedaan Warna Ruam pada Kulit Cerah dan Gelap
Perbedaan Warna Ruam pada Kulit Cerah dan Gelap | Sumber: Everyday Health

Eksim atopik biasanya menyebabkan ruam yang disertai peradangan dan pembengkakan pada kulit. Namun, warna ruam bisa berbeda-beda tergantung warna kulit seseorang.

  • Pada kulit terang, ruam biasanya tampak merah atau kemerahan.
  • Pada kulit yang lebih gelap, ruam dapat terlihat cokelat, ungu, abu-abu, atau lebih gelap dibandingkan warna kulit di sekitarnya.

Ruam dapat muncul di bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering ditemukan pada area lipatan kulit, seperti bagian dalam siku, belakang lutut, pergelangan tangan, dan leher.

4. Benjolan Kecil Berisi Cairan

Pada sebagian penderita, terutama yang memiliki kulit berwarna cokelat atau gelap, eksim atopik dapat menyebabkan benjolan kecil yang berisi cairan dan bisa pecah jika digaruk.

Apabila cairan bening tersebut mengering, area tersebut biasanya akan membentuk kerak atau krusta pada permukaan kulit.

5. Kulit Terasa Kasar

Eksim yang berlangsung lama dapat menyebabkan kulit menjadi lebih tebal dan kasar. Kondisi ini dikenal sebagai lichenification dan biasanya terjadi akibat garukan berulang dalam jangka waktu panjang.

6. Kulit Lebih Sensitif

Garukan terus-menerus dapat menyebabkan kulit menjadi lecet, sehingga lebih sensitif terhadap sentuhan. 

Pada beberapa kasus, kulit di sekitar mata juga dapat menggelap akibat peradangan kronis dan kebiasaan menggaruk.

Penyebab dan Faktor Pemicu Dermatitis Atopik

Penyebab pasti dermatitis atopik belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun, para ahli meyakini bahwa kondisi ini muncul akibat kombinasi faktor genetik dan kerusakan skin barrier

Pasalnya, jika lapisan pelindung kulit melemah, zat iritan akan lebih mudah masuk sehingga memicu peradangan.

Selain itu, mari simak berbagai penyebab eksim atopik yang perlu diwaspadai:

1. Riwayat Keluarga

Riwayat penyakit atopik dalam keluarga merupakan faktor risiko terkuat penyebabnya. Bahkan sebuah studi tentang atopic dermatitis yang dipublikasikan di Science Direct menyebutkan bahwa faktor keturunan diperkirakan memiliki tingkat heritabilitas mencapai lebih dari 80%.

Kamu juga berisiko lebih tinggi mengalami dermatitis atopik jika memiliki anggota keluarga dengan:

  • Eksim atopik
  • Asma
  • Rinitis alergi (hay fever)
  • Alergi lainnya

2. Gangguan pada Skin Barrier

Kulit penderita eksim atopik tidak mampu membentuk lapisan pelindung yang kuat. Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan menjadi rentan terhadap zat iritan.

Ketika kulit teriritasi, peradangan dan rasa gatal akan muncul. Jika terus digaruk, lapisan pelindung kulit akan semakin rusak dan memperparah gejala yang sudah ada.

3. Paparan Alergen dan Zat Iritan

Berbagai zat di sekitar kamu juga dapat memicu kekambuhan eksim atopik. Namun pemicu setiap orang bisa berbeda-beda. 

Adapun beberapa zat yang diduga bisa menyebabkan gejala kambuh di antaranya:

  • Makanan tertentu, seperti kacang, telur, kedelai, gandum, dan seafood.
  • Produk perawatan kulit yang mengandung pewangi.
  • Sabun dan deterjen.
  • Produk pembersih rumah tangga.
  • Tanaman tertentu.

4. Perubahan Suhu Mendadak

Cuaca yang terlalu panas, terlalu dingin, atau perubahan suhu yang mendadak dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan gatal. 

Dampaknya gejala eksim atopik mulai muncul. Bahkan, beberapa orang mengalami kasus di mana keringat berlebih turut memicu kambuhnya gejala.

5. Stres

Stres dapat memperburuk peradangan pada kulit dan memicu kekambuhan eksim. Hal ini karena stres menyebabkan perubahan hormon yang membuat gejala eksim menjadi lebih sulit dikendalikan pada sebagian orang.

6. Infeksi Kulit

Infeksi bakteri, virus, atau jamur dapat memperparah dermatitis atopik. Jika area yang digaruk mengalami infeksi, kulit dapat menjadi lebih nyeri, bahkan mengeluarkan cairan atau nanah berwarna kuning.

Cara Mengatasi dan Merawat Kulit Eksim Atopik

Eksim atopik apakah bisa sembuh? Eksim atopik memang belum dapat disembuhkan sepenuhnya dan cenderung kambuh dari waktu ke waktu. 

Namun, gejalanya bisa kamu kontrol dengan kombinasi perawatan kulit yang tepat, menghindari pemicu, dan menggunakan obat sesuai anjuran dokter. 

Perawatan yang konsisten dapat mengurangi frekuensi kekambuhan. Lantas, bagaimana cara mengatasi eksim atopik? Inilah penjelasannya:

1. Gunakan Pelembap Secara Rutin

Kulit penderita eksim atopik memiliki skin barrier yang lebih lemah sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan. 

Untuk menjaga kelembapan kulit, kamu perlu menggunakan pelembap. Dokter mungkin menyarankan emollient salep karena lebih efektif mengunci kelembapan daripada lotion.

Pastikan pilih pelembap bebas pewangi dan alkohol. Gunakan setidaknya dua kali sehari, terutama setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap. 

2. Kenali dan Hindari Faktor Pemicu

Gejala eksim atopik dapat kambuh ketika kulit terpapar pemicunya. Jika mulai merasakan gejala muncul, pastikan catat guna membantumu mengenali pemicu pribadi.

Pasalnya pemicu eksim atopik bisa berbeda pada setiap orang, tetapi beberapa yang paling umum meliputi:

  • Sabun atau produk skincare yang mengandung pewangi.
  • Deterjen dan produk pembersih rumah tangga.
  • Debu, tungau, dan bulu hewan.
  • Cuaca terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Makanan tertentu pada sebagian penderita, seperti telur, susu, atau kacang.

3. Hindari Kebiasaan Menggaruk Kulit

Rasa gatal akibat eksim atopik sering kali memicu keinginan untuk menggaruk. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat membuat kulit pecah-pecah, bahkan meningkatkan risiko infeksi bakteri.

Agar rasa gatal lebih terkendali, kamu bisa menggunakan obat antigatal atau mengompres area gatal dengan kain dingin.

4. Pilih Pakaian yang Nyaman di Kulit

Beberapa jenis bahan pakaian dapat mengiritasi kulit dan memicu kekambuhan eksim. Misalnya pakaian berbahan wol atau kasar atau baju terlalu ketat.

Oleh karena itu, pilih pakaian berbahan lembut, longgar, dan menyerap keringat, seperti katun, guna mengurangi rasa gatal.

5. Mandi dengan Cara yang Tepat

Mandi terlalu lama atau menggunakan air panas dapat membuat kulit semakin kering. Agar kelembapan kulit tetap terjaga, sebaiknya batasi waktu mandi sekitar 5–10 menit.

Pastikan menggunakan sabun lembut tanpa pewangi dan segera oleskan pelembap maksimal tiga menit setelah mandi.

Kamu juga bisa mencoba mandi oatmeal (colloidal oatmeal bath) guna membantu menenangkan kulit yang gatal dan meradang.

banner promo sozo skin

Rekomendasi Obat Dermatitis Atopik

Pengobatan dermatitis atopik umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi kulit masing-masing penderita. 

Namun, tidak semua obat dermatitis atopik dapat dibeli sendiri. Beberapa obat memerlukan resep dokter karena memiliki risiko efek samping.

Penasaran dermatitis atopik pakai obat apa? Inilah daftarnya:

  1. Kortikosteroid topikal, seperti hydrocortisone atau betamethasone, untuk meredakan peradangan dan gatal.
  2. Calcineurin inhibitor, seperti tacrolimus dan pimecrolimus, khususnya untuk area sensitif seperti wajah, kelopak mata, atau lipatan kulit.
  3. Antihistamin oral, misalnya cetirizine, untuk membantu mengurangi rasa gatal, terutama pada malam hari.
  4. Antibiotik, seperti amoxicillin atau ciprofloxacin, jika ruam mengalami infeksi bakteri akibat garukan berulang.
  5. PDE4 inhibitor, yaitu crisaborole, yang fungsinya membantu mengurangi peradangan pada dermatitis atopik ringan hingga sedang.
  6. JAK inhibitor, seperti ruxolitinib, untuk dermatitis atopik ringan hingga sedang yang tidak membaik dengan terapi topikal lain.
  7. Terapi biologis suntik, seperti dupilumab atau tralokinumab, yang umumnya digunakan pada kasus sedang hingga berat.

FAQ Seputar Eksim Atopik

Eksim atopik sering menimbulkan banyak pertanyaan, mulai dari kemungkinan sembuh total hingga makanan yang perlu dihindari. 

Adapun beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan beserta jawabannya yaitu:

1. Apakah Eksim Atopik Bisa Sembuh Total?

Eksim atopik merupakan penyakit kulit kronis yang belum ada obat untuk menyembuhkannya. Meski begitu, gejalanya dapat dikontrol dengan perawatan kulit yang tepat seperti rutin melakukan facial treatment guna menjaga hidrasi kulit wajah.

2. Apa Perbedaan Eksim Biasa dengan Eksim Atopik?

Eksim adalah istilah umum untuk sekelompok penyakit yang menyebabkan peradangan pada kulit, sedangkan dermatitis atopik adalah jenis eksim yang paling umum terjadi. 

Dermatitis atopik biasanya berkaitan dengan gangguan skin barrier dan riwayat alergi, seperti asma atau rhinitis alergi. Kondisi ini juga cenderung bersifat kronis dan kambuh berulang.

3. Dermatitis Atopik Pakai Obat Apa?

Pengobatan dermatitis atopik disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Dokter dapat meresepkan obat seperti kortikosteroid topikal, calcineurin inhibitor, antihistamin, hingga terapi biologis pada kasus sedang hingga berat. 

Selain obat, penggunaan pelembap secara rutin juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan eksim atopik.

4. Apakah Eksim Berpengaruh ke Janin?

Eksim atopik tidak secara langsung membahayakan janin selama kehamilan. Namun, perubahan hormon selama hamil dapat menjadi salah satu pemicu kambuhnya gejala eksim pada ibu. 

Mengingat obat eksim tidak boleh digunakan selama kehamilan, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat tertentu.

5. Dermatitis Atopik Tidak Boleh Makan Apa Saja?

Tidak ada daftar makanan yang mutlak harus dihindari oleh penderita dermatitis atopik. Namun sebaiknya kamu hindari makanan seperti telur, kacang, kedelai, gandum, atau seafood yang dapat memicu kekambuhan gejala. 

Jika kamu mencurigai adanya hubungan antara makanan tertentu dan munculnya eksim, konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan diet eliminasi.

6. Eksim Atopik Apakah Menular?

Tidak, eksim atopik bukan penyakit menular. Ruam dan gatal akibat dermatitis atopik tidak dapat berpindah ke orang lain melalui sentuhan, berbagi pakaian, atau kontak fisik lainnya. 

Kapan Harus ke Dokter?

Eksim atopik sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah kulit biasa, terutama jika gejalanya mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Segera periksakan diri ke dokter apabila kulit terasa nyeri, bengkak, atau mengeluarkan cairan dan nanah.

Tidak ingin eksim mudah kambuh? Cobalah untuk jaga skin barrier dengan rutin merawat kulit dari dalam.

Pasalnya, penyebab dermatitis atopik adalah kerusakan skin barrier. Ketika skin barrier melemah, kulit menjadi lebih kering dan sensitif.

Maka sebelum kulit kering tumbuh menjadi eksim yang gatal dan mengganggu kehidupan sehari-hari, mulailah rawat kulit dari dalam dengan facial treatment di Sozo Skin Clinic.

Di SOZO Skin Clinic, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kulit sekaligus mendapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai. 

Sebagai klinik kecantikan terbaik, SOZO menyediakan berbagai pilihan facial treatment yang dapat menutrisi hingga bagian kulit yang dalam, seperti:

Seluruh perawatan dilakukan oleh dokter dan terapis profesional dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing pasien.

Ingin menjaga skin barrier agar eksim tidak mudah kambuh? Konsultasikan kondisi kulitmu sekarang di SOZO Skin Clinic dan dapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.

banner konsultasi whatsapp

Referensi: