Hasil filler dagu kelihatan “biasa saja” di cermin, tapi begitu lihat foto dari samping, ternyata berubah cukup banyak? Atau malah sebaliknya? Tenang, itu bukan tanda ada yang salah. Tampak depan dan tampak samping memang menunjukkan bagian dagu yang berbeda. Dari depan, kamu melihat lebar dan bentuk dagu. Dari samping, kamu melihat seberapa maju dagu dibanding bibir dan hidung.
Karena itu, dagu sebaiknya dinilai dari dua sudut sekaligus, bukan salah satunya saja.
Apa yang Dinilai dari Tampak Depan Dagu?
Dari depan, yang paling jelas terlihat adalah lebar dagu, bentuk ujungnya, dan apakah dagu berada tepat di garis tengah wajah. Sudut ini juga memperlihatkan proporsi wajah bagian bawah secara keseluruhan.
Beberapa hal yang biasanya diperhatikan dari depan:
- Lebar dagu. Dalam satu seri kasus filler dagu dan rahang yang dimuat di PubMed, penilaian dari depan memakai sudut bibir dan garis tengah wajah sebagai acuan. Jadi, dagu dinilai apakah lebarnya seimbang dengan mulut dan wajah.
- Bentuk ujung dagu. Galderma menyebut dagu yang membulat dan agak meruncing umumnya dianggap lebih feminin, sedangkan dagu lebar cenderung dianggap maskulin. Tentu ini gambaran umum, bukan aturan untuk semua orang.
- Simetri. Dari depan, kamu bisa melihat apakah dagu sedikit miring ke kiri atau ke kanan.
- Panjang wajah bagian bawah. Galderma menjelaskan para ahli estetika membagi wajah dari depan menjadi tiga bagian. Kalau sepertiga bawah terlihat pendek, wajah bisa tampak lebih bulat.
Yang kurang terlihat dari depan adalah seberapa maju dagu. Perubahan maju-mundur searah dengan pandangan kamera, jadi efeknya lebih jelas dari samping.
Apa yang Dinilai dari Tampak Samping Dagu?
Dari samping, yang paling jelas terlihat adalah seberapa jauh dagu menonjol ke depan, atau yang disebut proyeksi dagu. Sudut ini juga memperlihatkan hubungan dagu dengan hidung, bibir, dan leher.
Hal-hal yang biasanya diperhatikan dari samping:
- Proyeksi dagu. Galderma menyebut dagu yang terlalu mundur dari garis acuan bisa dianggap “lemah” atau retrusi dagu.
- Garis Ricketts (E-line). Garis ini ditarik dari ujung hidung ke ujung dagu. Menurut acuan aslinya, bibir atas idealnya sekitar 4 mm di belakang garis, dan bibir bawah sekitar 2 mm di belakangnya.
- Transisi bibir bawah ke dagu. Lekukan di antara bibir bawah dan dagu terlihat jelas dari samping. Satu seri kasus di PubMed menilai sudut di area ini dari tampak samping.
- Peralihan dagu ke leher. Dari samping, terlihat apakah garis dari dagu ke leher terasa mulus.
Satu catatan penting untuk wajah Asia: garis Ricketts tidak bisa dipakai mentah-mentah. Galderma sendiri menyebut garis ini lebih cocok untuk wajah Kaukasia. Studi pada orang Tionghoa di Tiongkok timur laut (Progress in Orthodontics, 2015) dan pada perempuan Melayu di Malaysia menemukan posisi bibir yang secara alami lebih maju dibanding acuan Kaukasia. Jadi, bibir yang menyentuh garis itu belum tentu tanda dagumu kurang maju.
Apa Saja yang Terlihat dari Tiap Sudut?
Tabel ini merangkum perbedaannya. Anggap sebagai gambaran umum prinsip penilaian estetik, bukan hasil pengukuran klinis.
| Aspek yang Dinilai | Tampak Depan | Tampak Samping |
|---|---|---|
| Lebar dan bentuk ujung dagu | Terlihat jelas | Kurang terlihat |
| Simetri kiri dan kanan | Terlihat jelas | Kurang terlihat |
| Panjang dagu (atas-bawah) | Terlihat | Terlihat |
| Proyeksi dagu (maju-mundur) | Kurang terlihat | Terlihat jelas |
| Hubungan dagu dengan bibir dan hidung | Kurang terlihat | Terlihat jelas |
| Peralihan dagu ke leher | Hampir tidak terlihat | Terlihat jelas |
Perhatikan baris panjang dagu. Panjang bisa dinilai dari kedua sudut, sedangkan lebar dan proyeksi lebih jelas di salah satu sudut saja.
Kenapa Dokter Menilai Dagu dari Kedua Sudut Sekaligus?
Alasannya sederhana: dagu adalah struktur tiga dimensi. Tinjauan di jurnal Dermatologic Surgery (Chen dkk., 2022) membahas dagu dari tiga dimensi, yaitu proyeksi, panjang, dan lebar. Tiap dimensi punya penanganan masing-masing.
Kalau hanya satu sudut yang dinilai, ada bagian yang luput. Misalnya, kalau kamu cuma fokus membuat dagu lebih maju dari samping, kamu bisa saja nggak sadar bahwa dagu jadi tampak lebih lebar dari depan. Sebaliknya juga bisa terjadi.
Itulah kenapa dokumentasi foto yang baik biasanya diambil dari beberapa sudut. Satu studi tentang filler dagu pada perempuan Tionghoa memakai foto standar dari depan, samping, dan serong 45 derajat untuk menilai hasilnya.
Meski dinilai dari berbagai sudut, hasilnya tetap bergantung pada bentuk tulang, jaringan lunak, dan teknik penyuntikan. Tidak ada jaminan dagu akan terlihat sempurna dari semua sudut.
BACA JUGA: Filler Dagu Tahan Berapa Lama? Ini Rentang Umum dan Faktor yang Memengaruhinya
Proyeksi dan Panjang: Dua Dimensi di Balik Perbedaan Ini
Perbedaan antara tampak depan dan samping berakar dari dimensi dagu yang berbeda. Proyeksi adalah seberapa maju dagu ke depan, sedangkan panjang adalah jarak vertikal dagu dari atas ke bawah.
Proyeksi paling terlihat dari samping, sementara panjang bisa terlihat dari kedua sudut. Karena itu, saat berkonsultasi, sampaikan ke dokter dimensi mana yang sebenarnya kamu permasalahkan.
Pertanyaan Seputar Penilaian Dagu dari Dua Sudut
Kenapa Hasil Filler Dagu Saya Terlihat Beda di Foto Depan dan Samping?
Karena kedua sudut memang menunjukkan aspek dagu yang berbeda, jadi itu bukan tanda hasilnya gagal. Selain itu, halaman Filler Dagu Sozo menyebut bentuk akhir baru tampak lebih menyatu setelah beberapa hari sampai sekitar dua minggu, saat bengkak ringan mereda. Jadi, tunggu masa itu sebelum menilai hasil dari foto mana pun.
Sudut Mana yang Lebih Penting untuk Dinilai?
Dua-duanya sama penting, tergantung keluhan utamamu. Kalau kamu merasa dagu kurang lebar atau kurang simetris, tampak depan lebih menjawab. Kalau kamu merasa dagu terlalu mundur, tampak samping yang lebih relevan.
Apakah Foto Selfie Cukup untuk Menilai Perubahan Dagu?
Kurang ideal. Studi di JAMA Facial Plastic Surgery (Ward dkk., 2018) menemukan selfie dari jarak sekitar 30 cm membuat pangkal hidung tampak sekitar 30% lebih lebar dibanding foto dari jarak sekitar 1,5 meter. Studi itu memang mengukur hidung, tapi prinsipnya sama: foto dari jarak dekat bisa mengubah proporsi wajah yang kamu lihat.
Konsultasi Langsung Tetap Cara Paling Akurat Menilai Dagu
Foto dari dua sudut memang membantu, tapi dokter tetap perlu melihat wajahmu secara langsung. Saat konsultasi, dokter bisa menilai dagumu dari berbagai sudut, sekaligus melihat bentuk tulang, jaringan lunak, dan gerakan wajah saat bicara atau tersenyum.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan filler dagu, siapkan dulu foto dirimu dari depan dan samping. Ambil dari jarak sekitar 1,5 meter dengan cahaya merata. Bawa foto itu saat konsultasi dan ceritakan bagian mana yang membuatmu kurang nyaman, lebarnya, panjangnya, atau seberapa maju dagumu. Kalau ternyata dagumu sudah seimbang dari kedua sudut, dokter bisa saja menyarankan bahwa kamu belum perlu tindakan apa pun.
Referensi:
How to balance your looks with a chin filler | Galderma Aesthetics
Chin Augmentation With Hyaluronic Acid: An Injection Technique Based on Anatomical Morphology | Dermatologic Surgery via ResearchGat
Optimizing Dermal Filler for Chin and Jawline Definition as an Advanced Approach for Natural Results | PubMed
Comparative Analysis of Genioplasty Versus Hyaluronic Acid Injection for Chin Retrusion in Asian Chinese Female Patients | Journal of Cosmetic Dermatology via PMC
Sagittal lip positions in different skeletal malocclusions: a cephalometric analysis | Progress in Orthodontics via PMC
Establishing cephalometric norms of upper and lower lips to Rickett’s E-line in the Malay female population of Kuantan city: a pilot study | International Journal of Oral and Health Sciences
Distortive effects of short distance photographs on nasal appearance: The selfie effect | ScienceDaily
Suntik Filler Dagu untuk Wajah Lebih Proporsional dan Tegas | Sozo Skin Clinic
