Skin 8 mnt baca

Pelipis Cekung? Ini yang Perlu Kamu Tahu tentang Filler Pelipis

Pelipis Cekung? Ini yang Perlu Kamu Tahu tentang Filler Pelipis

Pelipis cekung dapat dipengaruhi oleh faktor usia, genetik, dan perubahan volume wajah. Filler pelipis bisa membantu mengisi area tersebut, tetapi hasil, ketahanan, serta risikonya perlu dipahami sebelum mempertimbangkan prosedur ini.

Pernah merasa wajahmu terlihat lebih lelah atau lebih tua karena area di samping mata tampak berlekuk? Bisa jadi, salah satu penyebabnya adalah area pelipis yang mulai cekung.

Jika kondisi ini cukup mengganggu, filler pelipis bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengisi area yang kehilangan volume. Yuk, pahami penyebab pelipis cekung dan hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum melakukan filler!

Pelipis Cekung Itu Seperti Apa?

pelipis cekung
Pelipis Cekung | Sumber: Ozhean Zoey

Pelipis cekung terlihat ketika area di antara ujung alis dan garis rambut tampak lebih berlekuk atau masuk ke dalam. Akibatnya, bagian atas wajah bisa terlihat kurang seimbang karena transisi antara dahi, mata, dan tulang pipi tidak lagi tampak halus.

Untuk mengenalinya, ada beberapa ciri yang bisa kamu perhatikan:

  • Ada lekukan di samping alis: area pelipis terlihat lebih masuk ke dalam dibandingkan bagian sekitarnya.
  • Tulang sekitar mata lebih terlihat: bagian tepi rongga mata tampak lebih menonjol karena berkurangnya volume jaringan di sekitarnya.
  • Kontur wajah bagian atas tampak berbeda: area dahi dan tulang pipi terlihat kurang menyatu secara halus.

Nah, untuk mengeceknya, coba perhatikan wajahmu dari depan dan samping menggunakan cermin dengan pencahayaan yang cukup. Amati apakah ada lekukan di samping alis dan mata, serta apakah bagian atas wajah terlihat lebih menyempit.

Baca Juga: Manfaat Filler: Rahasia Wajah Segar dan Awet Muda Tanpa Operasi

Kenapa Pelipis Bisa Cekung?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan pelipis cekung. Kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan masalah kesehatan atau proses penuaan. Berikut beberapa penyebab yang umum:

  • Pertambahan usia: seiring waktu, volume lemak di area wajah dapat berkurang dan struktur tulang serta jaringan lunak mengalami perubahan.
  • Penurunan berat badan: perubahan berat badan yang cukup besar dapat mengurangi lapisan lemak di wajah, termasuk area pelipis.
  • Olahraga intensitas tinggi: aktivitas fisik yang berat dapat berkaitan dengan perubahan komposisi tubuh dan berkurangnya lemak wajah, terutama jika disertai penurunan berat badan.
  • Bentuk wajah bawaan: sebagian orang memang memiliki struktur tulang dan distribusi lemak wajah yang membuat area pelipis terlihat lebih cekung sejak awal.

Perubahan volume pada pelipis dapat membuat transisi antara dahi, mata, dan tulang pipi terlihat berbeda. Karena itu, kondisi ini terkadang membuat wajah tampak lebih tirus, lelah, atau lebih tua dari sebelumnya.

Bagaimana Filler Pelipis Bekerja?

filler pelipis
Filler Pelipis | Sumber: Clinica Dental Zabalegui

Filler pelipis merupakan salah satu prosedur Filler Treatment yang menggunakan bahan pengisi, seperti asam hialuronat (hyaluronic acid), untuk menambah volume pada area pelipis yang cekung.

Bahan pengisi tersebut disuntikkan oleh dokter ke area yang membutuhkan volume tambahan. Tujuannya untuk membantu mengurangi lekukan sehingga pelipis terlihat lebih penuh dan transisi antara dahi, mata, serta tulang pipi tampak lebih halus.

Meski begitu, hasil filler pelipis bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi wajah, tingkat cekungan, dan jenis filler yang digunakan. Prosedur ini juga tidak mengatasi semua penyebab wajah tampak lelah, seperti kurang tidur atau perubahan kualitas kulit.

Baca Juga: Filler Dagu Tahan Berapa Lama? Ini Rentang Umum dan Faktor yang Memengaruhinya

Siapa yang Cocok, dan Kapan Tidak Perlu?

Tidak semua pelipis cekung membutuhkan penanganan estetika. Bentuk pelipis yang sedikit berlekuk juga bisa menjadi bagian alami dari struktur wajah seseorang.

Dalam penilaian medis, beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Kondisi volume wajah: apakah lekukan berasal dari berkurangnya jaringan lunak atau memang bentuk tulang bawaan.
  • Kondisi kulit dan jaringan: apakah terdapat perubahan elastisitas atau tanda penuaan lainnya.
  • Riwayat kesehatan: termasuk alergi, kondisi medis tertentu, dan riwayat tindakan estetika sebelumnya.
  • Ekspektasi hasil: apakah perubahan yang diharapkan sesuai dengan kemampuan prosedur dan kondisi wajah.

Jika perubahan bentuk wajah terjadi secara tiba-tiba, disertai nyeri, atau hanya terjadi pada satu sisi, sebaiknya periksa ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Berapa Lama Filler Pelipis Bertahan?

Filler pelipis umumnya dapat bertahan lebih dari 12 bulan, tetapi durasinya bisa berbeda pada setiap orang. Jenis bahan pengisi, karakteristik jaringan, metabolisme tubuh, dan respons individu turut memengaruhi ketahanannya.

Penelitian pada filler asam hialuronat di area pelipis juga menunjukkan hasil yang sama. Meski begitu, filler bersifat sementara karena bahan pengisi dapat terurai secara bertahap oleh tubuh, sehingga hasilnya tidak permanen dan volumenya bisa berkurang seiring waktu.

Efek Samping dan Tanda Bahaya

efek samping filler pelipis

Seperti prosedur medis lainnya, filler pelipis memiliki risiko yang perlu dipahami. Efek sampingnya bisa ringan dan sementara, tetapi ada juga komplikasi serius yang membutuhkan penanganan segera.

Efek samping yang umum terjadi:

  • Bengkak: area sekitar tindakan dapat mengalami pembengkakan sementara.
  • Memar: muncul perubahan warna kulit akibat pembuluh darah kecil yang terdampak.
  • Kemerahan dan nyeri: area tindakan dapat terasa sensitif atau tidak nyaman.
  • Benjolan: terkadang muncul benjolan atau ketidakteraturan kontur pada area yang diberi filler.

Sebagian keluhan ringan tersebut dapat membaik dalam beberapa hari hingga minggu. Namun, durasi dan tingkat keparahannya bisa berbeda pada setiap orang.

Tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis segera:

  • Nyeri hebat atau tidak biasa: terutama jika terasa semakin berat setelah tindakan.
  • Perubahan warna kulit: kulit terlihat pucat, keabu-abuan, atau memiliki pola perubahan warna yang tidak biasa.
  • Gangguan penglihatan: seperti pandangan kabur, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan.
  • Gejala neurologis: seperti sakit kepala berat mendadak, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, atau kesulitan berbicara.

Tanda-tanda tersebut dapat berkaitan dengan gangguan aliran darah akibat sumbatan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan komplikasi serius yang membutuhkan evaluasi dan penanganan darurat, bukan ditunggu sampai membaik sendiri.

Baca Juga: Filler Hidung Bertahan Berapa Lama? Ini Rentang Umum dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Berapa Biaya Filler Pelipis?

Biaya filler pelipis bisa berbeda-beda, tergantung klinik, jenis bahan pengisi, jumlah produk yang dibutuhkan, dan kondisi area yang ditangani. Sebagai gambaran, biaya Filler Treatment di Sozo Skin Clinic mulai dari Rp3.799.000, dengan harga akhir yang dapat disesuaikan.

Sebelum menentukan tindakan, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi pelipis dan pilihan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, kamu bisa memahami estimasi biaya dan hasil yang realistis sebelum mengambil keputusan.

Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mempertimbangkan Filler Pelipis

Nah, sebelum memutuskan untuk melakukan filler pelipis, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu.

  • Pastikan penyebab pelipis cekung: lekukan di pelipis tidak selalu disebabkan oleh penuaan atau kehilangan volume, sehingga perlu dinilai terlebih dahulu.
  • Pahami batasan hasil: filler membantu menambah volume pada area tertentu, tetapi tidak mengatasi semua perubahan wajah atau penyebab wajah tampak lelah.
  • Kenali risikonya: meskipun jarang, filler pelipis memiliki risiko komplikasi pembuluh darah yang dapat berdampak serius.
  • Pilih dokter yang kompeten: pastikan tindakan dilakukan oleh dokter yang memahami anatomi pembuluh darah di area pelipis dan mampu menangani komplikasi jika terjadi.

Ingat, pelipis cekung tidak selalu harus ditangani dengan filler. Kalau bentuk wajahmu tidak mengganggu aktivitas atau kenyamanan, mempertahankan kondisi alaminya juga merupakan pilihan yang baik.

Pahami Kondisi Pelipis dan Pilihan Perawatannya

Pelipis cekung memang bisa memengaruhi tampilan wajah, tetapi bukan berarti selalu perlu ditangani dengan filler. Setiap orang memiliki bentuk wajah alami yang berbeda dan perlu dipahami sesuai kondisinya.

Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang kondisi pelipis dan pilihan penanganannya, konsultasikan dengan dokter di Sozo Skin Clinic. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi wajah dan menjelaskan pilihan yang sesuai, termasuk manfaat serta risikonya.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

FAQ

Masih ada beberapa hal yang mungkin ingin kamu ketahui seputar filler pelipis. Berikut jawaban atas pertanyaan yang sering muncul.

1. Kenapa pelipis bisa cekung?

Pelipis bisa cekung karena berkurangnya volume lemak dan jaringan lunak akibat pertambahan usia, penurunan berat badan, atau faktor genetik. Bentuk tulang wajah bawaan juga dapat memengaruhi tampilannya.

2. Berapa lama filler pelipis bertahan?

Ketahanannya bergantung pada jenis filler dan kondisi individu. Beberapa penelitian menunjukkan hasil filler asam hialuronat di area pelipis dapat bertahan lebih dari 12 bulan, tetapi hasil setiap orang bisa berbeda.

3. Apakah filler pelipis sakit?

Prosedur injeksi filler dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti sensasi tertusuk atau tekanan pada area tindakan. Tingkat ketidaknyamanannya berbeda pada setiap individu.

4. Apa risiko filler pelipis?

Efek samping filler pelipis dapat berupa bengkak, memar, kemerahan, dan nyeri sementara. Meski jarang, komplikasi serius seperti penyumbatan pembuluh darah, kerusakan jaringan, hingga gangguan penglihatan juga dapat terjadi.

5. Apakah pelipis cekung harus ditangani?

Tidak. Pelipis cekung bisa menjadi bagian alami dari struktur wajah dan tidak selalu membutuhkan tindakan medis, terutama jika tidak disertai keluhan kesehatan.

 

Referensi

Nonsurgical Temple Volumization with Soft-Tissue Fillers: A Systematic Review of the Literature | Aesthetic Plastic Surgery

Temple Volumization: A Review of Anatomy and Optimal Injection Techniques | Dermatologic Surgery

Improvement in Temple Hollowing with VYC-20L Hyaluronic Acid Filler: A Multicenter Randomized Controlled Trial of Safety and Effectiveness | Plastic and Reconstructive Surgery

Anatomical Basis for Safe and Effective Volumization of the Temple | Dermatologic Surgery

Dermal Fillers (Soft Tissue Fillers) | U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Vision-Threatening Complications of Soft Tissue Fillers: A Report by the American Academy of Ophthalmology | Ophthalmology

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?