Skin 7 mnt baca

Obat Jerawat Pustula yang Ampuh, Kandungan & Cara Menggunakannya

Logo Tim Editor Sozo Skin Clinic

Tim Editor Sozo Skin Clinic

Klinik Estetika & Kecantikan

Obat Jerawat Pustula yang Ampuh, Kandungan & Cara Menggunakannya

Jerawat pustula adalah salah satu jenis jerawat yang paling menggoda untuk dipencet. Tapi itulah jebakan terbesarnya.

Saat kamu memencet jerawat, kamu kemungkinan besar mendorong sebagian isinya lebih dalam ke dalam kulit.

Ketika ini terjadi, peradangan meningkat, yang bisa menyebabkan jerawat lebih terlihat, dan kadang menimbulkan bekas luka serta rasa sakit. Bopeng dan noda hitam yang kamu lihat pada orang yang sering memencet jerawat adalah buktinya.

Solusi yang benar bukan memencet, tapi memilih kandungan aktif yang tepat untuk bekerja dari dalam: membunuh bakteri, mengurangi peradangan, dan mempercepat pemulihan kulit tanpa merusak jaringan di sekitarnya.

Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Jerawat Pustula secara Ampuh & Aman

Apa Itu Jerawat Pustula dan Mengapa Butuh Obat Khusus?

Menurut penelitian yang dipublikasikan di PMC, bakteri Cutibacterium acnes (sebelumnya Propionibacterium acnes) dapat berkembang biak di lingkungan yang menggabungkan sebum dan sel-sel yang mengelupas, di mana ia mengubah sebum menjadi asam lemak bebas yang kemudian merangsang respons imun tubuh, menghasilkan peradangan bernanah yang kita kenal sebagai pustula.

Inilah mengapa pustula membutuhkan pendekatan yang berbeda dari komedo biasa. Komedo non-inflamasi cukup diatasi dengan eksfoliasi. 

Namun, pustula sudah melibatkan infeksi bakteri aktif dan respons inflamasi, sehingga membutuhkan bahan aktif yang secara spesifik menarget bakteri, mengurangi peradangan, dan mempercepat regenerasi kulit.

Sebagian besar preparat topikal membutuhkan setidaknya enam hingga delapan minggu sebelum perbaikan terlihat dan bisa digunakan selama bertahun-tahun sesuai kebutuhan.

Kandungan Obat Jerawat Pustula

a. Benzoyl Peroxide

Ini adalah bahan aktif paling fundamental untuk pustula. 

Mekanisme benzoyl peroxide adalah dengan mengurai menjadi asam benzoat dan hidrogen peroksida, lalu mengurangi konsentrasi bakteri penyebab jerawat dengan menghasilkan radikal oksigen bebas.

Kamu bisa menggunakan benzoyl peroxide pada konsentrasi rendah mulai dari 2,5%, 5%, hingga 10%. Akan tetapi, konsentrasi lebih tinggi berpotensi menimbulkan dermatitis dengan reaksi seperti kekeringan, pengelupasan, dan kemerahan.

b. Salicylic Acid (BHA)

Salicylic acid digunakan selama bertahun-tahun untuk mengobati jerawat karena kemampuannya membuka pori-pori yang tersumbat dan mengeksfoliasi kulit.

Kandungan ini efektif untuk mengatasi whitehead dan jerawat, tersedia dalam berbagai kekuatan dan berbagai bentuk termasuk pembersih dan pelembap.

c. Retinoid Topikal

Retinoid yang berasal dari vitamin A umum digunakan untuk mengobati jerawat karena kemampuannya mengatur pertumbuhan sel kulit dan mengurangi peradangan

Retinoid topikal bertindak pada keratinosit folikel untuk mencegah kornifikasi berlebihan dan penyumbatan folikel, sekaligus dapat mengurangi pelepasan sitokin pro-inflamasi.

d. Sulfur

Sulfur membantu mengeringkan permukaan kulit untuk menyerap minyak berlebih (sebum) yang bisa berkontribusi pada breakout.

Selain itu, sulfur juga mengeringkan sel kulit mati untuk membantu membuka pori yang tersumbat.

Sulfur adalah alternatif yang lebih lembut dibanding benzoyl peroxide, sehingga cocok untuk kulit sensitif yang tidak toleran terhadap bahan aktif yang lebih keras.

e. Antibiotik Topikal (Clindamycin/Erythromycin)

Menurut penelitian di PMC, clindamycin 1% solution atau gel adalah antibiotik topikal yang disukai untuk mengobati jerawat.

Untuk mencegah resistensi obat, terapi kombinasi dengan benzoyl peroxide atau asam retinoat sering diutamakan, karena dapat meningkatkan efektivitas dan mengurangi perkembangan strain bakteri yang resistan.

Catatan penting: Antibiotik topikal memerlukan resep dokter. Jangan menggunakannya tanpa konsultasi terlebih dahulu karena penggunaan tidak tepat bisa memicu resistensi bakteri.

Rekomendasi Jenis Obat Jerawat Pustula di Apotek

a. Spot Treatment (Obat Totol)

Obat totol adalah pilihan paling praktis untuk pustula yang muncul sporadis. Cara kerjanya adalah dengan diaplikasikan langsung pada titik pustula dalam jumlah kecil, sehingga bahan aktif terkonsentrasi tepat di area yang bermasalah tanpa memengaruhi kulit sekitarnya.

Pilih produk yang mengandung salah satu bahan aktif berikut: adapalene, azelaic acid, benzoyl peroxide, atau salicylic acid.

Oleskan lapisan yang sangat tipis karena menggunakan terlalu banyak bisa mengiritasi kulit. 

Produk yang tersedia di apotek Indonesia: Benzolac gel (benzoyl peroxide), Acnes Sealing Jell (sulfur + salicylic acid), Dalacin T solution (clindamycin — resep dokter), Retin-A gel (tretinoin — resep dokter).

b. Salep Antibakteri

Salep antibakteri digunakan ketika pustula sudah cukup parah, menyebar, atau tidak merespons bahan aktif OTC setelah 6–8 minggu. 

Erythromycin dan clindamycin topikal umumnya ditoleransi dengan baik dan terbukti mengurangi inflamasi.

Pilihan formulasinya bergantung pada jenis kulit pasien, di mana gel lebih cocok untuk kulit berminyak, sementara losion dan salep lebih baik untuk kulit kering.

Karena mengandung antibiotik, penggunaan salep antibakteri harus atas rekomendasi dokter dan tidak boleh digunakan jangka panjang tanpa pengawasan.

c. Plester Jerawat (Acne Patch — Hydrocolloid)

Hydrocolloid patch adalah inovasi perawatan pustula yang terbukti efektif dan sangat aman.

Acne patch sangat membantu untuk jerawat dalam dan pustula, karena hydrocolloid membantu menarik kotoran keluar dari jerawat sekaligus mencegah kamu menyentuh atau menggaruk area tersebut. 

Tersedia di apotek dan drugstore: COSRX Acne Pimple Master Patch, Hansaplast SOS Pimple Patch, Bazukool Acne Patch, dan berbagai merek lokal.

Cara Menggunakan Obat Jerawat agar Efektif

a. Bersihkan Wajah Terlebih Dahulu

Bersihkan wajah secara lembut hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat. 

Pilih pembersih yang gentle dan non-abrasif, aplikasikan dengan ujung jari karena menggosok dengan waslap atau spons bisa mengiritasi kulit yang rentan jerawat. 

Pastikan wajah benar-benar bersih dan kering sebelum mengaplikasikan obat jerawat. Pasalnya, kulit yang lembap bisa mengencerkan bahan aktif dan mengurangi efektivitasnya.

b. Gunakan Hanya di Area Bermasalah (untuk Obat Totol)

Untuk spot treatment dan hydrocolloid patch, aplikasikan hanya langsung di atas pustula, bukan di seluruh wajah. 

Spread acne medication on all acne-prone skin, not just your blemishes untuk produk yang memang dirancang untuk diaplikasikan merata seperti benzoyl peroxide wash atau retinoid.

Namun, untuk spot treatment, penggunaan yang presisi memberikan konsentrasi bahan aktif tertinggi tepat di titik yang dibutuhkan.

c. Pentingnya Moisturizer agar Kulit Tidak Iritasi

Gunakan produk perawatan kulit yang gentle dan yang mencantumkan “alcohol-free” pada labelnya.

Hindari produk yang bisa mengiritasi kulit, termasuk astringen dan eksfolian, karena produk-produk ini bisa membuat kulit menjadi kering dan membuat jerawat tampak lebih buruk.

Gunakan moisturizer ringan non-comedogenic setelah mengaplikasikan obat jerawat, penting terutama saat menggunakan retinoid atau benzoyl peroxide yang cenderung mengeringkan kulit. 

d. Sunscreen di Siang Hari Wajib Dipakai

Lindungi kulit dari matahari dengan menghindari tanning indoor dan outdoor, mencari tempat teduh, menggunakan pakaian pelindung UV, dan mengaplikasikan sunscreen broad-spectrum water-resistant dengan SPF 30 atau lebih.

Pastikan cari sunscreen yang mencantumkan “non-comedogenic” atau “tidak menyumbat pori.” 

Ini krusial saat menggunakan retinoid dan AHA/BHA karena kedua bahan ini secara signifikan meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV. Melewatkan sunscreen saat menggunakan obat jerawat bisa menyebabkan hiperpigmentasi yang justru memperparah bekas jerawat.

Kapan Harus ke Dokter?

Pilihan treatment topikal yang tepat bergantung pada usia pasien, lokasi dan keparahan jerawat, serta preferensi pasien.

Sebagian besar pasien sebaiknya ditreatment dengan kombinasi obat yang menarget berbagai aspek patogenesis jerawat.

Segera konsultasikan ke dokter kulit jika pustula tidak membaik setelah 6 – 8 minggu pemakaian produk OTC yang konsisten, pustula berkembang menjadi nodul atau kista yang lebih besar dan lebih menyakitkan, muncul dalam jumlah banyak dan meluas ke punggung atau dada, meninggalkan bekas hiperpigmentasi atau bopeng yang persisten, atau kondisi ini berdampak pada kepercayaan diri dan kesehatan mentalmu.

Merawat jerawat pustula dengan benar adalah kombinasi dari produk yang tepat, konsistensi, dan bantuan profesional. 

Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai skin treatment profesional yang dirancang untuk menangani jerawat inflamasi secara lebih mendalam, termasuk facial treatment yang membersihkan pori secara menyeluruh, mengontrol produksi sebum, meredakan peradangan aktif, dan menstimulasi regenerasi kulit, memberikan hasil yang jauh lebih cepat dan tuntas dibanding perawatan mandiri di rumah.

Di Sozo, kamu bisa menikmati Acne Clear Facial untuk membersihkan komedo serta jerawat dan mencegahnya datang lagi. 

Untuk perawatan lebih lengkap, ada pula Acne Laser Facial yang juga memberikanmu kulit yang lebih sehat dan cerah.

Konsultasikan kondisi kulitmu dengan tim dokter Sozo untuk mendapatkan rencana treatment yang paling sesuai dengan jenis kulit dan tingkat keparahan jerawatmu.

Referensi:
– https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3047935/