PRP wajah menggunakan darah pasien itu sendiri sebagai bagian dari proses treatment, karena itu risiko alergi lebih rendah. Pastikan menjalaninya di klinik kecantikan yang steril untuk memastikan keamanan selama prosedur.
Pernah mendengar istilah vampire facial? Sebutan ini memang terdengar cukup ekstrem. Ini karena konsep di baliknya menggunakan bahan yang berasal dari tubuhmu sendiri.
Dalam dunia medis, prosedur ini disebut PRP treatment yaitu plasma darah dengan konsentrasi trombosit yang lebih tinggi.
Plasma ini kemudian digunakan sebagai bagian dari prosedur perawatan kulit. Karena berasal dari darah pasien sendiri, PRP termasuk bahan autologus. Artinya, bahan yang digunakan berasal dari tubuh orang yang sama.
PRP banyak diteliti untuk membantu meningkatkan kualitas kulit. Namun, hasil PRP tidak bersifat instan.
Apabila kamu ingin mempelajari lebih lanjut seputar treatment ini, mari simak pembahasan lebih lengkapnya sebagai berikut!
Bukan Sekadar “Vampire Facial”: Konsep Penyembuhan Alami dari Tubuh Sendiri

Istilah “vampire facial” biasanya digunakan untuk menggambarkan prosedur yang memanfaatkan darah pasien sendiri.
Istilah ini populer di media sosial karena darah menjadi bagian dari proses treatment. Namun dalam dunia medis, istilah yang digunakan adalah Platelet-Rich Plasma atau PRP.
PRP dibuat dari darah pasien sendiri. Darah tersebut diproses untuk mendapatkan bagian plasma yang kaya trombosit.
Trombosit bukan hanya berperan dalam pembekuan darah. Di dalamnya terdapat berbagai faktor pertumbuhan yang terlibat dalam proses penyembuhan jaringan.
Karena itu, PRP kemudian diteliti untuk berbagai kebutuhan regenerasi. Salah satunya adalah perawatan kulit.
Untuk perawatan wajah, PRP dapat digunakan dengan teknik injeksi mikro. Satu hal yang perlu dipahami, PRP bukanlah filler. Tujuan utamanya adalah membantu proses regenerasi dan meningkatkan kualitas kulit.
Mengapa Plasma Darah Begitu Berharga untuk Regenerasi Kulit?
PRP sering disebut sebagai “liquid gold” atau “cairan emas” tubuh karena mengandung plasma darah dengan konsentrasi trombosit yang lebih tinggi.
Dalam perawatan kulit, PRP wajah dimanfaatkan sebagai bagian dari prosedur regeneratif untuk membantu memperbaiki tekstur, elastisitas, dan tampilan kulit.
Salah satu komponen penting dalam PRP adalah trombosit. Zat ini membawa berbagai faktor pertumbuhan yang berperan dalam proses penyembuhan dan perbaikan jaringan.
Lantas, bagaimana trombosit membantu regenerasi kulit? Ini pembahasannya:
1. Trombosit Membawa Faktor Pertumbuhan
Ketika diaktifkan, trombosit dapat melepaskan berbagai faktor pertumbuhan. Komponen tersebut terlibat dalam proses komunikasi antar-sel selama penyembuhan jaringan.
Proses tersebut dapat mendukung aktivitas fibroblas. Sel ini berperan dalam produksi komponen matriks ekstraseluler seperti kolagen.
2. Mendukung Pembentukan Kolagen
Kolagen merupakan salah satu komponen penting yang memberikan struktur pada kulit. Produksinya dapat menurun seiring bertambahnya usia.
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepadatan kolagen setelah penggunaan PRP. Namun, besar perubahan dapat berbeda antarindividu.
Proses ini juga tidak terjadi dalam satu malam. Kulit membutuhkan waktu untuk membentuk dan melakukan remodeling jaringan.
3. Membantu Memperbaiki Kualitas Kulit
Perubahan yang dirasakan pasien berikutnya mencakup tekstur, elastisitas, kerutan, dan kualitas kulit.
Namun, konsentrasi trombosit dan metode sentrifugasi dapat berbeda antarprotokol. Artinya, hasil PRP belum tentu sama untuk semua pasien.
Baca Juga: Persiapan Penting Sebelum PRP Treatment Agar Kualitas Darah dan Hasil Maksimal
Step-by-Step Prosedur PRP Wajah: Aman, Steril, dan Terstandar Medis

PRP wajah bekerja dengan mengambil darah lalu mengoleskannya ke wajah. Namun darah pasien harus ditangani dengan prosedur aseptik untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Karena itu, PRP sebaiknya dilakukan di klinik dengan standar medis. Jika dipecah, berikut tahapan prosedur PRP wajah:
1. Pengambilan Darah
Prosedur dimulai dengan pengambilan sejumlah kecil darah dari pasien. Prosesnya dilakukan seperti pengambilan darah pada umumnya.
Darah kemudian dimasukkan ke dalam tabung khusus yang steril dan single-use. Penggunaan tabung sekali pakai penting untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Sebelum tindakan, dokter juga perlu melakukan evaluasi. Kondisi kesehatan dan obat yang sedang dikonsumsi dapat menjadi pertimbangan.
2. Proses Sentrifugasi (Pemisahan Plasma)
Setelah darah diambil, tabung dimasukkan ke dalam mesin sentrifugasi. Mesin ini memutar sampel darah dengan kecepatan tertentu untuk memisahkan komponen darah berdasarkan karakteristik fisiknya.
Bagian yang mengandung plasma dengan konsentrasi trombosit lebih tinggi kemudian dipisahkan.
Bagian inilah yang digunakan sebagai PRP. Namun metode sentrifugasi dapat berbeda di setiap klinik dan ini bisa memengaruhi komposisi akhir PRP.
3. Pengaplikasian & Injeksi Mikro
PRP yang telah dipersiapkan kemudian diaplikasikan pada area kulit yang ditargetkan. Untuk wajah, dokter dapat menggunakan teknik injeksi mikro.
Jarum kecil digunakan untuk memasukkan PRP ke lapisan kulit sesuai kebutuhan. Titik dan kedalaman injeksi perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Pada kondisi tertentu, PRP dapat digunakan sebagai bagian dari kombinasi treatment. Pilihannya bergantung pada jenis masalah kulit dan hasil pemeriksaan dokter.
PRP vs Dermal Filler: Jangan Sampai Salah Memilih
PRP dan dermal filler sama-sama digunakan dalam estetika wajah. Namun, keduanya memiliki tujuan yang berbeda.
Perbedaan paling mendasarnya adalah mekanisme dan target hasil, adapun detail penjelasannya:
1. Bahan
PRP menggunakan plasma yang berasal dari darah pasien sendiri. Darah tersebut diproses menggunakan sentrifugasi untuk memisahkan plasma dengan konsentrasi trombosit. Di sisi lain, dermal filler menggunakan bahan pengisi yang telah diformulasikan untuk injeksi.
2. Fokus Perawatan
PRP berfokus pada dukungan regenerasi dan peningkatan kualitas kulit, termasuk tekstur serta elastisitas.
Dermal filler berfokus pada penambahan volume untuk membantu membentuk kontur atau mengisi area wajah yang cekung.
3. Pengaruh terhadap Kolagen
Faktor pertumbuhan dalam trombosit PRP dapat mendukung aktivitas sel yang berperan dalam perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen. Pengaruh dermal filler terhadap kolagen bergantung pada jenis bahan yang digunakan.
4. Kemampuan Menambah Volume
PRP tidak ditujukan untuk menambah atau membentuk volume wajah secara langsung. Dermal filler dirancang untuk menambah volume pada area tertentu, seperti pipi atau dagu.
5. Kecepatan Hasil
Hasil PRP berkembang secara bertahap karena kulit membutuhkan waktu untuk menjalani proses regenerasi dan remodeling.
Hasil dermal filler dapat terlihat lebih cepat, meskipun tampilan akhirnya dipengaruhi oleh jenis filler.
6. Contoh Tujuan Perawatan
PRP dapat dipertimbangkan untuk membantu memperbaiki tekstur, kualitas kulit, peremajaan, dan bekas jerawat tertentu.
Dermal filler dapat digunakan untuk membentuk kontur atau menambah volume pada area wajah yang mengalami kehilangan volume.
Jadi, PRP bukan pengganti filler dalam semua kondisi. Agar lebih mudah memahaminya, simak tabel berikut:
Aspek | PRP | Dermal Filler |
| Bahan | Plasma dari darah pasien sendiri | Bahan pengisi yang diformulasikan untuk injeksi |
| Fokus | Regenerasi dan kualitas kulit | Menambah volume pada area tertentu |
| Kolagen | Mendukung proses yang berkaitan dengan regenerasi kulit | Efek bergantung pada jenis filler |
| Volume | Tidak ditujukan untuk memberikan volume seperti filler | Dirancang untuk memberikan volume |
| Hasil | Bertahap | Dapat terlihat lebih cepat, tergantung jenis filler |
| Contoh Tujuan | Tekstur dan kualitas kulit | Kontur atau volume wajah |
Berapa Sesi yang Dibutuhkan dan Kapan Hasilnya Mulai Terlihat?
PRP wajah umumnya membutuhkan satu hingga tiga sesi, sedangkan hasilnya mulai terlihat secara bertahap dalam beberapa minggu setelah treatment.
Namun, jumlah sesi dan waktu munculnya hasil dapat berbeda pada setiap pasien. Kondisi kulit dan tujuan perawatan turut memengaruhinya.
Berapa Kali PRP Wajah Perlu Dilakukan?
PRP wajah umumnya dilakukan sebanyak 3 sesi dengan jarak sekitar 4 minggu antar-sesi. Dokter dapat menyesuaikan jumlah dan interval treatment berdasarkan kondisi kulit.
Jika diperlukan, maintenance dapat dilakukan sekitar setiap 6 hingga 12 bulan untuk membantu mempertahankan kualitas kulit.
Kapan Hasil PRP Mulai Terlihat?
Hasil PRP wajah biasanya mulai terlihat dalam 4 hingga 6 minggu setelah treatment pertama. Perubahan awal dapat terlihat pada tekstur dan kelembapan kulit.
Setelah tiga sesi selesai, hasil biasanya tampak lebih jelas pada elastisitas, kehalusan kulit, dan tampilan kerutan.
Proses regenerasi tetap berlangsung setelah treatment. Karena itu, hasil akhir sebaiknya dinilai sekitar 3 bulan setelah sesi terakhir.
Berapa Lama Hasil PRP Bertahan?
Hasil PRP wajah umumnya dapat bertahan sekitar 6 hingga 12 bulan, tergantung kondisi kulit dan perawatan lanjutan.
PRP tidak menghentikan proses penuaan kulit. Paparan sinar matahari, merokok, kurang tidur, dan perawatan kulit yang tidak konsisten dapat membuat hasil lebih cepat berkurang. Dokter dapat menyarankan maintenance setiap 6 hingga 12 bulan sesuai respons kulitmu.
Apakah PRP Memiliki Downtime?
PRP memiliki downtime ringan selama sekitar 2 hingga 3 hari. Kemerahan dan rasa sensitif biasanya muncul selama satu hingga dua hari.
Memar ringan dapat bertahan sekitar tiga hingga tujuh hari, terutama pada area yang mendapat banyak injeksi. Selama masa pemulihan, ikuti instruksi aftercare dari dokter.
Baca Juga: Efek Samping PRP Treatment dan Cara Mengantisipasinya
Kapan Harus ke Dokter?
Pastikan kamu konsultasi dan buat janji temu dengan dokter sebelum menjalani PRP wajah, terutama jika kamu memiliki masalah seperti bekas jerawat.
Dokter dapat memeriksa kondisi kulit dan menentukan apakah PRP sesuai dengan kebutuhanmu.

Pada beberapa kasus, PRP mungkin perlu dikombinasikan dengan prosedur lain untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut untuk melihat berbagai proseduer yang dapat dikombinasikan dengan PRP.
Pastikan kamu cari lokasi klinik terdekat seperti SOZO Skin Clinic yang yang menggunakan tabung steril single-use dan alat sentrifugasi sesuai standar.
Kamu dapat mengetahui lebih lanjut mengenai PRP Wajah di SOZO Skin Clinic sebelum menentukan treatment yang sesuai.
FAQ
Masih penasaran tentang PRP wajah? Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul sebelum menjalani treatment.
1. Apakah PRP Wajah Menggunakan Darah Sendiri?
Ya. PRP bersifat autologus karena berasal dari darah pasien sendiri. Darah tersebut diproses terlebih dahulu menggunakan sentrifugasi. Plasma yang telah dipisahkan kemudian digunakan dalam treatment.
2. Apakah PRP Wajah Aman?
PRP umumnya memiliki profil keamanan yang baik dalam penelitian skin rejuvenation. Namun, prosedur tetap memiliki risiko. Infeksi dan kontaminasi dapat terjadi jika teknik tidak dilakukan dengan baik. Karena itu, prosedur perlu dilakukan di fasilitas medis dengan peralatan steril.
3. Apakah PRP Bisa Menyebabkan Alergi?
Karena bahan utama PRP berasal dari tubuh pasien sendiri, risiko reaksi imun terhadap bahan tersebut cenderung rendah.
4. Apakah PRP Bisa Menghilangkan Bopeng?
PRP dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memperbaiki kualitas kulit pada bekas jerawat tertentu. Namun, PRP tidak otomatis menghilangkan semua jenis bopeng. Scar yang dalam dapat membutuhkan prosedur lain atau kombinasi treatment.
5. Apakah PRP Wajah Bisa Membuat Kulit Glowing?
PRP dapat membantu meningkatkan beberapa aspek kualitas kulit. Perbaikan tekstur dan elastisitas dapat membuat kulit terlihat lebih sehat.
Namun, efek glowing tidak sebaiknya dianggap sebagai hasil instan. Kondisi awal kulit tetap memengaruhi hasil.


