Mau coba RF wajah, tapi kaget formulirnya nanya macam-macam, dari pacemaker, implan, sampai obat yang rutin kamu minum? Tenang, pertanyaan itu memang ada alasannya. Kalau kamu pakai pacemaker, defibrilator, atau alat elektronik lain yang ditanam di tubuh, RF wajah tidak dianjurkan. Kalau kamu punya implan logam, filler permanen, autoimun, diabetes, sedang hamil, atau minum obat tertentu, kamu masih mungkin RF, tapi dokter perlu menilainya dulu.
Yuk, cek kondisimu masuk kelompok mana, supaya kamu datang ke konsultasi dengan lebih siap.
Alasan Sebagian Kondisi Tidak Cocok dengan RF Wajah
Singkatnya, RF bekerja dengan arus dan panas, dan dua hal ini bisa berbenturan dengan kondisi tertentu di tubuhmu. Salah satu produsen alat RF menjelaskan bahwa perangkat elektronik yang tertanam di tubuh bisa terganggu oleh medan atau arus RF. Itu sebabnya daftar skrining rumah sakit juga menanyakan hal lain, seperti filler sintetis, tato, sulam, dan penyakit kulit yang sedang aktif di area wajah.
Kalau penasaran bagaimana panas RF bekerja di kulit, kamu bisa baca soal cara kerja RF. Di sini, kita fokus ke siapa yang perlu berhenti dulu, siapa yang perlu dinilai, dan siapa yang cukup menunggu sebentar.
Kondisi yang Membuat RF Wajah Tidak Boleh Dilakukan
Kelompok yang paling jelas adalah pemakai perangkat elektronik yang tertanam di tubuh. Kondisi ini termasuk kontraindikasi, yaitu kondisi yang membuat tindakan tidak dianjurkan.
Alat Pacu Jantung dan Defibrilator Implan
Kalau kamu memakai pacemaker (alat pacu jantung) atau defibrilator implan (ICD, alat yang memberi kejutan listrik saat irama jantung berbahaya), RF wajah tidak dianjurkan. Salah satu produsen alat RF mencantumkan keduanya sebagai kontraindikasi.
Bab buku dermatologi tentang indikasi dan kontraindikasi RF (Öztürkcan dan Gündüz, 2023) juga menyebut alat RF sebaiknya tidak dipakai pada orang dengan implan medis seperti pacemaker dan defibrilator.
Produsen menuliskan larangan ini untuk pasien yang memakai alat tersebut, tanpa membatasinya pada area tertentu. Jadi, meski alatnya ada di dada dan yang dirawat wajah, kondisi ini tetap perlu kamu sampaikan.
Perangkat Elektronik Tertanam Lainnya
Produsen yang sama juga memasukkan “perangkat listrik implan lainnya” ke dalam kontraindikasi, jadi larangannya tidak terbatas pada alat jantung. Dalam satu protokol penelitian alat RF yang terdaftar di ClinicalTrials.gov, stimulator saraf implan dan implan koklea (alat bantu dengar yang ditanam) ikut dikecualikan.
Punya alat medis tertanam yang tidak disebut di sini? Jangan menebak sendiri apakah aman. Sampaikan jenis alatnya ke dokter, lalu biarkan dokter yang memutuskan.
Kondisi yang Perlu Dinilai Dokter Sebelum RF Wajah
Kondisi di kelompok ini tidak otomatis melarangmu RF. Dokter yang akan menimbang apakah RF tetap bisa dilakukan, perlu disesuaikan, atau sebaiknya dihindari.
| Kondisi | Alasan perlu dinilai | Sumber |
|---|---|---|
| Implan logam di wajah, misalnya plat atau sekrup bekas operasi | Termasuk daftar yang wajib dibahas dengan dokter sebelum RF | Changi General Hospital |
| Filler sintetis atau permanen, tato, dan sulam di area wajah | Masuk daftar skrining, dan produsen alat belum meneliti RF di atas filler, tato, maupun sulam | Changi General Hospital, produsen alat RF |
| Diabetes, penyakit autoimun seperti lupus, dan epilepsi | Penggunaan RF pada kondisi ini belum diteliti oleh produsen | Produsen alat RF |
| Kanker yang sedang aktif atau baru saja dialami, penyakit hati, gangguan pembekuan darah, gangguan hormon seperti tiroid yang belum terkontrol, imunitas menurun | Wajib disampaikan sebelum tindakan | Changi General Hospital |
| Kecenderungan keloid (bekas luka yang tumbuh menebal) | Wajib disampaikan sebelum tindakan | Changi General Hospital |
| Hamil atau menyusui | Wajib disampaikan sebelum tindakan | Changi General Hospital, Cleveland Clinic |
Changi General Hospital meminta pasien menyampaikan kondisi-kondisi di atas, lalu dokter membahas apakah RF sesuai untuknya.
Untuk implan logam, lembaga konsumen Hong Kong juga mengingatkan bahwa pemilik implan logam, termasuk benang emas, sebaiknya tidak memakai alat RF rumahan. Peringatan ini memang ditujukan untuk alat rumahan, tapi tetap jadi alasan kuat untuk membicarakannya dengan dokter.
Kalau kamu sedang hamil atau menyusui, bicarakan dulu dengan dokter sebelum menjadwalkan RF. Begitu juga kalau kamu baru filler, botox, atau tanam benang.
BACA JUGA: RF Setelah Filler, Botox, atau Tanam Benang: Kapan?
Obat dan Riwayat Prosedur yang Perlu Disebutkan Saat Konsultasi
Beberapa obat dan tindakan yang baru kamu jalani juga perlu kamu sebutkan. Daftar skrining Changi General Hospital memberi contoh seperti ini:
- Isotretinoin (obat jerawat minum) dalam 6 bulan terakhir
- Obat pengencer darah dan obat yang memengaruhi sistem imun
- Operasi di area yang akan dirawat dalam 3 bulan terakhir
- Peeling dalam atau laser peel dalam 6 bulan terakhir
Angka-angka ini berasal dari satu rumah sakit, jadi anggap saja sebagai contoh, bukan patokan untuk semua klinik. Dokter bisa memakai jeda yang berbeda, tergantung alat dan kondisimu. Kalau kamu juga rutin peeling atau laser, soal urutannya bisa kamu baca di artikel RF Wajah Dikombinasikan dengan Facial, Peeling, atau Laser.
Kondisi Kulit yang Cukup Ditunda Sampai Membaik
Kabar baiknya, sebagian kondisi cuma sementara. Begitu kulitmu membaik, RF bisa dipertimbangkan lagi.
- Herpes atau cold sore yang sedang aktif. Bab buku dermatologi tadi meminta kehati-hatian pada infeksi herpes. Changi General Hospital juga memasukkan penyakit yang dipicu panas, seperti herpes, ke daftar yang wajib disampaikan.
- Penyakit kulit aktif di area wajah. Misalnya eksim yang sedang kambuh, atau kulit yang sangat kering dan sensitif. Kondisi ini masuk daftar yang wajib disampaikan.
- Kulit terbakar matahari. Tunggu sampai kulitmu pulih dulu.
- Jerawat yang sedang meradang. Kondisi ini perlu dinilai ulang, dan sering kali sesinya ditunda. Detailnya ada di RF Wajah Saat Jerawat Aktif.
- Rosacea. Kulit yang mudah memerah perlu pertimbangan khusus. Pembahasannya ada di artikel RF Wajah untuk Kulit Sensitif: Bagaimana Jika Rosacea?
- Melasma. Panas perlu diperhatikan pada kulit yang mudah berflek. Baca RF Wajah untuk Melasma.
Informasi yang Sebaiknya Disiapkan Sebelum Konsultasi RF Wajah
Konsultasi jadi jauh lebih efektif kalau kamu datang dengan catatan lengkap. Coba siapkan hal-hal ini:
- Daftar implan dan alat medis. Kalau kamu memakai pacemaker, bawa kartu identitas alatnya. American Heart Association menyarankan pemakai pacemaker selalu membawa kartu ini.
- Daftar obat dan suplemen. Termasuk pengencer darah, obat yang memengaruhi imun, dan obat jerawat minum.
- Riwayat treatment wajah beserta tanggalnya. Misalnya filler, botox, tanam benang, peeling, laser, atau operasi.
- Riwayat penyakit kronis dan keloid. Misalnya diabetes, autoimun, epilepsi, atau gangguan pembekuan darah.
- Status kehamilan atau menyusui. Cleveland Clinic meminta pasien memberi tahu dokter bila sedang hamil, punya penyakit kulit aktif, atau sedang menjalani perawatan kulit lain.
Di halaman RF Wajah Sozo disebutkan bahwa dokter memeriksa kondisi kulit sebelum tindakan. Catatanmu membantu pemeriksaan itu, sekaligus jadi bahan diskusi kalau kamu juga mempertimbangkan pilihan lain dalam Radiofrequency Treatment.
Izin Alat dan Operator Terlatih sebagai Lapisan Keamanan
Selain riwayat medismu, alat dan orang yang memakainya ikut menentukan keamanan. Menurut Kementerian Kesehatan, alat kesehatan yang beredar di Indonesia harus memiliki izin edar.
Cleveland Clinic juga menyarankan memilih tenaga kesehatan yang berpengalaman dengan RF, dan memakai alat yang sudah disetujui otoritas untuk penggunaan di kulit. Alat seperti ini punya fitur keamanan yang menurunkan risiko luka bakar. Jadi, nggak ada salahnya kamu bertanya soal izin alat dan siapa yang akan melakukan tindakan.
Pertanyaan Seputar Kontraindikasi RF Wajah
Pernah Pasang Plat Logam di Rahang, Boleh RF?
Perlu dinilai dokter dulu. Beberapa protokol penelitian RF mengecualikan logam seperti plat dan sekrup yang berada di area tindakan, dan rahang dekat dengan area RF wajah. Bawa riwayat operasimu supaya dokter bisa menentukan apakah area itu perlu dihindari.
Pakai Behel atau Implan Gigi, Apakah Masalah?
Sumber yang ada belum memberi jawaban yang seragam soal behel dan implan gigi. Prinsip umumnya, logam di dekat area tindakan perlu dinilai. Jadi, sampaikan ke dokter sebelum sesi, dan jangan menganggapnya aman atau berbahaya tanpa pemeriksaan.
Penderita Diabetes Boleh RF Wajah?
Bukan larangan mutlak. Produsen alat belum meneliti penggunaannya pada penderita diabetes, dan Changi General Hospital memasukkan diabetes ke daftar yang wajib disampaikan. Karena itu, dokter perlu menilai kondisimu sebelum tindakan.
Kejujuran soal Riwayat Medis Menentukan Keamanan RF
Kalau dirangkum, kondisimu bisa masuk salah satu dari tiga kelompok:
- Tidak dianjurkan RF: pemakai pacemaker, defibrilator, dan perangkat elektronik tertanam lainnya.
- Perlu dinilai dokter dulu: implan logam, filler permanen, penyakit kronis, obat tertentu, kehamilan, dan menyusui.
- Cukup ditunda sampai membaik: kondisi kulit sementara, seperti herpes aktif atau kulit terbakar matahari.
Kalau kamu masuk kelompok pertama, belum perlu memaksakan RF. Tanyakan pilihan lain ke dokter. Kalau masuk kelompok kedua atau ketiga, datanglah ke konsultasi dengan catatan lengkap, dan ceritakan semuanya dengan jujur, termasuk hal yang menurutmu sepele.
Referensi:
Thermage | Skin Tightening Treatment | Thermage (Solta Medical)
All About Radiofrequency Treatment | Changi General Hospital
Radiofrequency Indications and Contraindications | Türkiye Klinikleri
Limitations and Safety Tips on RF Facial Devices in Domestic Use | Consumer Council Hong Kong
Radio Frequency (RF) Skin Tightening: Benefits & Dangers | Cleveland Clinic
Feasibility Study of the TruSculpt Radiofrequency Device | ClinicalTrials.gov
Living With Your Pacemaker | American Heart Association
Pedoman Bimbingan Teknis Perizinan Alat Kesehatan | Kemenkes
