Slimming 8 mnt baca

Kenali Efek Samping dan Kontraindikasi Meso Slim Body!

Kenali Efek Samping dan Kontraindikasi Meso Slim Body!

Meso Slim Body adalah teknik injeksi obat ke lapisan kulit untuk mempercepat metabolisme lemak dan mengecilkan ukuran sel lemak di jaringan subkutan. 

Prosesnya memperbaiki tampilan selulit dan membentuk kontur tubuh yang lebih ideal. Cara kerjanya lewat dua mekanisme: memecah dan mengurangi massa sel lemak, atau memicu kematian sel lemak (apoptosis) secara langsung.

Meski disebut aman, injeksi ini tetap prosedur medis yang bisa menimbulkan efek samping dan tidak cocok untuk semua orang.

Baca Juga: Meso Treatment: Manfaat, Efek Samping, dan Pantangannya

Seberapa Aman Meso Slim Body Ini?

Tindakan Meso Slim Body | Source: Internal Sozo Skin Clinic
Tindakan Meso Slim Body | Source: Internal Sozo Skin Clinic

Meso Slim Body tergolong tindakan minim risiko dibanding operasi seperti sedot lemak, karena tidak melibatkan sayatan atau anestesi umum. 

Sebelum tindakan, dokter melakukan konsultasi untuk memastikan kondisi pasien sesuai dan menggunakan alat serta bahan sekali pakai yang terjaga kebersihannya, sehingga risiko kontaminasi silang bisa ditekan.

Meski begitu, keamanan mesotherapy secara umum masih jadi perdebatan di kalangan medis. 

American Society of Plastic Surgeons (ASPS) menyatakan bukti ilmiah soal keamanan dan efektivitas mesotherapy/injection lipolysis masih terbatas, sehingga organisasi ini belum merekomendasikan penggunaannya secara rutin dalam praktik klinis, dan ASPS mencatat reaksi merugikan tetap bisa terjadi sementara profil keamanan larutan yang dipakai belum jelas. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga belum menyetujui formula fat-dissolving injection tertentu, dan pernah memperingatkan bahwa produk yang tidak disetujui bisa memicu komplikasi serius seperti jaringan parut permanen, infeksi berat, deformitas kulit, kista, dan benjolan yang nyeri. 

Sebagian besar reaksi berat ini justru muncul saat suntikan dilakukan oleh tenaga tidak berkompeten atau produknya dibeli sendiri secara daring. 

Artinya, keamanan Meso Slim Body sangat bergantung pada tiga hal: kualifikasi dokter yang menyuntik, kandungan formula yang dipakai, dan kepatuhan pada prosedur sterilisasi. Konsultasi awal bukan formalitas di sinilah dokter mengecek riwayat kesehatan, alergi, dan kontraindikasi pasien sebelum memutuskan boleh-tidaknya tindakan dilanjutkan.

Efek Samping Meso Slim Body

Reaksi Ringan yang Umum Terjadi

Sebagian besar pasien merasakan ketidaknyamanan ringan saat dan setelah treatment. Ini normal, karena jarum tetap menembus kulit meski ukurannya sangat halus. Reaksi yang biasa muncul:

  • Memar atau kebiruan di titik suntikan
  • Nyeri saat area yang disuntik ditekan
  • Bengkak ringan
  • Ruam kemerahan
  • Rasa gatal
  • Kulit di area yang ditreatment jadi lebih sensitif
  • Transient erythema (kemerahan sementara) dan edema (bengkak akibat cairan yang menumpuk di jaringan)
  • Mati rasa sementara
  • Sensasi hangat di area yang dikerjakan

Reaksi-reaksi ini umumnya mereda dalam 2–3 hari. Jika rasa tidak nyaman menetap lebih lama dari itu, dokter perlu mengevaluasi kemungkinan infeksi.

Tanda Infeksi yang Perlu Diwaspadai

Infeksi bisa terjadi kalau alat atau teknik injeksi tidak steril. Bedanya dengan bengkak dan kemerahan biasa: infeksi disertai nyeri hebat yang tidak kunjung reda, area suntikan terasa sangat hangat saat disentuh, kemerahan yang meluas, keluar nanah, dan kadang demam. Kombinasi gejala ini butuh penanganan dokter dengan antibiotik secepatnya untuk mencegah komplikasi lanjutan.

Reaksi Alergi

Reaksi alergi muncul kalau tubuh sensitif terhadap salah satu kandungan dalam formula suntikan. Gejalanya bisa berupa gatal-gatal dan ruam pada kasus ringan, sampai anafilaksis pada kasus yang sangat jarang. Karena itu, dokter perlu tahu riwayat alergi pasien sebelum treatment, dan pada kondisi tertentu bisa melakukan patch test kecil lebih dulu.

Efek Samping yang Jarang tapi Perlu Diperhatikan

Beberapa efek samping berikut jarang terjadi, tapi tetap tercatat sebagai risiko mesotherapy:

  • Bercak gelap (hiperpigmentasi)  perubahan warna kulit di area suntikan
  • Jaringan parut (scarring) biasanya muncul kalau ada kerusakan kulit yang cukup parah atau infeksi yang tidak ditangani dengan tepat
  • Kerusakan saraf kalau injeksi tidak tepat sasaran dan mengenai saraf, bisa menyebabkan mati rasa yang menetap, kelemahan otot, atau nyeri berkepanjangan
  • Kerusakan pembuluh darah injeksi yang mengenai pembuluh darah besar berisiko memicu perdarahan internal
  • Mual, yang tercatat sebagai salah satu efek samping sistemik dari suntikan pelangsingan

Kapan Harus Segera ke Dokter

Segera hubungi dokter kalau muncul demam atau menggigil, mati rasa dan kelemahan yang tidak biasa, cairan atau nanah keluar dari titik suntikan, atau reaksi alergi berat seperti sesak napas dan gatal-gatal di seluruh tubuh.

Kontraindikasi: Siapa yang Sebaiknya Tidak Melakukan Meso Slim Body?

Konsultasi sebelum treatment bukan basa-basi. Di sinilah dokter menyaring kondisi tertentu yang membuat suntikan mesotherapy jadi berisiko, bukan sekadar tidak nyaman. 

Kalau kamu punya salah satu kondisi di bawah, sampaikan ke dokter secara terbuka sebelum memutuskan lanjut treatment. 

Ibu Hamil dan Menyusui

Zat aktif dalam suntikan mesotherapy bisa terserap ke aliran darah dan berpotensi memengaruhi janin atau bayi lewat ASI. Karena keamanannya pada kehamilan dan menyusui belum punya data yang cukup, kondisi ini masuk kontraindikasi mesoterapi menurut kajian ilmiah.

Luka Terbuka atau Infeksi di Area yang Akan Ditreatment

Menyuntikkan zat aktif ke kulit yang sedang luka atau terinfeksi memperbesar risiko infeksi menyebar lebih dalam. Area treatment perlu dalam kondisi kulit sehat lebih dulu.

Pasien yang Mengonsumsi Obat Tertentu

Beberapa golongan obat perlu diwaspadai karena berinteraksi dengan efek suntikan atau menutupi gejala komplikasi:

  • Antikoagulan seperti aspirin, warfarin, dan heparin meningkatkan risiko perdarahan di titik suntikan.
  • Antikolinergik, antidepresan, dan antihistamin bisa memengaruhi respons tubuh terhadap zat aktif yang disuntikkan.

Kalau kamu rutin mengonsumsi salah satu obat ini, dokter perlu tahu sebelum menentukan boleh-tidaknya treatment dilanjutkan.

Pasien dengan Terapi Parkinson, Alzheimer, atau Gangguan Irama Jantung

Pasien yang menjalani terapi Parkinson atau Alzheimer umumnya juga mengonsumsi obat golongan antikolinergik seperti trihexyphenidyl, sehingga risikonya berkaitan dengan poin sebelumnya. Sementara itu, pasien dengan gangguan pompa atau irama jantung (aritmia) berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi kardiovaskular kalau tetap disuntik, apalagi jika sedang mengonsumsi obat aritmia jantung.

Alergi terhadap Kandungan Formula

Reaksi alergi terhadap salah satu bahan aktif dalam cairan suntikan bisa muncul dalam bentuk ringan seperti gatal dan ruam, sampai reaksi berat seperti anafilaksis. Riwayat alergi obat atau bahan tertentu wajib disampaikan ke dokter di sesi konsultasi awal.

Pasien Kanker

Pengidap kanker termasuk dalam daftar kontraindikasi mesoterapi. Sistem imun dan kondisi pembuluh darah pasien kanker sering kali sudah terpengaruh oleh penyakit atau terapinya sendiri, sehingga menambah prosedur invasif seperti suntikan berisiko memperberat kondisi.

Pasien Autoimun

Sistem imun yang sudah terganggu membuat proses penyembuhan luka suntikan lebih lambat dan lebih rentan infeksi. Pasien dengan penyakit autoimun perlu evaluasi khusus sebelum menjalani treatment ini.

Pasien Diabetes

Diabetes melitus tercatat sebagai salah satu kontraindikasi mesoterapi. Kadar gula darah yang tidak terkontrol memperlambat penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi di titik suntikan.

Gangguan Hati, Ginjal, atau Kondisi Vaskular

Pasien dengan penyakit ginjal, gangguan hati, riwayat perdarahan, riwayat stroke, atau penyakit tromboembolik (gangguan pembekuan darah yang menyumbat pembuluh) juga masuk daftar kontraindikasi, karena organ-organ ini berperan memproses zat aktif yang disuntikkan ke tubuh.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Dulu

Konsultasi sebelum treatment bukan pelengkap prosedur, tapi tahap yang menentukan aman atau tidaknya Meso Slim Body untukmu. Beberapa situasi ini sebaiknya kamu diskusikan langsung dengan dokter sebelum memutuskan lanjut:

  • Kamu punya riwayat kondisi yang masuk daftar kontraindikasi di atas, seperti diabetes, gangguan jantung, autoimun, atau sedang menjalani terapi penyakit tertentu.
  • Kamu sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan dalam waktu dekat.
  • Kamu rutin mengkonsumsi obat pengencer darah, antikolinergik, antidepresan, atau obat resep lain yang belum pernah kamu diskusikan dengan dokter estetika.
  • Kamu pernah mengalami reaksi alergi terhadap prosedur injeksi atau bahan skincare tertentu sebelumnya.
  • Area yang ingin di treatment sedang ada luka, infeksi, atau iritasi kulit.
  • Efek samping ringan setelah treatment sebelumnya (bengkak, nyeri, kemerahan) tidak kunjung membaik dalam 2–3 hari.

Di luar situasi-situasi itu, konsultasi tetap jadi langkah pertama yang wajib dilakukan siapa pun sebelum treatment, bukan cuma untuk yang punya kondisi khusus. 

Di sesi ini, dokter mengecek riwayat kesehatanmu, menentukan apakah kondisimu sesuai untuk treatment, dan menyesuaikan formula serta area yang akan ditangani.

Di Sozo Skin Clinic, setiap pasien yang tertarik dengan Meso Treatment, termasuk Meso Slim Body untuk membentuk kontur tubuh, melewati konsultasi dengan dokter lebih dulu sebelum tindakan dijadwalkan. 

Tujuannya supaya treatment yang kamu jalani benar-benar sesuai kondisi tubuhmu, bukan sekadar ikut tren. Yuk konsultasi sekarang juga dengan klik tombol dibawah ini 

Konsultasi Gratis

FAQ Seputar Efek Samping Meso Slim Body

Apakah efek samping Meso Slim Body berbahaya?

Sebagian besar tidak. Efek samping seperti bengkak, kemerahan, dan nyeri di area suntikan bersifat ringan dan hilang sendiri dalam 2–3 hari. Efek samping yang lebih serius seperti infeksi atau reaksi alergi berat jarang terjadi, dan risikonya bisa ditekan kalau treatment dilakukan tenaga medis berkualifikasi dengan alat steril.

Berapa lama bengkak atau memar setelah Meso Slim Body hilang?

Umumnya membaik dalam 2–3 hari. Kalau bengkak, nyeri, atau kemerahan masih ada setelah rentang waktu itu, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mengecek kemungkinan infeksi.

Bolehkah ibu menyusui melakukan Meso Slim Body?

Tidak disarankan tanpa penilaian dokter lebih dulu. Formula yang dipakai bisa berbeda-beda, dan data keamanannya untuk ibu menyusui masih terbatas.

Apakah penderita diabetes boleh melakukan treatment ini?

Diabetes yang tidak terkontrol termasuk kontraindikasi. Kadar gula darah yang tinggi memperlambat penyembuhan luka suntikan dan menaikkan risiko infeksi. Penderita diabetes yang terkontrol tetap perlu konsultasi dulu untuk memastikan kondisinya aman.

Apakah hasil Meso Slim Body permanen?

Tidak. Sel lemak yang sudah dihancurkan memang tidak kembali, tapi lemak baru bisa terbentuk lagi kalau pola makan dan aktivitas fisik tidak dijaga. Treatment ini bukan pengganti diet, melainkan pelengkap untuk membentuk kontur tubuh di area tertentu.

Berapa kali sesi yang dibutuhkan untuk melihat hasil?

Perubahan awal biasanya mulai terlihat sekitar 2–3 minggu setelah sesi pertama, dengan total program sekitar 4–8 sesi tergantung kondisi lemak dan target hasil masing-masing orang.

Sumber:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×