Sauna blanket memang terasa santai, tapi panasnya tetap memberi kerja tambahan untuk jantung, pembuluh darah, dan cairan tubuhmu. Untuk kebanyakan orang sehat, ini umumnya aman. Tapi kalau kamu sedang hamil, punya penyakit jantung atau tekanan darah yang belum terkontrol, sedang demam atau sakit, baru minum alkohol, atau memakai patch obat di kulit, sebaiknya tunda dulu atau konsultasikan ke dokter.
Biar jelas, kita bagi jadi dua kelompok: kondisi yang sebaiknya menghindari sauna blanket, dan kondisi yang perlu konsultasi dokter dulu.
Siapa Saja yang Tidak Boleh Menggunakan Sauna Blanket?
Kalau kamu bertanya siapa yang tidak boleh sauna, jawabannya: ibu hamil di awal kehamilan, orang yang sedang sakit atau demam, orang yang baru minum alkohol, dan pemakai patch obat sebaiknya tidak memakai sauna blanket dulu. Penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau rendah, dan beberapa kondisi lain perlu bertanya ke dokter lebih dulu.
Untuk orang sehat, sauna umumnya bisa diterima dengan baik. Sumber yang ada memang membahas sauna, bukan sauna blanket secara khusus, tapi prinsipnya sama: tubuhmu harus menghadapi panas.
| Kondisi | Hindari atau konsultasi | Alasan singkat |
|---|---|---|
| Hamil, terutama di awal kehamilan | Hindari | Kenaikan suhu inti tubuh bisa berbahaya bagi janin |
| Demam, sakit, atau infeksi | Hindari | Saran umumnya, jangan sauna saat sakit |
| Setelah minum alkohol | Hindari | Alkohol terlibat dalam banyak kecelakaan saat sauna |
| Memakai patch obat di kulit | Hindari | Panas bisa membuat obat dari patch masuk lebih banyak |
| Penyakit jantung atau tekanan darah tinggi | Konsultasi | Denyut nadi naik dan tekanan darah bisa berubah |
| Tekanan darah rendah atau sering pusing | Konsultasi | Tekanan darah bisa turun sementara setelah sauna |
| Rutin minum obat | Konsultasi | Sebagian obat mengganggu keringat dan memicu kepanasan |
| Diabetes dengan kulit kebas | Konsultasi | Lebih sulit merasakan panas yang berlebihan |
| Pria yang merencanakan kehamilan | Konsultasi | Produksi sperma bisa terganggu sementara |
Kondisi yang Sebaiknya Menghindari Sauna Blanket
Pada kondisi berikut, efek samping sauna lebih patut kamu waspadai, jadi lebih aman kamu lewati dulu sesinya.
Kehamilan, Terutama Trimester Awal
Kalau kamu sedang hamil, terutama di awal kehamilan, sebaiknya jangan memakai sauna blanket. ACOG, organisasi dokter kandungan Amerika Serikat, menyarankan tidak memakai sauna atau berendam air panas di awal kehamilan, karena suhu inti tubuh naik, dan kenaikan ini bisa berbahaya bagi janin.
Kenaikan suhu tubuh di awal kehamilan, khususnya sebelum minggu ke-6, juga dikaitkan dengan risiko cacat tabung saraf, yaitu gangguan pembentukan otak dan tulang belakang bayi.
Ada sumber lama yang menyebut sauna tidak berisiko untuk kehamilan tanpa komplikasi. Karena pendapatnya berbeda, lebih aman mengikuti anjuran ACOG, dan tanyakan soal sauna untuk ibu hamil ke dokter kandunganmu.
Demam, Sakit, atau Infeksi
Saat kamu sedang demam, flu, atau ada infeksi, tunda dulu sesi sauna. Saran umumnya jelas: jangan sauna saat sakit. Tunggu sampai badanmu benar-benar pulih.
Setelah Minum Alkohol atau Saat Hangover
Jangan memakai sauna blanket setelah minum alkohol. Saran umumnya, hindari alkohol sebelum dan sesudah sauna, karena alkohol tercatat terlibat dalam banyak kecelakaan fatal saat sauna.
Kalau badanmu masih terasa tidak enak setelah minum, tunda juga sesimu sampai kondisimu benar-benar pulih.
Memakai Patch Obat di Kulit
Kalau kamu memakai patch obat yang menempel di kulit, misalnya patch nikotin atau patch nitrogliserin untuk jantung, sebaiknya hindari sauna. Panas sauna meningkatkan aliran darah ke kulit, sehingga obat dari patch bisa terserap lebih banyak dari yang seharusnya.
Kondisi yang Perlu Konsultasi Dokter Dulu
Kondisi berikut belum tentu membuatmu tidak boleh sauna blanket, tapi keputusannya sebaiknya lewat dokter.
Penyakit Jantung dan Tekanan Darah
Penderita tekanan darah tinggi yang belum terkontrol dan penyakit jantung perlu bertanya ke dokter sebelum sauna. Saat sauna, denyut nadi bisa naik 30% atau lebih, dan tekanan darah bereaksi berbeda pada tiap orang, naik pada sebagian orang dan turun pada yang lain.
Jadi soal sauna untuk penderita hipertensi, jawabannya bergantung pada seberapa terkontrol tekanan darahmu dan saran doktermu.
Tekanan Darah Rendah atau Sering Pusing Saat Berdiri
Kalau tekanan darahmu cenderung rendah, berhati-hatilah, karena tekanan darah bisa turun sementara setelah sauna. Pusing saat berdiri juga bisa dipicu dehidrasi ringan atau kepanasan.
Konsumsi Obat Tertentu
Sebagian obat bisa mengganggu kemampuan tubuh berkeringat dan membuatmu lebih mudah kepanasan. Obat perangsang (stimulan) juga bisa mengubah cara tubuh merespons panas.
Kalau kamu rutin minum obat, misalnya obat tekanan darah, obat jantung, atau obat penurun berat badan, bawa daftarnya saat konsultasi. Dokter bisa menilai apakah obatmu aman dengan paparan panas.
Diabetes dengan Gangguan Rasa di Kulit
Kalau kamu punya diabetes, kerusakan saraf bisa menurunkan kemampuanmu merasakan panas dan nyeri, terutama di kaki.
Padahal rasa panas dan nyeri adalah alarm alami tubuh. Kalau alarm ini melemah, kamu bisa tidak sadar kulitmu sudah terlalu panas, sehingga risiko luka bakar meningkat.
Pria yang Sedang Merencanakan Kehamilan
Kalau kamu dan pasangan sedang merencanakan kehamilan, ada satu hal yang perlu kamu tahu. Satu studi kecil pada 10 pria mencatat produksi sperma terganggu akibat sauna rutin, tapi kembali pulih setelah mereka berhenti sauna.
Datanya memang masih terbatas, jadi bicarakan dengan dokter kalau kamu sedang program hamil.
Pentingnya Skrining Sebelum Sesi
Skrining membantu mengenali kondisi-kondisi tadi sebelum sesi dimulai, supaya risikonya bisa dokter pertimbangkan lebih awal.
Sebagai contoh, halaman caloburn treatment Sozo menganjurkan siapa pun yang sedang hamil atau punya gangguan jantung untuk berkonsultasi dulu dengan tim sebelum treatment. Jujurlah soal kondisi dan obatmu saat skrining, karena informasi itulah yang jadi dasar keputusan.
Pertanyaan yang Perlu Disiapkan Saat Konsultasi
Sebelum menjalani sauna blanket treatment, siapkan beberapa pertanyaan ini supaya konsultasimu lebih terarah:
- Apakah kondisi dan obat saya aman dengan paparan panas?
- Berapa durasi dan suhu maksimal yang aman untuk saya?
- Tanda apa yang membuat saya harus berhenti di tengah sesi?
BACA JUGA: Bagaimana Cara Menurunkan Berat Badan yang Terbukti Efektif
Pertanyaan Seputar Kontraindikasi Sauna Blanket
Apakah Penderita Hipertensi Boleh Sauna Blanket?
Kalau tekanan darahmu sudah terkontrol, konsultasikan dulu dengan dokter. Kalau belum terkontrol, sebaiknya tunda sampai dokter memberi lampu hijau.
Apakah Lansia Boleh Sauna Blanket?
Menurut satu tinjauan, sauna umumnya bisa diterima dengan baik oleh orang sehat dari bayi sampai lansia. Tapi kalau punya penyakit penyerta atau rutin minum obat, tanyakan dulu ke dokter.
Bolehkah Sauna Blanket Setelah Operasi?
Tanyakan ke dokter yang menangani operasimu, karena waktu yang aman untuk paparan panas bergantung pada jenis operasi dan proses penyembuhanmu.
Ragu Kondisimu Aman? Tanya Dulu Sebelum Sesi
Kalau kamu sehat dan tidak punya kondisi di daftar tadi, sauna blanket umumnya bisa kamu coba dengan durasi yang wajar. Kalau ada satu saja kondisi di daftar itu, jangan ragu menunda dan bertanya ke dokter dulu.
Kapan pun selama sesi kamu merasa pusing, mual, atau tidak nyaman, hentikan sesinya. Lebih baik berhenti lebih awal daripada memaksakan diri.
Referensi:
Sauna Health Benefits: Are saunas healthy or harmful? | Harvard Health
Sauna bathing: a warm heart proves beneficial | PMC
Can I use a sauna or hot tub early in pregnancy? | ACOG
Fever / Hyperthermia | MotherToBaby (NCBI Bookshelf)
Are saunas good for you? | Poison Control
Orthostatic hypotension (postural hypotension): Symptoms and causes | Mayo Clinic
Clinical Effects of Regular Dry Sauna Bathing: A Systematic Review | PMC
Your Feet and Diabetes | CDC
Applications of infrared radiation | BfS (Bundesamt für Strahlenschutz)
