Hair 10 mnt baca

Mengenal Hormon DHT: Penyebab Rambut Rontok Hingga Kebotakan pada Wanita dan Pria

Mengenal Hormon DHT: Penyebab Rambut Rontok Hingga Kebotakan pada Wanita dan Pria

Artikel ini menjelaskan bahwa hormon DHT (dihydrotestosterone) merupakan penyebab utama kerontokan rambut genetik (androgenetic alopecia) karena secara bertahap mengecilkan folikel rambut yang sensitif, sehingga rambut tumbuh menipis dan memicu kebotakan baik pada pria maupun wanita. Kerontokan progresif ini dapat diatasi dengan deteksi dini, menjaga nutrisi, serta melakukan perawatan klinis profesional seperti terapi Hair Grow Booster, PRP Hair, atau Biolight Hair di Sozo Skin Clinic.

Banyak orang mengira rambut rontok hanya disebabkan oleh stres atau salah memilih produk perawatan rambut. Padahal, pada banyak kasus, terutama kebotakan pola pria dan wanita, ada faktor hormon yang berperan besar, yaitu hormon DHT.

Jika kamu pernah mencari penyebab kebotakan atau rambut rontok yang terjadi terus-menerus, kemungkinan besar kamu menemukan istilah DHT. DHT atau dihydrotestosterone merupakan hormon yang sering dikaitkan dengan androgenetic alopecia, yaitu jenis kerontokan rambut yang paling umum terjadi pada pria maupun wanita.

Hormon ini sebenarnya memiliki fungsi penting bagi tubuh. Namun, pada sebagian orang, DHT dapat memengaruhi kesehatan folikel rambut dan memicu kerontokan yang berlangsung secara bertahap.

Memahami cara kerja hormon DHT dapat membantu kamu mengenali penyebab rambut rontok lebih dini. Dengan begitu, langkah hair treatment yang tepat bisa dilakukan sebelum kerontokan berkembang menjadi penipisan rambut atau kebotakan yang lebih luas.

Apa Itu DHT?

DHT adalah singkatan dari dihydrotestosterone, yaitu hormon androgen yang berasal dari testosteron. Hormon ini secara alami diproduksi oleh tubuh pria maupun wanita.

Dikutip dari Healthline, DHT terbentuk ketika testosteron diubah oleh enzim yang disebut 5-alpha reductase. Hasil perubahan ini menghasilkan hormon yang memiliki efek androgen lebih kuat dibandingkan testosteron.

Pada pria, DHT berperan penting sejak masa perkembangan janin hingga pubertas. Hormon ini membantu pembentukan organ reproduksi pria dan berbagai karakteristik fisik lainnya.

Meski sering dikaitkan dengan pria, wanita juga memiliki DHT dalam jumlah yang lebih rendah. Dalam kondisi normal, hormon ini tetap menjadi bagian dari keseimbangan hormon tubuh.

Karena keterkaitannya dengan kerontokan rambut, DHT sering dianggap sebagai hormon yang merugikan. Padahal, hormon ini memiliki fungsi biologis yang penting. Masalah biasanya muncul ketika folikel rambut memiliki sensitivitas tinggi terhadap DHT.

Bagaimana DHT Diproduksi dalam Tubuh?

cara merawat rambut rontok

Produksi DHT terjadi melalui proses alami yang melibatkan hormon testosteron. Secara sederhana, prosesnya sebagai berikut:

  • Tubuh memproduksi hormon testosteron.
  • Sebagian testosteron diubah menjadi DHT (dihydrotestosterone).
  • Proses perubahan ini dibantu oleh enzim 5-alpha reductase.
  • Konversi tersebut terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti kulit, kulit kepala, folikel rambut, prostat, dan kelenjar minyak.
  • DHT yang terbentuk kemudian menjalankan berbagai fungsi biologis dalam tubuh.

Jumlah DHT yang dihasilkan setiap orang dapat berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Faktor genetik atau keturunan.
  • Aktivitas enzim 5-alpha reductase.
  • Usia.
  • Perubahan dan keseimbangan hormon dalam tubuh.

Karena itu, dua orang dengan kadar testosteron yang mirip belum tentu memiliki kondisi rambut yang sama. Pada sebagian orang, folikel rambut lebih sensitif terhadap DHT sehingga risiko kerontokan dan kebotakan menjadi lebih tinggi.

Apa Fungsi DHT dalam Tubuh?

Meskipun sering dikaitkan dengan kebotakan, DHT memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh.

Pada pria, DHT berperan dalam pembentukan organ reproduksi selama masa perkembangan janin. Hormon ini juga membantu munculnya karakteristik seksual sekunder saat pubertas.

Karakteristik tersebut meliputi suara yang lebih berat, pertumbuhan rambut wajah, peningkatan massa otot, dan pertumbuhan rambut tubuh. DHT juga berperan dalam fungsi biologis tertentu yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi pria.

Pada wanita, DHT tetap diproduksi dalam jumlah yang lebih kecil. Hormon ini membantu menjaga keseimbangan fungsi androgen dalam tubuh.

Karena itu, tujuan penanganan kerontokan rambut bukan menghilangkan DHT sepenuhnya. Fokusnya adalah mengurangi dampak negatif DHT pada folikel rambut yang sensitif.

BACA JUGA: Rambut Rontok karena Stres: Kenali Tandanya Sebelum Makin Parah

Apa Hubungan DHT dengan Rambut Rontok?

Hubungan antara hormon DHT dan kerontokan rambut telah diteliti selama bertahun-tahun. DHT diketahui menjadi salah satu faktor utama dalam terjadinya androgenetic alopecia.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam National Center for Biotechnology Information (NCBI), DHT memiliki peran penting dalam proses miniaturisasi folikel rambut yang menyebabkan kebotakan pola pria maupun wanita.

Saat DHT menempel pada reseptor di folikel rambut, siklus pertumbuhan rambut dapat terganggu. Rambut yang tumbuh menjadi lebih tipis dan lebih pendek dibandingkan sebelumnya.

Pada awalnya, perubahan ini mungkin sulit disadari. Namun, seiring waktu, jumlah rambut yang tumbuh sehat semakin berkurang. Folikel rambut yang terus-menerus terpapar pengaruh DHT dapat mengalami penyusutan. Akibatnya, kemampuan folikel untuk menghasilkan rambut sehat menjadi semakin menurun. Inilah alasan mengapa kerontokan akibat DHT biasanya berkembang secara perlahan dan progresif.

Bagaimana DHT Menyebabkan Kebotakan?

Singkatnya, DHT tidak langsung membuat rambut rontok. DHT secara bertahap mengecilkan folikel rambut hingga rambut tumbuh semakin tipis dan akhirnya berhenti tumbuh.

Prosesnya terjadi secara bertahap:

  1. DHT menempel pada reseptor di folikel rambut
    Pada orang yang memiliki sensitivitas genetik terhadap DHT, hormon ini dapat memengaruhi kinerja folikel rambut.

  2. Ukuran folikel rambut mulai mengecil
    Folikel yang sebelumnya sehat perlahan menjadi lebih kecil dari ukuran normalnya.

  3. Rambut yang tumbuh menjadi lebih tipis
    Setiap siklus pertumbuhan menghasilkan rambut dengan diameter yang semakin kecil.

  4. Masa pertumbuhan rambut menjadi lebih pendek
    Rambut lebih cepat memasuki fase rontok sebelum mencapai panjang maksimal.

  5. Kepadatan rambut mulai berkurang
    Rambut terlihat semakin jarang karena jumlah rambut sehat yang tumbuh terus menurun.

  6. Folikel dapat berhenti menghasilkan rambut
    Jika proses berlangsung dalam waktu lama, beberapa folikel bisa berhenti memproduksi rambut yang terlihat.

  7. Kebotakan mulai terlihat
    Area kulit kepala menjadi semakin jelas terlihat akibat berkurangnya jumlah rambut.

Pola kebotakan akibat DHT dapat berbeda pada pria dan wanita:

  • Pria: biasanya dimulai dari garis rambut depan dan area puncak kepala.
  • Wanita: umumnya berupa penipisan rambut secara menyeluruh, terutama di bagian tengah kepala.

Dikutip dari berbagai penelitian dermatologi, faktor keturunan memiliki peran besar dalam menentukan seberapa sensitif folikel rambut terhadap DHT. Karena itu, tidak semua orang dengan kadar DHT yang sama akan mengalami tingkat kerontokan yang sama.

Apakah Semua Orang dengan DHT Tinggi Akan Mengalami Kebotakan?

cara menumbuhkan rambut botak

Tidak.

Kadar DHT yang tinggi tidak selalu menyebabkan kebotakan, dan seseorang dengan kadar DHT normal pun bisa mengalami kerontokan jika memiliki sensitivitas genetik terhadap hormon tersebut. Folikel yang lebih sensitif akan lebih mudah mengalami miniaturisasi meskipun kadar DHT tidak terlalu tinggi.

Hal ini menjelaskan mengapa pola kebotakan sering ditemukan dalam satu keluarga. Jika orangtua, kakek, atau nenek,  memiliki riwayat androgenetic alopecia, maka risiko mengalami kondisi yang sama biasanya lebih besar.

Selain faktor genetik, kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi kesehatan rambut. Misalnya gangguan hormon, kekurangan nutrisi, penyakit autoimun, atau stres berkepanjangan.

Karena itu, tidak semua kasus rambut rontok berkaitan langsung dengan hormon DHT.

Tanda-Tanda Kerontokan Rambut Akibat DHT

Kerontokan yang berkaitan dengan DHT biasanya memiliki pola tertentu.

1. Garis Rambut Mulai Mundur

Pada pria, salah satu tanda paling umum adalah garis rambut yang perlahan bergeser ke belakang. Perubahan biasanya dimulai dari area pelipis dan semakin terlihat seiring waktu.

2. Rambut Menipis di Area Puncak Kepala

Area ubun-ubun sering menjadi lokasi pertama yang mengalami penipisan. Rambut terlihat lebih jarang dibandingkan area lainnya.

3. Diameter Rambut Semakin Kecil

Rambut baru yang tumbuh memiliki ukuran lebih tipis. Perubahan ini sering terjadi secara bertahap sehingga tidak langsung disadari.

4. Rambut Sulit Tumbuh Panjang

Siklus pertumbuhan rambut menjadi lebih pendek. Akibatnya, rambut lebih cepat memasuki fase rontok sebelum mencapai panjang maksimal.

5. Kulit Kepala Mulai Terlihat

Ketika kepadatan rambut berkurang, kulit kepala menjadi lebih mudah terlihat terutama di bawah pencahayaan terang.

6. Riwayat Kebotakan dalam Keluarga

Faktor genetik menjadi petunjuk yang cukup kuat. Jika anggota keluarga dekat mengalami kebotakan pola, kemungkinan risiko juga meningkat.

BACA JUGA: Berapa Dosis Biotin untuk Rambut Rontok yang Aman dan Efektif?

Apakah Wanita Juga Memiliki Hormon DHT?

Ya, wanita juga memiliki hormon DHT, meski jumlahnya lebih rendah dibandingkan pria. Hormon ini berasal dari proses metabolisme androgen yang terjadi di berbagai jaringan tubuh.

Pada sebagian wanita, DHT dapat berkontribusi terhadap penipisan rambut. Risiko ini dapat meningkat ketika terjadi perubahan hormon tertentu. Contohnya adalah masa menopause, sindrom ovarium polikistik (PCOS), atau gangguan keseimbangan hormon lainnya.

Berbeda dengan pria, wanita umumnya tidak mengalami kebotakan total akibat DHT. Namun, penipisan rambut yang berlangsung terus-menerus tetap dapat memengaruhi penampilan dan kepercayaan diri.

Karena gejalanya sering berkembang perlahan, banyak wanita baru menyadari perubahan setelah kepadatan rambut berkurang cukup banyak.

Cara Mengatasi Kerontokan Rambut yang Berkaitan dengan DHT

Penanganan kerontokan akibat DHT sebaiknya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.

Melakukan Pemeriksaan Sejak Dini

Semakin cepat penyebab kerontokan diketahui, semakin baik peluang untuk mempertahankan kesehatan rambut.

Pemeriksaan membantu memastikan apakah kerontokan memang berkaitan dengan DHT atau disebabkan faktor lain.

Menjaga Asupan Nutrisi

Protein, zat besi, zinc, vitamin D, dan vitamin B kompleks termasuk nutrisi yang berperan penting dalam kesehatan rambut. Dikutip dari Redcliffe Labs, beberapa makanan seperti tomat, bayam, kale, biji labu, edamame, kacang-kacangan, dan teh hijau sering dikaitkan dengan potensi mendukung keseimbangan DHT.

Makanan tersebut bukan obat kebotakan. Namun, pola makan sehat dapat membantu menjaga kondisi folikel rambut.

Mengelola Stres

Stres bukan penyebab utama androgenetic alopecia. Namun, stres dapat memperburuk kerontokan yang sudah terjadi. Tidur cukup, olahraga rutin, dan menjaga kesehatan mental dapat membantu mendukung kesehatan rambut secara keseluruhan.

Menjaga Kesehatan Kulit Kepala

Kulit kepala yang sehat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi pertumbuhan rambut. Menjaga kebersihan kulit kepala dan memilih produk yang sesuai dapat menjadi bagian dari perawatan rutin.

Mempertimbangkan Perawatan Profesional

Pada kondisi tertentu, perawatan profesional dapat membantu mengevaluasi kondisi folikel rambut secara lebih mendalam. Dokter dapat menentukan pendekatan yang sesuai berdasarkan penyebab kerontokan yang ditemukan.

BACA JUGA: Ciri-Ciri Rambut Rontok karena Penyakit dan Kapan Harus ke Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter atau Klinik Rambut?

Konsultasi disarankan jika jumlah rambut yang rontok semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pemeriksaan juga penting ketika garis rambut mulai mundur, area kulit kepala semakin terlihat, atau rambut terasa jauh lebih tipis dibandingkan sebelumnya.

Banyak orang menunda pemeriksaan karena menganggap kerontokan sebagai hal yang normal. Padahal, beberapa jenis kerontokan dapat berkembang secara progresif jika tidak ditangani sejak awal.

Di klinik yang menyediakan layanan kesehatan kulit dan rambut seperti Sozo Skin Clinic, evaluasi biasanya dilakukan untuk memahami kondisi kulit kepala, pola kerontokan, serta faktor-faktor yang mungkin memengaruhinya.

Informasi tersebut membantu menentukan pendekatan yang lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Kemudian, dokter dapat menyarankan hair treatment pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit kepala. Beberapa pilihan perawatan rambut untuk mengatasi kerontokan di Sozo Skin Clinic antara lain:

Hair Grow Booster

Perawatan ini menggunakan aplikasi serum khusus pada kulit kepala yang dikombinasikan dengan teknik microneedling. Metode tersebut membantu penyerapan bahan aktif secara lebih optimal sekaligus mendukung pertumbuhan rambut baru. Selain itu, perawatan ini juga dapat membantu mengurangi kerontokan dan meningkatkan kualitas rambut yang tumbuh.

PRP Hair

PRP Hair memanfaatkan serum yang berasal dari konsentrat growth factor berkadar tinggi. Kandungan tersebut digunakan untuk membantu merangsang aktivitas folikel rambut dan mendukung proses pertumbuhan rambut secara alami. Perawatan ini sering dipilih sebagai salah satu opsi untuk membantu meningkatkan kepadatan rambut pada area yang mengalami penipisan.

Biolight Hair

Biolight Hair menggunakan terapi cahaya merah (red light therapy) yang dirancang untuk membantu proses regenerasi sel pada kulit kepala. Terapi ini juga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah di area kulit kepala sehingga lingkungan pertumbuhan rambut menjadi lebih optimal.

Karena kerontokan akibat hormon DHT sering terjadi secara bertahap, mengenali tanda-tandanya sejak dini menjadi langkah yang penting. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai peran DHT dalam tubuh, kamu dapat mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan rambut dalam jangka panjang.

Klik banner di atas untuk menghubungi Sozo Skin Clinic dan membuat janji dengan dokter kecantikan profesional untuk mengnalisa kondisi rambutmu!

Referensi: