Hair 6 mnt baca

Traction Alopecia: Kerontokan Rambut Akibat Ikatan Terlalu Kencang

Traction Alopecia: Kerontokan Rambut Akibat Ikatan Terlalu Kencang

Apakah Anda sering mengikat rambut terlalu kencang setiap hari? Atau rutin menggunakan ponytail, sanggul, kepang, hair extension, maupun hijab dengan ikatan yang kuat? Kebiasaan yang terlihat sepele ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan traction alopecia, salah satu jenis kerontokan rambut yang sebenarnya bisa dicegah.

Traction alopecia adalah jenis kerontokan rambut yang terjadi akibat tekanan atau tarikan terus-menerus pada folikel rambut. 

Berbeda dengan kerontokan akibat faktor genetik atau hormon, kondisi ini dipicu oleh kebiasaan menata rambut yang memberi tegangan berlebih pada akar rambut.

Kabar baiknya, traction alopecia termasuk salah satu penyebab rambut rontok yang dapat dicegah, asalkan dikenali sejak dini sebelum folikel mengalami kerusakan permanen.

Apa Itu Traction Alopecia?

Traction alopecia adalah kerontokan rambut yang disebabkan oleh tarikan berulang pada akar rambut. 

Para ahli yang diwawancarai Dermatology Times menjelaskan bahwa kondisi ini muncul akibat kebiasaan mengenakan gaya rambut yang ditarik terlalu kencang secara terus-menerus.

Tarikan konstan ini lama-kelamaan merusak akar rambut, sehingga rambut menjadi lemah, mudah patah, dan akhirnya rontok di area yang mengalami tegangan paling besar.

Bagaimana Traction Alopecia Terjadi?

Prosesnya berlangsung bertahap, bukan dalam semalam. Inilah yang membuat banyak orang tidak menyadarinya sampai kerontokan menjadi cukup terlihat.

Ketika rambut ditarik kencang secara berulang, folikel mengalami stres mekanis. Hims menjelaskan bahwa tarikan terus-menerus ini merusak akar rambut hingga akhirnya menyebabkan kerontokan. 

Pada tahap awal, kerusakan masih bisa dipulihkan. Namun jika tarikan terus berlanjut, kerusakan pada folikel bisa menjadi permanen.

Apa Penyebab Traction Alopecia?

Penyebab utamanya adalah gaya rambut dan kebiasaan yang memberikan tegangan berlebih pada rambut dalam jangka panjang.

1. Gaya Rambut yang Ditarik Kencang

Ikatan kuda (ponytail), sanggul, kepang, cornrows, dan dreadlocks yang dikenakan terlalu kencang merupakan pemicu paling umum.

2. Hair Extension dan Weave

Aglow Dermatology mencatat bahwa penggunaan hair extension dan weave dapat menambah beban pada rambut alami. WebMD juga menyebut bahwa weave dengan lem perekat cenderung lebih merusak dibanding metode jahit, karena menarik rambut lebih kuat.

3. Perawatan Kimia dan Panas

Relaxer, perm, dan penataan dengan panas berlebih dapat melemahkan rambut, sehingga meningkatkan risiko patah dan kerontokan akibat tarikan.

4. Penggunaan Hijab dengan Ikatan Kuat

Mengikat atau menjepit rambut terlalu kencang di bawah hijab setiap hari juga dapat memberikan tegangan berulang pada area tertentu.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Traction Alopecia?

Siapa pun bisa mengalaminya, tetapi beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi.

1. Pengguna Gaya Rambut Ketat Secara Rutin

Mereka yang sering mengenakan kepang, ponytail, sanggul, atau cornrows dalam waktu lama paling berisiko.

2. Pengguna Perawatan Kimia atau Panas

Orang yang rutin menggunakan relaxer, perm, atau alat penata panas memiliki rambut yang lebih rentan.

3. Atlet dan Pekerja dengan Penutup Kepala

Mereka yang sering mengenakan sanggul ketat, helm, atau penutup kepala dalam waktu lama juga termasuk kelompok berisiko.

Gejala Traction Alopecia yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala awal sangat penting karena di tahap ini kondisi masih bisa dipulihkan.

1. Penipisan di Garis Rambut

Penipisan bertahap di sepanjang garis rambut, pelipis, atau mahkota kepala adalah tanda yang paling umum.

2. Bintik Kecil dan Kemerahan

Pada tahap awal, traction alopecia dapat muncul sebagai benjolan kecil mirip jerawat di sepanjang garis rambut, disertai peradangan di sekitar folikel. 

Maragh, seorang dermatolog yang dikutip Dermatology Times, menyebut kondisi ini bisa disertai gatal, pengelupasan, dan rasa perih di kulit kepala.

3. Rambut Patah dan Lemah

Rambut yang tumbuh di area terdampak cenderung menjadi pendek, patah, dan lemah.

Area Rambut yang Paling Sering Mengalami Traction Alopecia

Lokasi kerontokan biasanya mengikuti pola tarikan yang paling kuat.

Area yang paling sering terdampak adalah garis rambut depan, pelipis, dan area di sekitar mahkota kepala. Pada pengguna gaya rambut seperti box braids atau locs, kerontokan juga bisa mengikuti pola gaya rambut tersebut.

Apakah Traction Alopecia Bisa Menyebabkan Kebotakan Permanen?

Ini pertanyaan paling penting, dan jawabannya bergantung pada seberapa cepat kondisi ini ditangani.

Pada tahap awal, traction alopecia umumnya bersifat reversibel. Namun jika tarikan terus berlanjut hingga terjadi jaringan parut dan folikel rusak, kerontokan dapat menjadi permanen. Salah satu tanda folikel sudah tidak aktif adalah rambut tidak lagi tumbuh di area tersebut, dan kulit kepala tampak lebih halus atau mengilap.

Cara Mengatasi Traction Alopecia

Langkah utama selalu sama: hentikan sumber tarikannya.

1. Hentikan Gaya Rambut yang Menarik

Langkah paling mendasar adalah berhenti mengenakan gaya rambut yang menarik kencang dan memberi rambut kesempatan untuk pulih.

2. Gunakan Anti-Inflamasi Sesuai Anjuran Dokter

Medical News Today menyebut bahwa krim steroid dapat membantu mengurangi pembengkakan di kulit kepala akibat traction alopecia. Penggunaannya tetap harus berdasarkan anjuran dokter.

3. Jaga Nutrisi Rambut

Asupan protein dan zat besi yang cukup penting untuk pertumbuhan rambut. Sumber zat besi yang baik antara lain kacang-kacangan, beras merah, daging, dan sayuran hijau seperti bayam.

Treatment yang Dapat Membantu Traction Alopecia

Jika kerontokan sudah cukup signifikan, perawatan medis dapat membantu pemulihan folikel.

1. PRP (Platelet-Rich Plasma)

Dermatology Times menjelaskan bahwa injeksi PRP dapat digunakan untuk sifat regeneratifnya dalam memulihkan folikel rambut yang rusak akibat traction alopecia.

2. Minoxidil Topikal

Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan minoxidil untuk membantu pertumbuhan kembali rambut.

3. Hair Transplant pada Kasus Berat

Jika kerusakan sudah permanen, transplantasi rambut bisa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan bersama dokter.

Cara Mencegah Traction Alopecia

Karena kondisi ini dapat dicegah, perubahan kebiasaan kecil sangat berpengaruh.

1. Longgarkan Ikatan Rambut

Hindari mengikat rambut terlalu kencang. American Academy of Dermatology menyarankan agar gaya rambut ketat seperti sanggul, ponytail, cornrows, dan kepang hanya dikenakan sesekali, bukan setiap hari.

2. Batasi Durasi Pemakaian

AAD juga menyarankan untuk tidak mengenakan kepang lebih dari 2 hingga 3 bulan dan melonggarkan kepang terutama di area garis rambut.

3. Variasikan Gaya Rambut

Mengganti gaya rambut secara berkala membantu mengurangi tekanan berulang pada area yang sama.

4. Pilih Kepang atau Dreadlocks yang Lebih Tebal

Memilih kepang atau dreadlocks yang lebih tebal dapat membantu mengurangi tegangan pada folikel.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mulai melihat penipisan di garis rambut, kulit kepala terasa nyeri, atau rambut mudah patah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. 

Intervensi dini sangat menentukan, karena traction alopecia yang ditangani lebih awal punya peluang pemulihan jauh lebih besar.

Untuk membantu pemulihan folikel rambut yang terdampak traction alopecia, Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai hair treatment, termasuk PRP Hair Treatment yang membantu meregenerasi folikel dan Hair Grow Booster Treatment untuk mendukung pertumbuhan rambut. 

Konsultasikan kondisi rambutmu dengan tim dokter Sozo untuk mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

Referensi

  • Dermatology Times. Helping Patients with Traction Alopecia: Basics, Treatment, and Prevention.
  • Hims. Traction Alopecia: Symptoms & Causes.
  • WebMD. Traction Alopecia: Causes, Symptoms, and Treatment.
  • Medical News Today. Traction alopecia: Causes, treatment, and prevention.
  • Aglow Dermatology. Traction Alopecia.

 

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?