Banyak ibu panik melihat rambutnya rontok dalam jumlah banyak beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan. Tenang, kondisi ini punya nama: postpartum hair loss, atau telogen effluvium pasca persalinan. Pada sebagian besar kasus, ini hal yang normal dan sementara. Artikel ini membahas penyebab, durasi, cara mengatasi, dan kapan kerontokan ini perlu diperiksakan ke dokter.
Beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan, banyak ibu mendadak menemukan helaian rambut di sisir, bantal, dan lantai kamar mandi dalam jumlah yang bikin khawatir. Rasa panik itu wajar, apalagi di tengah masa adaptasi mengurus bayi.
Tapi ada kabar yang menenangkan: kondisi ini dikenal sebagai postpartum hair loss atau telogen effluvium pasca persalinan, dan pada sebagian besar kasus, ini normal dan bersifat sementara. Mari kita pahami apa yang sebenarnya terjadi.
Apakah Rambut Rontok Setelah Melahirkan Normal?
Jawabannya: ya, sangat normal. Cleveland Clinic menyebut kondisi ini sebagai salah satu jenis kerontokan yang paling umum dialami perempuan, dan kebanyakan ibu mengalaminya dalam derajat tertentu setelah melahirkan.
Dalam kondisi normal, kita kehilangan hingga sekitar 100 helai rambut per hari. Pada postpartum hair loss, jumlahnya melebihi itu, sehingga terasa jauh lebih dramatis dari biasanya. Meski mengkhawatirkan, ini bukan tanda ada yang salah dengan tubuhmu.
Penyebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan
Penyebab utama yang paling umum adalah hormon. Tepatnya, perubahan kadar estrogen.
Selama hamil, kadar estrogen yang tinggi membuat rambut bertahan lebih lama di fase pertumbuhan, sehingga rambut terasa lebih tebal dan penuh.
Begitu melahirkan, seperti dijelaskan U.S. Dermatology Partners, kadar estrogen turun drastis dan mendorong banyak folikel masuk ke fase istirahat (telogen) secara bersamaan.
Beberapa bulan kemudian, rambut-rambut itulah yang rontok bersamaan. Faktor lain seperti stres, kurang tidur, dan kekurangan nutrisi bisa ikut memperberat.
Baca Juga: Rambut Rontok: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan yang Tepat
Ciri-Ciri Rambut Rontok Setelah Melahirkan
Tanda yang paling kentara adalah jumlah rambut lepas yang jauh lebih banyak dari biasanya, terlihat di sisir, bantal, lantai kamar mandi, bahkan menempel di pakaian.
Kerontokan ini biasanya mulai muncul sekitar 2 sampai 4 bulan setelah melahirkan dan bersifat menyeluruh (difus), bukan berupa bercak botak.
Banyak ibu merasa kerontokan paling terasa di area garis rambut depan.
Cara Mengatasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan
Karena ini proses alami, fokusnya lebih ke mendukung pemulihan dan menjaga rambut tetap sehat, bukan “menghentikan” kerontokannya secara paksa.
Jaga asupan nutrisi yang cukup, terutama protein, zat besi, dan vitamin, untuk menutrisi rambut dari dalam.
Perlakukan rambut dengan lembut: hindari ikatan terlalu kencang, kurangi penataan dengan panas, dan gunakan sisir bergigi jarang.
Kelola stres dan istirahat sebisa mungkin, meski ini menantang dengan bayi baru.
Beberapa ibu juga merasa terbantu dengan potongan rambut yang membuat rambut tampak lebih bervolume selama masa pemulihan.
Baca Juga: 10 Buah untuk Rambut Rontok yang Bikin Akar Kuat & Sehat
Berapa Lama Rambut Rontok Setelah Melahirkan Berlangsung?
Menurut Johns Hopkins Medicine, postpartum hair loss umumnya berakhir sekitar 6 sampai 12 bulan setelah melahirkan, dan kebanyakan ibu melihat rambutnya kembali ke ketebalan normal saat kadar hormon sudah stabil.
Banyak sumber mencatat kerontokan cenderung memuncak sekitar bulan keempat, lalu membaik secara bertahap menjelang anak berusia satu tahun. Intinya, kesabaran adalah kuncinya.
Apakah Treatment Rambut Bisa Membantu Mengatasi Kerontokan Setelah Melahirkan?
Karena kondisi ini umumnya pulih sendiri, treatment bukan keharusan.
Tapi bagi ibu yang merasa terganggu atau ingin mendukung pemulihan, beberapa perawatan bisa membantu menjaga kesehatan kulit kepala dan folikel selama masa transisi ini.
U.S. Dermatology Partners bahkan menyebut PRP therapy sebagai salah satu opsi yang bisa didiskusikan dengan dokter.
Yang penting, pilih perawatan yang aman dan sesuai dengan kondisimu, terutama jika kamu sedang menyusui, sehingga konsultasi lebih dulu sangat dianjurkan.
Satu catatan penting: jika kerontokan tidak kunjung membaik setelah satu tahun, atau muncul dalam bentuk bercak botak, sebaiknya periksakan ke dokter.
Sebuah studi di JCAD mencatat bahwa kerontokan pasca melahirkan kadang dapat “membuka kedok” kondisi kerontokan lain yang sebelumnya tersembunyi, seperti kebotakan pola wanita, sehingga evaluasi profesional menjadi penting bila polanya tidak biasa.
Baca Juga: Rambut Rontok karena Stres: Kenali Tandanya Sebelum Makin Parah
Konsultasikan Rambut Rontok Pasca Melahirkanmu di Sozo
Rambut rontok setelah melahirkan adalah hal yang normal dan dialami sebagian besar ibu, dipicu oleh penurunan estrogen yang mendorong banyak rambut rontok bersamaan.
Pada umumnya kondisi ini sementara dan membaik dengan sendirinya dalam 6 sampai 12 bulan, jadi tidak perlu panik berlebihan.
Yang bisa kamu lakukan adalah menjaga nutrisi, memperlakukan rambut dengan lembut, dan bersabar selama masa pemulihan.
Kalau kamu ingin mendukung pemulihan rambut setelah melahirkan dengan perawatan yang aman dan terpantau, Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai hair treatment yang ditangani tenaga medis profesional, seperti Hair Grow Booster Treatment dan PRP Hair Treatment.
Konsultasikan kondisi rambutmu dengan tim dokter Sozo, terutama jika kamu sedang menyusui, untuk perawatan yang paling sesuai dan aman.
Referensi
- Cleveland Clinic. Postpartum Hair Loss: Causes, Treatment & What to Expect.
- Johns Hopkins Medicine. Postpartum Hair Loss.
- U.S. Dermatology Partners. Postpartum Hair Loss: Causes, Treatments & Top Products.
- JCAD. Postpartum Telogen Effluvium Unmasking Additional Latent Hair Loss Disorders.

