Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kronis yang berkaitan dengan aktivitas sistem imun dan mempercepat pergantian sel kulit. Ciri khasnya berupa plak tebal dengan sisik putih keperakan yang sering muncul di siku, lutut, kulit kepala, atau punggung bawah.
Tabel Ringkasan Psoriasis
| Informasi | Penjelasan |
| Nama Kondisi | Psoriasis |
| Jenis Penyakit | Penyakit kulit inflamasi kronis dan autoimun |
| Penyebab | Aktivitas sistem imun yang berlebihan sehingga mempercepat regenerasi sel kulit |
| Gejala Khas | Kulit menebal, sisik putih keperakan, gatal, kulit pecah |
| Area yang Sering Terkena | Siku, lutut, kulit kepala, kuku, punggung bawah |
| Apakah Menular? | Tidak, psoriasis bukan penyakit menular |
| Apakah Bisa Sembuh? | Belum dapat disembuhkan total, tetapi gejala dapat dikontrol |
| Penanganan | Perawatan kulit, obat topikal, fototerapi, hingga terapi sistemik sesuai kondisi |
Ada banyak jenis masalah kulit di kepala, salah satunya adalah psoriasis. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada sistem imun.
Psoriasis bisa terjadi ketika tubuh mengalami respons peradangan yang membuat proses pembentukan sel kulit berjalan lebih cepat dari normal.
Akibatnya, sel kulit menumpuk di permukaan kulit dan membentuk plak khas psoriasis yang tebal, memerah dan bersisik.
Meskipun tidak menular, psoriasis dapat memengaruhi kenyamanan. Agar kamu bisa mengenal kondisi ini lebih lanjut, mari pahami penyebab, jenis, dan cara mengelolanya!
Apa Itu Psoriasis?

Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang terjadi akibat gangguan sistem imun sehingga menyebabkan pergantian sel kulit berlangsung terlalu cepat.
Pada kondisi normal, sel kulit membutuhkan waktu beberapa minggu untuk terbentuk dan mengelupas secara alami, sedangkan pada psoriasis proses tersebut dapat terjadi hanya dalam beberapa hari.
Percepatan produksi sel kulit menyebabkan sel-sel baru menumpuk di permukaan kulit dan membentuk plak yang ditutupi sisik putih keperakan.
Lesi psoriasis dapat muncul di berbagai area tubuh, terutama siku, lutut, kulit kepala, punggung bawah, kuku, hingga area lipatan kulit.
Gejala psoriasis dapat muncul dan menghilang dalam siklus tertentu. Periode ketika gejala memburuk disebut flare-up, sedangkan kondisi ketika gejala mereda disebut remisi dan dapat berlangsung selama beberapa waktu sebelum kembali kambuh.
Baca Juga: Chicken Skin (Keratosis Pilaris): Ciri, Penyebab & Cara Atasi agar Hilang
Penyebab Psoriasis
Hingga saat ini, penyebab pasti psoriasis belum sepenuhnya diketahui, tetapi penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan respons imun yang tidak normal.
Berikut berbagai faktor yang berpotensi menyebabkan psoriasis:
1. Gangguan Sistem Imun
Psoriasis terjadi ketika sistem imun terlalu aktif dan keliru menyerang sel kulit sehat. Aktivasi sistem imun ini memicu pelepasan zat peradangan yang mempercepat produksi sel kulit.
2. Faktor Genetik atau Keturunan
Faktor genetik berperan meningkatkan risiko seseorang mengalami psoriasis. Jika memiliki anggota keluarga dengan psoriasis kemungkinan lebih besar mengalami kondisi serupa.
3. Cedera pada Kulit
Cedera pada kulit seperti luka, goresan, gigitan serangga, atau luka bakar dapat memicu munculnya bercak psoriasis baru pada sebagian penderita. Kondisi ini dikenal sebagai fenomena Koebner, yaitu munculnya lesi psoriasis pada area kulit yang mengalami trauma.
4. Stres Fisik dan Emosional
Stres dapat memengaruhi aktivitas sistem imun dan meningkatkan pelepasan zat peradangan dalam tubuh. Dampaknya, psoriasis bisa lebih mudah kambuh.
5. Infeksi Tertentu
Infeksi, terutama infeksi tenggorokan akibat bakteri Streptococcus, dapat memicu munculnya psoriasis gutata. Respons imun tubuh saat melawan infeksi dapat memicu peradangan yang mendorong munculnya lesi psoriasis.
6. Faktor Lingkungan
Beberapa faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari dapat memperburuk kondisi psoriasis. Cuaca dingin dan kering, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan paparan iritan tertentu dapat meningkatkan risiko kekambuhan pada penderita psoriasis.
7. Penggunaan Obat Tertentu
Obat yang dapat berhubungan dengan psoriasis antara lain lithium, beberapa obat tekanan darah, dan obat antimalaria tertentu. Jika gejala muncul setelah penggunaan obat tertentu, evaluasi dokter diperlukan untuk menentukan penanganan yang tepat.
Faktor Risiko Psoriasis
Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami psoriasis. Faktor risiko ini tidak selalu menyebabkan psoriasis, tetapi dapat meningkatkan risiko kambuh.
Adapun beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan:
- Riwayat Keluarga dengan Psoriasis: Memiliki orang tua atau anggota keluarga dengan psoriasis dapat meningkatkan risiko karena faktor genetik berperan dalam perkembangan kondisi ini.
- Gangguan Sistem Imun: Aktivitas sistem imun yang tidak normal dapat menyebabkan peradangan berlebih sehingga memicu munculnya psoriasis.
- Obesitas: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan berhubungan dengan risiko psoriasis yang lebih berat.
- Kebiasaan Merokok: Paparan zat dalam rokok dapat memengaruhi sistem imun dan meningkatkan risiko munculnya psoriasis maupun memperburuk gejalanya.
- Konsumsi Alkohol Berlebihan: Alkohol dapat memicu proses peradangan dan membuat gejala psoriasis lebih sulit dikendalikan.
- Mengalami Infeksi Tertentu: Infeksi, terutama infeksi tenggorokan akibat bakteri tertentu, dapat memicu munculnya psoriasis jenis tertentu seperti psoriasis gutata.
Baca Juga: 5 Penyebab Utama Kulit Kaki Mengelupas & Cara Ampuh Mengatasinya di Rumah
Jenis Psoriasis
Psoriasis memiliki beberapa jenis dengan karakteristik dan lokasi munculnya gejala yang berbeda. Perbedaan jenis psoriasis dapat dilihat dari bentuk lesi dan area tubuh yang terkena.
Mari kenali jenis masing-masing psoriasis dan ciri-ciri yang perlu dikenali:
1. Psoriasis Plak (Plaque Psoriasis)

Psoriasis plak merupakan jenis psoriasis yang paling umum terjadi. Kondisi ini ditandai dengan munculnya plak kulit yang menebal akibat penumpukan sel kulit secara berlebihan. Plak biasanya dilapisi sisik berwarna putih keperakan dan dapat terasa gatal atau nyeri.
Ciri-ciri Psoriasis Plak:
- Bercak kulit menebal
- Sisik putih keperakan
- Terasa gatal atau nyeri
- Sering muncul di siku, lutut, kulit kepala, dan punggung bawah
2. Psoriasis Gutata (Guttate Psoriasis)

Psoriasis gutata ditandai dengan munculnya bintik kecil berbentuk seperti tetesan air pada permukaan kulit.
Jenis psoriasis ini sering muncul setelah infeksi tertentu, terutama infeksi tenggorokan, dan lebih sering dialami oleh anak-anak serta dewasa muda.
Ciri-ciri Psoriasis Gutata:
- Bintik merah kecil
- Sisik tipis pada kulit
- Muncul di tubuh, tangan, atau kaki
- Sering terjadi setelah infeksi
3. Psoriasis Inversa (Inverse Psoriasis)

Psoriasis inversa muncul pada area lipatan tubuh yang sering mengalami gesekan dan berkeringat, seperti ketiak. Berbeda dengan psoriasis plak, jenis ini biasanya tidak memiliki sisik tebal karena area lipatan cenderung lembap.
Ciri-ciri Psoriasis Inversa:
- Bercak merah halus
- Kulit terasa nyeri atau sensitif
- Minim sisik pada permukaan kulit
- Muncul di ketiak, lipatan paha, atau bawah payudara
4. Psoriasis Pustular

Psoriasis pustular merupakan jenis psoriasis yang lebih jarang terjadi dengan ciri khas berupa munculnya lepuhan berisi cairan seperti nanah.
Cairan tersebut bukan disebabkan oleh infeksi, melainkan akibat respons peradangan kulit yang berlebihan.
Ciri-ciri Psoriasis Pustular:
- Benjolan berisi cairan
- Kulit merah dan meradang
- Terasa nyeri atau sensitif
- Dapat muncul di tangan dan kaki
5. Psoriasis Eritrodermik (Erythrodermic Psoriasis)

Psoriasis eritrodermik merupakan bentuk psoriasis yang jarang tetapi termasuk berat karena dapat menyebabkan peradangan luas pada sebagian besar permukaan tubuh. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi perlindungan kulit sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
Ciri-ciri Psoriasis Eritrodermik:
- Kulit merah hampir seluruh tubuh
- Pengelupasan kulit luas
- Sensasi terbakar atau nyeri
- Membutuhkan penanganan segera
6. Psoriasis Kuku (Nail Psoriasis)

Psoriasis tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat memengaruhi kuku tangan maupun kaki. Perubahan pada kuku terjadi akibat proses peradangan yang memengaruhi pertumbuhan dan struktur kuku.
Ciri-ciri Psoriasis Kuku:
- Kuku berubah warna
- Permukaan kuku berlubang kecil (nail pitting)
- Kuku menebal
- Kuku rapuh atau mudah terlepas
Gejala Psoriasis
Gejala psoriasis dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis psoriasis. Gejala biasanya muncul dalam siklus, yaitu periode ketika kondisi memburuk (flare-up) kemudian membaik sementara. Adapun beberapa gejala yang sering muncul di antaranya:
- Perubahan Warna Kulit: Psoriasis dapat menyebabkan munculnya bercak pada kulit dengan warna yang berbeda tergantung warna kulit seseorang.
- Kulit Menebal dengan Sisik Putih: Penumpukan sel kulit yang terlalu cepat menyebabkan permukaan kulit menjadi menebal dan tertutup sisik khas psoriasis.
- Kulit Kering: Area kulit yang terkena psoriasis dapat kehilangan kelembapan sehingga menjadi kering.
- Rasa Tidak Nyaman: Peradangan pada kulit dapat menimbulkan rasa tidak nyaman berupa gatal, sensasi terbakar, atau nyeri pada area yang terkena.
- Kulit Berdarah ketika Sisik Terkelupas: Garukan atau pengelupasan sisik secara paksa dapat menyebabkan luka kecil hingga perdarahan pada kulit.
- Perubahan Bentuk Kuku: Psoriasis dapat memengaruhi kuku sehingga menyebabkan permukaan kuku berlubang kecil (nail pitting), menebal, atau mudah terlepas.
- Nyeri Sendi: Sebagian penderita psoriasis dapat mengalami psoriasis arthritis yang menyebabkan peradangan pada sendi.
Bagian Tubuh yang Paling Sering Terkena
Psoriasis dapat muncul di hampir seluruh bagian tubuh, tetapi beberapa area lebih sering mengalami keluhan karena memiliki karakteristik kulit yang berbeda.
Area tubuh yang sering terkena psoriasis meliputi:
- Siku: Psoriasis tampak sebagai plak tebal dengan sisik putih keperakan. Area ini sering terkena karena mudah mengalami tekanan dan gesekan berulang.
- Lutut: Bercak cenderung tebal, kering, dan memiliki batas yang jelas. Tekanan saat bergerak dapat memicu peradangan pada kulit yang rentan.
- Kulit Kepala: Psoriasis dapat membentuk sisik tebal yang terasa gatal dan meluas melewati garis rambut. Kondisi ini terjadi karena pergantian sel kulit berlangsung terlalu cepat.
- Punggung Bawah: Plak biasanya terasa kering, gatal, dan mudah mengelupas. Gesekan dari pakaian dapat memperburuk keluhan di area ini.
- Kuku: Permukaan kuku dapat berlubang kecil, menebal, atau terangkat dari dasarnya. Perubahan ini muncul ketika psoriasis memengaruhi jaringan pembentuk kuku.
- Telapak Tangan dan Kaki: Kulit dapat menebal hingga terasa nyeri. Tekanan saat berjalan atau menggunakan tangan membuat area ini lebih mudah teriritasi.
- Area Lipatan: Psoriasis inversa tampak merah dan biasanya tidak banyak bersisik. Kelembapan dan gesekan antarkulit membuat tampilannya berbeda dari psoriasis plak.
Apakah Psoriasis Menular?
Psoriasis bukan penyakit menular sehingga tidak dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan atau berbagi barang pribadi.
Kondisi ini juga tidak disebabkan oleh virus atau jamur yang dapat menyebar, melainkan berkaitan dengan gangguan sistem imun.
Kesalahpahaman mengenai psoriasis sering membuat penderita mengalami stigma sosial karena perubahan tampilan kulit yang terlihat jelas.
Padahal, menyentuh atau berinteraksi dengan seseorang yang memiliki psoriasis tidak menyebabkan risiko penularan.
Perbedaan Psoriasis dan Dermatitis
Psoriasis dan dermatitis sama-sama dapat menyebabkan kulit merah dan bersisik. Namun, keduanya memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda.
Mari simak kondisi masing-masing agar lebih mudah memahaminya:
| Aspek | Psoriasis | Dermatitis |
| Pengertian | Kondisi autoimun kronis yang mempercepat pergantian sel kulit | Istilah untuk peradangan kulit |
| Penyebab | Aktivitas sistem imun yang memicu penumpukan sel kulit | Gangguan skin barrier |
| Ciri Ruam | Plak tebal putih dengan batas jelas | Ruam merah, gatal, atau bersisik |
| Area yang Sering Terkena | Siku, lutut, kulit kepala, dan punggung bawah | Dapat muncul di berbagai area sesuai pemicunya |
| Pola Kekambuhan | Bersifat kronis dan dapat kambuh berulang | Dapat kambuh ketika kulit kembali terkena pemicu |
| Penanganan Umum | Obat oles atau terapi cahaya | Pelembap, kortikosteroid topikal, dan menghindari pemicu |
Cara Mengatasi Psoriasis
Pengobatan psoriasis bertujuan untuk mengendalikan gejala dan memperlambat pertumbuhan sel kulit yang berlebihan.
Pilihan terapi akan disesuaikan dengan jenis psoriasis dan tingkat keparahannya. Adapun beberapa cara mengatasi psoriasis yaitu:
1. Perawatan Topikal
Perawatan topikal menjadi pilihan untuk psoriasis ringan hingga sedang karena bekerja langsung pada area kulit yang mengalami keluhan.
Terapi ini membantu mengurangi peradangan, mengontrol pembentukan sisik, dan menjaga kondisi skin barrier.
Contoh perawatan topikal meliputi:
- Kortikosteroid Topikal: Mengurangi peradangan dan rasa gatal pada kulit.
- Analog Vitamin D: Membantu memperlambat produksi sel kulit yang berlebihan.
- Pelembap: Menjaga kelembapan kulit dan mengurangi risiko kulit kering serta pecah-pecah.
- Salep Penghilang Sisik (Keratolitik): Membantu mengangkat penumpukan sel kulit mati pada area psoriasis.
2. Fototerapi
Cara mengatasi psoriasis berikutnya yaitu menggunakan fototerapi. Ini adalah terapi menggunakan paparan sinar ultraviolet seperti UVB dengan pengawasan dokter.
Terapi ini bekerja dengan membantu memperlambat pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat dan mengurangi aktivitas peradangan pada kulit.
3. Obat Sistemik
Obat sistemik digunakan untuk psoriasis sedang hingga berat atau ketika terapi topikal belum memberikan hasil yang cukup.
Obat ini bekerja melalui tubuh untuk menekan respons imun yang berperan dalam munculnya peradangan psoriasis.
Contoh obat sistemik meliputi:
- Methotrexate: Membantu mengurangi aktivitas sistem imun dan peradangan.
- Cyclosporine: Menekan respons imun yang berlebihan pada psoriasis berat.
- Retinoid oral: Membantu mengatur pertumbuhan sel kulit.
4. Terapi Biologis
Terapi biologis digunakan pada psoriasis sedang hingga berat yang membutuhkan pengendalian peradangan secara lebih spesifik.
Obat ini bekerja dengan menargetkan bagian tertentu dari sistem imun yang berperan dalam proses terjadinya psoriasis.
Contoh terapi biologis meliputi:
- Adalimumab
- Etanercept
- Infliximab
- Ustekinumab
5. Perawatan Kulit di Rumah
Perawatan kulit sehari-hari juga dapat membantu menjaga kondisi kulit dan mengurangi risiko kekambuhan psoriasis.
Langkah ini tidak menggantikan pengobatan medis, tetapi dapat mendukung hasil terapi yang diberikan dokter.
Beberapa perawatan yang dapat dilakukan:
- Menggunakan pelembap secara rutin.
- Menghindari sabun atau produk yang dapat mengiritasi kulit.
- Mandi dengan air hangat dan tidak terlalu lama.
- Menghindari menggaruk area kulit yang mengalami keluhan.
Baca Juga: 7 Cara Ampuh Menghilangkan Kapalan di Tangan Agar Kulit Halus Kembali
Cara Mengurangi Kekambuhan Psoriasis
Meskipun tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, mengenali dan menjauhi pemicu dapat membantu mengurangi frekuensi psoriasis kambuh.
Adapun beberapa cara untuk mengurangi kekambuhan yaitu:
- Lunakkan Sisik yang Menebal: Produk dengan urea dapat melunakkan plak sehingga kulit terasa lebih nyaman. Namun untuk sisik yang lebih tebal, bisa pilih bahan keratolitik seperti asam salisilat.
- Pakai Pelembap Setelah Mandi: Oleskan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap agar air tidak cepat menguap. Tekstur salep lebih sesuai dibandingkan losion ringan.
- Pilih Pembersih Jenis Syndet: Syndet memiliki pH yang lebih mendekati kondisi alami kulit dan cenderung tidak membuatnya terasa kesat.
- Rawat Psoriasis Kulit Kepala dengan Produk Khusus: Sampo berbahan asam salisilat dapat melonggarkan sisik yang menempel, sedangkan coal tar dapat dipertimbangkan untuk mengurangi penumpukan kulit.
- Jangan Mengupas Plak secara Paksa: Menarik sisik dapat melukai permukaan kulit. Lunakkan terlebih dahulu, lalu biarkan sisik terangkat secara perlahan.
- Kurangi Gesekan pada Area Plak: Pilih pakaian longgar agar siku, lutut, atau punggung tidak terus bergesekan.
- Catat Pola Flare-up: Perhatikan apakah keluhan muncul setelah stres, infeksi, perubahan cuaca, atau penggunaan obat tertentu.
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri ke dokter jika plak psoriasis semakin luas atau tidak membaik setelah menjalani perawatan.
Kamu dapat konsultasi dan buat janji temu untuk mendapatkan evaluasi kondisi kulit. Dokter akan menilai tingkat keparahan dan pemicu keluhan sebelum menentukan terapi yang sesuai.
Setelah peradangan aktif terkendali, dokter dapat memberikan perawatan pendukung untuk menjaga fungsi skin barrier, seperti skin booster treatment atau Rejuran HB.
Perawatan tersebut tidak ditujukan untuk mengobati psoriasis, tetapi dapat dipertimbangkan untuk menjaga kelembapan dan kualitas kulit sesuai hasil pemeriksaan dokter.
Kamu juga bisa cari lokasi klinik terdekat atau jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut sebelum menjadwalkan pemeriksaan.
FAQ
Psoriasis sering disalahartikan sebagai masalah kulit biasa karena gejalanya dapat menyerupai dermatitis atau ketombe. Simak jawaban berikut untuk memahami kondisi ini dengan lebih tepat.
1. Psoriasis Disebabkan Karena Apa?
Psoriasis terjadi akibat gangguan sistem imun yang menyebabkan produksi sel kulit berlangsung terlalu cepat. Faktor genetik dan lingkungan juga dapat berperan dalam memicu munculnya psoriasis.
2. Apakah Penyakit Psoriasis Itu Berbahaya?
Psoriasis umumnya tidak mengancam nyawa, tetapi kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti psoriasis arthritis, gangguan metabolik, serta dampak psikologis.
3. Apakah Penderita Psoriasis Bisa Sembuh?
Psoriasis belum dapat disembuhkan secara permanen karena bersifat kronis. Namun, gejalanya dapat dikontrol dengan pengobatan yang tepat dan pengelolaan pemicu.
4. Apa Pantangan Penyakit Psoriasis?
Tidak ada pantangan khusus yang berlaku untuk semua penderita psoriasis. Namun, sebaiknya hindari pemicu seperti stres berlebihan, rokok, alkohol berlebihan, dan faktor yang menyebabkan iritasi kulit.
5. Apakah Psoriasis Termasuk Autoimun?
Ya. Psoriasis termasuk penyakit immune-mediated inflammatory disease yang melibatkan aktivitas sistem imun berlebihan sehingga menyebabkan peradangan dan percepatan produksi sel kulit.
6. Apakah Psoriasis di Kepala Bisa Sembuh?
Psoriasis kulit kepala dapat dikontrol dengan perawatan yang sesuai, tetapi dapat kembali muncul karena sifat penyakitnya yang kronis.
7. Apakah Penderita Psoriasis Boleh Makan Telur?
Tidak ada bukti bahwa telur harus dihindari oleh semua penderita psoriasis. Konsumsi makanan tetap disarankan dalam pola makan seimbang sesuai kondisi masing-masing individu.
8. Kenapa Psoriasis Kambuh?
Psoriasis dapat kambuh akibat berbagai pemicu seperti stres, infeksi, cuaca dingin, luka pada kulit, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, atau penggunaan obat tertentu.
9. Kenapa Psoriasis Bau?
Psoriasis sendiri tidak menyebabkan bau. Bau biasanya dapat muncul apabila terdapat infeksi sekunder, luka terbuka, atau perawatan kulit yang kurang tepat.
Referensi:
- Psoriasis Symptoms, Causes, & Risk Factors | NIAMS
- Psoriasis | NHS
- Psoriasis: What It Is, Symptoms, Causes, Types & Treatment | Cleveland Clinic
- Psoriasis: a Brief Overview | PMC
- Is It Possible To Cure Psoriasis? | Healthline

