Skin 12 mnt baca

Chicken Skin (Keratosis Pilaris): Ciri, Penyebab & Cara Atasi agar Hilang

Chicken Skin (Keratosis Pilaris): Ciri, Penyebab & Cara Atasi agar Hilang

Chicken skin terjadi ketika keratin dan sel kulit menyumbat bagian atas folikel rambut. Kondisi ini tidak berbahaya, tidak menular, dan dapat dipengaruhi faktor genetik. Kuncinya, perlu skincare dengan kandungan urea, lactic acid, glycolic acid, atau salicylic acid guna membantu memperhalus tekstur kulit.

Kulit lengan atau paha dipenuhi bintik kecil dan terasa kasar seperti kulit ayam? Kondisi tersebut sering disebut sebagai chicken skin, sedangkan istilah medisnya adalah keratosis pilaris.

Kondisi ini muncul akibat keratin yang menyumbat bagian atas folikel rambut. Tampilannya pun sering semakin terlihat ketika kulit kering atau teriritasi.

Benjolannya paling sering ditemukan di lengan, paha, bokong, atau pipi. Walaupun tidak menular, chicken skin dapat membuat kulit tampak kurang rata. 

Apabila kamu merasa chicken skin mengganggu penampilan, mari simak terlebih dulu penyebab, cara mengatasi dan pencegahannya!

Apa Itu Chicken Skin (Keratosis Pilaris)?

Chicken Skin
Chicken Skin | Sumber: Dermaskinshop SG

Chicken skin atau keratosis pilaris adalah kondisi ketika keratin dan sel kulit menumpuk pada bagian atas folikel rambut. 

Penumpukan tersebut membentuk sumbatan kecil yang membuat permukaan kulit menonjol dan terasa kasar seperti amplas.

Keratin sebenarnya merupakan protein alami yang membantu membentuk lapisan pelindung kulit. 

Namun apabila pembentukan dan pelepasan keratin di sekitar folikel tidak berjalan teratur,  bahan tersebut tetap tertahan di dalam pembukaan folikel.

Perlu diingat, chicken skin bukan jerawat dan terbentuk karena minyak dan bakteri. Benjolannya berasal dari sumbatan keratin di sekitar folikel rambut dan biasanya tidak memiliki mata jerawat atau berisi nanah.

Bahkan, keratosis pilaris umumnya tidak terasa sakit, hanya saja dapat terasa gatal saat kulit kering atau teriritasi

Penyebab Chicken Skin

Chicken skin tidak muncul karena kulit kotor atau kurang sering dibersihkan. Penyebab dasarnya berkaitan dengan gangguan keratinisasi pada folikel rambut.

Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan risiko chicken skin. Mari simak lebih lanjut berbagai penyebabnya:

1. Penumpukan Keratin pada Folikel Rambut

Perbandingan Kulit Normal dan Chicken Skin
Perbandingan Kulit Normal dan Chicken Skin | Sumber: My Medicine Advisor

Sel kulit yang telah matang seharusnya terlepas secara bertahap dari permukaan kulit. Namun pada keratosis pilaris, keratin dan sel kulit justru berkumpul di bagian atas folikel hingga memicu sumbatan.

Sumbatan tersebut dapat menjebak rambut yang melingkar di bawah kulit. Kondisi inilah yang menghasilkan benjolan kecil dengan tekstur kasar seperti kulit ayam.

2. Faktor Genetik

Chicken skin lebih sering muncul pada beberapa orang yang memiliki riwayat kondisi ini di keluarga. 

Filaggrin adalah protein yang berfungsi menjaga kekuatan skin barrier. Mutasi pada gen ini dapat memicu penumpukan protein keratin di folikel rambut

Jika salah satu orang tua memiliki gen ini, anak memiliki peluang sebesar 50% untuk mewarisinya.

3. Kondisi Kulit Kering

Kulit kering bukan selalu penyebab awal chicken skin, tetapi dapat membuat benjolan dan teksturnya semakin terlihat. 

Saat kadar air pada lapisan terluar kulit menurun, sel kulit menjadi lebih kaku dan tidak mudah terlepas secara teratur.

4. Eksim

Keratosis pilaris lebih sering ditemukan pada orang dengan dermatitis atopik atau eksim karena kedua kondisi tersebut disebabkan oleh skin barrier yang kurang optimal. 

Jika skin barrier terganggu, kulit lebih mudah kehilangan air serta lebih sensitif. Namun, tidak semua pasien dermatitis atopik akan mengalami kondisi ini.

5. Cuaca Dingin dan Udara Kering

Cuaca dingin dapat membuat chicken skin terlihat semakin jelas karena kelembapan udara biasanya ikut menurun. 

Udara yang kering menarik lebih banyak air dari permukaan kulit sehingga skin barrier lebih kering. Keratosis pilaris akan lebih menonjol ketika kondisi kulit lebih kering. 

6. Gesekan

Gesekan juga bukan penyebab utama terbentuknya chicken skin, tetapi dapat mengiritasi folikel yang sudah tersumbat. 

Misalnya kebiasaan menggunakan pakaian ketat, scrub kasar, kebiasaan menggosok kulit, atau mencukur.

Gesekan berulang dapat mengganggu skin barrier dan memperparah berbagai kondisi kulit yang sensitif akibat tekanan mekanis pada kulit.

Baca Juga: 7 Cara Efektif Menghilangkan Chicken Skin agar Kulit Lebih Halus dan Cerah

Area Umum Munculnya Kulit Chicken Skin

Chicken Skin di Lengan Atas
Chicken Skin di Lengan Atas | Sumber: BeyondKP

Chicken skin dapat muncul pada area tubuh yang memiliki folikel rambut. Namun, terdapat beberapa area yang bisa terdampak akibat faktor kulit area tersebut cenderung kering.

Mari simak berbagai area yang sering ditemukan chicken skin:

1. Chicken Skin di Lengan Atas

Lengan atas merupakan lokasi chicken skin yang paling umum, terutama pada sisi luar dan belakang lengan. 

Area ini memiliki banyak folikel rambut dan relatif lebih sedikit kelenjar minyak, sehingga kulit lebih mudah kering dan mengalami penumpukan keratin.

2. Chicken Skin di Paha

Pada bagian depan atau sisi luar paha juga rentan mengalami chicken skin karena area ini memiliki banyak folikel rambut dan mudah mengalami gesekan.

Misalnya gesekan karena celana ketat, mencukur, atau waxing. Akibatnya, benjolan dapat terlihat semakin merah atau meninggalkan noda kecokelatan. 

3. Chicken Skin di Bokong

Benjolan di bokong sering disalahartikan sebagai jerawat karena muncul dalam kelompok dan terasa kasar. 

Namun, chicken skin biasanya tidak memiliki mata jerawat karena terbentuk dari sumbatan keratin, bukan infeksi bakteri. Penyebabnya bisa karena duduk terlalu lama atau pakaian ketat.

4. Chicken Skin di Wajah atau Pipi

Chicken skin di wajah sering terlihat pada pipi dan umumnya ditemukan pada anak-anak atau remaja. 

Sumbatan keratin dapat disertai pelebaran pembuluh darah kecil sehingga pipi terlihat kemerahan. Kondisi ini bisa muncul karena skincare yang terlalu keras atau eksfoliasi berlebihan.

5. Chicken Skin di Kaki

Pada kaki, chicken skin bisa muncul akibat penggunaan pisau cukur, waxing, pakaian ketat, dan kulit yang kurang lembap. Iritasi berulang juga dapat memicu kemerahan serta hiperpigmentasi di sekitar benjolan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menghilangkan Chicken Skin di Lengan dan Paha? 

Ciri-ciri Chicken Skin yang Perlu Dikenali

Perbandingan Jerawat dan Chicken Skin | Sumber: SLMD Skincare
Perbandingan Jerawat dan Chicken Skin | Sumber: SLMD Skincare

Chicken skin dapat dengan mudah dikenali dari bentuk benjolan, tekstur dan warnanya. Kondisi ini jauh berbeda dari jerawat, meskipun tampilannya terkadang terlihat serupa.

Namun, warna chicken skin dapat berbeda pada setiap warna kulit. Pada kulit terang, benjolan sering terlihat merah, sedangkan pada kulit yang lebih gelap dapat tampak cokelat.

Adapun ciri-ciri chicken skin yang perlu kamu ketahui meliputi:

  • Muncul benjolan kecil di sekitar folikel rambut
  • Tekstur kulit terasa kasar seperti amplas
  • Tampilan kulit menyerupai kulit ayam
  • Benjolan dapat terlihat merah, cokelat, atau lebih gelap
  • Terkadang muncul rasa gatal ringan
  • Tidak memiliki mata jerawat
  • Tidak terasa sakit
  • Tidak berisi nanah
  • Muncul secara berkelompok pada area tertentu
  • Semakin jelas saat cuaca dingin atau kulit kering

Cara Mengatasi Chicken Skin

Chicken skin tidak dapat hilang secara permanen karena penyebabnya sering dikaitkan karena faktor genetik. 

Lantas, pakai apa agar chicken skin hilang? Perawatan yang dilakukan lebih berfokus pada melunakkan sumbatan keratin dan memperhalus tekstur kulit.

Untuk itu, berikut berbagai cara yg bisa kamu lakukan:

1. Gunakan Sabun yang Lembut

Hindari sabun dengan parfum, alkohol tinggi, sodium lauryl sulfate, atau butiran scrub. Kandungan tersebut dapat mengangkat minyak alami kulit secara berlebihan. 

Ketika skin barrier semakin kering, sel kulit lebih sulit terlepas secara teratur dan benjolan chicken skin dapat terlihat semakin jelas. 

2. Aplikasikan Moisturizer secara Rutin

Moisturizer membantu mengisi celah di antara sel kulit dan mengurangi risiko air menguap dari lapisan terluar kulit. 

Aplikasikan segera setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap agar air lebih lama tertahan di dalam skin barrier. Pilihlah pelembap dengan glycerin, ceramide, atau hyaluronic acid.

3. Pilih Skincare dengan Urea atau Lactic Acid

Urea bekerja sebagai humektan yang menarik air ke lapisan kulit sekaligus membantu melunakkan ikatan keratin pada konsentrasi tertentu. 

Lactic acid termasuk alpha hydroxy acid yang membantu melepaskan sel kulit mati sehingga sumbatan di sekitar folikel dapat berkurang secara bertahap. Keduanya dapat membuat permukaan kulit terasa lebih halus jika digunakan secara konsisten. 

4. Gunakan Salicylic Acid secara Bertahap

Salicylic acid merupakan BHA yang bersifat keratolitik, yaitu membantu melonggarkan dan melepaskan penumpukan keratin. 

Sifatnya larut dalam minyak, sehingga memungkinkan kandungan ini bekerja di sekitar pembukaan folikel rambut. 

Baca Juga: AHA BHA untuk Pemula: Cara Pakai, Jenis, dan Manfaatnya

5. Hindari Scrub Kasar

Scrub kasar tidak mengatasi proses keratinisasi yang mendasari chicken skin. Gesekan kuat justru dapat merusak skin barrier

Hindari juga memencet atau menggaruk benjolan karena dapat menyebabkan luka. Dampaknya bisa meninggalkan noda gelap akibat peradangan. 

6. Pertimbangkan Treatment Klinik

Jika moisturizer dan skincare belum cukup memperbaiki tekstur kulit, kamu bisa mendapatkan bantuan dari dokter di klinik kecantikan terdekat Sozo Skin Clinic.

Dokter dapat mempertimbangkan Laser Treatment untuk membantu mengatasi chicken skin. Laser CO2 ini bekerja dengan menstimulasi kulit untuk melakukan pergantian sel, sehingga tekstur kasar dapat terlihat lebih halus secara bertahap. 

Jika chicken skin juga meninggalkan kemerahan, dokter dapat mengevaluasi apakah jenis laser lain lebih sesuai untuk membantu meratakan warna kulit. 

Sebelum menentukan treatment, kamu bisa mendapatkan konsultasi gratis dengan dokter agar bisa mendapat rekomendasi treatment yang lebih sesuai.

Hasil Laser Treatment di Sozo Skin Clinic
Hasil Laser Treatment di Sozo Skin Clinic

Pencegahan Kulit Chicken Skin

Jika penyebab chicken skin berkaitan dengan faktor genetik, maka kondisi ini tidak selalu dapat dicegah. 

Namun, terdapat beberapa perubahan kebiasaan yang bisa membantu mencegah teksturnya semakin kasar. Beberapa pencegahannya yaitu:

1. Jaga Kelembapan Kulit Setiap Hari

Gunakan body lotion atau moisturizer secara konsisten, terutama setelah mandi saat kulit masih sedikit lembap. 

Pelembap membantu melunakkan sel kulit yang menumpuk di sekitar folikel dan mengurangi risiko kulit kering.

2. Hindari Mandi dengan Air Terlalu Panas

Air yang terlalu panas dapat melarutkan minyak alami tubuh. Akibatnya, skin barrier lebih mudah kehilangan air sehingga chicken skin terlihat semakin kasar atau terasa gatal. 

Gunakan air suam-suam kuku dan batasi durasi mandi agar kelembapan alami kulit tetap terjaga.

3. Hindari Menggosok Kulit Terlalu Keras

Scrub kasar atau spons keras dapat menimbulkan gesekan berulang pada folikel rambut. Gesekan ini dapat mengganggu skin barrier dan memperparah kondisi kulit yang sensitif terhadap tekanan mekanis. 

4. Gunakan Produk yang Lembut

Pilih produk bodycare tanpa pewangi kuat agar kulit tidak terasa kesat setelah digunakan. Hindari produk dengan bahan pembersih yang memicu rasa perih dan kering. 

Produk yang terlalu keras dapat merusak lapisan lipid kulit sehingga benjolan chicken skin terlihat lebih jelas.

5. Gunakan Sunscreen secara Rutin

Gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 pada area chicken skin yang terpapar matahari. Sunscreen tidak menghilangkan sumbatan keratin, tetapi membantu melindungi kulit yang meradang agar noda kecokelatan tidak semakin gelap. 

6. Perhatikan Cara Mencukur

Gunakan pisau cukur yang bersih dan tajam dan aplikasikan shaving gel untuk mengurangi gesekan. Cukur mengikuti arah pertumbuhan rambut dan hindari melewati area yang sama berulang kali. 

banner promo skin

FAQ Seputar Chicken Skin

Chicken skin masih sering disamakan dengan jerawat karena sama-sama berupa bintik di kulit. Jika kamu masih bingung, mari simak jawaban atas pertanyaan yang sering muncul berikut:

1. Chicken Skin Disebabkan oleh Apa?

Chicken skin disebabkan oleh keratin dan sel kulit yang menumpuk pada bagian atas folikel rambut. 

Sumbatan tersebut mendorong permukaan kulit sehingga muncul benjolan kecil dan kasar. Hal ini sering kali disebabkan oleh faktor genetik.

2. Apakah Chicken Skin Bisa Sembuh Total?

Chicken skin dapat membaik dan pada sebagian orang terlihat semakin samar seiring bertambahnya usia. Namun, belum ada perawatan yang dapat menjamin keratosis pilaris hilang permanen pada semua orang. Benjolan dapat muncul kembali ketika kulit kering.

3. Apa Bedanya Chicken Skin dan Bruntusan?

Chicken skin muncul tepat di sekitar folikel rambut dan memiliki tekstur kasar seperti amplas. Adapun bruntusan adalah istilah yang merujuk pada komedo tertutup. Chicken skin biasanya tidak memiliki mata jerawat dan tidak berisi nanah.

4. Apakah Chicken Skin Bisa Menyebar?

Chicken skin tidak menyebar seperti infeksi dan tidak dapat menular kepada orang lain. Namun, kondisi ini dapat muncul di beberapa area tubuh karena area tersebut memiliki folikel rambut. Kemunculan di area baru bukan berarti chicken skin berpindah menyebar ke bagian kulit lain.

5. Chicken Skin Kekurangan Vitamin Apa?

Chicken skin tidak disebabkan oleh kekurangan vitamin tertentu. Kondisi akibat kekurangan nutrisi, seperti phrynoderma, memang dapat menghasilkan benjolan yang mirip chicken skin, tetapi keduanya bukan kondisi yang sama. 

6. Skincare Apa yang Bisa Membantu Menghilangkan Chicken Skin?

Skincare dengan urea, lactic acid, glycolic acid, atau salicylic acid dapat membantu mengurangi penumpukan keratin dan memperhalus tekstur kulit. Retinoid topikal juga bisa membantu pergantian sel kulit, tetapi penggunaannya sebaiknya berdasarkan rekomendasi dokter. 

7. Sunscreen Apa yang Cocok untuk Kulit Chicken Skin?

Pilih sunscreen broad spectrum minimal SPF 30 dengan formula yang melembapkan untuk kulit sensitif. Pastikan produk tidak memiliki pewangi dan alkohol tinggi karena dapat membantu mengurangi risiko rasa perih atau kering. 

8. Bagaimana Cara Mengatasi Gatal Akibat Chicken Skin?

Gunakan moisturizer yang lembut dan hindari mandi dengan air panas untuk membantu mengurangi kulit kering. Jangan menggaruk benjolan karena dapat menyebabkan iritasi, luka, atau noda gelap. Konsultasikan dengan dokter jika gatal disertai kemerahan berat dan bengkak.

9. Apakah Baby Oil Bisa Menghilangkan Chicken Skin?

Baby oil dapat membentuk lapisan yang membantu mengurangi penguapan air dari kulit. Namun, baby oil tidak dapat melepaskan sumbatan keratin pada folikel. Produk ini dapat digunakan untuk mendukung kelembapan, tetapi bukan solusi chicken skin.

10. Apakah Pori-Pori dan Chicken Skin Itu Sama?

Tidak, pori-pori merupakan pembukaan alami pada permukaan kulit, seperti pembukaan folikel rambut. Chicken skin terjadi ketika bagian atas folikel tersumbat oleh keratin dan sel kulit. Sumbatan tersebut kemudian menimbulkan benjolan yang membuat pori menonjol.

11. Apa Penyebab Bruntusan dan Chicken Skin?

Penyebab chicken skin dan bruntusan akibat penumpukan sel kulit mati dan keratin yang menyumbat folikel rambut. Chicken skin karena keratin menumpuk dan menyumbat pori, sedangkan bruntusan dikarenekan komedo, jerawat, milia, dan lainnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Chicken skin umumnya tidak berbahaya dan tidak selalu memerlukan tindakan medis. Namun, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter jika kemerahan atau noda gelap semakin terlihat.

Beberapa kondisi chicken skin dapat dikelola dengan pelembap dan skincare keratolitik. Namun, tekstur kasar atau pigmentasi kemerahan yang sulit membaik mungkin membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Dokter dapat mempertimbangkan Laser Treatment untuk membantu mengurangi tampilan kemerahan, pigmentasi, dan tekstur kulit yang tidak rata. 

Laser CO2 di Sozo Skin Clinic adalah salah satu rekomendasi yang mendukung pergantian sel sehingga permukaan kulit dapat terlihat lebih halus. 

Laser Treatment di Sozo Skin Clinic
Laser Treatment di Sozo Skin Clinic

Untuk mengetahui apakah treatment ini sesuai dengan kondisi kulitmu, dapatkan konsultasi gratis dengan dokter di klinik kecantikan terdekat Sozo Skin Clinic

Kamu dapat menjadwalkan pemeriksaan melalui WhatsApp dan memilih salah satu dari 60+ cabang yang tersebar di Pulau Jawa. 

Sampaikan keluhanmu sekarang agar dokter bisa merekomendasikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu!

chat untuk konsultasi

Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?