Hair 6 mnt baca

Jenggot Tipis atau Patchy? Ini Cara Kerja Beard Treatment di Klinik

Jenggot Tipis atau Patchy? Ini Cara Kerja Beard Treatment di Klinik

Jenggot tipis atau tumbuh tidak merata bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetik hingga kondisi folikel rambut. Beard treatment di klinik bekerja dengan membantu menstimulasi area folikel yang masih memiliki potensi tumbuh, bukan menciptakan rambut baru dari nol.

Sudah mencoba berbagai minyak, serum, atau produk penumbuh brewok, tetapi beberapa bagian wajah masih terlihat kosong? 

Kalau kamu mengalami hal ini, wajar jika mulai bertanya-tanya kenapa jenggot tetap tumbuh tidak merata meskipun sudah dirawat.

Masalahnya, jenggot patchy tidak selalu selesai hanya dengan menambahkan produk oles. Pertumbuhan rambut wajah juga dipengaruhi oleh kondisi folikel.

Karena itu, pendekatan klinis dapat menjadi pilihan yang dipertimbangkan untuk kondisi tertentu. 

Salah satunya adalah beard treatment dengan teknik microneedling yang menargetkan area folikel. Ingin mencoba treatment ini? Mari simak cara kerjanya sebagai berikut!

Kenapa Jenggot Bisa Tumbuh Tidak Rata atau Patchy?

Ilustrasi Beard Treatment
Cara Kerja Beard Treatment | Sumber: One Society Beard Oil

Pola pertumbuhan jenggot setiap pria berbeda. Ada yang memiliki rambut wajah padat hingga pipi, sementara sebagian lainnya hanya tumbuh pada dagu dan area sekitar rahang.

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pola pertumbuhan rambut wajah, di antaranya:

1. Faktor Genetik

Genetik memiliki peran besar dalam menentukan pola pertumbuhan rambut wajah. Faktor ini dapat memengaruhi seberapa padat jenggot tumbuh.

Karena itu, pola jenggotmu dapat terlihat mirip dengan anggota keluarga lainnya. Dua pria dengan kadar hormon yang sama juga belum tentu memiliki kepadatan jenggot yang sama.

2. Sensitivitas Folikel terhadap Hormon Androgen

Pertumbuhan jenggot juga berkaitan dengan hormon androgen seperti testosteron dan dihidrotestosteron (DHT). 

Respons folikel terhadap hormon tersebut juga berperan. Inilah alasan jenggot tipis tidak selalu berarti kadar testosteron seseorang rendah.

3. Siklus Pertumbuhan Rambut

Setiap folikel memiliki siklus pertumbuhan yang berbeda. Tidak semua rambut wajah berada pada fase tumbuh dalam waktu yang sama. Akibatnya, kepadatan jenggot dapat terlihat berubah dari waktu ke waktu. 

4. Kondisi Kulit dan Folikel

Masalah tertentu dapat membuat area jenggot terlihat lebih kosong dibandingkan area lainnya. Misalnya kondisi medis seperti alopecia areata dan tinea barbae yang dapat memengaruhi pertumbuhan rambut wajah. 

Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, area kosong yang muncul secara tiba-tiba perlu diperhatikan.

Cara Kerja Beard Treatment di Klinik

Cara Kerja Beard Treatment
Ilustrasi Beard Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Beard Grow menggunakan teknik microneedling pada area jenggot dan kumis. Prosedur ini tidak bekerja dengan “menanam” rambut baru, tetapi menargetkan area folikel yang sudah ada.

Secara umum, rangkaiannya terdiri dari beberapa tahap berikut:

1. Konsultasi dan Asesmen Kondisi Jenggot

Kamu perlu konsultasi dan buat janji temu terlebih dulu. Dokter akan menilai pola pertumbuhan jenggot dan area yang tipis atau kosong.

Tahap ini diperlukan untuk membedakan jenggot yang memang jarang secara alami dengan kerontokan yang dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.

2. Pembersihan Area Jenggot

Area kumis dan jenggot dibersihkan sebelum tindakan. Tujuannya menjaga area treatment tetap higienis sebelum jarum mikro diaplikasikan pada kulit.

3. Tindakan Microneedling

Jarum mikro steril diaplikasikan pada area target untuk membuat mikrokanal terkontrol pada kulit. Tahap ini dilakukan untuk menargetkan area folikel sekaligus mendukung aplikasi serum.

Sensasi yang dirasakan dapat berbeda pada setiap orang, seperti tusukan ringan atau rasa tidak nyaman sementara pada area yang dikerjakan.

4. Aplikasi Serum

Setelah microneedling, serum diaplikasikan pada area treatment. Area kulit yang baru ditangani kemudian dijaga agar tetap nyaman selama masa pemulihan.

Dokter atau terapis juga akan memberikan panduan aftercare yang perlu dilakukan setelah prosedur.

Baca Juga: Cara Pakai Minoxidil yang Benar agar Rambut Cepat Tumbuh

5. Evaluasi Pertumbuhan

Perubahan perlu diamati secara bertahap karena rambut memiliki siklus pertumbuhan alami. Jika treatment dilakukan sebagai rangkaian, evaluasi berkala juga digunakan untuk melihat respons area jenggot terhadap perawatan.

Siapa Saja yang Cocok Mengambil Beard Treatment?

Ilustrasi Pria dengan Jenggot Tips dan Lebat
Ilustrasi Pria dengan Jenggot Tips dan Lebat | Sumber: BaldLooks

Tidak setiap area kosong pada jenggot memiliki penyebab yang sama. Itu sebabnya kondisi folikel perlu dinilai sebelum memutuskan treatment.

Beard treatment dapat dipertimbangkan jika kamu mengalami:

  • Jenggot yang tumbuh relatif tipis
  • Beberapa bagian jenggot terlihat kurang padat
  • Pola pertumbuhan kumis dan jenggot kurang merata
  • Pertumbuhan rambut wajah terasa lambat
  • Helai rambut wajah terlihat halus dan ingin meningkatkan tampilannya

Namun, Beard Grow tidak otomatis menjadi pilihan jika:

  • Area wajah benar-benar tidak pernah ditumbuhi rambut sejak awal
  • Muncul kebotakan berbentuk bulat secara tiba-tiba
  • Kulit mengalami kemerahan, sisik, luka, atau infeksi
  • Terdapat jaringan parut pada area yang tidak ditumbuhi rambut
  • Rambut wajah mendadak rontok dalam jumlah banyak
  • Terdapat kondisi medis yang memengaruhi pertumbuhan rambut

Untuk mengetahui apakah beard treatment memang yang kamu butuhkan, sebaiknya cari lokasi klinik SOZO terdekat untuk evaluasi langsung.

Berapa Sesi Beard Treatment yang Dibutuhkan dan Kapan Hasilnya Terlihat?

Hasil Beard Grow tidak bisa dinilai hanya beberapa hari setelah tindakan pertama. Evaluasi awal biasanya mulai dilakukan setelah sekitar 3–4 sesi treatment. 

Jarak antar sesi dapat berbeda pada setiap orang, tetapi umumnya dilakukan dalam rentang beberapa minggu sesuai kondisi kulit dan respons folikel.

Jumlah sesi Beard Grow tidak dapat disamakan untuk semua orang. Kondisi awal jenggot akan menjadi pertimbangan dokter dalam menentukan rencana perawatan.

Sebagai gambaran, perubahan awal dapat mulai terlihat dalam 8–12 minggu, sedangkan hasil yang lebih optimal biasanya membutuhkan waktu lebih panjang. 

Namun, hasil akhir tetap bergantung pada kondisi folikel masing-masing individu. Rambut wajah membutuhkan waktu untuk masuk ke fase pertumbuhan. Perubahan biasanya terlihat secara bertahap dalam beberapa bulan.

Baca Juga: 10 Penyebab Rambut Rontok pada Pria & Cara Mengatasinya

FAQ

Sebelum memutuskan menjalani Beard Grow, wajar jika kamu ingin memahami apakah treatment ini memang cocok untukmu. Berikut beberapa hal yang sering ditanyakan:

1. Apakah Beard Treatment Bisa Membuat Jenggot Langsung Lebat?

Tidak. Pertumbuhan rambut mengikuti siklus alami sehingga perubahan membutuhkan waktu dan responsnya berbeda pada setiap orang. Treatment juga tidak dapat menjamin terbentuknya rambut baru pada area yang memang tidak memiliki folikel aktif.

2. Apakah Beard Treatment Terasa Sakit?

Saat microneedling, kamu dapat merasakan tusukan ringan atau rasa tidak nyaman pada area wajah. Intensitas sensasi dapat berbeda berdasarkan sensitivitas kulit dan area yang ditangani.

3. Apakah Beard Treatment Bisa Mengatasi Brewok Patchy?

Dapat dipertimbangkan jika area yang tipis masih memiliki folikel yang berpotensi tumbuh. Namun, area kosong akibat alopecia, infeksi, jaringan parut, atau penyebab medis lain membutuhkan evaluasi dan penanganan berbeda.

4. Apakah Hasil Beard Treatment Permanen?

Ketahanan hasil bergantung pada penyebab awal, kondisi folikel, faktor genetik, dan respons masing-masing orang. Karena itu, dokter perlu mengevaluasi progres serta kebutuhan perawatan lanjutan.

5. Apakah Jenggot Akan Rontok Lagi Kalau Treatment Dihentikan?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang. Rambut wajah tetap mengikuti siklus alami, sedangkan kondisi genetik, hormon, atau masalah kulit yang mendasarinya dapat memengaruhi kepadatan jenggot dalam jangka panjang.

Evaluasi Folikel Wajahmu Sebelum Memulai Beard Treatment

Memiliki jenggot yang tumbuh tidak merata bukan berarti semua area wajah memiliki kondisi yang sama.

Ada bagian yang masih memiliki rambut halus dengan potensi berkembang, tetapi ada juga area yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Beard Treatment di SOZO dapat membantu menstimulasi area pertumbuhan rambut wajah menggunakan teknik microneedling.

Namun, hasil treatment tetap bergantung pada kondisi folikel dan respons tubuh masing-masing.

Kamu dapat konsultasi dan buat janji temu untuk mengetahui potensi pertumbuhan rambut wajahmu.

Kamu juga bisa cari lokasi klinik terdekat atau jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut untuk menemukan pilihan perawatan yang sesuai.chat untuk konsultasi

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×