Alopecia areata adalah kerontokan rambut akibat gangguan autoimun yang biasanya menimbulkan pitak berbentuk bulat atau oval. Kondisi ini tidak menular dan tidak selalu menyebabkan kebotakan permanen. Rambut dapat tumbuh kembali pada sebagian orang, tetapi kerontokan dapat kambuh.
Tabel Ringkasan Alopecia Areata
| Informasi | Penjelasan yang Harus Ditulis |
| Nama Kondisi | Alopecia areata |
| Jenis Kerontokan | Kerontokan rambut non-scarring akibat gangguan autoimun |
| Area yang Terkena | Kulit kepala, janggut, alis, bulu mata, atau rambut tubuh |
| Ciri Utama | Pitak berbentuk bulat atau oval dengan permukaan kulit relatif halus |
| Penyebab Utama | Sistem imun menyerang folikel rambut |
| Menular? | Tidak |
| Bisa Sembuh? | Belum ada terapi yang menjamin sembuh permanen, tetapi gejala dapat dikontrol |
| Rambut Bisa Tumbuh Lagi? | Bisa, terutama jika kerontokan masih terbatas, tetapi hasilnya sulit diprediksi |
| Bisa Kambuh? | Ya |
| Kapan Harus ke Dokter? | Jika pitak muncul tiba-tiba, menyebar, mengenai alis atau bulu mata, atau disertai perubahan kuku |
Rambut yang tiba-tiba rontok hingga membentuk pitak dapat menimbulkan kekhawatiran, apalagi jika sebelumnya tidak merasakan adanya keluhan berarti.
Pola pitak ini berbeda dari gejala kerontokan rambut dan ditandai dengan bercak botak bulat atau oval. Jika kamu mengalaminya, kondisi ini dapat menjadi tanda alopecia areata.
Kondisi ini terjadi ketika sistem imun menyerang folikel rambut sehingga pertumbuhannya terganggu.
Alopecia areata tidak menular dan umumnya tidak membentuk jaringan parut, sehingga rambut masih mungkin tumbuh kembali.
Namun sebaiknya pahami lebih lanjut berbagai penyebab, pengobatan dan gejala yang perlu diwaspadai!
Apa Itu Alopecia Areata?

Alopecia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut kerontokan atau kehilangan rambut. Kata areata sendiri menggambarkan pola kerontokan yang muncul pada area tertentu.
Alopecia areata dikenali dari satu atau beberapa bagian rambut yang hilang dan membentuk pitak dengan batas yang cukup jelas.
Kondisi ini termasuk penyakit autoimun. Artinya, sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang folikel rambut dan menimbulkan peradangan di sekitarnya.
Serangan tersebut mengganggu siklus pertumbuhan rambut, tetapi biasanya tidak langsung menghancurkan folikelnya secara permanen.
Area pitak umumnya terasa halus dan tidak menunjukkan jaringan parut. Sebagian besar penderita tidak merasakan keluhan pada kulit, meskipun rasa gatal dapat muncul sebelum maupun setelah rambut rontok.
Luas kerontokannya dapat berbeda pada setiap orang. Sebagian hanya mengalami satu pitak kecil, sedangkan sebagian lainnya kehilangan rambut pada area yang lebih luas, termasuk seluruh kulit kepala atau rambut tubuh.
Penyebab Alopecia Areata
Penyebab pasti alopecia areata belum diketahui. Para ahli menduga kondisi ini terjadi karena gabungan faktor genetik dan gangguan sistem imun.
Namun, pemicunya tidak selalu bisa ditemukan. Banyak orang mengalami alopecia areata tanpa gejala khusus sebelum rambut mulai rontok. Mari simak beberapa potensi penyebabnya:
1. Sistem Imun Menyerang Folikel Rambut
Pada alopecia areata, sistem imun salah mengira folikel rambut sebagai sesuatu yang berbahaya. Akibatnya, sel imun berkumpul di sekitar folikel dan menimbulkan peradangan yang mengganggu pertumbuhan rambut.
2. Perlindungan Folikel Rambut Terganggu
Dalam kondisi normal, folikel rambut memiliki perlindungan alami agar tidak mudah diserang sistem imun. Pada alopecia areata, perlindungan ini melemah sehingga folikel rambut lebih mudah menjadi sasaran.
3. Faktor Genetik
Alopecia areata lebih sering terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa. Meski begitu, faktor keturunan tidak berarti seseorang pasti akan mengalami alopecia areata.
4. Infeksi atau Penyakit Tertentu
Pada orang yang sudah rentan, infeksi atau penyakit pada kulit kepala diduga dapat memicu reaksi sistem imun. Namun, pada banyak penderita, pemicu tersebut tidak dapat diketahui dengan jelas.
5. Stres
Stres berat mungkin memicu alopecia areata pada sebagian orang yang sudah rentan. Namun, stres bukan penyebab utama dan tidak semua penderita mengalaminya sebelum rambut rontok.
Baca Juga: Ini Ciri Rambut Rontok karena Penyakit, Beda dari Biasa!
Faktor Risiko Alopecia Areata
Alopecia areata dapat dialami siapa saja, apalagi jika memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini. Adapun beberapa faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengalami kondisi ini yaitu:
- Riwayat Alopecia Areata dalam Keluarga: Risiko dapat meningkat jika orang tua, saudara kandung, atau kerabat dekat pernah mengalami kondisi serupa.
- Penyakit Autoimun: Alopecia areata lebih sering ditemukan pada orang dengan gangguan sistem imun, terutama penyakit tiroid dan vitiligo.
- Kondisi Atopik: Eksim atopik, asma, dan rhinitis alergi cukup sering ditemukan pada orang dengan alopecia areata.
- Usia Anak hingga Dewasa Muda: Kondisi ini dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi cukup sering dimulai sejak masa anak-anak atau dewasa muda.
- Riwayat Gangguan Autoimun dalam Keluarga: Adanya penyakit autoimun dalam keluarga dapat menunjukkan kecenderungan genetik terhadap gangguan sistem imun.
- Down Syndrome: Alopecia areata lebih sering ditemukan pada orang dengan Down syndrome, meskipun tidak semua orang dengan kondisi tersebut akan mengalaminya.
Jenis-Jenis Alopecia Areata
Alopecia areata dibedakan berdasarkan bentuk dan luas rambut yang rontok. Ada yang hanya menyebabkan pitak kecil, tetapi bisa juga membuat hampir seluruh rambut hilang.
Jenis paling umum adalah patchy alopecia areata. Mari kenali jenisnya satu per satu dan ciri khasnya:
1. Patchy Alopecia Areata

Patchy alopecia areata merupakan jenis yang paling umum. Rambut rontok pada satu atau beberapa area yang biasanya berbentuk bulat atau oval.
Ciri-ciri Patchy Alopecia Areata:
- Pitak dapat berukuran seperti koin atau lebih besar.
- Permukaan kulit biasanya terlihat halus.
- Dapat muncul pada kulit kepala, janggut, alis, atau bagian tubuh lain.
- Rambut dapat tumbuh di satu area saat pitak baru muncul di bagian lain.
2. Diffuse Alopecia Areata

Pada jenis ini, rambut menipis secara menyebar dan tidak membentuk pitak yang jelas. Polanya dapat mirip dengan jenis kerontokan rambut lain.
Ciri-ciri Diffuse Alopecia Areata:
- Rambut tampak menipis di banyak bagian kulit kepala.
- Pitak bulat tidak selalu terlihat.
- Dapat menyerupai telogen effluvium.
- Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
3. Ophiasis Alopecia Areata

Jenis ini menyebabkan kerontokan berbentuk pita di bagian samping dan belakang kulit kepala. Pola ini biasanya lebih sulit diprediksi dibandingkan pitak kecil biasa.
Ciri-ciri Ophiasis Alopecia Areata:
- Kerontokan mengikuti garis rambut belakang dan samping.
- Bentuknya memanjang seperti pita.
- Bagian atas kepala dapat tetap ditumbuhi rambut.
- Peluang pertumbuhan kembali dapat lebih rendah.
4. Alopecia Areata Barbae

Alopecia areata barbae adalah alopecia areata yang muncul di area janggut atau kumis. Kondisi ini dapat terjadi sendiri atau bersamaan dengan pitak di kulit kepala.
Ciri-ciri Alopecia Areata Barbae:
- Pitak muncul pada janggut atau kumis.
- Permukaan kulit biasanya terlihat halus.
- Batas area kerontokan cukup jelas.
- Dapat muncul pada satu atau beberapa bagian wajah.
5. Alopecia Totalis

Alopecia totalis menyebabkan seluruh atau hampir seluruh rambut di kulit kepala hilang. Kondisi ini lebih luas dibandingkan jenis patchy.
Ciri-ciri Alopecia Totalis:
- Kerontokan terjadi di hampir seluruh kulit kepala.
- Beberapa pitak dapat menyatu menjadi area yang luas.
- Alis dan bulu mata belum tentu ikut rontok.
- Peluang rambut tumbuh kembali cenderung lebih rendah.
6. Alopecia Universalis

Alopecia universalis merupakan jenis yang paling luas. Rambut dapat hilang dari kulit kepala, wajah, dan hampir seluruh tubuh.
Ciri-ciri Alopecia Universalis:
- Seluruh rambut kepala dapat hilang.
- Alis dan bulu mata dapat ikut rontok.
- Janggut dan rambut tubuh juga dapat hilang.
- Membutuhkan pemeriksaan dan pemantauan dokter.
Baca Juga: Traction Alopecia: Kerontokan Rambut Akibat Ikatan Terlalu Kencang
Gejala Alopecia Areata
Gejala alopecia areata dapat berbeda tergantung area yang terkena dan seberapa luas kerontokannya.
Ciri alopecia areata yang paling mudah dikenali adalah pitak halus berbentuk bulat. Mari pahami beberapa gejala yang perlu diwaspadai terkait kondisi ini:
- Pitak Muncul secara Tiba-Tiba: Rambut dapat rontok dalam waktu singkat dan meninggalkan satu atau beberapa area kosong berbentuk bulat atau oval.
- Permukaan Kulit Terlihat Halus: Area yang kehilangan rambut biasanya tidak memiliki sisik tebal atau jaringan parut.
- Exclamation Point Hair: Rambut pendek di tepi pitak tampak lebih kecil pada bagian yang dekat dengan kulit kepala sehingga bentuknya menyerupai tanda seru.
- Black Dots: Rambut yang patah tepat di dekat permukaan kulit dapat terlihat seperti titik-titik hitam di area pitak.
- Sensai Gatal: Sebagian orang merasakan sensasi gatal ringan sebelum atau sesudah rambut rontok.
- Kerontokan Alis dan Bulu Mata: Jika kondisinya lebih luas, kerontokan dapat mengenai alis atau bulu mata.
- Kerontokan Janggut: Pitak juga dapat muncul pada janggut dan bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut.
- Perubahan pada Kuku: Kuku dapat memiliki cekungan kecil, terasa kasar, menjadi rapuh, atau lebih mudah patah.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Alopecia Areata?
Alopecia areata biasanya dapat dikenali melalui pemeriksaan langsung pada kulit kepala dan rambut.
Namun, pemeriksaan tambahan mungkin dibutuhkan jika bentuk kerontokan tidak khas atau menyerupai infeksi.
Berikut berbagai diagnosa yang mungkin dilakukan:
- Wawancara Keluhan: Dokter akan menanyakan kapan kerontokan dimulai dan seberapa cepat pitak bertambah.
- Riwayat Keluarga: Informasi mengenai alopecia areata dalam keluarga dapat membantu dokter melihat faktor yang mungkin berkaitan.
- Pemeriksaan Kulit Kepala dan Rambut: Dokter akan menilai bentuk pitak, kondisi permukaan kulit, rambut yang patah, serta ada tidaknya sisik.
- Pemeriksaan Kuku: Kuku dapat diperiksa untuk menemukan cekungan kecil atau perubahan lain yang sering menyertai alopecia areata.
- Trichoscopy: Alat pembesar khusus digunakan untuk melihat tanda yang sulit dikenali dengan mata biasa, seperti black dots dan exclamation point hair.
- Hair Pull Test: Dokter dapat menarik beberapa helai rambut secara perlahan untuk melihat apakah rambut di sekitar tepi pitak masih mudah terlepas.
- Tes Darah: Pemeriksaan darah dapat dilakukan jika dokter mencurigai kondisi autoimun.
- Biopsi Kulit Kepala: Sampel kecil kulit dapat diambil jika diagnosis belum jelas atau kerontokan perlu dibedakan dari penyakit yang merusak folikel rambut.
Sebagian besar kasus dapat dikenali setelah pemeriksaan kulit kepala. Melalui layanan hair treatment, kondisi kulit kepala dapat diperiksa lebih detail dengan trikoskopi sebelum dokter menentukan penanganan yang sesuai.
Pengobatan Alopecia Areata
Belum ada satu pengobatan yang pasti bekerja pada semua penderita alopecia areata. Rambut juga dapat tumbuh kembali tanpa terapi pada kasus ringan.
Adapun beberapa pengobatan yang umum berikan:
1. Kortikosteroid Topikal
Kortikosteroid topikal, seperti clobetasol, digunakan untuk membantu mengurangi peradangan di sekitar folikel rambut. Pemakaiannya perlu mengikuti arahan dokter.
2. Suntikan Kortikosteroid
Kortikosteroid seperti triamcinolone dapat disuntikkan langsung ke area pitak untuk menekan peradangan. Metode ini biasanya dipertimbangkan jika kerontokan hanya pada area kecil.
3. Minoxidil
Minoxidil dapat digunakan sebagai terapi pendamping untuk mendukung pertumbuhan rambut. Namun, bahan ini tidak mengatasi masalah alopecia areata.
4. Anthralin
Anthralin atau dithranol digunakan untuk menimbulkan iritasi ringan yang terkontrol pada area pitak. Penggunaannya perlu diawasi dokter karena dapat menyebabkan kemerahan pada kulit.
5. Imunoterapi Topikal
Pengobatan ini menggunakan bahan seperti diphencyprone untuk memunculkan reaksi kulit yang terkontrol. Metode ini dipertimbangkan pada kerontokan yang lebih luas dan dilakukan di fasilitas kesehatan.
6. JAK Inhibitor
JAK inhibitor, seperti baricitinib dan ritlecitinib, bekerja dengan menghambat sinyal sistem imun yang memicu peradangan pada folikel. Obat ini dapat dipertimbangkan pada alopecia areata berat dan memerlukan pemantauan dokter.
7. Perawatan Kosmetik
Wig, riasan alis, atau penutup kepala dapat membantu menyamarkan kerontokan. Biasanya ini direkomendasikan apabila alopecia areata menyebabkan penurunan kepercayaan diri.
Dokter juga mungkin merekomendasikan perawatan rambut sebagai pendukung setelah penyebab kerontokan diperiksa.
Namun hair treatment adalah prosedur perawatan agar kulit kepala lebih sehat dan optimal, bukan untuk mengatasi penyebab alopecia areata.
Baca Juga: 5 Pantangan Makanan Utama bagi Penderita Alopecia Areata
Apakah Rambut Bisa Tumbuh Kembali?
Ya, rambut pada alopecia areata masih dapat tumbuh kembali karena kondisi ini umumnya tidak merusak folikel secara permanen.
Sebuah tinjauan yang dirangkum StatPearls melaporkan bahwa sekitar 34–50% penderita alopecia areata tipe bercak mengalami pertumbuhan rambut spontan dalam satu tahun, meskipun hasilnya berbeda pada setiap orang.
Peluang pertumbuhan biasanya lebih baik jika kerontokan hanya berupa satu atau beberapa pitak kecil dan belum berlangsung lama.
Rambut baru sering muncul sebagai rambut halus berwarna putih atau abu-abu, lalu dapat menebal dan kembali ke warna semula.
Namun, rambut yang sudah tumbuh bisa rontok kembali karena alopecia areata dapat kambuh. Sayangnya, peluang pertumbuhan penuh cenderung lebih rendah pada alopecia totalis atau alopecia universalis.
Komplikasi Alopecia Areata
Alopecia areata umumnya tidak merusak organ tubuh. Namun, kerontokan yang luas dapat memengaruhi kondisi fisik dan kesehatan emosional penderitanya.
Beberapa komplikasi yang mungkin dialami penderitanya yaitu:
- Menurunnya Kepercayaan Diri: Perubahan penampilan dapat membuat seseorang kurang percaya diri atau enggan bertemu orang lain.
- Kecemasan dan Depresi: Kerontokan yang sulit diprediksi dapat menimbulkan rasa cemas dan takut rambut akan semakin banyak hilang.
- Kerontokan Semakin Luas: Pitak kecil dapat bertambah atau berkembang menjadi kehilangan seluruh rambut kepala.
- Kerontokan Berulang: Rambut yang sudah tumbuh dapat kembali rontok pada area lama atau membentuk pitak baru di bagian lain.
- Perubahan pada Kuku: Kuku dapat memiliki cekungan kecil dan menjadi rapuh.
- Kulit Kepala Lebih Mudah Terpapar Matahari: Kulit kepala yang pitak lebih mudah terbakar sinar matahari dan terasa tidak nyaman saat terkena udara dingin.
- Berkurangnya Perlindungan Mata: Hilangnya alis dan bulu mata dapat membuat debu, angin, atau cahaya lebih mudah mengganggu mata.
Bisakah Alopecia Areata Dicegah?
Belum ada cara yang terbukti dapat mencegah alopecia areata muncul atau kambuh. Kondisi ini terjadi karena gangguan autoimun, sedangkan penyebab awalnya belum diketahui dengan pasti.
Rambut dapat tumbuh kembali, tetapi bisa rontok lagi pada waktu yang berbeda. Karena itu, pengobatan bertujuan membantu mengurangi kerontokan dan mendukung pertumbuhan rambut, bukan menjamin alopecia areata tidak akan kambuh.
Area pitak sebaiknya dilindungi dari sinar matahari dengan topi atau sunscreen. Jika bulu mata ikut rontok, kacamata dapat membantu melindungi mata dari debu dan angin.
Pemeriksaan sejak awal juga penting untuk memastikan pitak tidak disebabkan oleh infeksi jamur atau jenis kerontokan lain.
Kapan Harus ke Dokter?
Rambut pitak sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai alopecia areata. Kondisi ini bisa pertanda infeksi jamur, lupus, dan masalah lainnya.
Untuk mendapatkan penilaian langsung dari dokter, kamu dapat konsultasi dan membuat janji temu di Sozo Skin Clinic.
Dokter dapat memeriksa kondisi folikel menggunakan trichoscopy untuk memastikan penyebabnya.
Setelah diketahui penyebabnya, dokter dapat memberikan hair treatment pendukung agar kulit kepala lebih sehat.
Segera cari lokasi klinik terdekat dan jangan biarkan kebotakan meluas. Kamu juga bisa jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lainnya untuk sekaligus mendukung kesehatan rambut dan kulit kepalamu.
FAQ Seputar Alopecia Areata
Alopecia areata sering menimbulkan banyak pertanyaan lain. Kalau kamu belum puas dengan penjelasan di atas, mari simak beberapa jawaban singkat di bawah ini:
1. Apa Penyebab Alopecia Areata?
Alopecia areata terjadi ketika sistem imun keliru menyerang folikel rambut dan mengganggu pertumbuhannya. Penyebab awal reaksi tersebut belum diketahui pasti, tetapi faktor genetik dan pemicu dari lingkungan diduga ikut berperan.
2. Apakah Alopecia Areata Bisa Sembuh?
Belum ada pengobatan yang dapat menjamin alopecia areata sembuh permanen. Namun, rambut dapat tumbuh kembali dan kondisi ini bisa memasuki masa remisi, baik dengan maupun tanpa pengobatan.
3. Apakah Alopecia Areata Menular?
Tidak. Alopecia areata bukan penyakit infeksi sehingga tidak dapat menular melalui sentuhan, berbagi sisir, udara, atau kontak dengan rambut penderita.
4. Berapa Lama Rambut Tumbuh Kembali?
Rambut dapat mulai tumbuh kembali dalam beberapa bulan, tetapi waktunya berbeda pada setiap orang. Sebagian penderita membutuhkan waktu hingga satu tahun atau lebih, dan pertumbuhannya belum tentu penuh atau merata.
5. Apakah Alopecia Areata Bisa Kambuh?
Ya. Rambut yang sudah tumbuh dapat kembali rontok di area yang sama atau membentuk pitak baru di bagian lain. Karena itu, perjalanan alopecia areata sulit diprediksi.
6. Siapa yang Paling Berisiko Terkena Alopecia Areata?
Siapa pun dapat mengalami alopecia areata. Kemungkinannya dapat lebih tinggi pada orang dengan riwayat keluarga alopecia areata, penyakit autoimun, kondisi atopik, atau mereka yang mulai mengalaminya sejak usia anak hingga dewasa muda.
7. Apakah Stres Bisa Memicu Alopecia Areata?
Stres mungkin menjadi pemicu pada sebagian orang yang sudah memiliki kecenderungan terhadap alopecia areata. Namun, stres bukan penyebab tunggal dan banyak penderita tidak mengalami stres berat sebelum rambut mulai rontok.
8. Apakah Alopecia Areata Menyebabkan Kebotakan Permanen?
Alopecia areata termasuk kerontokan tanpa jaringan parut sehingga folikel rambut biasanya masih dapat menumbuhkan rambut. Meski demikian, peluang pertumbuhan penuh dapat lebih rendah jika kerontokan sudah luas atau berlangsung lama.
9. Kapan Harus ke Dokter jika Mengalami Pitak?
Periksakan diri jika pitak muncul tiba-tiba, cepat meluas, atau mulai mengenai alis dan bulu mata. Pemeriksaan juga diperlukan jika disertai perubahan kuku atau kulit kepala terlihat merah, bersisik, nyeri, mengilap, dan menunjukkan tanda jaringan parut.
10. Apa Perbedaan Alopecia Areata dan Kebotakan Biasa?
Alopecia areata biasanya muncul secara mendadak dalam bentuk pitak bulat atau oval akibat gangguan autoimun. Berbeda dengan itu, androgenic alopecia berkembang secara perlahan dan umumnya menimbulkan penipisan di garis rambut, puncak kepala, atau area belahan rambut akibat pengaruh genetik dan hormon.
Referensi:
- Alopecia Areata: Background, Pathophysiology, Etiology | Emedicine
- Alopecia Areata | BAD
- What is Alopecia Areata and How Is It Managed? | Harvard Health
- Alopecia Areata–Hair Loss Symptoms, Types, & Causes | NIAMS
- Alopecia Areata: Symptoms, Causes, Treatment & Regrowth | Cleveland Clinic

