Hair 9 mnt baca

10 Makanan Penumbuh Rambut yang Bernutrisi untuk Dicoba Setiap Hari

10 Makanan Penumbuh Rambut yang Bernutrisi untuk Dicoba Setiap Hari

Pertumbuhan rambut didukung oleh asupan nutrisi yang cukup, terutama dari protein, zat besi, zinc, dan vitamin. Telur, ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, hingga buah bisa menjadi pilihan makanan untuk membantu menjaga kesehatan rambut.

Rambut yang mulai rontok, mudah patah, atau terlihat makin tipis tentu bisa bikin kamu khawatir. Apalagi kalau sudah mencoba berbagai cara, tapi hasilnya belum terlihat.

Padahal, menjaga kesehatan rambut itu bukan hanya soal perawatan dari luar. Nutrisi dari makanan, seperti protein dan sejumlah mikronutrien, juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan rambut.

Tapi, tentu saja makanan bukan cara instan untuk membuat rambut tumbuh lebih cepat. Pertumbuhan rambut berlangsung secara bertahap, sehingga kebutuhan nutrisinya pun perlu dijaga secara rutin.

Lantas, makanan harian apa saja yang bisa mendukung kesehatan dan pertumbuhan rambut? Yuk, lihat beberapa pilihannya berikut ini.

10 Makanan yang Bisa Menumbuhkan Rambut

Pilihan makanan penumbuh rambut sebenarnya cukup mudah ditemukan dan bisa disesuaikan dengan menu harianmu. Mulai dari telur hingga buah-buahan, masing-masing punya nutrisi yang dapat mendukung kesehatan dan pertumbuhan rambut.

Berikut beberapa pilihannya:

1. Telur

Telur termasuk sumber protein lengkap yang mengandung semua asam amino esensial. Protein ini dibutuhkan tubuh untuk membentuk keratin, yaitu protein utama penyusun rambut.

Selain protein, telur juga mengandung biotin, zinc, dan vitamin D. Biotin berperan dalam proses pembentukan keratin, sedangkan zinc dan vitamin D ikut mendukung kesehatan folikel rambut.

2. Ikan Berlemak

Salmon, sarden, dan ikan berlemak lainnya mengandung protein, vitamin D, serta asam lemak omega-3. Nutrisi ini membantu memenuhi kebutuhan tubuh yang berkaitan dengan kesehatan kulit dan folikel rambut.

Omega-3 juga berperan dalam menjaga fungsi lapisan pelindung kulit. Kamu bisa menjadikan ikan berlemak sebagai bagian dari menu rutin, misalnya beberapa kali dalam seminggu.

3. Bayam dan Sayuran Hijau

Bayam, kangkung, dan brokoli mengandung zat besi, folat, vitamin A, dan vitamin C. Zat besi dibutuhkan untuk membantu sel darah merah membawa oksigen ke berbagai jaringan, termasuk folikel rambut.

Sementara itu, vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dari sumber nabati dengan lebih baik. Kombinasi nutrisi ini membuat sayuran hijau menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kesehatan rambut.

4. Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian

Kenari, almond, chia seed, dan flaxseed menyediakan berbagai nutrisi seperti omega-3, vitamin E, zinc, dan protein. Kandungan ini membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang berperan dalam menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala.

Vitamin E juga berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Kamu bisa menikmatinya sebagai camilan atau menambahkannya ke yogurt dan oatmeal.

5. Ubi Jalar dan Wortel

Ubi jalar dan wortel kaya akan beta-karoten, yaitu pigmen yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit, termasuk membantu produksi sebum yang menjaga kulit kepala tetap lembap.

Namun, kebutuhan vitamin A sebaiknya dipenuhi dari makanan, bukan dengan mengonsumsi suplemen secara berlebihan. Sebab, asupan vitamin A yang terlalu tinggi justru bisa berkaitan dengan kerontokan rambut.

6. Alpukat

Alpukat mengandung lemak tak jenuh dan vitamin E yang baik untuk melengkapi asupan nutrisi harian. Lemak sehat juga membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak, termasuk vitamin A.

Sementara itu, vitamin E memiliki fungsi antioksidan yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Alpukat bisa ditambahkan ke roti gandum, salad, atau dikonsumsi langsung sebagai bagian dari menu harian.

7. Yogurt dan Produk Susu

Yogurt dan produk susu seperti susu serta keju menyediakan protein dan beberapa mikronutrien yang dibutuhkan tubuh. Protein sendiri merupakan bahan dasar pembentukan keratin pada rambut.

Greek yogurt bisa menjadi pilihan karena kandungan proteinnya lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis yogurt biasa. Untuk konsumsi sehari-hari, pilih produk yang tidak terlalu tinggi gula tambahan.

8. Daging Merah dan Unggas

Daging merah dan unggas menyediakan protein, zinc, serta zat besi heme yang umumnya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati.

Nutrisi tersebut membantu memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh, termasuk folikel rambut.

Tapi ingat, konsumsinya tetap perlu seimbang. Pilih daging segar dan batasi daging olahan seperti sosis atau nugget yang biasanya mengandung lebih banyak garam dan bahan tambahan.

9. Kacang Hijau dan Kedelai

Kacang hijau, kedelai, tahu, dan tempe bisa menjadi sumber protein nabati yang mudah ditemukan sehari-hari. Makanan ini juga mengandung berbagai mikronutrien, termasuk zat besi dan beberapa vitamin B.

Kedelai juga mengandung senyawa bioaktif seperti spermidine. Penelitian awal menunjukkan adanya potensi kaitan spermidine dengan fase pertumbuhan rambut, tetapi bukti pada manusia masih terbatas sehingga belum bisa dianggap sebagai terapi penumbuh rambut.

10. Buah Sitrus dan Beri

Jeruk, jambu biji, stroberi, dan berbagai jenis beri kaya akan vitamin C. Vitamin ini dibutuhkan tubuh untuk membentuk kolagen sekaligus membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati.

Karena itu, buah tinggi vitamin C bisa menjadi pasangan yang baik untuk makanan sumber zat besi. Misalnya, kamu bisa menikmati jambu biji atau jeruk setelah makan yang mengandung sayuran hijau atau kacang-kacangan.

Baca Juga: 15 Makanan untuk Rambut Rontok, Sehat & Alami!

Hubungan Makanan dan Nutrisi untuk Menumbuhkan Rambut

makanan penumbuh rambut

Rambut tidak tumbuh terus-menerus dalam satu kondisi. Setiap helai melewati beberapa fase sebelum akhirnya rontok dan digantikan oleh rambut baru.

Secara umum, siklus pertumbuhan rambut terdiri dari tiga fase berikut:

  • Fase anagen: fase ketika rambut aktif tumbuh dan berlangsung paling lama (bertahun-tahun).
  • Fase katagen: fase transisi ketika pertumbuhan rambut mulai melambat atau berhenti.
  • Fase telogen: fase istirahat sebelum rambut lama akhirnya rontok.

Menurut Anatomy, Hair Follicle, sebagian besar rambut di kepala sebenarnya sedang aktif tumbuh. Sekitar 85–95% rambut berada dalam fase anagen pada satu waktu. 

Supaya bisa melewati setiap fase tersebut, folikel rambut membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Kalau kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, siklus pertumbuhan rambut bisa ikut terganggu.

Salah satu contohnya adalah telogen effluvium, yaitu kondisi ketika lebih banyak rambut masuk ke fase istirahat dan akhirnya rontok bersamaan. Pola makan yang terlalu ketat, diet, atau penurunan berat badan yang drastis bisa menjadi salah satu pemicunya.

Itulah kenapa makanan bisa menjadi bagian dari fondasi kesehatan rambut. Namun, kalau kerontokan dipengaruhi faktor seperti hormon, genetik, atau kondisi medis tertentu, memperbaiki asupan makanan saja mungkin belum cukup.

Untuk mengetahui langkah menumbuhkan rambut yang sesuai dengan lebih kondisi rambutmu, kamu bisa membaca panduan cara menumbuhkan rambut atau berkonsultasi dengan dokter di SOZO Skin Clinic.

Baca Juga: 15 Perawatan Rambut Kering dan Rontok Yang Harus Kamu Tahu!

Nutrisi Penting untuk Membantu Menumbuhkan Rambut

makanan penumbuh rambut

Makanan penumbuh rambut yang baik bukan hanya soal jenis makanannya, tetapi juga nutrisi yang ada di dalamnya.

Beberapa nutrisi berikut punya peran penting dalam menjaga kesehatan folikel dan mendukung pertumbuhan rambut.

  • Protein: menjadi bahan dasar keratin, yaitu protein utama penyusun rambut. Asupan yang kurang dapat membuat rambut lebih rapuh dan mudah patah.
  • Biotin: atau vitamin B7, berperan dalam proses pembentukan keratin. Suplemen biotin biasanya lebih dibutuhkan jika tubuh memang mengalami kekurangan.
  • Zat besi: membantu sel darah merah membawa oksigen ke berbagai jaringan, termasuk folikel rambut. Kekurangan zat besi dapat berkaitan dengan kerontokan seperti telogen effluvium.
  • Zinc: membantu menjaga berbagai fungsi di sekitar folikel rambut. Kekurangan zinc juga dapat berkaitan dengan kerontokan dan masalah pada kulit kepala.
  • Omega-3: membantu menjaga fungsi lapisan pelindung kulit dan mendukung kondisi kulit kepala yang sehat.
  • Vitamin A: dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sebum, yaitu minyak alami yang membantu menjaga kulit kepala dan rambut tetap lembap.
  • Vitamin C: membantu pembentukan kolagen sekaligus meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan, terutama sumber nabati.
  • Vitamin D: berperan dalam berbagai proses di dalam tubuh, termasuk fungsi folikel rambut. Sejumlah penelitian juga menemukan kaitan antara kadar vitamin D yang rendah dan beberapa jenis kerontokan rambut.

Baca Juga: 5 Perawatan Rambut Rontok Secara Alami yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ide Menu Makanan untuk Mendukung Kesehatan Rambut

Kalau masih bingung mengombinasikan makanan di atas, kamu bisa mulai dari menu sederhana berikut ini. Pilihannya tetap bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan harianmu.

  • Sarapan: telur orak-arik, roti gandum dengan alpukat, dan yogurt tanpa gula.
  • Makan siang: salmon panggang, tumis bayam, ubi jalar, dan jeruk.
  • Camilan: segenggam kacang atau biji-bijian, telur rebus, atau buah beri.
  • Makan malam: ayam atau tahu, sayuran hijau, kacang hijau, dan nasi merah.

Tidak perlu terpaku pada satu menu setiap hari. Yang lebih penting, pastikan pilihan makananmu tetap bervariasi agar kebutuhan nutrisi untuk kesehatan rambut bisa terpenuhi.

Selain dari makanan, perawatan rambut dari luar juga tetap bisa menjadi bagian dari rutinitasmu. Kamu bisa cari tahu urutan hair care routine untuk membantu menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala.

FAQ

Masih ada beberapa pertanyaan yang sering muncul soal makanan dan pertumbuhan rambut? Berikut jawabannya secara singkat.

1. Apakah makanan benar-benar bisa menumbuhkan rambut?

Ya, makanan bisa membantu mendukung pertumbuhan rambut dengan memenuhi nutrisi yang dibutuhkan folikel. Namun, kalau kerontokan dipengaruhi faktor seperti hormon atau genetik, asupan makanan saja mungkin belum cukup dan membutuhkan penanganan yang berbeda.

2. Berapa lama hasilnya bisa terlihat?

Rambut umumnya tumbuh sekitar 1 cm per bulan, sehingga perubahan kepadatan rambut membutuhkan waktu setidaknya tiga bulan dan bisa lebih lama. Yang penting, kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi secara konsisten.

3. Nutrisi mana yang paling penting untuk pertumbuhan rambut?

Tidak ada satu nutrisi yang paling ajaib untuk menumbuhkan rambut. Protein dan zat besi termasuk yang penting, kemudian ada zinc, biotin, serta berbagai vitamin dan mineral lainnya.

4. Apakah perlu mengonsumsi suplemen?

Kalau kebutuhan nutrisi sudah terpenuhi dari makanan, umumnya suplemen tidak diperlukan. Suplemen bisa dipertimbangkan jika pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan nutrisi tertentu dan penggunaannya sesuai anjuran dokter.

5. Berapa banyak rambut yang rontok masih tergolong normal?

Rambut yang rontok sekitar 50–100 helai per hari masih tergolong normal sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut. Kalau kerontokan berlangsung selama beberapa minggu dan disertai penipisan rambut, sebaiknya periksakan kondisinya.

Kapan Perlu Mempertimbangkan Hair Treatment?

Menjaga asupan makanan dan rutinitas hair care bisa membantu mendukung kesehatan rambut. Tapi, kalau kerontokan terus berlanjut, rambut semakin menipis, atau muncul area yang terlihat lebih jarang, sebaiknya kondisi rambut diperiksa lebih lanjut.

Kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk mengetahui kondisi rambut dan kulit kepala serta kemungkinan penyebab kerontokan.

before after hair grow treatment
Hasil Hair Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Dari hasil pemeriksaan, dokter dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhanmu. Beberapa pilihan hair treatment di SOZO Skin Clinic meliputi:

  • Hair Grow Booster: serum khusus kulit kepala untuk membantu mengurangi kerontokan dan mendukung pertumbuhan rambut.
  • PRP Hair: menggunakan serum PRP dengan growth factor untuk membantu menstimulasi pertumbuhan rambut.
  • Biolight Hair: terapi Red Light untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut.
  • Salmon DNA Hair: microneedling dengan serum PDRN untuk membantu memperbaiki jaringan kulit kepala dan merangsang pertumbuhan rambut.
  • Exosome Hair 5cc: microneedling dengan exosome untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut dan menjaga kesehatan kulit kepala.

Kamu juga bisa mencari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat atau menjelajahi layanan SOZO Skin Clinic untuk melihat pilihan perawatan lainnya.

 

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau saran medis langsung. Konsultasikan keluhan rambutmu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen atau melakukan perubahan pola makan yang drastis.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

Referensi

The Role of Vitamins and Minerals in Hair Loss: A Review | Dermatology and Therapeutics

The Diagnosis and Treatment of Iron Deficiency and Its Potential Relationship to Hair Loss | Journal of the American Academy of Dermatology

Telogen Effluvium | Cleveland Clinic

Hair Loss | Mayo Clinic

Hair Loss | American Academy of Dermatology

Anatomy, Hair Follicle | StatPearls

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×