Bawang merah berpotensi membantu pertumbuhan rambut pada kerontokan tertentu, tetapi penggunaannya tetap perlu didukung nutrisi, hair care, dan perawatan yang sesuai dengan penyebab kerontokan.
Rambut yang rontok lebih banyak dari biasanya bisa bikin kamu mulai mencari berbagai cara untuk mengatasinya. Salah satunya mungkin dengan bahan yang mudah ditemukan di dapur, seperti bawang merah.
Bawang merah memang sudah lama digunakan sebagai bahan alami untuk perawatan rambut. Biasanya, bawang merah ditumbuk, diperas, lalu jusnya dioleskan langsung ke kulit kepala.
Tapi, apakah bawang merah benar-benar bisa membantu menumbuhkan rambut? Ternyata, ada penelitian yang menunjukkan hasilnya cukup menjanjikan, meski ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan.
Yuk, pahami lebih jauh apa manfaat bawang merah untuk rambut dan bagaimana mengombinasikannya dengan perawatan lain agar kesehatan rambutmu tetap terjaga!
Manfaat Bawang Merah untuk Menumbuhkan Rambut

Bawang merah mengandung organosulfur yang dibutuhkan dalam pembentukan keratin, protein utama rambut. Ada juga quercetin, kaempferol, dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dan membantu menjaga kesehatan kulit kepala.
Potensinya untuk membantu pertumbuhan rambut juga pernah diteliti oleh Sharquie dan Al-Obaidi dalam studi yang diterbitkan di The Journal of Dermatology pada 2002.
Studi pada 38 orang dengan alopecia areata (kerontokan rambut berbentuk bercak) menemukan bahwa jus bawang merah dapat membantu menumbuhkan kembali rambut pada area yang mengalami kerontokan.
Hasilnya pun mulai terlihat sejak minggu kedua. Bahkan, di minggu keenam, pertumbuhan rambut terlihat pada 86,9% peserta yang menggunakan jus bawang merah.
Meski begitu, hasil ini belum bisa berlaku untuk semua jenis kerontokan. Penelitiannya masih terbatas pada alopecia areata dan jumlah pesertanya juga relatif sedikit.
Nah, beberapa manfaat bawang merah untuk rambut yang bisa kamu pertimbangkan ialah:
- Mendukung pembentukan keratin: Sulfur dalam bawang merah berperan dalam pembentukan keratin, protein utama yang menyusun rambut.
- Melindungi folikel rambut: Antioksidan membantu melindungi sel di sekitar folikel dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Mendukung aliran darah: Pijatan saat mengoleskan jus dapat membantu melancarkan sirkulasi darah di kulit kepala.
- Mendukung pertumbuhan rambut: Folikel yang terjaga dan aliran darah yang baik dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih mendukung untuk pertumbuhan rambut.
- Membantu kerontokan tertentu: Potensinya paling terlihat pada alopecia areata, bukan semua jenis kerontokan.
Tapi ingat, cara kerja bawang merah dalam membantu pertumbuhan rambut masih belum sepenuhnya dipahami.
Jadi, jus bawang merah lebih tepat diposisikan sebagai salah satu perawatan rumahan, bukan pengganti penanganan sesuai penyebab kerontokan.
Baca Juga: 15 Makanan untuk Rambut Rontok, Sehat & Alami!
Efek Samping dan Risiko Penggunaan Bawang Merah
Meski terbuat dari bahan alami, jus bawang merah tetap bisa menimbulkan reaksi pada kulit kepala, terutama kalau kulitmu cukup sensitif.
Beberapa hal yang mungkin muncul antara lain:
- Panas, perih, atau gatal: Jus bawang merah bisa membuat kulit kepala terasa tidak nyaman, terutama pada kulit yang sensitif.
- Kulit kepala kering dan berserpih: Pemakaian terlalu sering dapat membuat kulit kepala lebih kering hingga muncul rasa gatal dan serpihan yang menyerupai ketombe.
- Kemerahan atau ruam: Pada sebagian orang, jus bawang merah dapat memicu iritasi atau dermatitis kontak setelah dioleskan ke kulit kepala.
- Bau yang menyengat: Aroma bawang merah bisa menempel pada rambut dan kulit kepala meski sudah beberapa kali keramas.
Supaya lebih aman, oleskan jus bawang merah hanya pada kulit kepala yang sehat. Hindari area yang sedang lecet, terbuka, atau mengalami eksim kambuh.
Sebelum mulai menggunakannya secara rutin, coba dulu sedikit jus bawang merah pada area kecil di lengan. Tunggu sekitar 24 jam untuk melihat apakah muncul kemerahan, gatal, atau reaksi lain pada kulit.
Baca Juga: 15 Cara Menumbuhkan Rambut agar Lebih Sehat dan Lebat
Kombinasi dengan Suplemen dan Nutrisi

Bawang merah memang bisa menjadi perawatan dari luar, tetapi rambut juga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dari dalam.
Karena itu, penggunaannya bisa dibarengi dengan pola makan seimbang yang menyediakan nutrisi penting untuk mendukung kesehatan rambut.
Beberapa nutrisi yang bisa kamu perhatikan antara lain:
1. Protein
Protein merupakan bahan utama untuk membentuk keratin, yaitu protein yang menyusun sebagian besar struktur rambut. Kamu bisa mendapatkannya dari telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
2. Biotin
Biotin membantu tubuh mengolah protein, lemak, dan karbohidrat yang dibutuhkan untuk berbagai proses tubuh.
Sumbernya bisa didapat dari telur, ikan, kacang-kacangan, dan beberapa jenis sayuran. Namun, suplemen biotin belum terbukti membantu pertumbuhan rambut jika tubuh tidak mengalami kekurangan biotin.
3. Zat Besi
Zat besi membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk jaringan yang mendukung pertumbuhan rambut.
Kekurangan zat besi dapat berkaitan dengan kerontokan, sehingga kamu bisa mendapatkannya dari makanan seperti daging, telur, bayam, dan kacang-kacangan.
4. Zinc
Zinc dibutuhkan tubuh untuk berbagai proses sel, termasuk pertumbuhan dan perbaikan fungsi folikel rambut.
Sumber zinc bisa kamu dapatkan dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian, sedangkan suplemen sebaiknya digunakan jika memang terdapat kekurangan.
5. Vitamin C dan D
Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan, sehingga asupannya juga penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi rambut. Sementara itu, vitamin D berperan dalam berbagai proses tubuh yang berkaitan dengan fungsi folikel rambut.
Keduanya bisa didapat dari makanan, sedangkan suplemen lebih baik dipertimbangkan jika memang terdapat kekurangan.
Meski begitu, suplemen tidak selalu diperlukan hanya karena rambut sedang rontok. Konsumsi nutrisi tertentu secara berlebihan justru bisa menimbulkan masalah, termasuk kerontokan pada dosis tertentu.
Kalau rambut terus rontok atau jumlahnya terasa jauh lebih banyak dari biasanya, sebaiknya cari tahu penyebabnya terlebih dahulu sebelum mulai mengonsumsi suplemen.
Kamu juga bisa membaca panduan cara menumbuhkan rambut untuk memahami kebutuhan nutrisi rambut dengan lebih lengkap.
Baca Juga: 15 Hair Tonic Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Rontok
Kombinasi dengan Perawatan Rambut Lain

Selain menjaga asupan nutrisi dan mencukupi kebutuhan vitamin serta mineral, kesehatan rambut juga perlu didukung dari luar melalui hair care dan perawatan kulit kepala yang sesuai.
Kamu bisa mulai dari rutinitas dasar seperti memilih sampo sesuai kondisi kulit kepala, menggunakan kondisioner pada batang rambut, dan mengikuti urutan hair care untuk rambut agar perawatannya lebih optimal.
Kalau rambut tetap rontok atau mulai menipis, beberapa hair treatment juga bisa menjadi pilihan sesuai kondisi kulit kepala dan penyebab kerontokan. Beberapa di antaranya yaitu:
1. Hair Grow Booster
Hair Grow Booster menggunakan serum khusus yang diaplikasikan pada kulit kepala untuk membantu mengurangi kerontokan, menutrisi rambut, dan mendukung pertumbuhannya.
2. PRP Hair
PRP Hair menggunakan plasma dari darah sendiri yang kaya akan growth factor untuk membantu menstimulasi pertumbuhan dan mendukung kesehatan rambut.
3. Biolight Hair
Biolight Hair menggunakan terapi Red Light yang ditujukan untuk membantu regenerasi sel kulit kepala, meningkatkan sirkulasi darah, dan mendukung pertumbuhan rambut.
4. Salmon DNA Hair
Salmon DNA Hair menggunakan teknik microneedling dengan serum PDRN untuk membantu memperbaiki jaringan kulit kepala dan merangsang pertumbuhan rambut baru.
5. Exosome Hair 5cc
Exosome Hair 5cc menggunakan teknik microneedling dengan aplikasi exosome yang ditujukan untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut dan menjaga kesehatan kulit kepala.
Namun, kamu tidak perlu langsung memilih salah satu treatment hanya karena sedang mengalami kerontokan.
Dokter perlu melihat kondisi kulit kepala dan penyebabnya terlebih dahulu agar perawatan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan rambutmu.
Kapan Perlu Pemeriksaan Dokter?
Bawang merah bisa menjadi perawatan tambahan di rumah, tetapi kerontokan yang terus berlanjut tetap perlu dicari tahu penyebabnya. Apalagi kalau rambutmu semakin menipis atau muncul perubahan pada kulit kepala.
Bawa ke dokter bila kondisi-kondisi ini muncul:
- Rontok lebih dari tiga bulan meski asupan nutrisi dan perawatan rambut sudah diperbaiki.
- Bercak botak mulai terlihat atau garis rambut menipis dengan cepat.
- Kulit kepala meradang, berkerak, atau terus gatal dan tidak kunjung membaik.
- Ada riwayat kebotakan pola dalam keluarga, karena penyebab dan penanganannya bisa berbeda dari kerontokan sementara.
Kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk memeriksa kondisi rambut dan kulit kepala serta mencari tahu kemungkinan penyebab kerontokan.
Di SOZO Skin Clinic, dokter dapat memeriksa kondisi kulit kepala dengan trichoscopy untuk melihat keadaan folikel secara lebih jelas, lalu menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi rambutmu.
Jika diperlukan, hair treatment seperti Hair Grow Booster, PRP Hair, Biolight Hair, Salmon DNA Hair, atau Exosome Hair 5cc dapat menjadi pilihan sesuai hasil pemeriksaan.
Kamu juga bisa mencari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat atau menjelajahi layanan SOZO Skin Clinic untuk melihat pilihan perawatan lainnya.
FAQ
Kalau kamu masih ragu sebelum mencoba bawang merah untuk rambut, beberapa pertanyaan berikut bisa membantu menjawab hal yang paling sering ditanyakan.
1. Apakah bawang merah bisa menumbuhkan rambut secara permanen?
Belum tentu. Bawang merah belum terbukti bisa membuat rambut tumbuh secara permanen, terutama karena hasil penelitian yang ada masih terbatas pada kondisi tertentu.
2. Berapa lama menumbuhkan rambut dengan bawang merah?
Pertumbuhan rambut bisa mulai terlihat dalam beberapa minggu. Pada penelitian yang ada, perubahan mulai terlihat sejak minggu kedua, tetapi hasilnya bisa berbeda pada setiap orang.
3. Berapa kali sehari jus bawang merah digunakan?
Dalam penelitian, jus bawang merah digunakan dua kali sehari. Kalau baru mencoba, mulai perlahan untuk melihat apakah kulit kepala cocok dan tidak mengalami iritasi.
4. Apakah bawang merah aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanannya masih belum banyak diteliti. Kalau sedang hamil atau menyusui, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakannya secara rutin.
5. Apakah bawang merah bisa mengatasi kebotakan karena keturunan?
Belum ada bukti yang cukup untuk memastikannya. Penelitian bawang merah lebih banyak membahas alopecia areata, sehingga hasilnya tidak bisa langsung diterapkan pada kebotakan akibat keturunan.
6. Kapan sebaiknya berhenti mengandalkan bawang merah?
Kalau rambut terus rontok, semakin menipis, atau mulai muncul area botak, sebaiknya periksa ke dokter. Dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa mendapatkan perawatan yang lebih sesuai daripada terus mencoba bahan baru.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau saran medis langsung. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dulu sebelum memakai bahan apa pun pada kulit kepala, termasuk jus bawang merah.

Referensi
Onion Juice (Allium cepa L.), A New Topical Treatment for Alopecia Areata | The Journal of Dermatology
The Role of Vitamins and Minerals in Hair Loss: A Review | Dermatology and Therapeutics
Hair Loss Type: Alopecia Areata Overview | American Academy of Dermatology
Eczema Type: Contact Dermatitis Overview | American Academy of Dermatology
Hair Loss – Symptoms and Causes | Mayo Clinic