Skin 9 mnt baca

Peel Wajah Bukan Satu Ukuran untuk Semua, Kenali Jenis dan Cara Memilihnya

Peel Wajah Bukan Satu Ukuran untuk Semua, Kenali Jenis dan Cara Memilihnya

Peel wajah memiliki jenis, bahan, dan kedalaman yang berbeda sesuai kebutuhan kulit, sehingga reaksi dan downtime-nya juga tidak selalu sama. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan dilakukan secara tepat.

Kalau dengar kata peel wajah, kamu mungkin langsung membayangkan treatment yang bikin kulit merah, perih, terasa terbakar, sampai mengelupas cukup parah.

Wajar kalau bayangan seperti itu bikin kamu jadi ragu mencoba. Padahal, chemical peel sekarang punya banyak jenis dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Ada peel yang ditujukan untuk kulit berjerawat, membantu menyamarkan tampilan noda, sampai membuat kulit terlihat lebih cerah dan halus. Kedalaman dan formulanya juga dapat disesuaikan agar kulit tidak mendapatkan eksfoliasi yang lebih dari kebutuhannya.

Jadi, sebelum buru-buru takut dengan kata “peeling”, yuk kenali dulu jenis-jenis peel wajah dan cara memilihnya sesuai kondisi kulitmu!

Menghilangkan Mitos: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Kulit Di-Peeling?

Saat kulit di-peeling (khususnya chemical peel), larutan berbahan asam tertentu akan dioleskan ke kulit untuk memberikan eksfoliasi secara terkontrol.

Tujuannya bukan sekadar bikin kulit mengelupas, tetapi membantu melepaskan sel kulit mati yang sudah tidak dibutuhkan sekaligus memicu proses regenerasi kulit.

Secara sederhana, prosesnya dapat dipahami melalui beberapa tahapan berikut:

  • Ikatan sel kulit dilonggarkan: Bahan asam membantu melemahkan ikatan protein yang menyatukan sel-sel kulit mati, sehingga sel tersebut lebih mudah terlepas dari permukaan kulit.
  • Sel kulit mati terangkat secara terkontrol: Setelah ikatannya melemah, lapisan kulit terluar yang sudah mati akan terlepas secara bertahap, dengan tingkat pengelupasan yang berbeda sesuai jenis dan kedalaman peel.
  • Kulit memulai proses regenerasi: Setelah proses eksfoliasi berlangsung, kulit akan melanjutkan proses pembaruan sel dan pemulihan secara alami.

Jadi, peeling bukan berarti kulitmu “dikupas” secara sembarangan sampai lapisan kulit yang sehat ikut dihilangkan.

Adapun, jenis bahan, konsentrasi, dan kedalaman peel biasanya dapat disesuaikan dengan kondisi kulit sehingga proses eksfoliasinya tetap terkontrol dan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Ini 10 Manfaat Peeling Wajah Yang Harus Kamu Tahu!

Jenis Peel Wajah Berdasarkan Kebutuhan Kulitmu

Jenis peel wajah bisa dibedakan berdasarkan masalah kulit yang ingin ditangani. Bahan dan kedalamannya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

Berikut jenis peel yang umum digunakan berdasarkan masalah kulit, beserta bahan yang biasanya digunakan:

1. Acne Peel untuk Kulit Berjerawat dan Pori Tersumbat

acne peel treatment
Ilustrasi Acne Peel Treatment | Sumber: SOZO Skin Clinic

Kulit yang mudah berjerawat atau memiliki banyak komedo membutuhkan eksfoliasi yang dapat membantu mengurangi sel kulit mati dan sumbatan di pori.

Salah satu bahan yang umum digunakan adalah Salicylic Acid atau BHA. Bahan ini larut dalam minyak sehingga dapat bekerja pada area pori yang banyak mengandung sebum.

Bahan lain juga dapat digunakan sesuai kondisi kulit, seperti:

  • Salicylic Acid (BHA): Membantu mengangkat sel kulit mati dan mengurangi sumbatan pada pori.
  • Mandelic Acid: Termasuk AHA yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki tekstur dan tampilan kulit berjerawat.

2. Peel Flek untuk Noda Hitam dan Kulit Kusam

Kalau masalah utamanya adalah noda hitam atau warna kulit yang tidak merata, peel berbasis Alpha Hydroxy Acid atau AHA dapat menjadi salah satu pilihan.

AHA bekerja terutama di permukaan kulit dengan membantu melepaskan sel kulit mati. Proses ini dapat membuat kulit terlihat lebih cerah dan membantu meratakan tampilannya.

Beberapa bahan AHA yang umum digunakan antara lain:

  • Glycolic Acid: Membantu mengeksfoliasi kulit dan memperbaiki tampilan pigmentasi serta tekstur.
  • Lactic Acid: Memberikan eksfoliasi pada permukaan kulit dan dapat membantu memperbaiki tampilan kulit kusam.
  • Mandelic Acid: Memiliki ukuran molekul lebih besar sehingga bekerja lebih perlahan pada permukaan kulit.

3. Glowing Peel untuk Tekstur dan Tanda Penuaan

Kalau kulit mulai terlihat kusam, teksturnya kurang merata, atau muncul garis halus, glowing peel dapat digunakan untuk membantu memperbaiki tampilan kulit.

Bahan yang digunakan bisa berbeda-beda, termasuk kombinasi beberapa jenis asam. Salah satunya adalah Trichloroacetic Acid (TCA) yang pada konsentrasi tertentu dapat digunakan untuk peel dengan kedalaman berbeda.

  • TCA: Dapat membantu memperbaiki tampilan pigmentasi, tekstur, dan garis halus, tergantung konsentrasi serta teknik penggunaannya.
  • Peel kombinasi: Menggabungkan beberapa bahan untuk menyesuaikan eksfoliasi dengan kebutuhan kulit.

Namun, peel yang lebih dalam bukan berarti selalu memberikan hasil yang lebih baik. Semakin dalam penetrasinya, semakin besar pula potensi reaksi kulit dan kebutuhan pemulihannya.

Jadi, pemilihan peel sebaiknya tidak hanya berdasarkan nama treatment. Kondisi kulit, masalah yang ingin ditangani, serta bahan dan kedalaman peel perlu dipertimbangkan bersama dokter.

Baca Juga: Efek Setelah Peeling Wajah, Mana yang Normal dan Berbahaya?

Memahami Reaksi Kulit dan Downtime Tiap Jenis Peeling

peel wajah

Sebenarnya, tidak semua peel membuat kulit mengelupas sampai terlihat jelas. Reaksinya bisa sangat ringan, dan setiap jenis peel memiliki waktu pemulihan yang berbeda.

Pada peel yang ringan, kulit mungkin hanya terasa sedikit kering, kencang, atau sensitif. Sementara itu, beberapa jenis peel dapat menyebabkan pengelupasan tipis selama beberapa hari.

Secara umum, gambaran downtime-nya bisa seperti ini:

  • Peel ringan: Kulit mungkin terasa kering, kencang, atau sensitif sementara. Waktu pemulihannya sekitar 1–7 hari.
  • Peel sedang: Kemerahan, pengelupasan, atau rasa tidak nyaman dapat lebih terlihat. Pemulihannya umumnya sekitar 7–14 hari.
  • Peel dalam: Membutuhkan proses pemulihan yang lebih panjang, yaitu sekitar 14–21 hari, dengan perawatan setelah tindakan yang lebih intensif.

Jadi, kamu tidak perlu menganggap setiap peel akan membuat wajah mengelupas parah. Ada jenis peel yang reaksinya minimal, sementara jenis lainnya membutuhkan downtime lebih lama.

Yang pasti, selama masa pemulihan, perlakukan kulit dengan lembut, hindari menarik kulit yang mengelupas, dan lindungi wajah dari paparan sinar matahari. Dokter juga dapat memberikan panduan perawatan sesuai jenis peel yang kamu jalani.

Perlu diingat, kisaran tersebut merupakan gambaran umum. Lama downtime dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis dan kedalaman peel, bahan yang digunakan, serta kondisi kulit.

Baca Juga: Kejar Wajah Glowing Tanpa Downtime Lama? Kenalan dengan Dazzling Glow Peel

Mengapa Kamu Tidak Boleh Melakukan Peeling Sendiri di Rumah?

Chemical peel bukan hanya soal mengoleskan cairan asam lalu menunggu kulit mengelupas. Konsentrasi bahan, jumlah aplikasi, dan lama kontak dengan kulit dapat memengaruhi seberapa dalam bahan tersebut bekerja.

Karena itu, penggunaan cairan asam berkonsentrasi tinggi tanpa pengawasan profesional dapat meningkatkan risiko masalah pada kulit, seperti:

  • Luka bakar kimia: Asam dengan konsentrasi terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan kulit yang serius.
  • Iritasi dan peradangan: Kulit dapat mengalami kemerahan, nyeri, bengkak, atau rasa terbakar.
  • Perubahan warna kulit: Cedera akibat peel yang terlalu kuat dapat memicu perubahan pigmentasi.
  • Bekas luka: Pada kondisi yang lebih serius, kerusakan kulit dapat meninggalkan jaringan parut.

Risikonya juga tidak hanya ditentukan oleh jenis asam. Kondisi kulit dan produk perawatan yang sedang digunakan dapat memengaruhi seberapa sensitif kulit terhadap eksfoliasi.

Jadi, bukan berarti semua eksfoliasi di rumah berbahaya. Yang perlu dihindari adalah mencoba chemical peel berkonsentrasi tinggi tanpa penilaian dan pengawasan yang tepat.

Kalau kamu ingin melakukan peel, dokter di SOZO Skin Clinic dapat membantu menilai kondisi kulit terlebih dahulu. Dari sana, jenis bahan, konsentrasi, dan kedalaman peel dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulitmu.

Kapan Perlu Peeling dan Kapan Cukup dengan Treatment Facial?

peeling vs facial treatment
Ilustrasi Peeling vs Facial Treatment | Sumber: Karmina Beauty Clinic

Setelah tahu jenis peel dan downtime-nya, kamu mungkin bertanya-tanya apakah kulit selalu membutuhkan peeling. Tidak selalu, karena kebutuhan perawatan kulit bisa berbeda.

Treatment facial lebih berfokus pada pembersihan dan perawatan rutin, sedangkan chemical peel memberikan eksfoliasi kimia yang lebih spesifik.

Keduanya sama-sama dapat menjadi bagian dari perawatan kulit, tetapi tujuan dan cara kerjanya berbeda. Supaya lebih mudah membedakannya, berikut gambaran singkat antara treatment facial dan peel wajah:

AspekTreatment FacialPeel Wajah
Fokus utamaMembersihkan dan merawat kulit secara rutinMemberikan eksfoliasi kimia secara terkontrol
Cocok untukPembersihan, perawatan dasar, dan menjaga kondisi kulitJerawat, noda, kulit kusam, atau tekstur tertentu
Cara kerjaMelibatkan tahapan pembersihan dan perawatan sesuai jenis facialMenggunakan bahan kimia dengan konsentrasi dan kedalaman tertentu
DowntimeUmumnya minimal, tergantung jenis facialBisa minimal hingga menyebabkan pengelupasan selama beberapa hari, tergantung jenis peel

Jadi, kalau kebutuhanmu hanya membersihkan dan merawat kulit secara berkala, treatment facial bisa menjadi pilihan yang cukup.

Sementara itu, kalau kamu memiliki masalah kulit tertentu yang ingin ditangani dengan eksfoliasi kimia, peel dapat dipertimbangkan setelah kondisi kulit dinilai terlebih dahulu.

FAQ Seputar Peeling Wajah 

Masih ada beberapa hal yang sering membuat orang ragu sebelum melakukan peel. Berikut jawaban singkatnya.

1. Apakah kulit akan menjadi tipis jika sering di-peel?

Tidak otomatis. Peel yang dilakukan dengan jenis, konsentrasi, dan frekuensi yang sesuai tidak bertujuan menipiskan kulit, tetapi membantu melepaskan sel kulit mati secara terkontrol.

2. Kapan boleh terkena sinar matahari setelah peel?

Sebaiknya hindari paparan sinar matahari langsung selama kulit masih dalam masa pemulihan. Gunakan sunscreen dan ikuti panduan dokter mengenai kapan kulit sudah aman kembali beraktivitas di luar ruangan.

3. Apakah boleh mengelupas kulit yang sedang peeling?

Sebaiknya jangan. Biarkan kulit yang mengelupas terlepas dengan sendirinya agar tidak menambah iritasi atau menyebabkan luka pada kulit.

4. Apakah peel bisa dilakukan pada kulit sensitif?

Bisa pada kondisi tertentu, tetapi tidak semua jenis peel cocok untuk kulit sensitif. Jenis bahan dan kedalamannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit terlebih dahulu.

5. Apakah peel bisa langsung membuat kulit bebas dari noda atau jerawat?

Tidak selalu. Hasil peel bergantung pada kondisi kulit, jenis masalah, bahan yang digunakan, dan jumlah treatment yang diperlukan sehingga hasilnya dapat berbeda pada setiap orang.

Temukan Formula Peeling yang Aman

Peeling dapat disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan toleransi kulitmu. Dengan pemilihan bahan dan kedalaman yang tepat, proses eksfoliasi bisa dilakukan secara lebih terarah.

Kalau masih bingung memilih antara peel wajah atau treatment facial, kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter di SOZO Skin Clinic. Dokter dapat membantu menilai kondisi kulit dan menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Kamu juga bisa jelajahi layanan SOZO Skin Clinic untuk melihat berbagai pilihan treatment yang tersedia.

Setelah menemukan treatment yang sesuai, kamu bisa cari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat dan buat janji temu untuk mendapatkan rekomendasi perawatan dari dokter.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

Referensi

Chemical Peels: FAQs | American Academy of Dermatology

FDA Warns Against Purchasing or Using Chemical Peel Skin Products Without Professional Supervision | FDA

A Practical Approach to Chemical Peels: A Review of Fundamentals and Step-by-step Algorithmic Protocol for Treatment | PMC

Chemical Peels for Acne and Acne Scars in Asians: Evidence Based Review | PMC

Chemical Peels for Acne Vulgaris: A Systematic Review of Randomised Controlled Trials | PMC

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×