Acne 8 mnt baca

Efek Samping Threadlift (Tanam Benang) yang Perlu Kamu Tahu Sebelum dan Sesudah Treatment

Efek Samping Threadlift (Tanam Benang) yang Perlu Kamu Tahu Sebelum dan Sesudah Treatment

Threadlift dapat menimbulkan efek samping ringan seperti memar, bengkak, dan rasa kaku, tetapi juga memiliki risiko komplikasi yang perlu diwaspadai. Kenali efek samping yang mungkin terjadi, cara merawat, dan tanda yang perlu diperiksakan ke dokter.

Setelah Threadlift Treatment atau tanam benang, wajah bisa terasa kaku, bengkak, atau sedikit nyeri. Kondisi ini umumnya bersifat sementara, tetapi ada juga efek samping lain yang perlu kamu waspadai agar tahu kapan harus berkonsultasi dengan dokter.

Nah, kalau kamu sedang mempertimbangkan threadlift, atau baru saja melakukannya dan merasa ada yang aneh, artikel ini bisa membantumu membedakan mana yang normal dan mana yang perlu dicek dokter..

Efek Samping yang Umum dan Biasanya Sementara

Setelah threadlift, kamu mungkin mengalami beberapa keluhan ringan selama masa pemulihan. Beberapa efek samping yang umum terjadi meliputi:

1. Memar dan bengkak

Memar dan bengkak bisa muncul di area yang menjalani threadlift akibat respons jaringan setelah tindakan. Keluhan ini umumnya berkurang secara bertahap dalam beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung kondisi tubuh dan luas area yang ditangani.

2. Rasa kaku, tertarik, atau nyeri saat bergerak

Wajah mungkin terasa kencang, kaku, atau sedikit nyeri saat tersenyum, mengunyah, dan membuka mulut lebar. Sensasi ini biasanya membaik seiring pemulihan, tetapi nyeri yang semakin berat perlu diperiksa dokter.

3. Kulit sedikit tidak rata di awal

Pada awal pemulihan, kulit mungkin tampak sedikit berlekuk atau tidak rata di area benang. Kondisi ini dapat membaik saat jaringan beradaptasi, tetapi jika lekukan menetap atau semakin jelas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Baca Juga: Thread Lift: Manfaat, Prosedur, Harga, dan Efek Sampingnya

Efek Samping yang Lebih Jarang, tapi Perlu Diwaspadai

Threadlift Treatment
Threadlift Treatment | Sumber: Align Body & Wellness

Selain keluhan ringan, threadlift juga bisa menimbulkan komplikasi yang membutuhkan penanganan dokter. Beberapa efek samping yang perlu kamu waspadai meliputi:

1. Wajah tampak tidak simetris

Setelah threadlift, salah satu sisi wajah mungkin tampak lebih tertarik atau berbeda dari sisi lainnya. Jika perbedaan ini menetap, semakin jelas, atau disertai nyeri yang memburuk, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

2. Kulit berlekuk atau benang terasa di bawah kulit

Kulit bisa tampak berlekuk atau terasa ada garis maupun tonjolan di bawah permukaannya. Jika kondisi ini menetap, semakin jelas, atau mengganggu, jangan memijat area tersebut sendiri dan konsultasikan dengan dokter.

3. Benang menonjol atau keluar

Pada beberapa kasus, ujung benang bisa terlihat atau menembus permukaan kulit. Jangan menarik atau memotong benang sendiri karena bisa meningkatkan risiko cedera dan infeksi; segera hubungi dokter yang menangani.

4. Infeksi

Infeksi bisa ditandai dengan kemerahan yang meluas, kulit terasa panas, nyeri yang semakin berat, keluarnya nanah, atau demam. Jika kamu mengalami tanda-tanda tersebut, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Mana yang Normal, Mana yang Perlu ke Dokter?

Setelah threadlift, tidak semua perubahan pada wajah berarti komplikasi serius. Namun, penting untuk memperhatikan apakah keluhan berangsur membaik atau justru semakin parah.

Umumnya terjadi selama pemulihanPerlu segera diperiksa dokter
Memar ringan yang berangsur memudarKemerahan yang meluas atau area semakin panas
Bengkak ringan yang perlahan berkurangBengkak atau nyeri yang semakin berat
Rasa kaku atau tertarik saat menggerakkan wajahNyeri yang terus memburuk atau sulit membuka mulut
Kulit sedikit tidak rata pada awal pemulihanLekukan yang semakin jelas atau benang menonjol keluar
Tidak ada keluhan lain yang mengkhawatirkanKeluar nanah atau muncul demam

Timeline Pemulihan Setelah Threadlift

Threadlift Treatment
Threadlift Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Waktu pemulihan setiap orang bisa berbeda, tergantung kondisi kulit, jenis benang, area tindakan, dan respons tubuh. Gambaran berikut bisa membantu kamu memahami perubahan yang mungkin terjadi, tetapi tetap utamakan arahan dokter yang menangani.

Hari 1–3: Fase awal

Memar, bengkak, nyeri ringan, atau rasa tertarik bisa muncul. Istirahat dan ikuti petunjuk perawatan dari dokter.

Hari 4–7: Mulai membaik

Keluhan ringan biasanya berangsur berkurang, meskipun memar atau bengkak mungkin masih terlihat.

Minggu 2–4: Pemulihan berlanjut

Sebagian besar keluhan awal dapat semakin mereda. Rasa kaku atau perubahan kontur yang menetap perlu dievaluasi dokter.

Setelahnya: Pantau hasil dan keluhan

Jika benang terasa menonjol, kulit tetap berlekuk, atau muncul keluhan baru, jadwalkan pemeriksaan tanpa menunggu terlalu lama.

Catatan: rentang waktu di atas bersifat perkiraan umum. Keluhan yang memburuk kapan pun selama pemulihan perlu diperiksa, meskipun belum memasuki minggu kedua.

Baca Juga: Tarik Benang Wajah: Manfaat, Prosedur, Hasil, dan Efek Sampingnya

Pantangan Setelah Threadlift

Supaya wajah pulih dengan baik, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya kamu hindari sementara waktu untuk mengurangi risiko iritasi dan pergeseran benang.

  • Membuka mulut terlalu lebar: Hindari gerakan berlebihan, seperti menguap lebar atau menggigit makanan yang terlalu besar, terutama pada masa awal pemulihan.
  • Tidur tengkurap atau menekan wajah: Usahakan tidur telentang agar area yang ditangani tidak mendapat tekanan berlebih.
  • Memijat atau menggosok wajah: Jangan memijat, menekan, atau mencoba meratakan bagian yang terasa tidak rata tanpa arahan dokter.
  • Melakukan facial atau treatment wajah lain: Tunda facial, pijat wajah, HIFU, dan tindakan lain sampai dokter menyatakan waktunya tepat.
  • Berolahraga berat terlalu cepat: Ikuti arahan dokter mengenai kapan kamu boleh kembali berolahraga dan melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan pada area wajah.
  • Menggunakan produk atau obat tanpa arahan: Tanyakan terlebih dahulu jika ingin memakai produk aktif atau mengonsumsi obat tertentu selama masa pemulihan.

Perlu diingat, lama pantangan bisa berbeda sesuai teknik dan jenis benang yang digunakan. Karena itu, tanyakan kepada dokter kapan kamu boleh kembali beraktivitas seperti biasa, termasuk melakukan treatment lain seperti HIFU dengan implan atau tanam benang dan HIFU pipi.

Cara Mengurangi Risiko Efek Samping

Efek samping tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi pemilihan dokter, evaluasi sebelum tindakan, dan perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi.

  • Pilih dokter yang kompeten dan berpengalaman: pastikan dokter memahami anatomi wajah dan memiliki pengalaman melakukan threadlift.
  • Pastikan informasi benang jelas: tanyakan jenis, bahan, status izin edar, serta risiko benang yang akan digunakan.
  • Ceritakan riwayat kesehatan: sampaikan jika kamu memiliki penyakit tertentu, alergi, gangguan pembekuan darah, atau sedang mengonsumsi obat maupun suplemen.
  • Ikuti instruksi sebelum dan sesudah tindakan: jangan menghentikan obat resep atau mengubah perawatan sendiri tanpa berkonsultasi.
  • Lakukan kontrol sesuai jadwal: pemeriksaan membantu dokter menilai pemulihan dan menangani keluhan yang membutuhkan perhatian.

Jangan ragu bertanya tentang risiko dan alternatif treatment sebelum memutuskan menjalani Threadlift Treatment.

Siapa yang Sebaiknya Tidak atau Menunda Threadlift?

Threadlift tidak selalu menjadi pilihan yang tepat untuk semua orang. Dokter perlu menilai kondisi kesehatan, keadaan kulit, dan tingkat kekenduran wajah sebelum menentukan apakah tindakan ini sesuai.

Beberapa kondisi yang perlu disampaikan kepada dokter sebelum threadlift antara lain:

  • Infeksi atau peradangan kulit aktif: tindakan mungkin perlu ditunda sampai kondisi kulit membaik.
  • Gangguan pembekuan darah atau penggunaan obat tertentu: dokter perlu menilai risiko perdarahan dan memar sebelum tindakan.
  • Riwayat keloid atau gangguan penyembuhan luka: sampaikan riwayat ini agar dokter dapat mempertimbangkan risiko pembentukan jaringan parut.
  • Sedang hamil atau memiliki kondisi medis tertentu: keamanan dan kelayakan tindakan perlu dievaluasi secara individual.
  • Kulit sangat sedikit kendur: manfaat threadlift mungkin tidak sebanding dengan risiko dan biaya tindakan.
  • Kulit kendur cukup berat: hasil threadlift bisa terbatas sehingga pilihan lain, termasuk konsultasi mengenai Facelift, mungkin perlu dipertimbangkan.

Pahami Risiko Threadlift Sebelum Memilih Treatment

Memar, bengkak, dan rasa kaku pada hari-hari awal setelah threadlift umumnya bersifat sementara. Tetap ikuti pantangan dari dokter dan segera hubungi klinik jika nyeri semakin berat, kemerahan meluas, muncul nanah atau demam, maupun benang terlihat menonjol.

Kalau kamu masih mempertimbangkan threadlift, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di Sozo Skin Clinic untuk mendiskusikan kondisi kulit dan pilihan perawatan yang sesuai.

Jika sudah menjalani treatment dan mengalami keluhan, jangan ragu menghubungi klinik untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Kamu juga bisa menjelajahi layanan treatment Sozo Skin Clinic lainnya, termasuk tanam benang hidung, atau mencari lokasi klinik terdekat jika ingin berkonsultasi secara langsung.

Pada akhirnya, threadlift yang tepat bukan hanya soal hasil yang ingin dicapai, tetapi juga memahami risikonya dan memilih dokter yang tepat. Dengan informasi yang jujur, kamu bisa menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhanmu tanpa perlu terburu-buru.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

FAQ Seputar Efek Samping Threadlift

Ada beberapa pertanyaan seputar efek samping threadlift yang mungkin masih membuat kamu penasaran, mulai dari durasi pemulihan hingga kapan perlu memeriksakan diri ke dokter.

1. Berapa lama bengkak setelah threadlift hilang?

Bengkak biasanya berangsur berkurang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung kondisi tubuh dan tindakan yang dilakukan. Jika bengkak semakin parah atau tidak menunjukkan perbaikan, hubungi dokter.

2. Kenapa wajah terasa kaku setelah tanam benang?

Rasa kaku atau tertarik dapat terjadi karena jaringan wajah sedang beradaptasi setelah pemasangan benang. Jika rasa kaku semakin berat atau mengganggu gerakan wajah, sebaiknya periksakan ke dokter.

3. Apakah benang threadlift bisa terlihat dari luar?

Bisa, meskipun tidak diharapkan terjadi. Jika benang terlihat atau menonjol dari kulit, jangan menariknya sendiri dan segera hubungi dokter.

4. Kapan boleh facial atau HIFU setelah threadlift?

Waktunya bergantung pada proses pemulihan, area tindakan, dan kondisi benang. Tanyakan langsung kepada dokter kapan treatment lain aman dilakukan agar tidak mengganggu pemulihan.

5. Apa yang harus dilakukan kalau wajah tidak simetris setelah threadlift?

Perbedaan kontur ringan bisa terjadi pada masa awal pemulihan, tetapi ketidaksimetrisan yang menetap atau semakin jelas perlu dievaluasi dokter. Hindari memijat atau mencoba memperbaiki posisi benang sendiri.

 

Referensi

Facial Thread Lifting Complications | Journal of Cosmetic Dermatology

A Meta-Analysis and Systematic Review of the Incidences of Complications Following Facial Thread-Lifting | Aesthetic Plastic Surgery

Facial Thread Lifting Complications in China: Analysis and Treatment | Plastic and Reconstructive Surgery – Global Open

A Meta-analysis of Complications of Thread Lifting | Frontiers in Surgery

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?