Dua teman menjalani PRP wajah di klinik yang sama, tapi yang satu puas banget sementara yang lain merasa hasilnya biasa saja. Kalau kamu ada di posisi yang kedua, wajar kalau jadi bertanya-tanya. Jawabannya, hasil PRP memang dipengaruhi banyak hal: kondisi kulit awal, jenis masalah yang ditangani, cara PRP dibuat dan diaplikasikan, jumlah sesi, sampai kebiasaanmu setelah treatment.
Dengan tahu faktor-faktornya, kamu bisa fokus pada hal yang memang bisa kamu kendalikan.
Mengapa Hasil PRP Wajah Bisa Berbeda pada Setiap Orang?
Karena kulit, masalah, dan cara treatment tiap orang tidak pernah sama persis. Perbedaan hasil itu wajar dan tidak otomatis berarti treatment-nya gagal.
Beberapa hal yang perlu kamu tahu sejak awal:
- Perbaikannya umumnya moderat. Tinjauan sistematis Maisel-Campbell dkk. terhadap 24 studi menemukan perbaikan kulit menua setelah PRP biasanya di bawah 50%. Meski begitu, sebagian besar peserta studi merasa puas dengan hasilnya.
- Cara PRP diberikan sangat beragam. Tinjauan yang sama mencatat cara pembuatan dan pemberian PRP berbeda-beda antarstudi, jadi hasilnya pun sulit dibandingkan satu sama lain.
- Kualitas PRP bergantung pada siapa yang mengolahnya. Dokter bedah kulit yang dikutip RealSelf menyebut kualitas PRP bisa sangat berbeda tergantung siapa yang mengambil dan memprosesnya.
Jadi, kalau hasilmu tidak sama dengan temanmu, itu belum tentu tanda ada yang salah. Bisa jadi titik awal dan targetnya memang berbeda.
Faktor dari Kondisi Pasien yang Memengaruhi Hasil PRP
Sebagian faktor terbesar ada di kondisi kulit dan tubuhmu sendiri. Ada yang bisa diubah, ada juga yang tidak.
Usia dan Kualitas Kulit Awal
Belum ada studi terbuka yang kami temukan khusus soal pengaruh usia terhadap hasil PRP wajah. Yang tersedia adalah petunjuk tidak langsung. Dokter bedah kulit yang dikutip RealSelf menyebut perubahan awal di permukaan kulit, seperti kerutan halus, adalah target yang paling mudah dibantu PRP.
Sebaliknya, Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kulit yang sudah sangat kendur atau mengalami kerusakan berat akibat matahari biasanya tidak membaik secara dramatis dengan treatment tanpa operasi. Jadi, yang lebih menentukan sebenarnya kondisi kulit awalmu, bukan angka usianya semata.
Jenis dan Kedalaman Masalah Kulit
PRP tidak bekerja sama baiknya untuk semua masalah kulit. Menurut Maisel-Campbell dkk., bukti paling meyakinkan untuk PRP ada pada perbaikan tekstur kulit wajah.
Untuk bopeng, jenisnya ikut menentukan. Jacob dkk. menjelaskan bahwa bopeng ice pick, yaitu bopeng yang sempit dan dalam seperti bekas tusukan, umumnya butuh tindakan lain seperti eksisi kecil. Laporan kasus Savitri dkk. juga menyebut PRP terbatas manfaatnya untuk bopeng ice pick, dan lebih membantu bopeng jenis boxcar dan rolling. Soal jenis bopeng mana yang paling terbantu PRP, kami bahas lebih lengkap di artikel tersendiri.
Kondisi Kesehatan dan Obat yang Dikonsumsi
Beberapa kondisi kesehatan membuat PRP tidak disarankan sama sekali. DermNet mencantumkan, antara lain, trombosit (keping darah) yang sangat rendah, infeksi, penyakit hati kronis, dan pemakaian obat pengencer darah.
Soal obat antiinflamasi seperti obat pereda nyeri, kami belum menemukan sumber kuat yang menjelaskan pengaruhnya terhadap kualitas PRP wajah. Yang paling aman: sampaikan semua obat dan suplemen yang kamu minum ke dokter, dan jangan menghentikan obat apa pun tanpa arahan dokter yang meresepkannya. Daftar lengkap kondisi yang perlu dihindari atau dievaluasi kami bahas di artikel terpisah.
Jerawat yang Belum Terkendali
Kalau jerawatmu masih sering meradang, bopeng baru bisa terus muncul. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa penanganan bopeng biasanya dimulai setelah jerawat terkendali, karena meredakan jerawat membantu mengurangi peradangan dan mencegah bopeng baru.
Artinya, PRP yang dijalani saat jerawat belum tenang bisa terasa “kalah cepat” dengan bopeng baru yang terus terbentuk.
Faktor dari Tindakan dan Program Treatment
Cara PRP dibuat dan diberikan ikut menentukan hasil. Bagian ini sebagian besar ada di tangan klinik dan dokter, tapi tetap berguna untuk kamu pahami saat konsultasi.
Cara Pembuatan dan Konsentrasi PRP
Belum ada standar tunggal soal cara membuat PRP. Maisel-Campbell dkk. mencatat cara pembuatan PRP sangat bervariasi antarstudi, dan meta-analisis Kang dan Lu menyebut formula PRP yang paling optimal sampai sekarang belum diketahui.
Sebagai gambaran, studi-studi yang dirangkum Kang dan Lu memakai PRP dengan konsentrasi trombosit yang berbeda-beda, mulai dari sekitar 4,5 kali sampai 10 kali kadar trombosit awal di darah. Angka ini contoh dari penelitian, bukan patokan yang berlaku di semua klinik.
Metode Aplikasi PRP
PRP bisa diberikan dengan cara yang berbeda, dan caranya ikut berpengaruh. Meta-analisis Kang dan Lu terhadap 14 studi dengan 472 pasien bopeng menemukan kombinasi microneedling (tusukan jarum halus) dengan PRP lebih efektif dibanding microneedling saja. Tingkat kepuasan pasien juga lebih tinggi, tanpa peningkatan efek samping berat.
Laporan kasus Savitri dkk. pada dua pasien membandingkan dua cara lain. PRP yang disuntikkan langsung ke kulit setelah subsisi (tindakan melepas jaringan parut di bawah bopeng) memberi perbaikan lebih baik daripada PRP lewat microneedling. Kekurangannya, cara suntik ini terasa lebih sakit dan lebih bengkak. Karena hanya dua pasien, hasil ini belum bisa digeneralisasi.
Jumlah Sesi dan Konsistensi Jadwal
PRP umumnya tidak cukup sekali. Cleveland Clinic menyebut hasil terbaik didapat dari serangkaian treatment dengan jarak 4 sampai 6 minggu, dan studi dalam meta-analisis Kang dan Lu memakai 2 sampai 6 sesi. Rincian jumlah sesi dan alasan jaraknya kami bahas di artikel terpisah.
Kombinasi dengan Treatment Lain
Untuk bopeng, PRP sering bekerja lebih baik sebagai pendamping. AAD menjelaskan bahwa PRP yang dipadukan dengan treatment lain seperti microneedling dapat membuat bopeng kurang terlihat.
Kebiasaan Setelah Treatment yang Ikut Menentukan Hasil
Bagian ini paling banyak ada di tanganmu. Beberapa kebiasaan bisa mendukung hasil, sebagian lain justru membuat kulit menua lebih cepat.
- Lindungi kulit dari matahari. AAD menyebut matahari berperan besar dalam penuaan kulit dini. Pasien dalam laporan kasus Savitri dkk. juga diminta menghindari matahari serta rutin memakai sunscreen dan pelembap setelah treatment.
- Jangan menggosok kulit terlalu keras. Menurut AAD, menggosok kulit bisa memicu iritasi, dan iritasi mempercepat penuaan kulit.
- Kurangi atau hentikan rokok. AAD menyebut merokok sangat mempercepat penuaan kulit dan membuat kulit tampak kusam.
- Ikuti aturan perawatan dari dokter. Pantangan dan skincare setelah PRP wajah kami bahas lebih detail di artikel tersendiri.
Baca juga: PRP Wajah Memakai Darahmu Sendiri, Ketahui Prosedur dan Hasilnya
Faktor yang Bisa dan Tidak Bisa Kamu Kendalikan
Supaya lebih jelas, ini ringkasannya.
| Bisa dikendalikan | Tidak bisa dikendalikan |
|---|---|
| Mengendalikan jerawat sebelum dan selama program | Usia dan kondisi kulit awal |
| Jujur soal obat dan riwayat kesehatan saat konsultasi | Jenis dan kedalaman bopeng yang sudah ada |
| Mengikuti jadwal sesi yang disarankan dokter | Kondisi kesehatan yang membuat PRP tidak disarankan |
| Memilih klinik dengan dokter yang menilai kulitmu lebih dulu | Variasi cara pembuatan PRP antarklinik |
| Melindungi kulit dari matahari dan tidak menggosoknya terlalu keras | Respons kulit masing-masing orang terhadap PRP |
| Mengurangi atau berhenti merokok |
Pertanyaan Seputar Hasil PRP yang Berbeda-Beda
Apakah Hasil PRP Lebih Bagus di Usia Muda?
Belum ada bukti kuat yang khusus menjawab ini. Yang lebih jelas, perubahan kulit yang masih ringan seperti kerutan halus lebih mudah dibantu, sedangkan kulit yang sangat kendur biasanya tidak membaik dramatis. Usia hanyalah salah satu faktor.
Kalau Hasil Sesi Pertama Belum Terlihat, Apakah Gagal?
Belum tentu. Cleveland Clinic menyebut PRP perlu dilakukan sebagai rangkaian treatment, dan DermNet mencatat perbaikan kulit bisa mulai terlihat sekitar 3 minggu, lalu berlanjut selama beberapa bulan.
Mendiskusikan Ekspektasi Hasil Bersama Dokter
Hasil PRP wajah ditentukan banyak faktor, dan sebagian memang ada di tanganmu: mengendalikan jerawat, melindungi kulit dari matahari, dan mengikuti jadwal sesi. Faktor lain seperti jenis bopeng atau kondisi kulit awal tidak bisa diubah, tapi bisa diperhitungkan sejak awal.
Kalau kamu belum mulai, langkah paling berguna adalah konsultasi supaya dokter bisa menilai apakah PRP memang pilihan yang tepat untuk masalah kulitmu. Di Sozo Skin Clinic, PRP Wajah dilakukan melalui konsultasi dokter terlebih dahulu, sehingga kondisi kulit dan jenis bekas jerawatmu dinilai sebelum tindakan. Kalau kamu sudah menjalani beberapa sesi dan hasilnya terasa kurang, bawa pertanyaan itu ke dokter. Bisa jadi yang perlu diubah adalah rencana kombinasinya, bukan berhenti sepenuhnya.
Referensi:
A Systematic Review of the Safety and Effectiveness of PRP for Skin Aging | Archives of Dermatological Research
Can a Vampire Facial Make You Look Younger? | Cleveland Clinic
What’s a Vampire Facial? Everything to Know | RealSelf
Acne Scarring: A Classification System and Review of Treatment Options | Journal of the American Academy of Dermatology
Platelet-Rich Plasma: Dermatological Applications | DermNet
Acne Scars: Diagnosis and Treatment | American Academy of Dermatology
11 Ways to Reduce Premature Skin Aging | American Academy of Dermatology
Combined Effect of Microneedling and Platelet-Rich Plasma for the Treatment of Acne Scars: A Meta-Analysis | Frontiers in Medicine
Intradermal vs. Micro-needling Platelet-Rich Plasma Treatment for Atrophic Acne Scars in Fitzpatrick Skin Type 5 Subjects: Two Case Reports | Journal of Pakistan Association of Dermatologists
PRP Wajah | Sozo Skin Clinic
