Selulit dan lipedema sama-sama dapat membuat kulit tampak bergelombang, tetapi penyebab dan penanganannya berbeda. Lipedema ditandai penumpukan lemak yang tidak proporsional dan sering disertai nyeri.
Kulit di paha atau kaki kamu terlihat bergelombang seperti kulit jeruk? Kondisi ini bisa jadi selulit atau lipedema.
Keduanya sama-sama bisa membuat permukaan kulit tampak tidak rata, tetapi penyebab dan penanganannya berbeda.
Selulit umumnya tidak berbahaya, sedangkan lipedema merupakan kondisi medis yang perlu diperiksa dokter.
Kalau kamu mengalami perubahan seperti di pada kulit, yuk, kenali ciri-ciri selulit dan lipedema agar tahu kapan perlu berkonsultasi dengan dokter!
Apa Itu Selulit dan Apa Itu Lipedema?

Keduanya bisa membuat permukaan kulit terlihat tidak rata, tetapi penyebab dan gejalanya berbeda.
Selulit menyebabkan perubahan tampilan kulit, sedangkan lipedema disertai keluhan fisik dan perlu diperhatikan.
- Selulit
Selulit muncul ketika lemak di bawah kulit terdorong ke atas, sementara jaringan ikat yang menghubungkan kulit dengan jaringan di bawahnya menarik sebagian area ke bawah.
Tarikan ini membuat permukaan kulit tampak berlekuk atau bergelombang seperti kulit jeruk. Selulit sangat umum, terutama pada perempuan, dan bisa muncul pada berbagai bentuk tubuh, seperti paha.
- Lipederma
Lipedema adalah kondisi medis kronis yang terjadi ketika jaringan lemak menumpuk secara tidak proporsional di kaki dan terkadang lengan.
Penumpukan biasanya terjadi secara simetris, misalnya pada kedua kaki atau lengan, dan dapat disertai nyeri saat disentuh, rasa berat, atau mudah memar.
Lipedema lebih sering terjadi pada perempuan dan dapat mulai muncul atau memburuk saat perubahan hormon, seperti pubertas atau kehamilan.
Baca Juga: Paha Bergesekan dan Lecet: Perlukah Suntik Lemak?
Selulit vs Lipedema vs Lemak Biasa
Ketiga masalah ini sekilas memiliki ciri yang mirip, ditambah lagi semuanya berkaitan dengan lemak.
Lalu, bagaimana cara membedakannya? Simak di bawah ini!
| Aspek | Selulit | Lipedema | Lemak Tubuh Biasa |
| Tampilan | Kulit berlekuk seperti kulit jeruk | Bertekstur tidak rata | Penumpukan lemak berbentuk variatif |
| Lokasi | Paha, bokong, dan pinggul | Kedua kaki, terkadang lengan | Bisa di berbagai area tubuh |
| Simetris | Tidak selalu | Umumnya simetris di kedua sisi | Bisa simetris atau tidak |
| Nyeri | Tidak nyeri | Dapat terasa nyeri saat disentuh | Tidak nyeri |
| Mudah memar | Tidak terjadi | Sering dialami penderitanya | Tidak terjadi |
| Respons terhadap penurunan berat badan | Tampilan dapat berubah, tetapi tidak selalu hilang | Lemak lipedema tidak banyak berkurang | Dapat berkurang |
| Kaki atau tangan ikut membesar | Tidak | Lemak dapat berhenti di sekitar pergelangan | Bergantung pada distribusi lemak |
Tanda yang Membuatmu Perlu Curiga Lipedema

Kamu mungkin sering dengar bahwa ciri khas lipedema adalah kaki besar dan tidak proporsional. Namun tidak selalu itu penyebabnya lipedema.
Jika kamu mengalami tanda-tanda berikut, sebaiknya segera kunjungi dokter. Adapun beberapa tanda tang perlu diingat:
- Penumpukan Lemak Simetris: Kedua kaki atau lengan tampak membesar dengan pola yang relatif serupa.
- Ukuran Tubuh Tidak Proporsional: Kaki terlihat jauh lebih besar dibandingkan tubuh bagian atas.
- Nyeri atau Sensitif: Area yang membesar terasa nyeri, terutama saat ditekan atau disentuh.
- Mudah Memar: Memar muncul berulang kali meski tidak ingat terbentur.
- Rasa Berat: Kaki terasa berat atau tidak nyaman, terutama setelah beraktivitas.
- Perubahan di Pergelangan: Penumpukan lemak dapat berhenti di sekitar pergelangan kaki atau tangan, sehingga terlihat seperti batas atau “manset”.
Baca Juga: Penyebab Lengan Besar: Lemak, Otot, atau Bentuk Tubuh Bawaan?
Kenapa Lipedema Tidak Membaik dengan Diet Saja?
Lipedema memang tidak membaik hanya dengan diet. Hal ini karena jaringan lemak penyebab lipedema memiliki karakteristik berbeda dari lemak tubuh biasa.
Jika dibandingkan, lemak tubuh biasa seringkali bisa berkurang jika kamu berolahraga dan menjaga pola makan.
Namun pada lipedema, lemak bisa tetap bertahan di area tertentu. Akibatnya, berat badan mungkin turun, tetapi ukuran kaki atau lengan tetap besar. Hal ini dapat membuat tubuh terlihat semakin tidak proporsional.
Kenapa Lipedema Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Lipedema perlu diperiksa dokter karena gejalanya bisa menyerupai kondisi lain, seperti limfedema atau gangguan pembuluh darah.
Diagnosis dilakukan melalui wawancara riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Dokter juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan diagnosis lebih lanjut.
Perlu diingat, lipedema tidak sama dengan obesitas. Kalau obesitas disebabkan oleh lemak tubuh yang berlebih, sedangkan lipedema ditandai penumpukan lemak yang tidak proporsional dan disertai nyeri. Keduanya dapat terjadi bersamaan.
Jika kamu mengalami nyeri atau pembengkakan yang baru muncul, segera cari pemeriksaan medis.
Persiapan Sebelum Konsultasi
Sebelum berangkat konsultasi, kamu bisa menyiapkan beberapa informasi yang bisa membantu dokter memahami pola keluhanmu.
Berikut beberapa hal yang mungkin akan ditanyakan oleh dokter selama pemeriksaan:
- Waktu Kemunculan: Catat kapan perubahan ukuran atau keluhan mulai terasa.
- Riwayat Keluarga: Perhatikan apakah anggota keluarga memiliki bentuk tubuh atau keluhan serupa.
- Perubahan dari Waktu ke Waktu: Jika nyaman, bawa foto yang menunjukkan perubahan ukuran atau bentuk kaki dan lengan.
- Keluhan yang Dirasakan: Catat nyeri, rasa berat, mudah memar, atau sensitivitas saat disentuh.
- Riwayat Berat Badan: Sampaikan perubahan berat badan dan apakah ukuran area tersebut ikut berubah.
Apa yang Bisa Dilakukan Sambil Menunggu Pemeriksaan?
Sambil menunggu jadwal konsultasi, yang bisa kamu lakukan adalah tetap menjaga aktivitas fisik sesuai kemampuan.
Kamu juga bisa menjaga pola makan agar tetap seimbang, tidur cukup, dan mencatat perubahan gejala.
Sebaiknya jangan buru-buru menjalani slimming treatment pada area yang dicurigai. Karena kalau penyebabnya lipedema, kamu butuh treatment lebih lanjut.
Namun jika yang kamu alami ternyata selulit, sebetulnya kamu bisa menjalani Meso Cellulift yang mana termasuk Meso Treatment di klinik.
Kenali Gejala dan Cari Pemeriksaan yang Tepat
Kalau tekstur kulitmu bergelombang tetapi tidak disertai nyeri atau keluhan lain, kemungkinan itu selulit biasa yang bisa ditangani dengan Meso Cellulift.

Namun, jika kaki atau lengan disertai nyeri, berat, mudah memar, dan ukurannya tidak banyak mengecil meski berat badan turun, sebaiknya periksakan ke dokter.
Kamu bisa buat janji temu dan konsultasi dulu dengan dokter agar tahu mana yang kamu alami dan penanganan yang bisa diberikan.
Sebetulnya SOZO Skin Clinic punya banyak pilihan treatment kalau masalahnya karena lemak lokal, bukan lipedema, yang mana bisa kamu cek di layanan Slimming Treatment.
Agar pilihannya tepat, langsung saja cari lokasi klinik terdekat. Kamu berhak mendapat penjelasan yang tepat tentang tubuhmu, tanpa disalahkan atas perubahan yang kamu alami.
FAQ Seputar Lipedema dan Selulit
Masih bingung membedakan lipedema dan selulit atau menentukan kapan perlu ke dokter? Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul beserta jawabannya.
1. Apa Bedanya Lipedema dan Selulit?
Selulit adalah perubahan tekstur kulit yang tampak berlekuk, sedangkan lipedema merupakan kondisi medis dengan penumpukan lemak tidak proporsional yang sering disertai nyeri, rasa berat, atau mudah memar.
2. Apakah Lipedema Bisa Sembuh?
Lipedema merupakan kondisi kronis dan belum memiliki cara yang terbukti menyembuhkannya secara permanen. Pemeriksaan dan penanganan medis dapat membantu mengelola gejala serta menjaga kualitas hidup.
3. Apakah Lipedema Sama dengan Obesitas?
Tidak. Obesitas melibatkan peningkatan lemak tubuh secara umum, sedangkan lipedema menyebabkan penumpukan lemak yang tidak proporsional pada kaki atau lengan. Keduanya dapat terjadi bersamaan.
4. Dokter Apa yang Menangani Lipedema?
Mulailah dengan berkonsultasi kepada dokter yang dapat mengevaluasi keluhan dan mengarahkan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter spesialis terkait dapat dilibatkan sesuai gejala dan kebutuhan.
5. Apakah Meso Bisa untuk Lipedema?
Meso Cellulift merupakan perawatan yang ditujukan untuk membantu tampilan selulit, bukan penanganan lipedema. Jika kamu mencurigai lipedema, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani treatment estetika.
Referensi
S2k Guideline Lipedema | Journal der Deutschen Dermatologischen Gesellschaft
Lipedema: Clinical Features, Diagnosis, and Management | National Library of Medicine
Obesity, Thrombosis, Venous Disease, and Lipedema | Obesity Medicine Association

