Jerawat punggung tidak selalu berkaitan dengan kebersihan kulit. Keringat yang terperangkap dan gesekan dapat memperparah kondisi tersebut. Perawatan di rumah dapat dicoba pada kondisi yang ringan.
Pernah merasa punggung tiba-tiba dipenuhi bruntusan atau jerawat, padahal wajah justru sedang baik-baik saja?
Kondisi ini cukup mengganggu, terutama ketika jerawat terasa sakit atau bergesekan dengan pakaian.
Bisa jadi yang muncul tersebut adalah jerawat punggung, yaitu kondisi yang terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, keringat, dan bakteri.
Lalu, apa yang sebenarnya membuat jerawat muncul di punggung? Mari simak lebih lanjut penyebab jerawat punggung, ciri-cirinya, cara mengatasi, hingga langkah untuk mencegahnya muncul kembali!
Apa Itu Jerawat Punggung?

Jerawat punggung adalah jerawat yang muncul di area punggung dan bahu. Kondisi ini dikenal sebagai back acne atau bacne.
Kadang, jerawat muncul sebagai komedo hitam, komedo putih, atau benjolan merah. Pada kondisi yang lebih berat, jerawat dapat berkembang menjadi nodul atau kista yang terasa keras dan berada lebih dalam di bawah kulit.
Jerawat punggung juga dapat terasa nyeri, terutama ketika muncul dalam jumlah banyak atau berkelompok. Dalam satu area, kamu bisa menemukan lebih dari satu jenis jerawat sekaligus.
Lokasinya tidak selalu terbatas pada punggung bagian atas. Jerawat dapat muncul di sepanjang punggung hingga area yang mendekati pinggang.
Apa Penyebab Jerawat Punggung?

Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan atau memperparah jerawat punggung. Mari simak satu per satu sebagai berikut:
1. Riwayat Keluarga
Risiko mengalami jerawat dapat lebih tinggi jika terdapat riwayat jerawat dalam keluarga. Faktor genetik dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami jerawat, termasuk pada area punggung.
2. Gesekan pada Kulit
Gesekan berulang pada kulit dapat memperparah jerawat yang sudah muncul. Kondisi ini dapat terjadi ketika kulit bergesekan dengan pakaian atau tas punggung.
Risikonya dapat meningkat ketika kulit sedang berkeringat karena kombinasi kelembapan dan gesekan dapat membuat kulit semakin mudah mengalami iritasi.
3. Perubahan Hormon
Perubahan kadar hormon dapat memengaruhi produksi sebum pada kulit. Sebum yang berlebih dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat dan memicu jerawat. Kondisi ini lebih sering terjadi pada masa pubertas atau kehamilan.
4. Obat Tertentu
Obat tertentu dapat memicu munculnya jerawat atau memperparah jerawat yang sudah ada. Salah satu contohnya adalah kortikosteroid.
Jika jerawat muncul setelah penggunaan obat tertentu, jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
5. Kebersihan Kulit Kurang Terjaga
Minyak dari rambut dapat berpindah ke punggung ketika rambut sering menyentuh kulit. Penumpukan kotoran pada handuk atau pakaian juga dapat memengaruhi kondisi kulit.
Seprai yang jarang dicuci dapat menjadi sumber kotoran yang kembali bersentuhan dengan punggung.
6. Produk Perawatan Kulit
Produk perawatan kulit tertentu dapat menyumbat pori-pori. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat pada punggung, terutama jika produk digunakan secara rutin. Pilih produk dengan label noncomedogenic untuk mengurangi risiko penyumbatan pori-pori.
7. Stres dan Kecemasan
Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Peningkatan kortisol dapat mendorong produksi sebum yang lebih banyak.
Sebum berlebih kemudian dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat dan memperburuk jerawat.
8. Keringat yang Terperangkap
Keringat yang terperangkap di antara kulit dan pakaian dapat memperburuk kondisi jerawat. Situasi ini lebih mudah terjadi ketika pakaian tetap digunakan setelah tubuh banyak berkeringat. Kulit yang lembap dalam waktu lama dapat membuat pori-pori lebih mudah tersumbat.
9. Minyak dari Rambut
Minyak dari rambut dapat berpindah ke punggung ketika rambut menyentuh kulit. Produk rambut yang mengandung minyak juga dapat ikut berpindah ke area punggung. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat.
Baca Juga: Jerawat Parah Harus ke Klinik atau Cukup di Rumah? Kenali Pilihan Treatment dari Facial hingga Laser
Ciri-Ciri Jerawat Punggung
Ciri jerawat punggung dapat berbeda sesuai jenis jerawat yang muncul. Beberapa bentuk yang dapat ditemukan meliputi:
- Komedo Hitam: Pori-pori yang tersumbat dapat terlihat sebagai titik hitam pada permukaan kulit.
- Komedo Putih: Sumbatan pada pori dapat membentuk benjolan kecil berwarna putih.
- Benjolan Merah: Jerawat dapat muncul sebagai benjolan merah tanpa bagian putih pada permukaannya.
- Nodul: Jerawat yang lebih berat dapat membentuk benjolan keras di bawah permukaan kulit.
- Kista: Jerawat kistik dapat membentuk benjolan yang berada lebih dalam di bawah kulit.
- Jerawat Nyeri: Jerawat punggung dapat terasa sakit, terutama ketika muncul dalam jumlah banyak atau berkelompok.
Cara Mengatasi Jerawat Punggung

Jerawat punggung ringan dapat dicoba ditangani dengan perawatan di rumah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Jaga Kebersihan Kulit: Gunakan sabun mandi bebas minyak yang berlabel noncomedogenic agar tidak mudah menyumbat pori-pori.
- Mandi Setelah Berolahraga: Segera mandi dan ganti pakaian setelah berkeringat untuk mencegah keringat terperangkap di kulit.
- Hindari Menggosok Punggung Terlalu Keras: Pembersihan dengan gesekan berlebihan dapat membuat jerawat semakin parah.
- Gunakan Produk Antijerawat: Benzoyl peroxide dapat digunakan untuk membantu mengatasi jerawat punggung. Saat pakai, diamkan sekitar lima menit sebelum dibilas.
- Pertimbangkan Retinoid atau Salicylic Acid: Produk retinoid dapat menjadi pilihan untuk perawatan jerawat. Acne patch dengan kandungan salicylic acid juga dapat digunakan.
- Cuci Handuk dan Seprai Secara Rutin: Cuci handuk dan seprai setidaknya satu kali seminggu agar kotoran tidak menumpuk.
- Jangan Memencet Jerawat: Memencet atau mengorek jerawat dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko bekas jerawat serta infeksi.
- Periksa ke Dokter Jika Tidak Membaik: Pada jerawat berat, sebaiknya konsultasi ke dokter kulit agar bisa mendapat antibiotik atau obat minum lainnya.
Apakah Jerawat Punggung Bisa Menimbulkan Bekas?
Ya, jerawat punggung dapat meninggalkan bekas. Risiko tersebut dapat meningkat ketika jerawat sering dipencet atau dikorek.
Kebiasaan memencet jerawat dapat merusak kulit. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan bekas jerawat yang lebih berat.
Karena itu, hindari memegang atau memencet jerawat punggung meskipun terasa mengganggu.
Baca Juga: 7 Skincare untuk Menghilangkan Bekas Jerawat secara Ampuh
Cara Mencegah Jerawat Punggung Muncul Kembali
Jerawat punggung tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya. Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu menurunkan risikonya. Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan yaitu:
- Segera Ganti Pakaian: Ganti pakaian setelah berkeringat agar kulit tidak terlalu lama tertutup pakaian lembap.
- Pilih Pakaian yang Longgar: Pakaian longgar dapat mengurangi gesekan yang berulang pada kulit punggung.
- Gunakan Bahan yang Menyerap Keringat: Pilih pakaian berbahan katun atau bahan yang dapat menyerap keringat agar kulit tetap lebih kering.
- Batasi Gesekan pada Punggung: Kurangi penggunaan tas punggung berat atau perlengkapan olahraga yang sering bergesekan dengan kulit.
- Jaga Kebersihan Barang yang Bersentuhan dengan Kulit: Cuci handuk dan seprai secara rutin agar kotoran tidak menumpuk pada permukaan yang menyentuh punggung.
- Perhatikan Produk yang Digunakan: Pilih produk noncomedogenic agar kandungannya tidak mudah menyumbat pori-pori.
- Kelola Stres: Mengelola stres dapat membantu mengurangi salah satu faktor yang berpotensi memperburuk jerawat.
- Gunakan Tabir Surya: Oleskan tabir surya pada punggung ketika area tersebut terpapar sinar matahari.
Kapan Jerawat Punggung Perlu Ditangani Dokter?
Tidak semua jerawat punggung membutuhkan pemeriksaan dokter. Namun, sebaiknya konsultasi dan buat janji temu jika jerawat tergolong berat atau terus muncul kembali.
Pemeriksaan juga diperlukan jika muncul benjolan keras atau benjolan yang terasa nyeri di bawah kulit.
Segera cari lokasi klinik terdekat cari pertolongan medis jika muncul tanda infeksi. Salah satu tandanya adalah demam.
Dokter dapat memeriksa kondisi kulit dan menentukan apakah kamu perlu mendapatkan perawatan dari dokter kulit.
Kalau ingin tahu opsi perawatan lainnnya seperti facial, kamu dapat jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut.
FAQ Seputar Jerawat Punggung
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait penyebab dan penanganan jerawat punggung.
1. Apakah Jerawat Punggung Bisa Hilang Sendiri?
Jerawat punggung ringan dapat membaik dengan perawatan kulit di rumah. Namun, prosesnya dapat membutuhkan waktu beberapa minggu.
2. Apakah Keringat Bisa Menyebabkan Jerawat Punggung?
Keringat dapat terperangkap di antara kulit dan pakaian. Kondisi tersebut dapat membuat pori-pori tersumbat dan memperparah jerawat.
3. Apakah Tas Bisa Memperparah Jerawat Punggung?
Ya, gesekan dari tas punggung dapat memperburuk jerawat. Risikonya dapat meningkat ketika punggung sedang berkeringat.
4. Apakah Jerawat Punggung Bisa Menjadi Parah?
Ya, jerawat punggung dapat berkembang menjadi nodul atau kista. Bentuk jerawat tersebut berada lebih dalam dan dapat terasa nyeri.
5. Berapa Lama Jerawat Punggung Bisa Sembuh?
Jerawat punggung dapat membutuhkan beberapa minggu untuk membaik setelah perawatan dimulai. Pada kondisi yang tidak membaik dengan produk bebas, dokter dapat memberikan penanganan lain.
6. Apakah Jerawat Punggung Bisa Dicegah Sepenuhnya?
Jerawat punggung tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya. Namun, menjaga kebersihan kulit dan mengurangi gesekan dapat membantu menurunkan risikonya.

