Acne 8 mnt baca

Jerawat: Penyebab, Jenis, Gejala, dan Obatnya

Jerawat: Penyebab, Jenis, Gejala, dan Obatnya

Jerawat menjadi masalah kulit yang hampir semua orang alami setidaknya sekali dalam hidupnya, entah saat remaja atau justru muncul di usia dewasa. Banyak orang sudah mencoba berbagai produk skincare, tapi jerawat tetap kembali atau bahkan makin meradang.

Ini sering terjadi karena penanganan yang dipilih tidak menyasar akar masalahnya. Jerawat bukan sekadar soal kebersihan wajah ada kombinasi faktor di bawah permukaan kulit yang membuatnya muncul dan sulit hilang kalau ditangani sembarangan.

Artikel ini membahas apa itu jerawat, penyebab dan faktor pemicunya, cara mengenali jenisnya berdasarkan tingkat keparahan, sampai pilihan pengobatan medis yang tersedia.

Baca Juga: Jerawat Ringan: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya 

Apa Itu Jerawat?

Jerawat atau acne vulgaris adalah gangguan kulit yang terjadi saat pori-pori, khususnya folikel rambut, tersumbat oleh minyak (sebum), kotoran, dan sel kulit mati.

Penyumbatan ini memicu peradangan yang ditandai dengan munculnya benjolan kecil di permukaan kulit, kadang disertai infeksi atau berisi nanah. Jerawat paling sering muncul di area tubuh dengan kelenjar minyak terbanyak, seperti wajah, leher, punggung, dan dada.

Kondisi ini bisa dialami siapa saja, dari remaja sampai orang dewasa, meski lebih sering terjadi pada kelompok usia 11-30 tahun.

Seberapa Umum Kondisi Ini?

Jerawat adalah masalah kulit yang sangat umum. Bisa dialami siapa saja, mulai remaja sampai orang dewasa, tapi paling sering terjadi pada kelompok usia 11-30 tahun.

Sekitar 85% orang berusia 12-24 tahun pernah mengalami jerawat, menjadikannya masa puncak kemunculan kondisi ini.Alasan utamanya adalah lonjakan hormon androgen saat pubertas, yang merangsang kelenjar sebasea memproduksi sebum jauh lebih banyak dari biasanya. Pada remaja laki-laki di masa pubertas akhir, prevalensinya bahkan bisa mencapai 85% dibanding 15% pada remaja perempuan di tahap yang sama.

Meski identik dengan usia muda, jerawat bukan cuma masalah remaja. Kamu yang berusia 25-34 tahun juga masih berisiko, dengan prevalensi sekitar 8%, dan angka ini menurun jadi sekitar 3% pada usia 35-44 tahun.Fluktuasi hormon atau perubahan gaya hidup jadi penyebab paling umum jerawat yang muncul di usia dewasa.

Penyebab Utama Jerawat

Jerawat berpusat pada pilosebaceous unit, bagian kulit yang terdiri dari folikel rambut dan kelenjar minyak. Munculnya jerawat bukan proses satu malam, melainkan hasil dari empat faktor yang saling berkaitan:

  • Produksi sebum berlebih — kelenjar minyak memproduksi sebum untuk menjaga kelembapan kulit, tapi kalau terlalu aktif, minyak berlebih membanjiri permukaan kulit dan memicu penyumbatan
  • Penumpukan sel kulit mati — saat proses pengelupasan alami kulit terganggu, sel kulit mati tidak luruh sempurna dan akhirnya menempel serta terperangkap di dalam pori
  • Penyumbatan folikel rambut — campuran sebum berlebih dan sel kulit mati menciptakan sumbatan di folikel rambut, yang dikenal sebagai komedo, baik komedo hitam maupun komedo putih
  • Pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes — pori yang tersumbat jadi lingkungan yang disukai bakteri ini untuk berkembang biak. Saat bakteri menginfeksi sumbatan, tubuh merespons dengan sistem imun, sehingga terjadi peradangan berupa benjolan merah, bengkak, atau bernanah

Faktor Risiko yang Memperparah Jerawat

Selain empat penyebab utama di atas, ada berbagai pemicu dari luar maupun dari dalam tubuh yang bisa meningkatkan risiko kamu jerawatan atau membuat jerawat yang sudah ada makin parah:

  • Fluktuasi hormon — hormon androgen berperan besar merangsang kelenjar minyak. Lonjakan hormon ini biasanya terjadi saat kamu memasuki masa pubertas, menjelang menstruasi, selama kehamilan, atau akibat penggunaan alat kontrasepsi tertentu
  • Faktor genetik — kamu punya risiko lebih tinggi berjerawat kalau salah satu atau kedua orang tua punya riwayat kulit acne-prone
  • Kosmetik dan skincare komedogenik — produk riasan atau perawatan wajah yang mengandung minyak berat bisa langsung menyumbat pori, terutama kalau kamu tidak double cleansing sampai benar-benar bersih
  • Stres berlebih — stres tidak langsung memproduksi bakteri, tapi mengacaukan hormon dan gaya hidup, yang ujungnya memperparah peradangan jerawat yang sudah ada
  • Pola makan — konsumsi tinggi gula (indeks glikemik tinggi) dan makanan tinggi lemak bisa memicu lonjakan insulin yang merangsang produksi minyak wajah
  • Faktor lingkungan — paparan polusi udara, debu, dan cuaca lembap membuat kotoran lebih mudah menempel di kulit
  • Gesekan fisik terus-menerus — kebiasaan pakai topi, kerah baju ketat, atau masker yang menekan kulit secara konstan bisa memicu iritasi dan menyumbat folikel
  • Kebiasaan merokok — aktif merokok atau sering terpapar asap rokok bisa merusak skin barrier dan memperlambat penyembuhan jerawat
  • Konsumsi obat-obatan dan kondisi medis tertentu — obat seperti kortikosteroid, litium, atau obat antikejang bisa memicu jerawat. Kondisi medis hormonal seperti PCOS juga kerap ditandai jerawat yang membandel

Tanda dan Gejala Jerawat

Gejala jerawat tidak sekadar munculnya bintik di kulit. Tergantung tingkat keparahannya, kamu bisa merasakan tanda yang sangat bervariasi, mulai dari benjolan kecil yang tidak terasa sakit sampai benjolan besar yang perih, gatal, atau terasa panas dan terbakar akibat peradangan.

Jerawat umumnya muncul di area tubuh dengan kepadatan kelenjar sebasea yang tinggi, meliputi:

  • Wajah dan leher
  • Dada dan punggung
  • Area lain yang punya kelenjar minyak cukup banyak

Sensasi gatal atau terbakar akibat peradangan sering memicu keinginan untuk menyentuh atau memencet jerawat. Tapi kalau terus disentuh atau dipecahkan secara paksa, infeksinya bisa menyebar dan membuat peradangan jadi jauh lebih parah.

Jenis Jerawat Berdasarkan Karakteristik Gejalanya

Untuk menentukan penanganan yang tepat, kamu perlu mengenali ciri-ciri jerawat berdasarkan tingkat keparahannya.

Jerawat non-inflamasi (ringan dan tidak nyeri)

Kondisi ini terjadi saat pori tersumbat tapi belum terinfeksi bakteri.

  • Whitehead (komedo putih) — pori tertutup yang terlihat seperti benjolan kecil berwarna putih atau sewarna kulit
  • Blackhead (komedo hitam) — pori terbuka yang tersumbat. Ujungnya berwarna hitam bukan karena kotoran, melainkan karena minyak yang terperangkap mengalami oksidasi saat terpapar udara

Jerawat inflamasi (meradang, kemerahan, dan nyeri)

Kalau sumbatan komedo di atas terkontaminasi bakteri kulit, kondisinya berkembang jadi meradang dengan gejala yang lebih mengganggu.

  • Jerawat Papula — bintil atau benjolan kecil berwarna kemerahan yang mulai terasa nyeri atau perih saat disentuh
  • Pustula — kelanjutan dari papula, berupa benjolan kecil kemerahan dengan “mata” berisi nanah putih kekuningan di ujungnya
  • Nodul — benjolan besar, padat, dan keras yang terbentuk di bawah permukaan kulit, terasa sangat nyeri, dan butuh waktu berbulan-bulan untuk sembuh
  • Kista (jerawat batu) — jenis jerawat paling parah, berupa benjolan besar di bawah kulit yang melunak karena berisi nanah, menimbulkan rasa sakit yang konstan, dan rentan meninggalkan bekas luka dalam kalau pecah

Baca Juga: Jerawat Aktif Adalah: Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasinya 

Pilihan Pengobatan Jerawat Secara Medis

Setelah dokter spesialis kulit mendiagnosis jenis dan tingkat keparahan jerawatmu, mereka akan menentukan kombinasi pengobatan yang paling tepat. Pengobatan ini tidak bisa asal pilih, karena spektrumnya luas, mulai dari obat oles, obat minum, sampai prosedur klinis seperti acne treatment.

Obat oles dan obat minum

  • Retinoid — mencegah penyumbatan folikel rambut dan mempercepat regenerasi sel kulit
  • Antibiotik jerawat — tersedia dalam bentuk oles maupun minum untuk memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat sekaligus meredakan peradangan
  • Benzoil peroksida — bekerja langsung membunuh bakteri C. acnes di permukaan kulit dan membersihkan pori
  • Azelaic acid — punya sifat antibakteri untuk melawan pertumbuhan bakteri di kulit, sekaligus efektif memudarkan noda hitam bekas jerawat
  • Asam salisilat — membantu membersihkan sumbatan di folikel rambut dan ampuh menghilangkan komedo
  • Dapson — obat oles yang sering dianjurkan khusus untuk wanita yang mengalami peradangan akibat acne vulgaris
  • Agen antiandrogen — obat minum yang diresepkan saat antibiotik biasa tidak efektif, bekerja menghalangi efek hormon androgen agar kelenjar minyak tidak memproduksi sebum berlebih
  • Isotretinoin — obat minum dosis kuat yang jadi pilihan terakhir untuk jerawat kategori parah, seperti jerawat batu, yang kebal terhadap pengobatan lain

Prosedur klinis dan terapi medis

Kalau obat oles dan obat minum dirasa kurang cepat, atau jerawat sudah meninggalkan bekas yang mengganggu, dokter biasanya menyarankan tindakan klinis berikut:

  • Laser treatment dan terapi fotodinamik — menggunakan sinar laser untuk menembak kelenjar minyak agar produksinya berkurang, sekaligus mematikan bakteri tersembunyi
  • Dermabrasi — pengikisan lapisan atas kulit menggunakan alat khusus agar sel kulit mati terangkat dan tekstur kulit kembali rata
  • Chemical peeling — pengelupasan kulit menggunakan cairan kimia khusus untuk mengangkat sel kulit mati dan memperbaiki tampilan bekas jerawat yang ringan
  • Suntik jerawat (injeksi steroid) — larutan kortikosteroid dosis rendah disuntikkan langsung ke jerawat jenis nodul atau kista, ampuh meredakan peradangan dan mengempiskan jerawat besar dalam waktu singkat

Obat kategori keras seperti isotretinoin, antibiotik oral, hingga tindakan suntik jerawat punya risiko efek samping tertentu. Pastikan kamu selalu berkonsultasi dan berada di bawah pengawasan dokter spesialis kulit sebelum memulai pengobatan ini.

Baca Juga: 7 Skincare untuk Menghilangkan Bekas Jerawat secara Ampuh 

Kapan Kamu Harus ke Dokter?

Meski banyak produk perawatan wajah dijual bebas, tidak semua jerawat bisa kamu selesaikan sendiri di rumah. 

Segera konsultasi kalau kamu sudah rutin pakai skincare dengan kandungan anti-acne selama 2-3 bulan tapi belum ada perubahan, jerawat yang muncul berjenis nodul atau kista, tiap jerawat sembuh selalu meninggalkan bekas dalam atau noda hitam pekat, muncul breakout tiba-tiba di usia 30-an atau 40-an padahal dulu tidak pernah separah ini, atau kondisi kulitmu sudah mulai memengaruhi rasa percaya diri dan kesehatan mental.

Sozo Skin Clinic siap jadi tempatmu berkonsultasi. Dokter akan memeriksa langsung jenis dan tingkat keparahan jerawatmu, lalu menentukan penanganan paling sesuai, mulai dari Acne Peel untuk membersihkan pori dan mengangkat sel kulit mati, IPL Acne untuk mematikan bakteri sekaligus meredakan kemerahan, Meso Acne untuk memasukkan serum khusus ke lapisan kulit yang bermasalah hingga ada program jerawat seperti pore detox treatment

Jangan tunggu sampai jerawat makin parah dan meninggalkan bekas permanen segera booking konsultasi gratis di Sozo Skin Clinic sekarang.

Referensi:

    Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
    ×