Acne 8 mnt baca

Kenapa Jerawat Tidak Sembuh-Sembuh? Mungkin Ini yang Belum Kamu Cek

Kenapa Jerawat Tidak Sembuh-Sembuh? Mungkin Ini yang Belum Kamu Cek

Noda merah, hiperpigmentasi, dan bopeng tidak dapat ditangani dengan pendekatan skincare yang sama. Bahan aktif tertentu dapat menyamarkan perubahan warna secara bertahap, tetapi skincare umumnya tidak cukup untuk meratakan bopeng yang terbentuk akibat kehilangan jaringan. 

Jerawat yang nggak kunjung sembuh bisa terjadi karena skincare belum diberi waktu cukup untuk bekerja atau ada kebiasaan yang memperburuk kondisi kulit. 

Kalau kamu sudah mencoba berbagai produk tetapi jerawat masih muncul, wajar kalau rasanya melelahkan. 

Apalagi kalau uang dan waktu sudah banyak dikeluarkan, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. 

Bukan berarti kamu gagal merawat kulit, kok. Bisa jadi ada hal yang belum kamu sadari. Yuk, cek satu per satu supaya kamu bisa menentukan langkah selanjutnya dengan lebih tepat.

Sudah Berapa Lama Kamu Pakai Skincare yang Sama?

Jerawat Membandel
Jerawat Membandel | Sumber: Everyday Health

Skincare untuk jerawat memang nggak selalu menunjukkan hasil dalam beberapa hari. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), perawatan jerawat umumnya membutuhkan sekitar 6–8 minggu untuk mulai menunjukkan perbaikan.

Karena ingin jerawat cepat hilang, kamu mungkin tergoda mengganti produk setiap kali muncul jerawat baru. 

Padahal, terlalu sering mencoba produk baru bisa membuat kulit iritasi dan menyulitkanmu menilai apakah perawatan yang digunakan benar-benar bekerja.

Sebelum mengganti seluruh skincare, coba cek beberapa hal berikut:

  • Beri Waktu yang Cukup: Gunakan produk sesuai petunjuk dan evaluasi hasilnya setelah 6–8 minggu jika kulit bisa menoleransinya.
  • Jangan Terburu-buru Ganti Produk: Munculnya satu atau dua jerawat baru belum tentu berarti skincare yang kamu gunakan gagal.
  • Perhatikan Reaksi Kulit: Jika kulit terasa terbakar atau mengalami iritasi berat, hentikan produk yang dicurigai dan konsultasikan dengan dokter.
  • Cek Cara Pemakaian: Pastikan kamu menggunakan produk sesuai petunjuk, bukan hanya mengoleskannya pada jerawat yang sudah muncul.
  • Hindari Terlalu Banyak Bahan Aktif: Menggabungkan banyak produk antijerawat sekaligus bisa meningkatkan risiko iritasi.
  • Evaluasi Hasil Secara Bertahap: Perhatikan apakah jumlah jerawat mulai berkurang, bukan hanya apakah masih ada jerawat baru yang muncul.

Inilah alasannya perlu pemeriksaan agar bisa mengetahui penyebab jerawat dan mendiskusikan pilihan acne treatment yang sesuai.

Baca Juga: Bekas Jerawat Merah Sulit Hilang? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ada Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Memicu

Kebiasaan sehari-hari juga bisa memperburuk jerawat, terutama jika menyebabkan iritasi atau membuat pori-pori tersumbat.

Coba perhatikan apakah kamu sering melakukan hal-hal berikut:

  • Memencet Jerawat: Kebiasaan ini bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat.
  • Sering Menyentuh Wajah: Tangan yang sering menyentuh wajah bisa menambah gesekan dan mengiritasi kulit, terutama jika kamu juga suka mengorek jerawat.
  • Jarang Mengganti Sarung Bantal: Minyak dan residu produk rambut bisa menempel pada kain yang bersentuhan dengan wajah. Bersihkan sarung bantal secara rutin, jika kamu sering berkeringat.
  • Jarang Membersihkan HP: Ponsel yang menempel pada pipi bisa membawa minyak dan residu ke kulit. Bersihkan permukaannya secara rutin sesuai petunjuk perangkat.
  • Memakai Helm atau Masker Terlalu Lama: Gesekan dan tekanan berulang, terutama saat kulit berkeringat, bisa memicu acne mechanica atau jerawat akibat gesekan.
  • Tidak Membersihkan Makeup dan Sunscreen dengan Benar: Sisa produk yang tidak dibersihkan dengan baik bisa ikut menyumbat pori-pori.
  • Menggunakan Produk Rambut yang Tidak Cocok: Minyak dari pomade, kondisioner, atau produk styling bisa menyumbat pori-pori di sekitar dahi dan garis rambut. 

Lokasi Jerawat Bisa Menjadi Petunjuk

Kalau jerawat selalu muncul di area yang sama, coba perhatikan apa yang sering bersentuhan dengan bagian tersebut. 

Lokasi jerawat bisa membantu kamu mengenali kemungkinan pemicunya, tetapi letak jerawat saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.

Lokasi JerawatHal yang Bisa Kamu Periksa
Dagu dan rahangApakah jerawat berulang menjelang menstruasi atau mengikuti pola tertentu?
Dahi dan garis rambutApakah minyak rambut, pomade, atau produk styling sering mengenai kulit?
PipiApakah area ini sering bersentuhan dengan HP, sarung bantal, atau masker?

Misalnya, jerawat di dagu yang berulang menjelang menstruasi bisa berkaitan dengan perubahan hormon. 

Sementara itu, bintik-bintik kecil di dahi dan garis rambut bisa dipicu oleh produk rambut yang menyumbat pori-pori. 

Produkmu Mungkin Tidak Cocok, atau Terlalu Banyak

Ilustrasi Penggunaan Skincare
Ilustrasi Penggunaan Skincare | Sumber: Popsugar

Jerawat yang nggak kunjung membaik belum tentu berarti kamu kurang banyak memakai skincare. Bisa jadi, ada produk yang kurang cocok.

Coba cek lima hal berikut sebelum menambah produk baru:

1. Produk yang Dipakai Bisa Menyumbat Pori-Pori

Produk dengan tekstur terlalu berat bisa memicu komedo pada sebagian orang. Untuk kulit yang mudah berjerawat, pilih produk berlabel non-comedogenic.

2. Terlalu Banyak Bahan Aktif Bisa Bikin Kulit Iritasi

Menggunakan banyak bahan aktif sekaligus nggak otomatis membuat jerawat lebih cepat hilang. Coba sederhanakan rutinitasmu agar kulit tidak mengalami iritasi berlebihan.

3. Krim Racikan Belum Tentu Cocok untuk Semua Orang

Krim racikan memiliki kandungan yang bisa berbeda-beda, sehingga kecocokannya bergantung pada bahan dan kondisi kulitmu. 

4. Waspadai Krim yang Mengandung Kortikosteroid

Penggunaan krim kortikosteroid pada wajah tanpa pengawasan yang tepat bisa memicu masalah kulit, termasuk bintik menyerupai jerawat. Jika kamu mencurigai adanya efek samping, konsultasikan dengan dokter.

5. Periksa Izin Edar Produk

Periksa nomor izin edar melalui kanal resmi BPOM. Jika kamu sudah telanjur menggunakannya dan mengalami reaksi yang tidak biasa, minta dokter mengevaluasi kandungannya.

Jerawat Muncul Setiap Menjelang Haid atau di Dagu?

Jerawat di Dagu
Jerawat di Dagu | Sumber: Business Insider

Perubahan hormon dapat meningkatkan produksi minyak di kulit sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat muncul kembali. 

Karena itu, jerawat yang berulang menjelang menstruasi bisa berkaitan dengan perubahan hormon. Jerawat hormonal sering muncul di area dagu dan rahang. 

Kadnag, jerawat di area tersebut juga tidak otomatis menandakan adanya gangguan hormon. Jika jerawat disertai menstruasi yang tidak teratur atau pertumbuhan rambut berlebih di wajah, sebaiknya periksakan diri ke dokter. 

Gejala tersebut bisa berkaitan dengan kondisi hormon tertentu, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Lagi Stres, Kurang Tidur, atau Pola Makan Berubah?

Kondisi sehari-hari juga bisa memengaruhi jerawat, meskipun dampaknya berbeda pada setiap orang. 

Jadi, jerawat yang muncul saat kamu sedang stres atau kurang tidur belum tentu disebabkan oleh satu faktor tersebut saja.

  • Stres: Memperburuk jerawat melalui mekanisme yang berkaitan dengan respons peradangan tubuh. 
  • Kurang Tidur: memengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan membuat rutinitas perawatan kulit lebih sulit dijalankan secara konsisten.
  • Makanan Tertentu: Makanan dengan Indeks Glikemik (IG) tinggi menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat yang meningkatkan produksi sebum.

Daripada langsung menghindari banyak jenis makanan, perhatikan apakah jerawat memburuk saat kamu mengalami stres atau perubahan pola tidur dan makan.

Jika jerawat hanya muncul satu kali setelah mengonsumsi makanan tertentu, belum cukup untuk memastikan bahwa makanan tersebut penyebabnya.

Baca Juga: 25 Makanan Penyebab Jerawat yang Sebaiknya Dibatasi 

Bisa Jadi Itu Bukan Jerawat

Tidak semua benjolan merah atau bintik kecil di wajah merupakan jerawat. Beberapa kondisi kulit bisa terlihat mirip, tetapi penyebab dan penanganannya berbeda, misalnya:

1. Jerawat Jamur atau Folikulitis Malassezia

Folikulitis Malassezia merupakan peradangan folikel rambut yang berkaitan dengan pertumbuhan ragi Malassezia, bukan jerawat biasa. 

Benjolannya cenderung kecil dan berukuran seragam, bisa terasa gatal, serta dapat muncul di dahi, garis rambut, dada, atau punggung.

2. Rosacea

Rosacea dapat menyebabkan kemerahan di bagian tengah wajah yang disertai benjolan menyerupai jerawat. 

Kulit juga bisa terasa sensitif, perih, atau seperti terbakar, sedangkan pada sebagian orang mata terasa kering atau seperti berpasir.

3. Dermatitis Perioral

Dermatitis perioral biasanya terlihat seperti kumpulan bintik kecil di sekitar mulut, tetapi ruam juga bisa muncul di sekitar hidung atau mata. 

Area tersebut dapat terasa gatal atau perih, dan penggunaan kortikosteroid topikal pada wajah bisa berperan dalam muncul atau memburuknya kondisi ini.

Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Ketiga kondisi tersebut tidak bisa dipastikan hanya dari tampilan benjolan atau foto. Jika ciri-cirinya mirip dengan keluhanmu, segera konsultasi dan buat janji temu dengan dokter.

Bantuan dokter dapat membantu menemukan penyebab yang belum teratasi dan mencegah kerusakan kulit lebih lanjut.

Jika ingin mengenali pilihan perawatan yang tersedia, kamu bisa membaca informasi tentang perawatan jerawat. 

Hasil Acne Treatment
Hasil Acne Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Untuk bekas jerawat atau tekstur kulit, dokter juga dapat menilai apakah chemical peeling sesuai dengan kondisi kulitmu. 

Jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut untuk melihat pilihan perawatan yang tersedia. Jika ingin datang langsung, cari lokasi klinik terdekat untuk merencanakan kunjungan.

chat untuk konsultasi

FAQ

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul saat jerawat tidak kunjung membaik meski sudah rutin dirawat.

1. Kenapa Jerawat Terus Muncul di Tempat yang Sama?

Jerawat bisa muncul berulang di area yang sama karena pengaruh hormon, pori-pori yang mudah tersumbat, atau kebiasaan yang memicu iritasi. Namun, lokasi jerawat saja belum cukup untuk memastikan penyebabnya.

2. Berapa Lama Skincare Jerawat Menunjukkan Hasil?

Perawatan jerawat umumnya membutuhkan waktu sekitar 4–12 minggu untuk menunjukkan perbaikan. Hasilnya bisa berbeda, tergantung jenis produk yang digunakan, tingkat keparahan jerawat, dan konsistensi pemakaian.

3. Apakah Jerawat yang Gatal Berarti Jerawat Jamur?

Belum tentu. Folikulitis Malassezia sering ditandai dengan bintik kecil yang ukurannya seragam dan terasa gatal, tetapi kondisi kulit lain juga bisa menimbulkan gejala serupa. Dokter perlu memeriksa kondisi kulit untuk memastikan penyebabnya.

4. Apakah Stres Bisa Membuat Jerawat Sulit Sembuh?

Stres dapat memperburuk jerawat pada sebagian orang karena berkaitan dengan respons peradangan dan produksi minyak di kulit. Namun, jerawat bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus, sehingga mengelola stres saja belum tentu cukup untuk mengatasinya.

5. Apakah Krim Racikan Bisa Membuat Jerawat Semakin Parah?

Bisa, tergantung pada kandungan krim dan cara penggunaannya. Krim yang mengandung kortikosteroid, misalnya, dapat memicu atau memperburuk masalah kulit tertentu jika digunakan pada wajah tanpa pengawasan yang tepat. 

 

Referensi:

Is that stubborn acne really acne? | AAD

Causes of Acne That Won’t Go Away & Treatment Options | U.S. Dermatology Partners

Tips to Heal a Big Pimple That Won’t Go Away | Verywell Health

 

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?