Anagen effluvium adalah jenis kerontokan rambut yang terjadi secara cepat dan masif, paling sering dikaitkan dengan kemoterapi. Berbeda dengan kerontokan biasa, kondisi ini menyerang rambut yang sedang dalam fase pertumbuhan aktif. Memahami definisi, gejala, dan penyebabnya penting agar kamu tahu apa yang terjadi, apakah rambut bisa tumbuh kembali, dan kapan perlu berkonsultasi ke dokter. Artikel ini membahasnya secara menyeluruh.
Kerontokan rambut memiliki banyak jenis, dan tidak semuanya sama. Salah satu yang paling cepat dan mencolok adalah anagen effluvium, yang sering diidentikkan dengan kerontokan akibat kemoterapi.
Memahami kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran, terutama karena dalam banyak kasus, anagen effluvium bersifat sementara. Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Anagen Effluvium?

Anagen effluvium adalah kerontokan rambut mendadak yang terjadi saat ada sesuatu yang mengganggu fase pertumbuhan rambut.
DermNet menjelaskan bahwa anagen effluvium disebabkan oleh cedera akut pada folikel rambut, baik dari faktor internal maupun eksternal, yang mengakibatkan kerontokan difus secara tiba-tiba pada rambut yang strukturnya rusak. Yang khas, kerontokan ini bersifat non-scarring (tidak meninggalkan jaringan parut).
Karena sebagian besar rambut di kulit kepala berada dalam fase anagen (pertumbuhan) pada satu waktu, gangguan pada fase ini dapat menyebabkan kerontokan dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat, kadang hanya dalam hitungan hari.
Gejala Anagen Effluvium yang Perlu Dikenali
Gejala anagen effluvium cukup berbeda dari kerontokan biasa, terutama dari segi kecepatan dan polanya.
1. Kerontokan Cepat dan Masif
Gejala utamanya adalah kerontokan yang cepat dan dalam jumlah banyak. Indian Journal of Dermatology menjelaskan bahwa pada kerontokan akibat kemoterapi, rambut rontok dimulai dari area mahkota dan sisi kepala, yang diduga karena gesekan saat tidur dan penggunaan penutup kepala.
2. Batang Rambut yang Patah
Medscape menjelaskan bahwa temuan khas pada anagen effluvium adalah patahnya batang rambut secara meruncing (tapered fracture), karena batang rambut menyempit akibat kerusakan pada matriks rambut, lalu patah di titik penyempitan tersebut.
3. Bisa Mengenai Alis dan Bulu Mata
Pada kasus yang luas, kerontokan tidak hanya terjadi di kulit kepala, tetapi juga dapat mengenai alis dan bulu mata.
Penyebab Anagen Effluvium
Penyebab anagen effluvium berkaitan dengan apa pun yang mengganggu pembelahan sel pada folikel rambut yang sedang aktif tumbuh.
1. Kemoterapi dan Radioterapi
Penyebab paling umum adalah kemoterapi. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kerontokan mendadak ini terjadi ketika perawatan seperti kemoterapi mengganggu pertumbuhan rambut. Obat kemoterapi memengaruhi siklus pembelahan sel pada sel rambut yang aktif tumbuh.
2. Obat-obatan, Infeksi, dan Racun
Selain kemoterapi, anagen effluvium juga bisa dipicu oleh obat-obatan tertentu, infeksi, radiasi, dan paparan racun yang mengganggu aktivitas folikel.
3. Kondisi Autoimun
DermNet mencatat bahwa kondisi autoimun seperti alopecia areata dan pemphigus vulgaris juga dapat menyebabkan anagen effluvium, karena adanya serangan inflamasi pada matriks rambut.
Faktor Risiko Anagen Effluvium
Beberapa kondisi membuat seseorang lebih mungkin mengalami anagen effluvium.
Faktor risiko utama adalah menjalani kemoterapi, terutama kemoterapi kombinasi. Medscape menjelaskan bahwa bentuk kerontokan ini lebih umum dan lebih parah pada kemoterapi kombinasi dibanding penggunaan obat tunggal, dan tingkat keparahannya umumnya bergantung pada dosis. Selain itu, orang dengan kondisi autoimun tertentu juga berisiko lebih tinggi.
Anagen Effluvium vs Telogen Effluvium, Apa Bedanya?
Dua kondisi ini sering tertukar karena sama-sama menyebabkan kerontokan difus, padahal mekanismenya berbeda.
Perbedaan utamanya terletak pada fase rambut yang terdampak. Oliva Clinic menjelaskan bahwa anagen effluvium menyerang rambut pada fase pertumbuhan (sekitar 85% folikel), sementara telogen effluvium menyerang rambut pada fase istirahat (sekitar 15% folikel). Pada anagen effluvium, batang rambut patah, sedangkan pada telogen effluvium rambut rontok secara normal dari akarnya.
Perbedaan lain adalah kecepatannya. ISHRS menyebut bahwa anagen effluvium, yang sering terjadi setelah kemoterapi atau infeksi, biasanya berlangsung lebih cepat dibanding telogen effluvium yang memiliki masa laten beberapa bulan.
Apakah Rambut Bisa Tumbuh Kembali Setelah Anagen Effluvium?
Ini adalah pertanyaan yang paling menenangkan untuk dijawab, karena kabarnya umumnya baik.
DermNet menjelaskan bahwa anagen effluvium bersifat reversibel. Folikel rambut akan kembali berfungsi normal setelah agen pemicunya dihentikan, dan pada kebanyakan kasus pertumbuhan penuh terjadi dalam 3 hingga 6 bulan setelah kemoterapi selesai.
Ada beberapa catatan menarik: terkadang rambut yang tadinya lurus bisa tumbuh menjadi keriting saat pulih, dan warnanya pun bisa berubah. Meski demikian, dalam kasus yang jarang, terutama dengan dosis kemoterapi yang sangat tinggi, kerontokan bisa bersifat permanen.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Anagen Effluvium?
Diagnosis yang tepat penting untuk membedakan anagen effluvium dari jenis kerontokan lain.
DermNet menjelaskan bahwa diagnosis melibatkan riwayat medis yang cermat, bukti kerontokan yang terdokumentasi, serta pemeriksaan mikroskopis pada rambut yang rontok. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk menyingkirkan penyebab kerontokan lain, seperti defisiensi zat besi, penyakit tiroid, lupus, dan infeksi. Dalam kasus tertentu, biopsi kulit kepala dapat dilakukan.
Apakah Anagen Effluvium Bisa Dicegah?
Karena penyebab utamanya adalah perawatan medis yang diperlukan seperti kemoterapi, pencegahan sepenuhnya umumnya tidak memungkinkan.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa tidak ada cara untuk benar-benar mencegah anagen effluvium. Namun bagi yang menjalani kemoterapi, dokter dapat menyarankan scalp cooling (cold cap), yaitu perangkat yang menurunkan suhu kulit kepala selama perawatan untuk memperlambat jumlah obat yang mencapai folikel rambut. Metode ini tidak cocok untuk semua orang, sehingga perlu didiskusikan dengan dokter.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Cleveland Clinic menyarankan untuk menghubungi dokter jika kamu mengalami kerontokan rambut yang mendadak atau signifikan, dan pastikan memberi tahu tentang obat atau perawatan baru yang sedang dijalani, karena kerontokan terkadang merupakan efek samping obat.
Bagi yang sedang menjalani perawatan kanker, segera laporkan jika ada gejala baru atau memburuk seperti iritasi kulit, perubahan warna, atau pembengkakan.
Anagen effluvium adalah kerontokan rambut cepat dan masif yang menyerang rambut di fase pertumbuhan, paling sering dipicu oleh kemoterapi. Berbeda dari telogen effluvium, kondisi ini ditandai patahnya batang rambut, tetapi kabar baiknya umumnya bersifat reversibel dengan pertumbuhan kembali dalam 3 hingga 6 bulan setelah pemicunya dihentikan.
Selama masa pemulihan, merawat kesehatan kulit kepala dapat mendukung pertumbuhan rambut yang sehat. Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai hair treatment yang membantu merawat kulit kepala dan folikel, seperti Hair Grow Booster Treatment dan Biolight Hair Treatment. Konsultasikan kondisi rambutmu dengan tim dokter Sozo, dan untuk kerontokan terkait kondisi medis, tetap koordinasikan dengan dokter yang menangani perawatan utamamu.
Referensi
- DermNet. Anagen Effluvium: Causes, Images, and Treatment.
- Cleveland Clinic. Anagen Effluvium: Symptoms, Causes & Treatment.
- Medscape. Telogen and Anagen Effluvium: Background, Pathophysiology, Etiology.
- Indian Journal of Dermatology. Anagen Effluvium.
- Oliva Clinic. Anagen Effluvium: Causes, Symptoms and Treatments.
- ISHRS. Telogen Effluvium: A Guide to Temporary Hair Loss.
