Rambut patah dan rontok memiliki ciri serta penyebab yang berbeda, mulai dari kerusakan batang rambut hingga kondisi medis tertentu. Penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab agar kerusakan tidak berlanjut.
Pernah melihat banyak rambut pendek berserakan di wastafel setelah menyisir? Atau rambut di sekitar garis dahi terlihat pendek-pendek dan sulit panjang meski sudah dirawat?
Jangan buru-buru menganggapnya sebagai rambut rontok, ya. Bisa jadi, rambutmu justru patah di tengah batang akibat kebiasaan sehari-hari, seperti terlalu sering mencatok atau mengikat rambut terlalu kencang.
Cara mengatasinya pun berbeda dengan rambut rontok. Yuk, cek perbedaannya, cari tahu kebiasaan yang bisa memicu rambut patah, dan temukan cara merawatnya agar tidak terus berulang.
Rambut Patah vs Rontok, Apa Bedanya?
Rambut patah dan rambut rontok memang sama-sama bisa membuat rambut terlihat menipis. Namun, keduanya terjadi karena masalah yang berbeda sehingga perlu ditangani dengan cara yang sesuai.
Cara Cek Sendiri: Perhatikan Ujung Helai Rambut
Coba ambil satu helai rambut yang jatuh di bantal atau saat kamu menyisir, lalu perhatikan ujungnya.
Kamu bisa menggunakan ciri-ciri berikut sebagai petunjuk awal untuk membedakan rambut patah dan rambut yang terlepas dari akarnya.
| Yang diperhatikan | Rambut patah | Rambut rontok dari akar |
| Panjang helai | Sering berupa potongan pendek dengan panjang berbeda-beda | Bisa berupa helai rambut panjang sesuai panjang rambutmu |
| Ujung rambut | Cenderung tidak rata, kasar, atau bercabang | Memiliki bulatan kecil berwarna putih di salah satu ujungnya |
| Kondisi batang | Bisa terlihat rapuh, kering, atau bercabang | Batang rambut bisa tetap utuh sepanjang helainya |
| Petunjuk lain | Banyak rambut pendek yang mudah patah saat disisir | Bisa disertai rambut yang semakin menipis atau garis belahan yang melebar |
Catatan: bulatan putih di ujung rambut yang rontok biasanya merupakan bagian dari akar rambut atau club hair. Namun, bulatan tersebut bisa saja tidak selalu terlihat, sehingga kamu tidak bisa memastikan penyebab rambut rontok hanya dari bentuk ujungnya.
Kenapa Penting Membedakan Keduanya?
Mengenali apakah rambutmu patah atau rontok bisa membantu menentukan langkah perawatan yang tepat. Dengan begitu, kamu nggak perlu asal mencoba produk yang belum tentu sesuai dengan masalah rambutmu.
Sebelum menentukan perawatan, coba perhatikan kondisi rambutmu berikut ini:
- Jika rambut lebih sering patah: fokus mengurangi kebiasaan yang merusak batang rambut, seperti terlalu sering mencatok atau melakukan proses kimia.
- Jika rambut rontok berlebihan: cari tahu penyebab kerontokannya, terutama jika rambut mulai menipis atau muncul area botak.
Kalau keluhanmu mengarah pada kerontokan, kamu bisa mencari tahu pilihan perawatan rambut rontok di SOZO Skin Clinic. Namun, jika penyebabnya belum jelas, sebaiknya periksakan kondisi rambut dan kulit kepala terlebih dahulu.
Baca Juga: 15 Penyebab Rambut Rontok & Cara Mengatasinya
Penyebab Rambut Patah yang Paling Sering
Batang rambut bisa melemah akibat kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele. Coba perhatikan beberapa pemicu berikut dan cocokkan dengan rutinitas perawatan rambutmu.
1. Terlalu Sering Menggunakan Catok dan Hair Dryer
Panas dari catok, curly iron, dan pengering rambut dapat merusak batang rambut jika digunakan terlalu sering atau dengan suhu tinggi. Akibatnya, rambut menjadi kering, rapuh, dan mudah patah.
Kalau terbiasa mencatok rambut setiap hari, coba kurangi frekuensinya dan gunakan suhu yang lebih rendah. Hindari juga menahan alat panas terlalu lama pada satu bagian rambut.
2. Terlalu Sering Bleaching, Rebonding, atau Smoothing
Proses kimia seperti bleaching, pewarnaan, rebonding, dan smoothing bisa melemahkan struktur rambut. Jika dilakukan terlalu sering, rambut yang sudah rapuh akan lebih mudah patah.
Berikan jeda antarproses kimia dan hindari melakukannya saat rambut sedang rusak parah. Jika ragu, periksa kondisi rambut terlebih dahulu sebelum menjalani prosedur berikutnya.
3. Kuncir Terlalu Kencang atau Hijab yang Menekan Rambut
Ikatan rambut yang terlalu kencang dapat menimbulkan tarikan berulang dan membuat rambut patah. Jika berlangsung terus-menerus, tarikan ini juga bisa memicu traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tarikan.
Bagi kamu yang berhijab, pilih ikatan rambut dan ciput yang tidak terlalu ketat. Bahan yang nyaman juga membantu mengurangi gesekan berlebihan pada rambut.
4. Menyisir atau Menggosok Rambut Saat Basah
Rambut basah lebih rentan mengalami kerusakan akibat tarikan dan gesekan. Menyisir terlalu kasar atau menggosok rambut kuat-kuat dengan handuk bisa membuatnya mudah patah.
Setelah keramas, tekan rambut perlahan menggunakan handuk microfiber atau kaus katun. Jika perlu menyisir, gunakan sisir bergigi jarang dan mulai dari ujung rambut.
5. Rambut Terlalu Kering atau Perawatannya Tidak Sesuai
Rambut yang kering dan rusak cenderung lebih rapuh, terutama setelah sering terkena panas atau bahan kimia. Penggunaan kondisioner dapat membantu mengurangi gesekan dan membuat rambut lebih mudah disisir.
Kamu juga nggak perlu menggunakan banyak produk berprotein sekaligus. Sesuaikan perawatan dengan kondisi rambut dan hindari penggunaan produk yang justru membuat rambut terasa kering atau kaku.
6. Asupan Nutrisi Tidak Mencukupi
Kekurangan protein, zat besi, atau nutrisi tertentu dapat memengaruhi kesehatan rambut. Namun, rambut patah saja tidak otomatis menandakan kamu mengalami kekurangan gizi.
Jika rambut mudah patah disertai kerontokan berlebihan atau mudah lelah, konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan dapat membantu memastikan apakah ada kekurangan nutrisi yang perlu ditangani.
7. Kondisi Medis atau Kelainan Batang Rambut
Gangguan tiroid dan kondisi medis tertentu dapat memengaruhi kesehatan rambut. Ada pula kelainan batang rambut seperti trichorrhexis nodosa, yang membuat bagian tertentu dari rambut melemah dan mudah patah.
Jika rambut terus patah meski kebiasaan perawatannya sudah diperbaiki, sebaiknya periksakan kondisinya ke dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebab lain.
Baca Juga: 20 Ciri-ciri Rambut Rontok Karena Penyakit & Alami, Butuh ke Dokter?
Cara Mengatasi Rambut Patah Mulai Hari Ini

Untuk mengatasi rambut patah, kamu nggak perlu langsung membeli banyak produk sekaligus. Mulailah dengan mengurangi kebiasaan yang merusak batang rambut dan memperbaiki cara merawatnya sehari-hari.
1. Ubah Cara Keramas dan Mengeringkan Rambut
Saat keramas, fokuskan sampo pada kulit kepala dan gunakan kondisioner untuk membantu mengurangi gesekan pada batang rambut.
Setelah keramas, tekan rambut perlahan dengan handuk microfiber atau kaus katun. Hindari menggosoknya terlalu keras agar rambut nggak semakin mudah patah.
2. Kurangi Penggunaan Alat Panas
Kurangi frekuensi mencatok, menggunakan curly iron, atau mengeringkan rambut dengan suhu tinggi. Jika memakai alat panas, gunakan heat protectant untuk membantu mengurangi kerusakan.
Namun, produk ini bukan pelindung mutlak. Mengurangi frekuensi dan suhu penggunaan alat tetap menjadi langkah penting.
3. Beri Jeda Antarproses Kimia
Jika kamu sering melakukan bleaching, pewarnaan, rebonding, atau smoothing, hindari melakukannya dalam waktu berdekatan. Proses kimia berulang dapat membuat rambut semakin rapuh dan mudah patah.
Jika rambut terasa kasar, mudah putus, atau memiliki banyak ujung bercabang, pertimbangkan untuk menunda proses kimia berikutnya sampai kondisinya dievaluasi.
4. Sesuaikan Perawatan Rambut untuk Kamu yang Berhijab
Rambut yang tertutup hijab tetap perlu dirawat agar nggak mudah patah. Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa membantu mengurangi tekanan dan gesekan pada rambut:
- Pastikan rambut cukup kering: hindari menutup rambut yang masih sangat basah dalam waktu lama.
- Longgarkan ikatan rambut: jangan mengikat rambut terlalu kencang, terutama di area garis dahi.
- Pilih ciput yang nyaman: hindari ukuran yang terlalu ketat atau bahan yang mudah membuat rambut tersangkut.
- Kurangi gesekan: pilih bahan hijab yang nyaman dan tidak kasar pada rambut.
Kamu nggak perlu mengubah semuanya sekaligus. Mulailah dari satu atau dua kebiasaan yang paling sering kamu lakukan.
5. Potong Bagian Rambut yang Sudah Rusak
Kalau ujung rambut sudah bercabang atau batangnya patah, memotong bagian yang rusak dapat membantu mengurangi ujung bercabang yang terus memburuk. Panjang rambut yang dipotong bisa disesuaikan dengan tingkat kerusakannya.
Baca Juga: Bye-bye Kebotakan! Ini 10+ Obat Rambut Rontok Alami & Treatment Modern Terbaik
Kapan Rambut Patah Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Kalau rambut tetap mudah patah meski kamu sudah memperbaiki cara merawatnya, jangan abaikan kondisinya. Terlebih jika keluhan muncul mendadak atau disertai perubahan pada kulit kepala.
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami tanda-tanda berikut:
- Rambut patah disertai kerontokan berlebihan: jumlah rambut yang terlepas meningkat atau rambut tampak semakin tipis.
- Muncul area botak atau penipisan tertentu: terutama jika terjadi di garis dahi, pelipis, atau bagian kulit kepala lainnya.
- Kulit kepala gatal, merah, atau bersisik: keluhan ini bisa menandakan adanya masalah kulit kepala yang perlu diperiksa.
- Disertai keluhan lain: misalnya mudah lelah atau perubahan kondisi tubuh yang belum diketahui penyebabnya.
Nah, untuk mengetahui penyebabnya, dokter biasanya akan memeriksa kondisi kulit kepala dan batang rambut dengan metode trikoskopi, yaitu pemeriksaan menggunakan alat pembesar khusus untuk melihat rambut dan kulit kepala lebih detail.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter dapat menyarankan langkah perawatan yang sesuai dengan kondisi rambutmu, termasuk PRP untuk rambut dan Biolight Hair Treatment.
Namun, perlu diingat bahwa treatment untuk mengatasi kerontokan tidak otomatis memperbaiki batang rambut yang sudah patah. Karena itu, penting untuk mengetahui penyebab keluhan terlebih dahulu
Kenali Masalah Rambutmu Sebelum Memilih Perawatan
Rambut patah dan rontok memang membutuhkan penanganan yang berbeda, jadi penting untuk mengetahui penyebabnya sebelum memilih perawatan.
Kalau rambut terus patah, rontok berlebihan, atau semakin menipis, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk mengevaluasi kondisi rambut dan kulit kepala.
Jika diperlukan, dokter dapat membantu menentukan perawatan rambut yang sesuai dengan kondisimu. Beberapa pilihan yang bisa kamu cari tahu lebih lanjut meliputi:
- PRP Hair Treatment: perawatan menggunakan plasma kaya trombosit dari darah pasien yang dapat dipertimbangkan untuk membantu menangani jenis kerontokan tertentu.
- Biolight Hair Treatment: perawatan berbasis teknologi cahaya yang ditujukan untuk membantu menangani masalah rambut dan kulit kepala tertentu.
Kamu juga bisa menjelajahi layanan SOZO Skin Clinic untuk melihat pilihan perawatan lainnya atau mencari lokasi klinik terdekat yang paling mudah dijangkau.
Jadi, jangan buru-buru memilih treatment hanya karena populer. Kenali penyebab masalah rambutmu terlebih dahulu agar perawatan yang dipilih lebih sesuai dengan kebutuhanmu

FAQ
Masih bingung membedakan rambut patah dan rontok? Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar kondisi ini.
1. Apakah rambut patah bisa tumbuh panjang kembali?
Bisa, selama folikel rambut tetap berfungsi dan tidak ada kondisi lain yang menghambat pertumbuhannya. Namun, bagian batang yang sudah patah tidak bisa tumbuh menyatu kembali; rambut perlu tumbuh dari akar untuk mendapatkan panjang baru.
2. Apakah rambut patah bisa menyebabkan rambut terlihat tipis?
Bisa. Jika banyak helai patah di sepanjang batang atau dekat kulit kepala, rambut dapat terlihat lebih pendek, tidak rata, dan kurang bervolume meski folikelnya masih menghasilkan rambut.
3. Apakah rambut patah bisa disebabkan oleh stres?
Stres dapat berkaitan dengan kerontokan rambut, tetapi tidak selalu menjadi penyebab langsung rambut patah. Jika rambut mudah patah sekaligus rontok, dokter dapat membantu membedakan penyebabnya.
4. Apakah vitamin rambut bisa mengatasi rambut patah?
Vitamin atau suplemen tidak selalu diperlukan untuk mengatasi rambut patah. Suplemen lebih bermanfaat jika terdapat kekurangan nutrisi yang teridentifikasi, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan tanpa mengetahui kebutuhan tubuh.
5. Kapan sebaiknya memeriksakan rambut yang mudah patah?
Periksakan rambut jika keluhan tidak membaik setelah kebiasaan perawatan diperbaiki, terjadi secara mendadak, atau disertai kerontokan berlebihan, area botak, maupun masalah kulit kepala. Pemeriksaan membantu menentukan penyebab dan langkah penanganan yang sesuai.
Referensi
Hair styling without damage | American Academy of Dermatology
10 hair care habits that can damage your hair | American Academy of Dermatology
Defects of the hair shaft | DermNet