Hair 8 mnt baca

Salmon DNA Hair untuk Atasi Rambut Rontok: Begini Cara Kerjanya Merangsang Folikel

Salmon DNA Hair untuk Atasi Rambut Rontok: Begini Cara Kerjanya Merangsang Folikel

Salmon DNA Hair bekerja dengan memberikan PDRN pada area kulit kepala yang membutuhkan dukungan regeneratif. Treatment ini lebih pas ketika folikel masih ada dan memiliki potensi untuk merespons.

Ada fase ketika rambut rontok mulai terasa lebih dari sekadar beberapa helai di sisir. Setelah keramas, saluran kamar mandi penuh rambut atau belahan rambut terlihat semakin lebar. 

Padahal sampo anti-rontok dan tonik sudah dipakai rutin. Kalau sudah seperti ini, masalahnya belum tentu ada pada batang rambut.

Kerontokan bisa berkaitan dengan kondisi folikel di bawah kulit kepala. Penyebabnya pun bermacam-macam, mulai dari faktor genetik hingga stres atau kondisi medis tertentu.

Karena itu, perawatan luar saja tidak selalu cukup. Salah satu terapi yang mulai digunakan adalah Salmon DNA Hair. 

Menariknya, PDRN bukan bekerja seperti “vitamin rambut” yang sekadar diberikan ke kulit kepala. Ada proses biologis di baliknya.

Mari pahami lebih lanjut di bawah ini!

Mengapa DNA Salmon Efektif untuk Pertumbuhan Rambut?

Ilustrasi Prosedur Salmon DNA Hair
Ilustrasi Prosedur Salmon DNA Hair | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Istilah “Salmon DNA” terdengar sederhana, tetapi komponen yang sebenarnya digunakan dalam treatment adalah PDRN.

PDRN terdiri dari fragmen DNA dengan ukuran tertentu. Dalam dunia medis, molekul ini telah dipelajari karena perannya dalam proses regenerasi jaringan.

Untuk rambut, konsepnya adalah membantu menciptakan lingkungan kulit kepala yang lebih mendukung kerja folikel.

Beberapa mekanisme dari PDRN yang diteliti yaitu:

  • Mendukung Pembentukan Pembuluh Darah Baru: PDRN berkaitan dengan peningkatan aktivitas VEGF, faktor yang berperan dalam pembentukan pembuluh darah dan suplai ke jaringan.
  • Mendukung Regenerasi Jaringan: Aktivitas PDRN melalui reseptor adenosine A2A berkaitan dengan proses perbaikan dan pertumbuhan sel.
  • Membantu Mengurangi Lingkungan Inflamasi: Ini penting karena peradangan di sekitar folikel dapat ikut mengganggu siklus rambut pada kondisi tertentu.
  • Mendukung Fase Pertumbuhan Rambut: Lingkungan folikel yang lebih sehat diharapkan membantu rambut mempertahankan fase anagen atau fase aktif tumbuh lebih baik.

Secara biologis, mekanisme tersebut memang masuk akal. Tetapi bukti klinis PDRN untuk kerontokan rambut masih berkembang.

Jadi, prosedur ini bukan “menghidupkan kembali akar rambut yang mati”, melainkan membantu folikel yang masih potensial dirawat agar kondisinya lebih mendukung.

Baca Juga: 14 Manfaat DNA Salmon untuk Wajah: dari Skincare hingga Treatment Injeksi 

Cara Kerja Salmon DNA Hair di Kulit Kepala

Ilustrasi Injeksi Salmon DNA Hair
Ilustrasi Injeksi Salmon DNA Hair | Sumber: Netmums

PDRN perlu sampai ke area kulit kepala yang menjadi target treatment. Itulah yang membedakannya dari sampo atau serum yang digunakan sendiri di rumah.

Jika dijelaskan lebih lanjut, berikut cara kerja hair treatment ini:

1. Kondisi Folikel Diperiksa Lebih Dulu

Dokter perlu mencari tahu pola kerontokan dan kondisi kulit kepala. Pemeriksaan juga membantu menilai apakah folikel di area yang menipis masih memiliki potensi untuk menghasilkan rambut.

2. PDRN Dihantarkan ke Area Target

PDRN kemudian diberikan langsung pada area kulit kepala yang membutuhkan treatment. Tujuannya supaya bahan aktif bekerja lebih dekat dengan lingkungan tempat folikel rambut berada.

Pada protokol yang menggunakan injeksi, PDRN diberikan pada titik-titik kulit kepala yang telah ditentukan. 

3. Respons Regeneratif Mulai Berlangsung

Setelah PDRN diberikan, perubahan tentu tidak langsung terlihat sebagai rambut baru keesokan harinya. Prosesnya berlangsung di tingkat jaringan.

PDRN dikaitkan dengan aktivitas adenosine A2A receptor dan peningkatan VEGF. Dua mekanisme ini menjadi salah satu alasan PDRN dipelajari untuk mendukung lingkungan folikel rambut.

4. Folikel Tetap Mengikuti Siklus Rambut

Setelah respons regeneratif mulai berlangsung, folikel tetap harus mengikuti siklus rambut normal. Artinya, treatment tidak membuat rambut baru tumbuh secara instan setelah PDRN diberikan. 

Perbandingan: Salmon DNA vs Terapi PRP (Darah Sendiri)

Keduanya sering masuk dalam kategori regenerative hair treatment, tetapi sumber bahan yang digunakan berbeda. 

PRP menggunakan darahmu sendiri, sedangkan Salmon DNA Hair menggunakan produk PDRN yang telah diformulasikan.

Adapun perbandingan detailnya yaitu:

1. Sumber Bahan Aktif Berbeda

PRP berasal dari darah pasien sendiri yang diproses untuk mendapatkan plasma dengan konsentrasi platelet lebih tinggi. 

Salmon DNA Hair menggunakan PDRN yang berasal dari fragmen DNA yang telah diproses menjadi produk dengan formulasi tertentu.

2. Proses Persiapannya Tidak Sama

PRP membutuhkan pengambilan darah sebelum plasma diproses dan digunakan pada kulit kepala. 

Kalau salmon DNA Hair tidak membutuhkan pengambilan darah karena PDRN sudah tersedia dalam bentuk produk yang diformulasikan.

3. Kandungan yang Digunakan Berbeda

PRP memanfaatkan platelet dan growth factor yang terdapat dalam plasma, sedangkan PDRN lebih dikaitkan dengan dukungan terhadap regenerasi jaringan dan lingkungan folikel.

4. Variasi Bahan Dapat Berbeda

Komposisi akhir PRP dapat dipengaruhi oleh karakteristik darah pasien dan metode preparasi. Pada PDRN, konsentrasi dan formulasi bergantung pada produk yang digunakan.

Agar lebih paham, mari simak tabel perbandingan salmon DNA hair dan PRP sebagai berikut:

AspekSalmon DNA / PDRNPRP Hair
Sumber BahanProduk PDRN berbasis fragmen DNADarah pasien
Pengambilan DarahTidak perluPerlu
Komponen UtamaPDRNPlatelet dan growth factor
Cara KerjaMendukung regenerasi jaringanMemanfaatkan faktor pertumbuhan dari platelet
Variasi BahanBergantung pada formulasi produkDipengaruhi darah dan preparasi
Evidence Hair LossMenjanjikan, tetapi masih terbatasLebih luas dipelajari
Penentuan TreatmentBerdasarkan kondisi folikelBerdasarkan kondisi folikel

Tidak ada satu treatment yang otomatis lebih cocok untuk semua orang. Salmon DNA Hair maupun PRP Hair perlu dipertimbangkan berdasarkan penyebab kerontokan dan kondisi folikel.

Jenis Kerontokan Apa yang Bisa Dipertimbangkan?

Salmon DNA Hair paling masuk akal ketika folikel masih ada dan masih memiliki potensi untuk menghasilkan rambut.

Beberapa kondisi yang dapat dievaluasi dokter antara lain:

  • Rambut Mulai Menipis: Terutama ketika density mulai berkurang tetapi folikel masih terlihat.
  • Pattern Hair Loss Tahap Awal: Folikel yang mengalami miniaturisasi masih mungkin memiliki aktivitas biologis.
  • Kerontokan Difus: Penyebabnya tetap harus dicari terlebih dahulu sebelum menentukan treatment.
  • Kualitas Rambut Menurun: Diameter rambut semakin tipis atau pertumbuhannya terasa kurang optimal.
  • Folikel Masih Memiliki Potensi: Treatment lebih relevan ketika folikel masih ada dan memiliki potensi untuk menghasilkan rambut.

Yang perlu hati-hati adalah rambut rontok mendadak tanpa penyebab jelas. Dalam kondisi seperti ini, target utamanya bukan buru-buru menyuntik kulit kepala. Penyebab rambut rontok perlu dicari lebih dulu.

Baca Juga: 12+ Cara Menumbuhkan Rambut Botak, Apakah Bisa Tumbuh Lagi? 

Kalau Sudah Botak Lama, Apakah Salmon DNA Bisa Menumbuhkan Rambut Lagi?

Ini salah satu ekspektasi yang perlu diluruskan. Treatment ini membutuhkan folikel yang masih mempunyai kemampuan untuk merespons.

Kalau suatu area sudah mengalami kebotakan permanen dan struktur folikelnya tidak lagi berfungsi, PDRN tidak bisa menciptakan folikel baru dari nol.

Bayangkan seperti merawat tanaman. Kalau akarnya masih ada tetapi kondisinya melemah, lingkungan tumbuhnya masih bisa diperbaiki. Tetapi kalau akarnya memang sudah tidak ada, memberi nutrisi pada tanah tidak akan membuat akar baru tiba-tiba muncul.

Berapa Sesi yang Dibutuhkan untuk Melihat Perubahan?

Tidak ada jumlah sesi yang pasti untuk semua orang. Di SOZO, jadwal treatment ditentukan setelah dokter mengevaluasi kondisi rambutmu.

Pasalnya, rambut punya siklus pertumbuhan sendiri. Ada fase aktif tumbuh atau anagen, fase transisi, lalu fase istirahat sebelum rambut akhirnya terlepas. 

Treatment regeneratif tidak membuat seluruh folikel berpindah fase secara bersamaan dalam semalam. Itulah alasan perubahan rambut biasanya dinilai dalam hitungan bulan.

Salmon DNA Hair adalah jenis treatment berkala, tetapi keputusan melanjutkan sesi tetap lebih masuk akal berdasarkan evaluasi.

FAQ Salmon DNA Hair

Wajar kalau kamu masih punya pertanyaan tentang prosedur ini. Untuk itu, mari simak beberapa hal berikut sebelum menentukan treatment:

1. Apakah Salmon DNA Hair Terasa Sakit?

Sensasi treatment tergantung pada metode penghantaran dan toleransi setiap orang. Kalau menggunakan injeksi mikro, kamu bisa merasakan tusukan kecil atau rasa cekit-cekit di beberapa titik kulit kepala. Anestesi topikal dapat digunakan sesuai kebutuhan.

2. Kapan Boleh Keramas Setelah Treatment?

Ikuti instruksi dokter yang melakukan tindakan. Kulit kepala baru saja menjalani prosedur dan perlu diberi waktu untuk pulih. Hindari juga langsung memakai produk agresif atau menggaruk area treatment. 

3. Apakah Salmon DNA Hair Sama dengan PRP?

Tidak. PRP berasal dari darah pasien sendiri dan memanfaatkan konsentrat platelet serta growth factor. Di sisi lain, salmon DNA Hair menggunakan PDRN yang telah diformulasikan sebagai bahan treatment.

4. Apakah Salmon DNA Hair Bisa Mengatasi Kebotakan Permanen?

Tidak ada treatment PDRN yang terbukti dapat membuat folikel baru pada area yang folikelnya sudah hilang permanen. Treatment lebih masuk akal ketika masih ada folikel yang bisa merespons.

5. Apakah Hasilnya Permanen?

Belum tentu. Kerontokan bisa dipengaruhi faktor genetik, hormonal, kondisi kesehatan, atau pemicu lainnya. Kalau penyebab dasarnya masih berlangsung, program maintenance atau terapi lain mungkin tetap diperlukan.

Selamatkan Folikel Rambutmu Sebelum Penipisan Berjalan Terlalu Jauh!

Kalau belahan rambut mulai melebar atau volume terasa semakin berkurang, kamu bisa mulai dari evaluasi kulit kepala melalui program hair treatment di SOZO. 

Dari sana baru ditentukan apakah Salmon DNA Hair, PRP, atau treatment lain yang lebih sesuai.

Karena pada masalah rambut, semakin jelas diagnosisnya, semakin masuk akal treatment yang dipilih.

Kalau kamu ingin mulai mengevaluasi kondisi rambutmu, kamu bisa konsultasi dan buat janji temu dengan tim SOZO.

Kamu juga bisa mengecek lokasi SOZO Skin Clinic terdekat sebelum menentukan waktu kunjunga.:

Kalau masih ingin melihat pilihan perawatan lain berdasarkan kebutuhanmu, kamu bisa jelajahi seluruh layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut.

chat untuk konsultasi

Referensi

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?