Milia berupa bintik putih kecil yang terbentuk ketika keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Hindari memencet atau menusuknya sendiri karena bisa menyebabkan luka dan bekas kehitaman.
Bintik putih kecil di wajah tidak selalu merupakan komedo. Bisa jadi itu milia atau kondisi kulit lain seperti syringoma yang bentuknya sekilas mirip.
Bedanya, milia terbentuk dari keratin yang terperangkap di bawah permukaan kulit, sehingga tidak bisa dikeluarkan hanya dengan memencetnya seperti komedo biasa.
Karena letaknya berada di bawah permukaan kulit, milia bisa lebih sulit dihilangkan sendiri. Jika kamu memiliki bintik putih yang tak kunjung hilang, penting untuk mengenali penyebabnya sebelum mencoba perawatan.
Mari pahami cara menghilangkan milia di wajah dengan aman!
Milia Itu Apa?

Milia adalah bintik kecil di wajah yang berisi keratin, yaitu protein yang secara alami membentuk lapisan terluar kulit.
Bintiknya biasanya berwarna putih atau kekuningan, terasa keras saat diraba, dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Biasanya milia muncul di sekitar mata dan pipi. Pada orang dewasa, milia bisa bertahan selama berbulan-bulan atau lebih lama, meskipun sebagian kasus dapat menghilang sendiri.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi kamu boleh berkonsultasi dengan dokter jika penampilannya mengganggu.
Milia, Komedo Putih, atau Syringoma?

Bintik putih di wajah tidak selalu berarti milia. Bisa jadi itu komedo putih atau syringoma yang sama-sama berupa bintik putih:
- Milia adalah bintik atau benjolan kecil yang berwarna putih mutiara di bawah permukaan kulit
- Syringoma merupakan benjolan jinak yang berasal dari saluran kelenjar keringat.
- Komedo putih atau closed comedo adalah kondisi yang terbentuk ketika pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati.
Supaya kamu tidak salah memilih perawatan, perhatikan perbedaan khas dari ketiganya sebagai berikut:
| Pembeda | Milia | Komedo Putih (Closed Comedones) | Syringoma |
| Warna | Putih atau kekuningan | Warna kulit atau putih | Warna kulit, kekuningan, atau agak kecokelatan |
| Tekstur | Kecil, bulat, dan terasa keras | Benjolan kecil, tidak sekeras milia | Benjolan kecil dan padat |
| Lokasi yang sering muncul | Sekitar mata, pipi, dan dahi | Dahi, hidung, dagu | Di sekitar mata dan kelopak bawah |
| Bisa dipencet? | Tidak disarankan karena isinya sulit dikeluarkan | Jangan dipaksa, bisa memicu peradangan | Tidak, memencetnya tidak menghilangkan benjolan |
| Penanganan | Dokter dapat mengeluarkan milia jika diperlukan | Perawatan komedo | Dokter menilai apakah perlu penanganan khusus |
Perhatian: Bintik kuning yang tampak datar di kelopak mata bisa jadi xanthelasma, yaitu penumpukan lemak di kulit. Ini perlu pemeriksaan dokter untuk memastikan penyebabnya. Nantinya dokter bisa memberikan acne treatment yang sesuai.
Kenapa Milia Bisa Muncul?
Milia bisa muncul tanpa penyebab yang jelas. Namun, ada juga milia yang terbentuk setelah kulit mengalami iritasi.
Berikut cara mengenali kemunculannya:
1. Milia yang Muncul Tanpa Sebab Jelas
Milia primer muncul ketika keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Jenis ini bisa dialami bayi maupun orang dewasa, bahkan pada orang yang tidak memiliki masalah jerawat.
Jadi, kemunculan milia bukan berarti kamu kurang bersih saat mencuci muka. Membersihkan wajah tidak selalu bisa mencegah semua jenis milia.
Ciri-ciri Milia Primer:
- Muncul tanpa sebab yang jelas
- Keratin terperangkap di bawah kulit
- Bisa dialami bayi maupun orang dewasa
- Dapat muncul tanpa masalah jerawat
2. Milia Setelah Kulit Mengalami Trauma
Jenis milia ini dapat muncul setelah kulit teriritasi, misalnya akibat luka bakar atau lepuh. Kondisi ini juga pernah ditemukan setelah seseorang menjalani prosedur medis.
Pada situasi tersebut, penyebabnya kadang terjadi selama proses pemulihan kulit, yang membuat keratin terperangkap di bawah permukaannya.
Ciri-ciri Milia Sekunder:
- Muncul setelah kulit mengalami luka
- Bisa terbentuk setelah prosedur kulit
- Berkaitan dengan proses pemulihan kulit
3. Milia pada Bayi

Milia cukup umum ditemukan pada bayi baru lahir. Bintiknya biasanya kecil, berwarna putih, dan sering muncul di hidung atau pipi.
Kabar baiknya, milia pada bayi umumnya menghilang sendiri dalam beberapa minggu tanpa perawatan khusus. Jangan memencetnya atau mengoleskan produk eksfoliasi orang dewasa.
Jika bintik disertai kemerahan yang meluas, nanah, demam, atau bayi terlihat tidak nyaman, hubungi dokter anak.
Ciri-ciri Milia pada Bayi:
- Umum ditemukan pada bayi baru lahir
- Berupa bintik kecil berwarna putih
- Sering muncul di area hidung
- Bisa muncul di area pipi
- Umumnya hilang dalam beberapa minggu
- Tidak membutuhkan perawatan khusus
Kenapa Jangan Dipencet Sendiri?
Milia memang bisa membuat gemas karena bentuknya seperti jerawat kecil yang seolah tinggal dikeluarkan. Namun, memencetnya dengan kuku tidak akan membuat isinya keluar dengan mudah.
Berbeda dari komedo, milia tidak memiliki bukaan yang memudahkan isinya keluar. Menekan kulit berulang kali justru bisa menyebabkan luka atau bekas kehitaman.
Jangan mencoba menusuk atau mengorek bintik sendiri, terutama jika lokasinya dekat mata. Kulit di area tersebut relatif tipis, sehingga luka akibat tusukan bisa lebih mudah menimbulkan masalah.
Jika kamu ingin mengeluarkannya, sebaiknya dapatkan tindakan profesional oleh dokter di klinik.
Cara Dokter Menghilangkan Milia

Penanganan milia biasanya termasuk dalam paket facial treatment. Namun, tidak semua milia membutuhkan tindakan, terutama jika jumlahnya sedikit dan tidak mengganggu.
Jika perlu, berikut yang dokter lakukan untuk mengeluarkan milia yaitu:
1. Ekstraksi dengan Jarum Steril atau Alat Khusus
Dokter dapat membuka permukaan milia secara hati-hati menggunakan jarum steril. Setelah itu, isi milia dikeluarkan.
Tindakan ini berbeda dari memencet milia sendiri karena dokter terlebih dahulu menilai bintiknya dan menggunakan alat yang tepat.
2. Cauter atau Tindakan Lain Sesuai Kondisi
Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan tindakan seperti kauterisasi atau cauter, yaitu penggunaan panas atau energi listrik untuk menghancurkan jaringan kulit.
Pilihan lain mungkin dipertimbangkan berdasarkan jenis dan luas milia. Namun tidak semua bintik putih cocok ditangani dengan cara yang sama.
Alternatifnya, kamu bisa memilih facial treatment, tetapi konfirmasikan terlebih dahulu kepada tim apakah ekstraksi milia termasuk dalam layanan tersebut.
Baca Juga: Apa Itu Cauter dan Cara Menghilangkan Benjolan Kulit dengan Aman
3. Krim Resep atau Peeling untuk Milia Tertentu
Jika milia muncul dalam jumlah banyak, dokter dapat mempertimbangkan krim resep. Pilihannya bergantung pada kondisi kulit.
Jangan menggunakan obat resep untuk mengatasi milia tanpa arahan dokter. Bahan aktif tertentu bisa menyebabkan iritasi, terlebih jika digunakan di sekitar mata.
Perlu kamu ingat, eksfoliasi tidak selalu menghilangkan milia yang sudah terbentuk. Manfaatnya lebih berkaitan dengan membantu proses pergantian sel kulit dan menjaga permukaan kulit, sedangkan milia yang menetap mungkin membutuhkan tindakan khusus.
Cara Mencegah Milia Muncul Lagi
Tidak semua milia bisa dicegah. Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kondisi kulit.
Adapun mengurangi faktor yang berpotensi mengurangi risiko milia yaitu:
- Eksfoliasi Secukupnya: Gunakan produk eksfoliasi yang sesuai dengan kondisi kulitmu dan jangan menggosok wajah terlalu keras.
- Pilih Produk yang Sesuai: Jika kulitmu mudah mengalami milia, jangan pakai krim yang sangat berat, terutama di sekitar mata. Pilih produk berdasarkan kebutuhan kulit.
- Bersihkan Riasan Sebelum Tidur: Hapus makeup dengan lembut sebelum mencuci wajah. Hindari menggosok kelopak mata terlalu kuat saat membersihkan area tersebut.
- Gunakan Sunscreen: Pakai tabir surya dengan perlindungan spektrum luas setiap hari. Kebiasaan ini membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
- Hindari Mengorek Bintik: Jangan mencoba mengeluarkan milia dengan kuku atau jarum. Trauma pada kulit bisa menimbulkan masalah baru.
Jika milia sering muncul, dokter dapat membantu melakukan eksfoliasi wajah secara profesional melalui peel treatment.
Baca Juga: Manfaat Eksfoliasi Wajah: Kenapa Kulit Kusam Bisa Glowing, dan Kapan Justru Jadi Bumerang
Kapan Harus ke Dokter?
Milia umumnya tidak berbahaya dan tidak selalu membutuhkan tindakan. Namun, jangan menganggap semua bintik putih di wajah sebagai milia tanpa pemeriksaan.
Pertimbangkan untuk buat janji temu dan konsultasi dengan dokter jika bintik putih tiba-tiba muncul dalam jumlah banyak atau menyebar ke area lain.
Dokter dapat memeriksa kulitmu untuk membedakan milia dari komedo, syringoma, atau kondisi lain yang tampak serupa.
Kamu bisa langsung cari lokasi klinik terdekat agar milia tidak lagi mengganggu penampilan. Jika ingin mengenali prosedurnya lebih detail, bisa jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut.
FAQ
Milia termasuk kondisi yang mengganggu penampilan, meski tidak berbahaya. Pahami lebih lanjut terkait kondisi ini melalui jawaban berikut:
1. Apakah Milia Bisa Hilang Sendiri?
Bisa. Milia pada bayi baru lahir umumnya menghilang sendiri dalam beberapa minggu, sedangkan milia pada orang dewasa dapat bertahan lebih lama. Jika milia menetap dan mengganggu, dokter bisa membantu menentukan pilihan penanganannya.
2. Apakah Milia Boleh Dipencet?
Sebaiknya jangan. Milia tidak memiliki bukaan seperti komedo, sehingga memencetnya bisa menyebabkan luka, infeksi, atau bekas. Jika ingin mengeluarkannya, mintalah bantuan dokter.
3. Kenapa Milia Sering Muncul di Bawah Mata?
Area bawah mata merupakan salah satu lokasi yang sering mengalami milia. Sebagian dokter juga mengaitkan penggunaan produk yang terlalu berat dengan kemunculannya pada sebagian orang, tetapi hal ini bukan satu-satunya penyebab.
4. Apakah Eye Cream Bisa Menyebabkan Milia?
Tidak semua eye cream menyebabkan milia. Namun, produk yang terlalu berat mungkin berkontribusi pada sebagian orang. Jika bintik muncul setelah kamu menggunakan produk baru, evaluasi pemakaiannya dan konsultasikan dengan dokter jika bintik menetap.
5. Apakah Milia Menular?
Tidak. Milia bukan penyakit menular dan tidak menyebar melalui sentuhan. Namun, bintik yang terlihat mirip milia bisa disebabkan oleh kondisi lain, sehingga pemeriksaan diperlukan jika kamu ragu.
6. Apakah Milia Bisa Muncul Lagi Setelah Dikeluarkan?
Bisa. Milia yang sudah dikeluarkan dapat teratasi pada titik tersebut, tetapi milia baru masih mungkin muncul di area lain. Perawatan kulit yang tepat dapat membantu menjaga kondisi kulit, tetapi tidak menjamin milia tidak akan muncul lagi.
Referensi
Milium (Milia) | DermNet New Zealand
Milia | Primary Care Dermatology Society (PCDS)
Milia | Healthdirect Australia
Milia (Milk Spots): Causes & Treatment | Cleveland Clinic

