Skin 10 mnt baca

Manfaat Eksfoliasi Wajah: Kenapa Kulit Kusam Bisa Glowing, dan Kapan Justru Jadi Bumerang

Manfaat Eksfoliasi Wajah: Kenapa Kulit Kusam Bisa Glowing, dan Kapan Justru Jadi Bumerang

Eksfoliasi wajah membantu mengangkat sel kulit mati agar kulit tampak lebih cerah dan terasa lebih halus. Agar manfaatnya optimal, pilih jenis eksfoliasi yang sesuai dengan kondisi kulit dan lakukan dengan frekuensi yang tepat supaya skin barrier tetap terjaga.

Sudah rutin pakai skincare, tapi kulit masih terlihat kusam dan terasa kasar? Salah satu penyebabnya bisa berupa penumpukan sel kulit mati yang membuat permukaan kulit tampak kurang merata.

Eksfoliasi bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasinya karena membantu mengangkat sel kulit mati dari permukaan wajah. Namun, bukan berarti semakin sering dilakukan, hasilnya akan semakin bagus, ya, karena eksfoliasi berlebihan justru bisa mengganggu skin barrier.

Biar kamu bisa mendapatkan manfaatnya tanpa membuat kulit semakin sensitif, yuk, cari tahu manfaat eksfoliasi wajah, perbedaan jenis-jenisnya, frekuensi yang sesuai, dan cara mengenali tanda eksfoliasi berlebihan.

Apa Itu Eksfoliasi Wajah?

Eksfoliasi wajah adalah proses mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit, baik menggunakan cara fisik maupun bahan kimia. Proses ini membantu kulit terasa lebih halus dan tampak lebih cerah.

Secara alami, sebenarnya kulit punya proses regenerasi untuk mengganti sel kulit lama dengan sel baru. Namun, sel kulit mati bisa tetap menumpuk dan membuat wajah terlihat kusam atau terasa kasar, sehingga eksfoliasi dapat membantu mengangkatnya.

Manfaat Eksfoliasi Wajah untuk Kulit

Eksfoliasi Wajah
Eksfoliasi Wajah | Sumber: Facial Aesthetics

Eksfoliasi punya beberapa manfaat untuk membantu menjaga tampilan dan tekstur kulit, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Berikut manfaat yang bisa kamu dapatkan sesuai kebutuhan kulitmu.

1. Kulit Tampak Lebih Cerah dan Tidak Kusam

Penumpukan sel kulit mati dapat membuat wajah terlihat kusam dan kurang bercahaya. Dengan mengangkat sel tersebut, eksfoliasi membantu kulit tampak lebih segar dan cerah tanpa mengubah warna alami kulitmu.

2. Tekstur Kulit Terasa Lebih Halus

Permukaan kulit yang kasar atau terasa tidak rata bisa berangsur membaik dengan eksfoliasi yang tepat. Namun, jika tekstur kulit disebabkan oleh bekas jerawat yang dalam atau jaringan parut, kamu mungkin memerlukan penanganan lain.

3. Membantu Mengurangi Pori Tersumbat dan Komedo

Untuk kamu yang rentan mengalami komedo, eksfoliasi dengan asam salisilat atau BHA bisa menjadi salah satu pilihan karena membantu mengurangi penumpukan minyak dan sel kulit mati di dalam pori-pori. 

Meski begitu, eksfoliasi saja belum tentu cukup untuk mengatasi jerawat meradang atau jerawat yang sulit membaik.

Kamu bisa mencari tahu pilihan perawatan jerawat untuk memahami penanganan yang sesuai dengan kondisi kulitmu.

4. Membantu Meratakan Warna Kulit dan Menyamarkan Noda Bekas Jerawat

Eksfolian tertentu dapat membantu mempercepat pergantian sel kulit di permukaan sehingga noda gelap bekas jerawat dan warna kulit yang tidak merata tampak lebih samar secara bertahap. Dengan penggunaan yang tepat dan rutin, kulit bisa terlihat lebih merata dan bercahaya.

5. Membantu Rutinitas Skincare Bekerja Lebih Optimal

Permukaan kulit yang lebih halus membuat produk skincare lebih mudah diaplikasikan secara merata.

Dengan begitu, eksfoliasi dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit yang membantu menjaga tekstur kulit tetap halus dan mendukung tampilan kulit yang sehat.

6. Membantu Makeup Menempel Lebih Rata

Kulit yang terasa kasar atau memiliki bagian kering dapat membuat foundation tampak pecah atau menggumpal. Eksfoliasi yang tepat dapat membantu menghaluskan permukaan kulit.

Baca Juga: Acne Peel Eksfoliasi Kulit Berjerawat, Ketahui Manfaat dan Downtime-nya

Jenis Eksfoliasi: Fisik vs Kimia

jenis eksfoliasi wajah

Secara umum, eksfoliasi wajah dibagi menjadi dua jenis, yaitu fisik dan kimia. Keduanya sama-sama membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi cara kerja dan risiko iritasinya berbeda.

1. Eksfoliasi Fisik

Eksfoliasi fisik mengangkat sel kulit mati melalui gesekan, misalnya menggunakan scrub, spons, atau sikat wajah.

Cara ini bisa membuat kulit terasa lebih halus, tetapi butiran scrub yang kasar atau gosokan terlalu kuat dapat memicu iritasi dan mengganggu skin barrier.

Jika kulitmu sensitif atau sedang mengalami peradangan, pilih metode eksfoliasi dengan hati-hati. Hindari menggosok wajah terlalu keras demi mendapatkan sensasi kulit yang terasa kesat.

2. Eksfoliasi Kimia: AHA, BHA, dan PHA

Eksfoliasi kimia menggunakan bahan aktif untuk membantu melepaskan sel kulit mati tanpa perlu menggosok wajah.

Tiga jenis yang umum ditemukan dalam produk skincare adalah AHA, BHA, dan PHA, yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda.

JenisManfaat utamaCocok untuk
AHAMembantu menghaluskan tekstur dan meratakan tampilan warna kulit.Kulit kusam, kasar, atau warna kulit tidak merata.
BHAMembantu membersihkan pori dan mengurangi komedo.Kulit berminyak dan rentan berjerawat.
PHAMembantu mengangkat sel kulit mati dengan lebih lembut.Kulit kering atau sensitif yang membutuhkan eksfoliasi ringan.

Kalau baru mulai, gunakan satu jenis eksfolian terlebih dahulu dan perhatikan reaksi kulit. Hindari langsung menggabungkan AHA, BHA, dan retinol dalam satu rutinitas karena kombinasi bahan aktif dapat meningkatkan risiko iritasi.

3. Eksfoliasi di Klinik

Eksfoliasi juga bisa dilakukan di klinik melalui prosedur seperti chemical peeling atau perawatan wajah tertentu. Jenis perawatan dan intensitasnya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit, keluhan, serta riwayat penggunaan skincare.

Jika ingin mempertimbangkan perawatan profesional, kamu bisa mengenal pilihan Chemical Peeling dan Facial Treatment di SOZO Skin Clinic. Konsultasi terlebih dahulu dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.

Baca Juga: Wajah Kusam Cepat Cerah? Begini Cara Kerja Glow Peel Angkat Sel Kulit Mati

Berapa Kali Sebaiknya Eksfoliasi dalam Seminggu?

Untuk memulai eksfoliasi, kamu bisa mencoba 1 kali seminggu, lalu menyesuaikan frekuensinya dengan reaksi kulit dan petunjuk produk yang digunakan.

Hal ini karena setiap kulit punya toleransi berbeda, jadi kamu nggak perlu buru-buru meningkatkan frekuensi demi mendapatkan hasil yang lebih cepat.

Berikut panduan awal yang bisa kamu jadikan acuan:

  • Kulit sensitif atau kering: mulai dari 1 kali seminggu atau lebih jarang jika kulit mudah iritasi.
  • Kulit normal atau kombinasi: mulai dari 1 kali seminggu, lalu sesuaikan dengan toleransi kulit.
  • Kulit berminyak dan rentan berkomedo: coba 1–2 kali seminggu jika kulit dapat mentoleransinya dengan baik.

Frekuensi tersebut bukan target yang wajib dicapai, ya. Ikuti petunjuk produk dan kurangi penggunaan jika kulit mulai terasa perih, kering, atau kemerahan.

Adapun, terdapat dua hal penting yang juga perlu kamu ingat agar eksfoliasi tetap aman:

  • Mulai pelan, naikkan bertahap: pertahankan frekuensi awal sampai kulit bisa mentoleransinya dengan baik. Nggak perlu meningkatkan frekuensi jika kulit sudah nyaman dengan rutinitasmu.
  • Pakai sunscreen setiap hari: pilih sunscreen dengan perlindungan spektrum luas minimal SPF 30. Beberapa eksfolian kimia dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari, sehingga perlindungan matahari tetap penting.

Terakhir, ingat bahwa eksfoliasi bukan satu-satunya cara menjaga kulit tetap sehat. Pembersih yang lembut, pelembap, dan sunscreen tetap menjadi dasar rutinitas skincare sehari-hari.

Tanda Kamu Over-Exfoliation dan Cara Memulihkannya

Over-Exfoliation
Over-Exfoliation | Sumber: GHP News

Over-exfoliation terjadi ketika eksfoliasi dilakukan terlalu sering atau terlalu agresif hingga kulit mengalami iritasi. Kondisi ini bisa dipicu oleh penggunaan eksfolian berlebihan, scrub yang terlalu kasar, atau kombinasi bahan aktif yang tidak sesuai dengan toleransi kulit.

1. Cek Kulitmu: Apakah Ada Tanda Over-Exfoliation?

Coba cek kondisi kulitmu setelah menggunakan produk eksfoliasi. Apakah kamu mengalami beberapa tanda berikut?

  • Perih saat memakai skincare biasa: produk yang sebelumnya nyaman digunakan mulai terasa menyengat.
  • Kemerahan atau terasa panas: kulit tampak lebih merah atau terasa seperti terbakar.
  • Terasa ketat, kering, atau mengelupas: kulit terasa tidak nyaman, terutama setelah mencuci wajah.
  • Tampak mengilap seperti plastik: permukaan kulit terlihat mengilap secara tidak biasa, disertai rasa sensitif atau tidak nyaman.
  • Muncul jerawat kecil-kecil atau bruntusan: bintik-bintik baru muncul setelah kamu meningkatkan frekuensi eksfoliasi.

Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti over-exfoliation. Namun, jika keluhan mulai muncul setelah kamu meningkatkan frekuensi eksfoliasi, sebaiknya hentikan dulu penggunaan eksfolian dan perhatikan kondisi kulitmu.

2. Cara Memulihkan Kulit yang Terlalu Sering Dieksfoliasi

Saat kulit mengalami iritasi, fokuslah membantu skin barrier pulih, bukan mengangkat lebih banyak sel kulit mati. Kamu bisa memulainya dengan langkah-langkah berikut:

  • Hentikan semua eksfolian sementara: istirahatkan kulit dari AHA, BHA, PHA, scrub, dan bahan aktif lain yang berpotensi memperparah iritasi.
  • Sederhanakan rutinitas skincare: cukup gunakan pembersih lembut, pelembap, dan sunscreen. Pilih produk yang nyaman di kulit dan hindari mencoba bahan aktif baru untuk sementara.
  • Jaga kelembapan kulit: pelembap yang mengandung ceramide dapat membantu mempertahankan kelembapan dan mendukung fungsi skin barrier.
  • Jangan mengelupas kulit secara manual: hindari menggosok atau menarik kulit yang sedang mengelupas agar iritasi tidak bertambah parah.
  • Periksakan ke dokter jika diperlukan: jika keluhan tidak membaik, atau muncul nyeri berat, pembengkakan, maupun lepuhan, segera konsultasikan dengan dokter.

Tunggu sampai kulit kembali nyaman sebelum mempertimbangkan penggunaan eksfolian lagi. Jika ingin memulainya kembali, lakukan secara bertahap; untuk iritasi berat atau berkepanjangan, mintalah saran dokter terlebih dahulu.

Siapa yang Perlu Lebih Hati-Hati?

Eksfoliasi tidak selalu cocok untuk semua kondisi kulit. Jika kulitmu sedang bermasalah atau kamu menggunakan obat tertentu, sebaiknya jangan langsung mengikuti rutinitas eksfoliasi yang sedang tren.

Kamu perlu lebih berhati-hati jika mengalami kondisi berikut:

  • Kulit sensitif atau rosacea: eksfoliasi dapat memperparah kemerahan, rasa panas, dan iritasi pada sebagian orang.
  • Eksim atau kulit yang sedang meradang: hindari eksfoliasi pada area yang sedang meradang, terluka, atau sangat kering.
  • Jerawat yang meradang: scrub dan bahan aktif tertentu dapat memperburuk iritasi jika digunakan secara agresif.
  • Sedang memakai obat jerawat resep dokter: retinoid atau obat tertentu dapat meningkatkan kekeringan dan sensitivitas, sehingga kombinasi dengan eksfolian perlu dievaluasi.
  • Sedang hamil: keamanan bahan aktif berbeda-beda; konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan eksfolian tertentu, terutama produk dengan konsentrasi tinggi atau bahan yang belum dipastikan aman untuk kehamilan.

Kalau kamu ragu memilih produk atau kulitmu mudah bereaksi, berkonsultasilah dengan dokter kulit sebelum memulai eksfoliasi. Langkah ini membantu menentukan bahan, konsentrasi, dan frekuensi yang lebih sesuai dengan kondisi kulitmu.

Kenali Kebutuhan Kulit Sebelum Eksfoliasi

Hasil Chemical Peeling
Hasil Chemical Peeling | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Eksfoliasi dapat membantu kulit tampak lebih cerah dan terasa lebih halus, tetapi hasilnya bergantung pada jenis produk, frekuensi, dan kondisi kulitmu. Mulailah secara bertahap, gunakan pelembap dan sunscreen, serta hentikan eksfoliasi jika muncul tanda iritasi.

Jika kulitmu kusam, memiliki tekstur tidak merata, atau rentan berjerawat, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk mengevaluasi kondisi kulit sebelum memilih perawatan.

Bila diperlukan, dokter dapat membantu mempertimbangkan pilihan perawatan sesuai kebutuhanmu, termasuk:

  • Chemical Peeling: prosedur yang menggunakan larutan kimia untuk membantu mengangkat lapisan sel kulit terluar, dengan jenis dan kedalaman peeling disesuaikan dengan kondisi kulit.
  • Facial Treatment: pilihan perawatan wajah untuk membantu membersihkan dan merawat kulit sesuai kebutuhan serta jenis perawatan yang tersedia.
  • Laser Treatment: prosedur berbasis energi cahaya yang dapat dipertimbangkan untuk masalah kulit tertentu, termasuk sebagian masalah tekstur dan bekas jerawat, berdasarkan evaluasi dokter.

Kamu juga bisa menjelajahi layanan SOZO Skin Clinic untuk melihat pilihan perawatan lainnya atau mencari lokasi klinik terdekat yang mudah dijangkau.

Intinya, kulit glowing bukan hasil dari eksfoliasi sesering mungkin. Perawatan yang sesuai dan konsisten, tanpa membuat kulit terus mengalami iritasi, justru menjadi bagian penting dari rutinitas skincare yang sehat.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

 

FAQ Seputar Eksfoliasi Wajah

Masih punya pertanyaan seputar eksfoliasi wajah? Yuk, simak beberapa pertanyaan yang sering muncul berikut ini agar kamu bisa melakukan eksfoliasi dengan lebih tepat dan aman.

1. Apakah eksfoliasi boleh dilakukan setiap hari?

Tidak semua produk eksfoliasi aman digunakan setiap hari. Frekuensi yang tepat bergantung pada jenis bahan aktif, konsentrasi produk, dan toleransi kulitmu.

2. Apakah eksfoliasi bisa menghilangkan bekas jerawat?

Eksfoliasi dapat membantu menyamarkan sebagian noda gelap bekas jerawat secara bertahap, tetapi tidak selalu efektif untuk bekas jerawat yang cekung atau menonjol. Jenis bekas jerawat yang berbeda mungkin membutuhkan penanganan berbeda pula.

3. Bolehkah menggunakan AHA, BHA, dan retinol bersamaan?

Kombinasi tersebut bisa meningkatkan risiko iritasi, terutama jika digunakan dalam satu rutinitas atau tanpa penyesuaian frekuensi. Jika baru mulai menggunakan bahan aktif, perkenalkan satu per satu dan konsultasikan jika kamu juga memakai obat jerawat.

4. Apakah kulit berminyak perlu lebih sering eksfoliasi?

Belum tentu. Kulit berminyak bisa mendapat manfaat dari eksfolian seperti BHA, tetapi penggunaan terlalu sering tetap dapat memicu iritasi dan membuat kondisi kulit semakin tidak nyaman.

5. Berapa lama kulit pulih setelah over-exfoliation?

Waktunya berbeda-beda, tergantung tingkat iritasi dan kondisi kulit. Hentikan eksfolian sementara dan fokus pada perawatan lembut; jika keluhan berat atau tidak membaik, periksakan ke dokter.

 

Referensi

How to Safely Exfoliate at Home | American Academy of Dermatology

Facial Acids: Everything You Need to Know | Cleveland Clinic

How to Tell if Your Skin Barrier Is Damaged and What to Do About It | Cleveland Clinic

How Do I Know if I’m Using the Right Sunscreen? | American Academy of Dermatology

Dermatologist-Approved Pregnancy Skin Care | American Academy of Dermatology

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?