Skin 13 mnt baca

Isotretinoin untuk Jerawat: Manfaat, Dosis, & Apakah Bahaya?

Isotretinoin untuk Jerawat: Manfaat, Dosis, & Apakah Bahaya?

Isotretinoin adalah obat oral golongan retinoid (turunan vitamin A) untuk mengatasi jerawat sedang hingga berat. Cara kerjanya dengan mengurangi produksi minyak dan mengecilkan kelenjar minyak. Namun isotretinoin termasuk obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.

Tidak sedikit orang yang sudah mencoba berbagai produk anti jerawat, tetapi jerawat tetap kambuh atau bahkan semakin parah. 

Kondisi ini biasanya terjadi karena penyebab jerawat  dipengaruhi oleh lebih dari satu faktor, misalnya termasuk produksi minyak berlebih, penyumbatan pori, atau peradangan yang terjadi secara bersamaan.

Pada kasus jerawat sedang hingga berat, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan isotretinoin. 

Apa itu isotretinoin? Obat ini sering disebut sebagai salah satu terapi jerawat paling efektif karena mampu menargetkan hampir seluruh faktor  penyebab jerawat sekaligus.

Meski demikian, isotretinoin tidak bisa digunakan sembarangan. Obat ini termasuk golongan obat keras dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. 

Lalu, bagaimana cara kerjanya mengatasi jerawat, apakah obat ini aman digunakan, dan berapa lama hasilnya mulai terlihat? Simak penjelasan dalam artikel berikut.

Apa Itu Isotretinoin?

Isotretinoin
Isotretinoin | Sumber: Vastovers Retail Store For Drugs & Allied Products

Isotretinoin adalah obat oral golongan retinoid yang merupakan turunan vitamin A. Obat ini telah disetujui oleh FDA sejak tahun 1982 untuk mengatasi jerawat nodul berat, terutama yang tidak membaik dengan antibiotik oral maupun obat oles.

Hal ini karena isotretinoin bekerja melalui beberapa mekanisme sekaligus. Salah satu efek isotretinoin adalah menurunkan produksi sebum atau minyak alami kulit. 

Isotretinoin juga membantu mengecilkan ukuran kelenjar sebasea (kelenjar minyak) yang berada di bawah kulit.

Saat produksi minyak berkurang, lingkungan yang mendukung perkembangan bakteri Cutibacterium acnes juga ikut menurun.

Karena itu, jumlah jerawat baru biasanya berangsur-angsur berkurang selama terapi berlangsung.

Dosis isotretinoin untuk terapi jerawat umumnya berada pada kisaran 0,5–1 mg/kg berat badan per hari, meskipun dokter dapat menyesuaikannya berdasarkan tingkat keparahan jerawat.

Isotretinoin untuk Mengatasi Kondisi Apa Saja?

Cara Kerja Isotretinoin
Cara Kerja Isotretinoin | Sumber: BH Skin

Dalam praktik klinis, dokter dapat meresepkan isotretinoin pada beberapa kondisi tertentu ketika manfaatnya dinilai lebih besar dibandingkan risikonya.

Beberapa kondisi yang dapat diatasi dengan isotretinoin yaitu:

1. Jerawat Nodul Berat

Jerawat nodul merupakan bentuk jerawat inflamasi berat yang ditandai dengan benjolan besar, nyeri, dan berada jauh di bawah permukaan kulit. 

Isotretinoin merupakan salah satu terapi utama untuk jerawat nodul berat karena mampu menargetkan penyebab jerawat dari berbagai sisi sekaligus. 

2. Jerawat yang Tidak Membaik dengan Antibiotik

Pada sebagian orang, jerawat tetap muncul meskipun sudah menggunakan antibiotik oral, obat oles, maupun kombinasi berbagai skincare.

Dalam situasi seperti ini, dokter dapat mempertimbangkan isotretinoin sebagai langkah terapi berikutnya. Obat ini sering digunakan pada kasus jerawat yang tergolong resisten terhadap pengobatan standar.

3. Jerawat yang Menyebabkan Bekas Luka

Jerawat yang meradang dalam dan berlangsung lama memiliki risiko tinggi menyebabkan jaringan parut atau bopeng.

Isotretinoin dapat membantu mengendalikan peradangan. Terapi ini sering direkomendasikan pada pasien yang mulai menunjukkan tanda-tanda bekas luka akibat jerawat. 

4. Rosacea

Rosacea adala kondisi kulit kronis yang menyebabkan kemerahan menetap dan benjolan menyerupai jerawat pada wajah.

Pada kasus tertentu yang tidak merespons terapi standar, dokter dapat mempertimbangkan isotretinoin dosis rendah untuk mengurangi  kemerahan.

5. Folikulitis Tertentu

Folikulitis merupakan peradangan pada folikel rambut yang dapat menimbulkan benjolan kecil menyerupai jerawat.

Pada beberapa jenis folikulitis yang sulit ditangani, isotretinoin dapat digunakan sebagai bagian dari strategi pengobatan yang ditentukan oleh dokter spesialis kulit.

Baca Juga: Stop Panik! Ini 4 Obat Jerawat Paling Manjur untuk Remaja

Isotretinoin termasuk golongan obat keras yang ditandai dengan logo lingkaran merah berhuruf K pada kemasannya. 

Obat ini hanya dapat diperoleh menggunakan resep dokter dan tidak boleh digunakan tanpa evaluasi medis terlebih dahulu.

Alasan isotretinoin digolongkan sebagai obat keras adalah karena obat ini dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh.

Lantas, beli isotretinoin di mana? Isotretinoin sebaiknya diperoleh melalui jalur resmi setelah menjalani konsultasi dengan dokter. 

Setelah memiliki resep dokter, kamu bisa menebusnya di farmasi rumah sakit maupun apotek.

Dengan cara ini, kamu akan mendapatkan produk yang legal, sekaligus memastikan bahwa obat tersebut sesuai dengan kondisi kulit dan riwayat kesehatan kamu.

Hindari membeli isotretinoin secara online, karena berpotensi mendapatkan produk palsu. Penggunaan tanpa pemeriksaan dokter juga dapat menyebabkan dosis yang tidak sesuai.

Dosis dan Cara Pakai Isotretinoin

Dosis isotretinoin tidak ditentukan berdasarkan tingkat keparahan jerawat saja, tetapi juga mempertimbangkan berat badan, toleransi pasien, dan risiko efek samping. 

Karena itu, dosis setiap orang bisa berbeda dan tidak boleh disamakan dengan pengalaman pengguna lain.

Pada banyak kasus jerawat berat, dokter biasanya memulai terapi dengan dosis sekitar 0,5 mg/kg berat badan per hari.

Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 60 kg dapat memperoleh dosis awal sekitar 30 mg per hari, meskipun keputusan akhir tetap ditentukan oleh dokter yang menangani.

Jika pasien dapat mentoleransi terapi dengan baik, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga sekitar 1 mg/kg berat badan per hari. 

Berapa Lama Terapi Isotretinoin?

Terapi isotretinoin umumnya berlangsung sekitar 15–20 minggu atau kurang lebih 4–5 bulan. Namun, durasi pengobatan dapat berbeda pada setiap orang tergantung tingkat keparahan jerawat.

Sebagian pasien mulai melihat perbaikan setelah beberapa minggu, sementara pasien lain mungkin membutuhkan waktu lebih lama hingga jerawat terkontrol dengan baik.

Cara Minum Isotretinoin yang Benar

Agar terapi memberikan hasil yang optimal sekaligus meminimalkan risiko efek samping, isotretinoin perlu digunakan sesuai petunjuk dokter.

Secara umum, berikut cara minum isotretinoin yang benar:

1. Konsumsi Sesuai Resep Dokter

Gunakan isotretinoin sesuai dosis dan jadwal yang telah ditentukan dokter. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

2. Minum dengan Air yang Cukup

Isotretinoin sebaiknya ditelan utuh dengan segelas air guna mengurangi risiko iritasi pada kerongkongan.

3. Konsumsi Bersama atau Setelah Makan

Isotretinoin merupakan obat yang larut dalam lemak sehingga penyerapannya cenderung lebih baik ketika dikonsumsi bersama makanan. 

Berapa Lama Purging Isotretinoin? Wajar atau Tidak?

Sebagian orang merasa jerawat justru bertambah banyak setelah mulai mengonsumsi isotretinoin. 

Kondisi ini sering disebut sebagai purging. Kondisi ini umumnya terjadi pada beberapa minggu pertama penggunaan isotretinoin.

Durasi purging berbeda pada setiap orang. Sebagian pasien mengalami purging ringan yang membaik dalam beberapa minggu, sementara sebagian lainnya dapat mengalami perburukan jerawat selama 1–2 bulan pertama.

Kapan Purging Perlu Diwaspadai?

Meskipun purging dapat menjadi bagian dari proses terapi, ada beberapa kondisi yang memerlukan evaluasi medis lebih lanjut, seperti

  • Jumlah jerawat meningkat drastis yang besar dan sangat nyeri.
  • Ruam menyeluruh
  • Pembengkakan berat
  • Sesak napas atau tanda reaksi alergi lainnya
  • Sakit kepala berat
  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri perut hebat

Baca Juga: Ciri Purging yang Normal & Tidak Normal: Panduan Lengkap untuk Kulit Sehat 

Apakah Isotretinoin Efektif? Berapa Lama Hasilnya Terlihat?

Isotretinoin sering disebut sebagai obat jerawat paling ampuh adalah karena kemampuannya mengatasi hampir seluruh faktor utama penyebab jerawat sekaligus. 

Hasil isotretinoin tidak muncul secara instan. Hasil yang lebih konsisten mulai terlihat sekitar minggu ke-8 hingga ke-12 setelah penggunaan rutin. 

Pada fase ini, jumlah jerawat aktif biasanya mulai berkurang, peradangan mereda, dan kulit terasa tidak terlalu berminyak.

Hasil optimal biasanya mulai terlihat mendekati akhir siklus terapi, yaitu setelah penggunaan selama sekitar 15–20 minggu atau sesuai durasi yang ditentukan dokter.

Efek Samping dan Risiko Isotretinoin

Meskipun efektif, isotretinoin juga dikenal sebagai obat yang memiliki berbagai efek samping sehingga penggunaannya memerlukan pemantauan dokter. 

Sebagian efek samping memang umum terjadi, sementara sebagian lainnya memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Penjelasan lebih lengkapnya yaitu:

Efek Samping yang Paling Umum

Efek samping berikut merupakan keluhan yang paling sering dilaporkan selama terapi isotretinoin.

  • Bibir kering
  • Kulit kering
  • Mata kering
  • Mimisan
  • Sensitif terhadap matahari

Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Selain efek samping ringan yang umum terjadi, isotretinoin juga dapat memengaruhi beberapa aspek kesehatan yang memerlukan pemantauan berkala, seperti:

  • Peningkatan kadar trigliserida dalam darah 

  • Gangguan fungsi hati akibat peningkatan enzim hati pada sebagian pengguna. 

  • Nyeri otot dan sendi pada individu yang menjalani aktivitas fisik berat.

  • Gangguan penglihatan malam, hingga perubahan penglihatan tertentu. 

Siapa yang Tidak Boleh atau Perlu Berhati-hati Menggunakan Isotretinoin?

Tidak semua orang cocok menggunakan isotretinoin. Pada kondisi tertentu, risiko penggunaan obat ini dapat lebih besar dibandingkan manfaat yang diperoleh.

Beberapa kelompok tersebut di antaranya:

  • Ibu Hamil atau Sedang Merencanakan Kehamilan: Isotretinoin bersifat teratogenik, yaitu dapat menyebabkan cacat bawaan serius pada janin bahkan jika hanya terpapar singkat.
  • Ibu Menyusui: Menyusui tidak dianjurkan selama penggunaan isotretinoin karena belum dapat dipastikan sepenuhnya seberapa besar obat dapat berpindah ke ASI dan memengaruhi bayi.
  • Penderita Penyakit Hati: Karena diproses di hati, isotretinoin perlu digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien yang memiliki gangguan fungsi hati atau riwayat penyakit hati tertentu.
  • Penderita Gangguan Lemak Darah: Pasien dengan kadar trigliserida atau kolesterol yang tinggi memerlukan evaluasi lebih lanjut sebelum memulai terapi isotretinoin.

Peringatan Sebelum Menggunakan Isotretinoin

Sebelum meresepkan isotretinoin, dokter biasanya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan terapi aman dan sesuai dengan kondisi pasien. 

Beberapa peringatan sebelum penggunaan isotretinoin yaitu:

1. Perlunya Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan pasien sebelum terapi dimulai.

2. Pemantauan Fungsi Hati

Karena isotretinoin dimetabolisme di hati, pemeriksaan enzim hati biasanya dilakukan sebelum terapi dan secara berkala selama pengobatan berlangsung.

3. Pemantauan Profil Lipid

Kadar trigliserida dan kolesterol perlu dipantau karena isotretinoin dapat menyebabkan perubahan profil lipid pada sebagian pasien.

4. Tes Kehamilan pada Wanita Usia Subur

Wanita yang masih berpotensi hamil biasanya memerlukan tes kehamilan sebelum memulai terapi dan selama penggunaan isotretinoin berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk mencegah paparan obat pada janin.

5. Kontrol Rutin ke Dokter

Kontrol rutin memungkinkan dokter mengevaluasi perkembangan jerawat, menyesuaikan dosis bila diperlukan, serta mendeteksi efek samping sejak dini agar terapi tetap aman.

Cara Menggunakan Isotretinoin dengan Benar

Keberhasilan terapi isotretinoin ditentukan oleh dosis yang tepat dan kepatuhan pasien terhadap aturan penggunaan.

Untuk hasil yang maksimal, berikut aturan penggunaan yang bisa diikuti:

1. Gunakan Sesuai Jadwal yang Ditentukan Dokter

Minumlah obat sesuai jadwal yang diresepkan dan jangan melewatkan dosis secara sengaja. 

2. Jangan Berbagi Obat dengan Orang Lain

Meskipun memiliki keluhan jerawat yang mirip, kondisi setiap orang berbeda. Isotretinoin yang aman untuk satu pasien belum tentu aman untuk pasien lainnya.

3. Jangan Donor Darah Selama Terapi

Pasien yang menggunakan isotretinoin tidak dianjurkan mendonorkan darah selama terapi dan setidaknya satu bulan setelah terapi selesai. 

Langkah ini bertujuan mencegah risiko paparan obat pada penerima darah yang sedang hamil.

4. Hindari Kehamilan Selama Pengobatan

Wanita usia subur perlu mengikuti anjuran dokter terkait pencegahan kehamilan selama menggunakan isotretinoin karena risiko cacat janin yang sangat tinggi.

5. Gunakan Sunscreen Setiap Hari

Karena kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, penggunaan sunscreen setiap hari merupakan bagian penting dari perawatan selama terapi isotretinoin.

Promo perawatan di Sozo Skin Clinic

Interaksi Isotretinoin dengan Obat Lain

Sebelum menggunakan isotretinoin, informasikan kepada dokter mengenai seluruh obat maupun suplemen yang sedang dikonsumsi. 

Beberapa produk dapat meningkatkan risiko efek samping atau mengganggu keamanan terapi, seperti:

  • Vitamin A: Isotretinoin merupakan turunan vitamin A sehingga penggunaan bersama suplemen vitamin A dapat meningkatkan risiko toksisitas.
  • Antibiotik Tetrasiklin: Tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko tekanan intrakranial idiopatik atau pseudotumor cerebri.
  • Phenytoin: Perlu dilakukan dengan hati-hati karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan tulang seperti osteomalasia.
  • Suplemen yang Mengandung Vitamin A Tinggi: Selain vitamin A murni, berbagai multivitamin atau suplemen tertentu juga dapat mengandung vitamin A dalam jumlah tinggi. 

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Hilangkan Closed Komedo agar Pori Bersih & Kulit Mulus 

Harga Isotretinoin di Apotek

Perlu dipahami bahwa harga obat ini dapat berbeda tergantung merek dan lokasi pembelian.

Umumnya isotretinoin tersedia dalam beberapa kekuatan dosis, dengan yang paling sering digunakan adalah 10 mg dan 20 mg. 

Adapun kisaran harga yang umum ditemukan di Indonesia.

BentukKisaran Harga
Isotretinoin 10 mgRp70.000–Rp150.000 per strip
Isotretinoin 20 mgRp120.000–Rp300.000 per strip
Isotretinoin 30–40 mgRp200.000–Rp500.000 per strip (tergantung merek)

Tips Selama Menjalani Terapi Isotretinoin

Mengingat isotretinoin bekerja dengan mengurangi produksi minyak, sebagian besar pasien akan mengalami kulit yang lebih kering selama terapi. 

Maka fokus perawatannya di sini yaitu menjaga kelembapan kulit agar pengobatan lebih maksimal. Beberapa yang bisa dilakukan yaitu:

1. Gunakan Moisturizer Secara Rutin

Kulit kering adalah efek samping yang hampir selalu muncul selama terapi isotretinoin. Penggunaan moisturizer membantu mengurangi rasa tertarik atau mengelupas. 

Pilih pelembap non-comedogenic yang mengandung bahan seperti ceramide, glycerin atau hyaluronic acid.

2. Gunakan Sunscreen Setiap Hari

Isotretinoin dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari sehingga risiko kulit terbakar menjadi lebih tinggi. 

Karena itu pastikan kamu menggunakan sunscreen SPF 30 atau lebih setiap pagi sangat dianjurkan.

3. Hindari Waxing

Waxing dapat menyebabkan kulit terkelupas hingga meninggalkan bekas yang sulit hilang. 

Karena alasan tersebut, dokter kulit umumnya menyarankan untuk menunda waxing selama pengobatan dan beberapa bulan setelah terapi selesai.

4. Hindari Terapi Laser

Prosedur yang menyebabkan trauma pada kulit seperti terapi laser sebaiknya ditunda selama terapi isotretinoin. 

Risiko iritasi terbentuknya jaringan parut dapat meningkat ketika kulit sedang berada dalam kondisi lebih sensitif akibat obat ini.

5. Gunakan Lip Balm untuk Bibir Kering

Bibir kering atau pecah-pecah adalah efek samping paling umum dari isotretinoin. Pastikan kamu gunakan lip balm secara rutin, terutama yang mengandung petrolatum atau bahan oklusif lainnya, guna menjaga kelembapan bibir.

6. Hindari Produk Skincare yang Terlalu Keras

Selama terapi isotretinoin, fokus utama skincare adalah menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier, bukan menggunakan terlalu banyak bahan aktif sekaligus.

Beberapa bahan yang perlu dihindari sementara yaitu retinol, AHA/BHA konsentrasi tinggi, benzoyl peroxide dan vitamin C.

FAQ Seputar Isotretinoin

Jika masih bingung terkait cara kerja maupun hal lain terkait isotretinoin, mari simak beberapa pertanyaan yang sering muncul sebagai berikut:

1. Bagaimana Cara Kerja Isotretinoin?

Isotretinoin bekerja dengan mengurangi ukuran dan aktivitas kelenjar minyak, sehingga berdampak pada penurunan produksi sebum dan mencegah penyumbatan pori. Pada akhirnya, cara kerja ini efektif mengurangi peradangan penyebab jerawat meradang.

2. Apakah Isotretinoin Sama dengan Tretinoin?

Tidak. Isotretinoin adalah obat retinoid oral yang diminum dan digunakan terutama untuk jerawat berat. Sementara itu, tretinoin merupakan retinoid topikal yang dioleskan pada kulit untuk membantu mengatasi jerawat ringan hingga sedang, hiperpigmentasi, atau tanda penuaan kulit.

3. Apakah Isotretinoin Bisa Menyembuhkan Jerawat Permanen?

Pada banyak pasien, isotretinoin dapat memberikan remisi jangka panjang setelah satu siklus terapi selesai. Namun, tidak semua kasus bersifat permanen. Sebagian pasien masih dapat mengalami kekambuhan dan memerlukan terapi tambahan.

4. Apakah Isotretinoin Aman untuk Remaja?

Ya, isotretinoin dapat digunakan pada remaja dengan jerawat berat apabila diresepkan dan dipantau oleh dokter. Beberapa isotretinoin kadang direkomendasikan untuk remaja yang mengalami jerawat berat atau jerawat yang tidak membaik dengan terapi standar.

5. Apakah Isotretinoin Menyebabkan Mandul?

Hingga saat ini tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa isotretinoin menyebabkan infertilitas permanen pada pria maupun wanita. Namun, obat ini sangat berbahaya jika digunakan saat hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir pada janin.

6. Bolehkah Menggunakan Skincare Saat Minum Isotretinoin?

Boleh. Bahkan penggunaan skincare yang tepat dianjurkan untuk mengurangi efek samping seperti kulit kering dan sensitif. Pilih produk yang lembut dan non-comedogenic untuk menjaga hidrasi kulit.

7. Apakah Purging Isotretinoin Pasti Terjadi?

Tidak. Tidak semua pasien mengalami purging. Sebagian orang mengalami jerawat yang tampak memburuk pada beberapa minggu pertama terapi, sementara yang lain tidak mengalami purging sama sekali dan langsung melihat perbaikan secara bertahap.

Kapan Harus ke Dokter?

Jerawat yang tidak membaik setelah menggunakan skincare atau pengobatan standar sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. 

Pasalnya terdapat beberapa jenis jerawat, seperti jerawat nodul dan jerawat batu yang dapat meninggalkan bekas luka permanen jika penanganannya salah.

Pada beberapa pasien, isotretinoin dapat menjadi salah satu pilihan terapi. Namun, obat ini memerlukan pemantauan ketat dan tidak cocok untuk semua orang.

Supaya pengobatan jerawat memberikan hasil maksimal, coba untuk konsultasi gratis dengan dokter di klinik kecantikan terdekat Sozo Skin Clinic

Hasil Treatment Jerawat di Sozo Skin Clinic
Hasil Treatment Jerawat di Sozo Skin Clinic

Selain terapi obat, dokter dapat merekomendasikan berbagai pilihan Acne Treatment sesuai kondisi kulit kamu, mulai dari:

  • IPL Acne, untuk mengurangi bakteri penyebab jerawat dan kemerahan.
  • Acne Laser Facial, untuk meredakan jerawat dan menyamarkan bekas jerawat.
  • Meso Acne, untuk meredakan peradangan lebih cepat dengan serum khusus.
  • Acne Micro Botox, untuk memperbaiki tekstur kulit akibat bopeng setelah berjerawat.

Dengan kombinasi evaluasi medis dan terapi yang tepat, jerawat dapat dikontrol lebih optimal.

Segera datangi salah satu dari 60+ cabang Sozo Skin Clinic yang tersebar di Pulau Jawa untuk mendapatkan pemeriksaan dan treatment yang tepat sasaran.

chat untuk konsultasi

Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?