Skin 13 mnt baca

Profhilo vs Nucleofill: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Profhilo vs Nucleofill: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Profhilo dan Nucleofill sama-sama membantu meningkatkan kualitas kulit, tetapi memiliki kandungan, cara kerja, dan fokus perawatan yang berbeda. Pilihannya bisa disesuaikan dengan kondisi kulit, tujuan perawatan, serta hasil yang ingin kamu capai.

Kalau kamu lagi cari treatment untuk membuat kulit terlihat lebih sehat dan terawat, Profhilo dan Nucleofill mungkin sering banget direkomendasikan. Sekilas, keduanya mirip, jadi wajar kalau bikin kamu bingung harus memilih yang mana.

Profhilo dan Nucleofill sama-sama termasuk injectable skin rejuvenation atau perawatan injeksi biostimulator (skin booster tingkat lanjut) yang berfokus pada peningkatan kualitas serta peremajaan kulit, bukan sekadar mengubah bentuk wajah.

Namun, meski punya tujuan yang mirip, keduanya tetap memiliki perbedaan dari cara kerja hingga hasil yang ditawarkan, lho.

Nah, daripada memilih hanya karena tren, yuk pahami dulu apa yang membedakan keduanya, mulai dari manfaat, prosedur, hasil, efek samping, hingga kondisi kulit yang sesuai.

Apa Itu Profhilo?

Profhilo adalah injectable treatment berbahan dasar hyaluronic acid yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kualitas kulit. Treatment ini lebih berfokus pada hidrasi dan tampilan kulit secara keseluruhan, bukan menambah volume seperti filler.

Kandungan Profhilo

Profhilo menggunakan kombinasi hyaluronic acid dengan berat molekul tinggi dan rendah. Kombinasi ini dirancang untuk membantu menghidrasi kulit sekaligus mendukung proses remodelling jaringan kulit.

Bagaimana Cara Kerja Profhilo?

Setelah disuntikkan ke area yang ditargetkan, kandungan hyaluronic acid pada Profhilo menyebar di jaringan kulit dan membantu meningkatkan hidrasi.

Kandungan ini juga dapat mendukung produksi kolagen dan elastin yang berperan dalam menjaga kulit tetap kenyal dan elastis.

Manfaat Profhilo

Karena fokusnya pada kualitas kulit, manfaat Profhilo umumnya berkaitan dengan hidrasi, elastisitas, dan tampilan kulit. Beberapa manfaat yang bisa dituju antara lain:

  • Meningkatkan hidrasi kulit: membantu kulit terasa lebih lembap dan tampak lebih segar.
  • Mendukung elastisitas kulit: membantu menjaga kulit tetap terasa kenyal.
  • Membantu memperbaiki tekstur kulit: kulit dapat terlihat lebih halus dan sehat.
  • Menyamarkan tanda penuaan awal: membantu mengurangi tampilan garis-garis halus dan kulit yang mulai kehilangan kekenyalannya.

Baca Juga: Profhilo Treatment: Definisi, Manfaat & Cara Kerjanya

Apa Itu Nucleofill?

Nucleofill adalah injectable treatment berbahan dasar polynucleotide yang digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas dan kondisi kulit.

Perawatan ini fokusnya bukan menambah volume wajah, melainkan mendukung proses regenerasi dan perbaikan kulit.

Kandungan Nucleofill

Nucleofill mengandung polynucleotide, yaitu rantai molekul yang berasal dari bahan biologis (biasanya melalui proses pemurnian DNA salmon) dan digunakan untuk mendukung proses perbaikan jaringan kulit.

Sederhananya, kandungan ini bekerja sebagai biostimulator yang membantu menciptakan lingkungan yang mendukung regenerasi kulit.

Bagaimana Cara Kerja Nucleofill?

Setelah disuntikkan ke kulit, polynucleotide dapat membantu mendukung proses regenerasi jaringan dan aktivitas sel kulit.

Kandungan ini juga dikaitkan dengan peningkatan hidrasi serta dukungan terhadap produksi kolagen dan elastin.

Dengan proses tersebut, Nucleofill lebih diarahkan untuk membantu memperbaiki kualitas kulit secara bertahap, bukan memberikan perubahan bentuk wajah secara langsung.

Manfaat Nucleofill

Fokus Nucleofill pada regenerasi kulit membuat manfaatnya lebih banyak berkaitan dengan kondisi dan kualitas kulit. Beberapa manfaat yang bisa dituju antara lain:

  • Meningkatkan hidrasi kulit: membantu kulit terasa lebih lembap dan tampak lebih sehat.
  • Mendukung elastisitas kulit: membantu menjaga kulit tetap kenyal dan tidak mudah terlihat kendur.
  • Membantu memperbaiki tekstur kulit: dapat membantu kulit terlihat lebih halus dan merata.
  • Mendukung regenerasi kulit: membantu proses perbaikan jaringan kulit secara bertahap.

Baca Juga: Apa Itu Nucleofill? Ini Cara Kerja & Bedanya dengan Rejuran

Profhilo vs Nucleofill, Apa Perbedaannya?

Profhilo vs Nucleofill
Profhilo vs Nucleofill | Sumber: Shopee

Perbedaan Profhilo dan Nucleofill terletak pada kandungan, cara kerja, dan fokus manfaatnya. Profhilo lebih menonjolkan hidrasi dan skin remodeling, sedangkan Nucleofill berfokus pada biostimulasi dan regenerasi kulit.

Supaya lebih mudah dibandingkan, berikut perbedaan Profhilo dan Nucleofill:

AspekProfhiloNucleofill
Kandungan utamaMurni hyaluronic acid dengan berat molekul tinggi dan rendahPolynucleotide yang berasal dari fragmen DNA ikan salmon
FokusHidrasi, elastisitas, dan kualitas kulitRegenerasi dan kualitas kulit
Tujuan utamaSkin remodeling dan hidrasiBiostimulasi dan perbaikan kualitas kulit
Target kulitKulit kering, dehidrasi, atau mulai kehilangan elastisitasKulit dengan tekstur kurang merata dan membutuhkan regenerasi
HasilKulit tampak lebih lembap, kenyal, dan halusKulit tampak lebih terhidrasi, elastis, dan sehat
Waktu hasilBertahap dan dapat mulai terlihat dalam beberapa mingguBertahap dan berkembang seiring proses regenerasi kulit
Durasi hasilBergantung pada kondisi kulit dan protokol treatmentBergantung pada kondisi kulit dan protokol treatment

Baca Juga: Skin Booster Adalah: Manfaat, Jenis, & Prosedur Lengkap

Profhilo vs Nucleofill Berdasarkan Masalah Kulit

Kalau kamu masih bingung memilih, jangan mulai dari pertanyaan “mana yang lebih bagus?”. Lebih membantu kalau kamu mulai dari masalah kulit yang paling ingin diperbaiki.

Profhilo bisa lebih dipertimbangkan ketika:

  • Kulit terasa kering atau kurang terhidrasi: fokus treatment dapat diarahkan pada peningkatan hidrasi dan kualitas kulit.
  • Kulit mulai kehilangan elastisitas: Profhilo dapat membantu mendukung tampilan kulit yang lebih kenyal dan firm.
  • Tekstur kulit mulai berubah: hidrasi dan proses bioremodeling dapat membantu memperbaiki tampilan tekstur.
  • Mulai muncul tanda penuaan: bisa menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kualitas kulit tanpa tujuan utama menambah volume.

Nucleofill bisa lebih dipertimbangkan ketika:

  • Kulit terlihat kusam dan kurang segar: polynucleotide dapat membantu mendukung kualitas dan tampilan kulit.
  • Tekstur kulit terasa kurang halus: treatment dapat diarahkan untuk mendukung proses regenerasi kulit.
  • Elastisitas mulai berkurang: polynucleotide dapat membantu mendukung kualitas dan elastisitas kulit.
  • Garis halus mulai terlihat: peningkatan kualitas kulit dapat membantu menyamarkan tampilan garis halus secara bertahap.

Tetap perlu diingat, satu masalah kulit bisa punya beberapa penyebab. Karena itu, dokter perlu melihat kondisi kulitmu secara langsung sebelum menentukan treatment yang paling sesuai.

Profhilo vs Nucleofill, Mana yang Lebih Bagus?

Sebenarnya, nggak ada yang lebih bagus antara Profhilo dan Nucleofill. Keduanya punya fokus yang berbeda, sehingga pilihan treatment sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan hasil yang ingin kamu capai.

Profhilo bisa lebih sesuai kalau fokus utamamu adalah hidrasi, elastisitas, dan skin remodeling. Sementara itu, Nucleofill dapat dipertimbangkan kalau tujuanmu lebih mengarah pada regenerasi dan peningkatan kualitas kulit.

Selain masalah kulit, dokter juga perlu mempertimbangkan kondisi kulit secara keseluruhan, area yang akan ditangani, serta riwayat kesehatan sebelum menentukan pilihan.

Jadi, bukan soal mana yang lebih bagus, tetapi mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan kulitmu.

Baca Juga: 10 Cara Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak, Ampuh & Cepat!

Perbedaan Prosedur Profhilo dan Nucleofill

Prosedur Profhilo dan Nucleofill
Prosedur Profhilo dan Nucleofill | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Profhilo dan Nucleofill sama-sama dilakukan dengan teknik suntikan, tetapi cara penyuntikan dan pengalaman setelah tindakan bisa berbeda. Berikut gambaran prosedur keduanya:

Profhilo:

  • Teknik suntikan: umumnya menggunakan teknik BAP (Bio Aesthetic Points) pada 5 titik strategis di setiap sisi wajah.
  • Sensasi saat tindakan: bisa terasa sedikit menyengat saat cairan disuntikkan. Sensasi ini dapat dipengaruhi oleh karakteristik dan volume bahan yang masuk ke jaringan kulit.
  • Setelah suntikan: dapat muncul bentol kecil di titik suntikan, kemerahan, bengkak ringan, atau memar.
  • Masa pemulihan (downtime): umumnya relatif singkat. Bentol kecil di area suntikan biasanya berangsur menghilang dalam hitungan jam hingga sekitar 1 hari.
  • Jumlah sesi: umumnya dilakukan 2 sesi dengan jarak sekitar 1 bulan, meski protokol dapat disesuaikan dengan kondisi kulit.

Nucleofill:

  • Teknik suntikan: titik dan pola suntikan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit serta area yang ingin ditangani.
  • Sensasi saat tindakan: bisa muncul rasa menyengat atau tidak nyaman saat bahan disuntikkan. Sensasinya dapat berbeda tergantung teknik, area, dan sensitivitas kulit.
  • Setelah suntikan: bentol kecil, kemerahan, bengkak ringan, atau memar dapat muncul di area suntikan.
  • Masa pemulihan (downtime): umumnya ringan, tetapi bentol atau kemerahan bisa bertahan sekitar 1–2 hari pada sebagian orang.
  • Jumlah sesi: umumnya membutuhkan sekitar 3–4 sesi dengan jarak sekitar 2–4 minggu, tergantung kondisi kulit dan protokol dokter.

Walaupun sama-sama pakai suntikan, pengalaman selama dan setelah treatment bisa berbeda pada setiap orang. Dokter akan menyesuaikan teknik dan jumlah sesi dengan kondisi kulit serta target hasil yang ingin dicapai.

Profhilo vs Nucleofill, Mana yang Memberikan Hasil Lebih Cepat?

Kalau dilihat dari hasil awal, Profhilo cenderung memberikan perubahan yang lebih cepat dibandingkan Nucleofill.

Meski begitu, keduanya tetap membutuhkan waktu karena manfaatnya berkaitan dengan perubahan kualitas kulit secara bertahap.

Gambaran waktu hasilnya:

  • Profhilo: kulit bisa mulai terasa lebih lembap dan tampak lebih segar dalam sekitar 1–2 minggu setelah treatment. Hasilnya kemudian dapat terus berkembang setelah sesi berikutnya.
  • Nucleofill: hasilnya cenderung muncul lebih bertahap dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan, seiring proses regenerasi dan peningkatan kualitas kulit.

Jadi, kalau kamu mencari perubahan awal yang lebih cepat, Profhilo bisa jadi salah satu pilihan. Namun, hasil akhir keduanya tetap bergantung pada kondisi kulit, jumlah sesi, dan respons tubuh terhadap treatment.

Baca Juga: Skin Booster Bukan Sekadar Suntik Vitamin, Lalu Apa Bedanya dengan Filler?

Berapa Kali Treatment Profhilo dan Nucleofill Dibutuhkan?

Jumlah sesi Profhilo dan Nucleofill bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kulit, tujuan treatment, dan hasil evaluasi dokter. Sebagai gambaran, keduanya memiliki jumlah sesi awal dan jarak antar-treatment yang berbeda.

Profhilo:

  • Sesi awal: umumnya dilakukan 2 sesi dengan jarak sekitar 4 minggu antar sesi.
  • Maintenance: dapat dilakukan secara berkala setelah rangkaian awal selesai, dengan jadwal yang disesuaikan berdasarkan kondisi kulit dan evaluasi dokter.

Nucleofill:

  • Sesi awal: umumnya membutuhkan 2–4 sesi, tergantung kondisi kulit dan target treatment.
  • Jarak antar sesi: biasanya sekitar 2–4 minggu untuk memberikan waktu bagi kulit menjalani proses regenerasi.
  • Maintenance: dapat dilakukan setelah rangkaian awal selesai, dengan interval yang disesuaikan oleh dokter.

Jadi, secara umum Profhilo membutuhkan 2 sesi di awal, sedangkan Nucleofill dapat membutuhkan 2–4 sesi.

Namun, jumlah dan jadwal treatment tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulitmu, jadi sebaiknya jangan menentukan jumlah sesi hanya berdasarkan jadwal yang pernah kamu lihat.

Berapa Lama Hasil Profhilo dan Nucleofill Bertahan?

Hasil Profhilo Treatment
Hasil Profhilo Treatment | Sumber: Viona Beauty Clinic

Hasil Profhilo dan Nucleofill umumnya dapat bertahan selama beberapa bulan setelah rangkaian treatment selesai. Namun, durasinya bisa berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi kondisi kulit, usia, metabolisme, gaya hidup, dan paparan sinar matahari.

Sebagai gambaran:

  • Profhilo: hasilnya dapat bertahan sekitar 6–9 bulan setelah rangkaian awal selesai.
  • Nucleofill: hasilnya dapat bertahan sekitar 6–12 bulan, tergantung kondisi kulit dan respons tubuh.

Durasi di atas bukan angka yang mutlak. Seiring waktu, bahan treatment akan diproses oleh tubuh sehingga efeknya dapat berangsur berkurang dan maintenance treatment mungkin diperlukan untuk membantu mempertahankan hasil.

Baca Juga: 5 Efek Samping Skin Booster: Mana yang Wajar, Mana yang Berbahaya?

Efek Samping Profhilo vs Nucleofill

Profhilo dan Nucleofill sama-sama dilakukan lewat suntikan, sehingga reaksi sementara di area yang ditangani tetap bisa terjadi. Jenis dan tingkat reaksinya dapat berbeda pada setiap orang.

Beberapa efek samping yang mungkin muncul antara lain:

  • Kemerahan: kulit di sekitar titik suntikan dapat terlihat kemerahan dan biasanya berangsur mereda.
  • Bengkak ringan: dapat muncul sebagai respons sementara setelah penyuntikan.
  • Memar: bisa terjadi ketika pembuluh darah kecil di area suntikan terkena jarum.
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman: dapat terasa selama atau setelah proses penyuntikan.
  • Benjolan kecil: pada Profhilo, bentol kecil di titik suntikan dapat terlihat sementara setelah treatment.

Sebagian besar reaksi tersebut bersifat ringan dan sementara. Namun, jika muncul keluhan yang menetap, semakin berat, atau terasa tidak biasa setelah treatment, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter yang melakukan tindakan.

Apakah Profhilo dan Nucleofill Bisa Dikombinasikan?

Profhilo dan Nucleofill bisa saja digunakan dalam satu rangkaian perawatan. Karena fokus keduanya berbeda, kombinasi bisa dipertimbangkan kalau kondisi kulitmu memang membutuhkan manfaat dari keduanya.

Tapi, bukan berarti menggabungkan dua treatment otomatis bikin hasilnya lebih bagus. Dokter tetap perlu melihat kondisi kulit, area yang akan ditangani, serta tujuan treatment sebelum menentukan apakah keduanya memang perlu dikombinasikan.

Jadi, jangan buru-buru menggabungkan Profhilo dan Nucleofill hanya karena ingin hasil yang lebih maksimal.

Lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter supaya pilihan dan jadwal treatment-nya benar-benar sesuai dengan kebutuhan kulitmu.

Cara Memilih Profhilo atau Nucleofill Sesuai Kondisi Kulit

Daripada memilih berdasarkan tren, kamu bisa mulai dengan melihat masalah kulit yang paling mengganggu dan hasil seperti apa yang kamu inginkan.

Supaya lebih mudah menentukan pilihan, kamu bisa melihat beberapa kondisi kulit berikut:

  • Kulit terasa kering dan kurang kenyal: Profhilo bisa dipertimbangkan jika fokus utamamu adalah meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit.
  • Kulit mulai kehilangan elastisitas: Profhilo maupun Nucleofill bisa menjadi pilihan, tergantung kondisi kulit dan target treatment.
  • Tekstur kulit terasa kurang halus: keduanya bisa dipertimbangkan untuk membantu meningkatkan kualitas kulit, dengan pilihan yang disesuaikan berdasarkan kondisi kulit.
  • Garis halus mulai terlihat: dokter dapat menentukan pilihan treatment berdasarkan kondisi kulit dan penyebab munculnya garis halus.
  • Ingin menambah volume atau mengubah bentuk wajah: Profhilo dan Nucleofill bukan pilihan utama karena keduanya tidak ditujukan untuk memberikan volume seperti filler.

Kalau masih bingung memilih, nggak perlu memaksakan diri untuk menentukan sendiri. Konsultasi dengan dokter bisa membantu melihat apakah kulitmu lebih membutuhkan Profhilo, Nucleofill, treatment lain, atau cukup dengan perawatan kulit yang sesuai.

Profhilo vs Nucleofill untuk Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an

Usia memang bisa jadi salah satu pertimbangan saat memilih skin booster, tetapi bukan berarti ada treatment yang wajib dipilih di usia tertentu. Kondisi kulit dan masalah yang ingin kamu atasi tetap jadi pertimbangan utama.

Supaya lebih kebayang, berikut gambaran kebutuhan kulit yang bisa muncul di tiap rentang usia:

  • Usia 20-an: fokus biasanya lebih pada menjaga hidrasi, tekstur, dan kualitas kulit sebelum tanda penuaan semakin terlihat.
  • Usia 30-an: garis halus dan perubahan elastisitas mulai bisa muncul, sehingga kebutuhan untuk menjaga kualitas kulit bisa semakin beragam.
  • Usia 40-an: kulit dapat mulai mengalami penurunan elastisitas, hidrasi, dan perubahan tekstur yang lebih terlihat.
  • Usia 50-an: tanda penuaan dan penurunan elastisitas bisa semakin nyata, sehingga pilihan treatment perlu disesuaikan dengan kondisi kulit secara lebih menyeluruh.

Jadi, nggak ada aturan bahwa usia 20-an harus memilih Profhilo atau usia 40-an harus memilih Nucleofill. Dua orang dengan usia yang sama pun bisa punya kondisi kulit dan kebutuhan treatment yang berbeda.

FAQ Seputar Profhilo dan Nucleofill

Setelah tahu perbedaan Profhilo dan Nucleofill, mungkin masih ada beberapa pertanyaan yang muncul sebelum kamu memutuskan treatment. Berikut beberapa hal yang sering ingin diketahui sebelum menjalani keduanya.

1. Apakah Profhilo sama dengan filler?

Tidak sepenuhnya. Profhilo menggunakan hyaluronic acid, tetapi tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas dan hidrasi kulit, bukan membentuk atau menambah volume wajah seperti filler konvensional.

2. Apakah Nucleofill bisa membuat wajah lebih tirus?

Nucleofill bukan treatment yang tujuan utamanya mengurangi lemak atau membentuk wajah menjadi lebih tirus. Fokusnya lebih pada peningkatan kualitas kulit melalui polynucleotide.

3. Apakah Profhilo dan Nucleofill sakit?

Rasa tidak nyaman bisa muncul karena keduanya dilakukan dengan suntikan. Tingkat rasa sakitnya dapat berbeda tergantung area, teknik, dan sensitivitas masing-masing orang.

4. Apakah Profhilo dan Nucleofill bisa digunakan untuk area selain wajah?

Bisa, tergantung produk, area yang ditangani, dan protokol yang digunakan. Dokter akan menentukan area yang sesuai berdasarkan kondisi kulit dan tujuan treatment.

5. Apakah boleh menggunakan skincare setelah Profhilo atau Nucleofill?

Boleh, tetapi jenis produk dan waktu penggunaannya setelah suntikan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Sebaiknya ikuti instruksi aftercare dari dokter, terutama untuk menghindari produk yang berpotensi membuat kulit lebih iritasi.

Jadi, Harus Pilih Profhilo atau Nucleofill?

Profhilo dan Nucleofill sama-sama bisa membantu meningkatkan kualitas kulit, tetapi keduanya punya fokus dan karakteristik yang berbeda.

Jadi, pilihan yang paling tepat bukan soal mana yang lebih bagus, melainkan mana yang paling sesuai dengan kondisi kulit dan tujuan perawatanmu.

Kalau kamu masih bingung menentukan pilihan, kamu bisa konsultasikan kondisi dan tujuan perawatanmu dengan dokter berlisensi di SOZO Skin Clinic terlebih dahulu.

Dokter dapat membantu mengevaluasi kondisi kulit dan menentukan apakah Profhilo, Nucleofill, atau pilihan treatment lainnya lebih sesuai untukmu.

Kalau ingin mengenal pilihannya lebih jauh, kamu juga bisa menjelajahi layanan skin booster treatment di SOZO Skin Clinic, termasuk Profhilo dan Nucleofill.

Masih mencari lokasi yang paling dekat? Kamu bisa cek lokasi SOZO Skin Clinic terdekat dan buat janji konsultasi sebelum menentukan treatment yang ingin kamu jalani.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

Referensi

Efficacy and Tolerability of Stable Hybrid Cooperative Complexes of High- and Low-Molecular Weight Hyaluronic Acid in Asian Patients | Aesthetic Plastic Surgery / PubMed

A Systematic Review of the Efficacy and Safety of Profhilo® and Profhilo® Body | Plastic and Reconstructive Surgery / PubMed

Hyaluronan Hybrid Cooperative Complexes as a Novel Frontier for Cellular Bioprocesses Re-Activation | PubMed

Polynucleotides in Aesthetic Medicine: A Review of Current Practices and Perceived Effectiveness | International Journal of Molecular Sciences / PMC

The Effectiveness of Polynucleotides in Esthetic Medicine: A Systematic Review | PMC

Polynucleotides and Polydeoxyribonucleotides for Skin Rejuvenation, Postoperative Scar Prevention, and Wound Healing | Cureus / PMC

Polynucleotides HPT for Asian Skin Regeneration and Rejuvenation | PubMed

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?