PRP treatment adalah prosedur medis yang memanfaatkan plasma darah pasien sendiri untuk merangsang regenerasi jaringan. Dokter mengambil sampel darah, memisahkan plasma kaya trombosit lewat mesin sentrifugasi, lalu menyuntikkannya kembali ke area tubuh yang membutuhkan perbaikan.
Klinik kecantikan dan rumah sakit ortopedi memakai metode ini untuk dua tujuan berbeda. Di dunia kecantikan, PRP membantu mengatasi kerontokan rambut dan memperbaiki tekstur kulit wajah. Di dunia medis olahraga, PRP mempercepat pemulihan cedera otot, tendon, dan sendi.
Anda mungkin bertanya-tanya apakah prosedur ini aman, sakit, atau sepadan dengan biayanya. Artikel ini menjawab pertanyaan itu satu per satu, mulai dari cara kerja PRP hingga kisaran biaya yang perlu Anda siapkan.
Baca Juga: Laser CO2: Manfaat, Prosedur, Efek Samping & Biaya
Apa Itu PRP Treatment?
PRP treatment adalah prosedur penyuntikan Platelet-Rich Plasma, yaitu plasma darah yang mengandung konsentrasi trombosit jauh lebih tinggi dari kondisi normal. Trombosit ini membawa protein growth factor yang berperan penting dalam proses penyembuhan dan regenerasi jaringan tubuh.
Darah manusia terdiri dari empat komponen utama: sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Dalam kondisi normal, trombosit hanya membentuk sekitar 6% dari volume darah. Proses PRP memisahkan dan memekatkan trombosit ini hingga konsentrasinya meningkat 5-10 kali lipat dari kadar normal.
Prinsip kerja PRP bertumpu pada kemampuan alami tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri. Saat jaringan mengalami kerusakan, trombosit bergerak ke lokasi luka dan melepaskan growth factor yang memicu pembentukan sel baru serta pembuluh darah. PRP treatment mengambil mekanisme ini, memekatkannya, lalu mengarahkannya langsung ke area yang membutuhkan perbaikan, baik itu kulit wajah, kulit kepala, maupun jaringan sendi.
Karena plasma yang disuntikkan berasal dari darah pasien sendiri, risiko penolakan atau reaksi alergi jauh lebih rendah dibanding prosedur yang menggunakan bahan sintetis atau donor.
Manfaat PRP Treatment
Perawatan ini memberikan banyak keuntungan untuk kesehatan kulit, rambut, hingga jaringan otot dan sendi. Berikut manfaat utama PRP treatment.
Meremajakan Kulit Wajah
Suntikan plasma merangsang produksi kolagen dan elastin baru di bawah kulit. Proses ini mengencangkan jaringan kulit yang kendur, menyamarkan kerutan halus di sekitar mata, serta memperbaiki tekstur dan warna kulit yang tidak merata. Pori-pori mengecil dan wajah terlihat lebih kenyal secara bertahap seiring produksi kolagen baru berjalan.
Menghilangkan Bekas Jerawat
Bopeng atau bekas jerawat yang mendalam terbentuk karena kerusakan jaringan kolagen di masa lalu. Growth factor dalam PRP memperbaiki struktur kulit yang rusak ini. Plasma mengisi ruang kosong di bawah kulit dan mendorong pembentukan sel baru sehingga permukaan wajah kembali rata.
Mengatasi Kerontokan Rambut
PRP juga efektif menjaga kesehatan kulit kepala. Saat disuntikkan ke area kepala, nutrisi dalam plasma menghidupkan kembali folikel rambut yang melemah, meningkatkan aliran darah ke akar rambut, dan memicu regenerasi sel. Langkah ini menghentikan kerontokan, mempercepat pertumbuhan rambut baru, dan membuat batang rambut tumbuh lebih tebal. Sejumlah penelitian pada kasus androgenic alopecia (kebotakan pola pria dan wanita) mencatat hasil positif pada pertumbuhan kembali rambut setelah terapi PRP.
Mempercepat Pemulihan Cedera Otot, Tendon, dan Sendi
Dunia ortopedi dan kedokteran olahraga banyak memanfaatkan PRP untuk mempercepat penyembuhan cedera jaringan lunak seperti otot, tendon, dan ligamen. Konsentrasi trombosit yang tinggi di area cedera merangsang perbaikan jaringan, mengurangi peradangan kronis pada kondisi seperti osteoartritis, dan memangkas waktu pemulihan pasien.
Mendukung Penyembuhan Pasca Prosedur Gigi
Di bidang kedokteran gigi, PRP mempercepat penyembuhan luka dan perbaikan jaringan setelah pencabutan gigi atau operasi bedah mulut. Pada prosedur implan gigi, PRP membantu mempercepat pembentukan tulang di sekitar implan sehingga hasil jangka panjang lebih optimal.
Bagaimana Cara Kerja PRP Treatment?
Proses PRP treatment berjalan lewat tiga tahap utama: pengambilan darah, sentrifugasi, dan injeksi ke area target.
1. Pengambilan Sampel Darah
Dokter mengambil darah pasien dari lengan, biasanya sebanyak 10-20 ml, sama seperti prosedur cek darah rutin. Volume darah yang diambil disesuaikan dengan area tubuh yang akan ditangani.
2. Proses Sentrifugasi
Sampel darah dimasukkan ke dalam mesin sentrifugasi yang berputar dengan kecepatan tinggi. Putaran ini memisahkan darah menjadi tiga lapisan berdasarkan berat jenisnya: sel darah merah di lapisan bawah, plasma kaya trombosit di lapisan tengah, dan plasma miskin trombosit di lapisan atas. Dokter mengambil lapisan plasma kaya trombosit inilah yang menjadi bahan utama PRP.
3. Aktivasi Plasma (Opsional)
Beberapa protokol menambahkan zat aktivator seperti kalsium klorida untuk memicu trombosit melepaskan growth factor lebih cepat. Langkah ini tidak selalu dilakukan, tergantung tujuan treatment dan preferensi dokter.
4. Injeksi ke Area Target
Plasma yang sudah dipekatkan disuntikkan ke area yang membutuhkan perbaikan. Untuk perawatan wajah, dokter menyuntikkan plasma ke lapisan dermis menggunakan jarum halus atau microneedling. Untuk kerontokan rambut, suntikan diarahkan ke kulit kepala di sekitar folikel yang menipis. Untuk cedera sendi atau otot, dokter memakai panduan USG agar suntikan tepat sasaran ke jaringan yang cedera.
Seluruh proses ini berlangsung dalam satu sesi, mulai dari pengambilan darah hingga injeksi selesai, tanpa perlu rawat inap.
Prosedur PRP Treatment
Bagian sebelumnya menjelaskan cara kerja PRP secara teknis. Bagian ini menjelaskan tahapan yang akan Anda lalui sebagai pasien, dari konsultasi awal hingga pemulihan.
1. Konsultasi Awal
Dokter memeriksa kondisi kulit, kulit kepala, atau area cedera Anda. Anda perlu menyampaikan riwayat kesehatan, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan kondisi medis tertentu seperti gangguan pembekuan darah. Untuk kasus cedera otot atau sendi, dokter biasanya melakukan pemeriksaan USG terlebih dahulu untuk memastikan diagnosis dan menentukan titik penyuntikan yang tepat. Dokter akan menjelaskan hasil yang realistis sesuai kondisi Anda dan menentukan apakah PRP treatment cocok untuk Anda.
2. Persiapan Sebelum Treatment
Anda disarankan menghindari obat pengencer darah seperti aspirin atau ibuprofen, serta suplemen omega-3, selama beberapa hari sebelum prosedur, karena zat ini bisa memengaruhi kualitas trombosit. Dokter juga akan meminta Anda mencukupi asupan cairan dan menghindari alkohol sehari sebelumnya.
3. Pengambilan Sampel Darah
Perawat mengambil sampel darah dari lengan Anda, sekitar 15-60 ml tergantung area yang akan ditangani dan kebutuhan terapi. Proses ini mirip pengambilan darah untuk tes laboratorium biasa.
4. Pengolahan Darah dengan Sentrifugasi
Sampel darah dimasukkan ke mesin sentrifugasi yang berputar dengan kecepatan tinggi selama 10-15 menit. Putaran ini memisahkan darah menjadi beberapa lapisan berdasarkan berat jenisnya: sel darah merah mengendap di dasar tabung, plasma kekuningan berada di lapisan atas, dan di antara keduanya terbentuk lapisan tipis berisi trombosit serta sel darah putih yang disebut buffy coat. Dokter mengambil plasma kaya trombosit dari lapisan ini sebagai bahan PRP.
5. Penandaan dan Anestesi Area Terapi
Dokter menandai area yang akan disuntik untuk mengurangi risiko infeksi, lalu mengoleskan anestesi topikal atau bius lokal pada area tersebut. Langkah ini mengurangi rasa tidak nyaman selama injeksi berlangsung.
6. Proses Injeksi
Dokter menyuntikkan plasma ke area target menggunakan jarum halus. Untuk cedera sendi atau otot, dokter kerap memakai panduan USG agar penempatan suntikan akurat. Untuk wajah, prosedur ini memakan waktu sekitar 15-30 menit. Secara keseluruhan, satu sesi PRP treatment dari awal sampai selesai injeksi biasanya berlangsung sekitar 30-90 menit tergantung luas area yang ditangani.
7. Observasi dan Perawatan Setelah Treatment
Setelah injeksi, Anda mungkin diminta menunggu 10-15 menit di klinik untuk memastikan tidak ada reaksi yang tidak diinginkan. Kemerahan, nyeri ringan, bengkak, atau memar di area suntikan bisa muncul selama 1-3 hari, namun sifatnya sementara.
Dokter biasanya menyarankan Anda menghindari sinar matahari langsung, makeup berat, dan olahraga intens selama 24-48 jam pertama. Kebanyakan pasien bisa langsung melanjutkan aktivitas seperti biasa setelah prosedur selesai.
Jumlah sesi yang dibutuhkan bervariasi tergantung kondisi yang ditangani dan respons tubuh masing-masing pasien. Beberapa pasien memerlukan satu sesi saja, sementara yang lain membutuhkan 1-3 sesi dengan interval beberapa minggu antar sesi untuk mendapatkan hasil optimal.
Beragam Kondisi yang Dapat Diatasi dengan PRP
Terapi PRP membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan berbagai cedera serta kondisi kulit dan rambut. Berikut kondisi-kondisi yang bisa ditangani dengan metode ini.
1. Tennis Elbow
Tennis elbow adalah nyeri akibat cedera pada otot dan tendon di sekitar bagian luar siku. Kondisi ini sering dialami petenis dan orang yang banyak menggunakan kekuatan lengan serta tangan dalam pekerjaannya. Tendon memiliki aliran darah yang minim, sehingga penyembuhan cederanya berjalan lambat. PRP menambahkan trombosit dan growth factor langsung ke area tendon untuk mempercepat proses pemulihan.
2. Peradangan Tendon Kronis
Radang tendon Achilles kronis dan radang tempurung lutut (patella) juga termasuk kondisi yang bisa ditangani dengan PRP. Efektivitas metode ini dibanding terapi lain masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
3. Cedera Akut Otot dan Ligamen
Atlet sering mengalami cedera akut pada otot dan ligamen, seperti tertariknya otot hamstring di paha atau cedera akibat terkilir. Banyak atlet profesional menjalani terapi PRP untuk kondisi ini, meski bukti ilmiah yang memastikan PRP mempercepat penyembuhan otot dan ligamen masih terbatas.
4. Patah Tulang
PRP merangsang pertumbuhan sel baru yang sehat, sehingga dipercaya mendukung proses penyembuhan tulang patah. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya pada kasus ini.
5. Cedera Pasca Operasi Sendi
Selain empat kondisi di atas, PRP juga membantu pemulihan setelah operasi bahu untuk memperbaiki tendon robek, serta operasi ligamen lutut robek termasuk anterior cruciate ligament (ACL).
6. Kulit Keriput dan Bekas Luka
Perawatan ini dikenal juga dengan istilah facial vampir, yaitu suntik PRP untuk menghilangkan keriput, bekas jerawat, dan stretch mark. PRP membuat kulit lebih kenyal, halus, dan cerah, sekaligus meratakan warna kulit. Karena berasal dari darah pasien sendiri, terapi ini jarang memicu reaksi alergi.
7. Kebotakan (Alopecia Androgenik)
Suntik PRP membantu mengatasi kebotakan akibat alopecia androgenik, kondisi yang ditandai penipisan rambut dan garis rambut yang mundur dari dahi. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan efektivitas PRP secara pasti dalam mengobati kebotakan.
8. Osteoarthritis
Pada penderita osteoarthritis, PRP menjadi metode pengobatan alternatif, terutama di fase awal penyakit. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami nyeri sendi atau kekakuan yang mengarah pada osteoarthritis. Efektivitas PRP untuk kondisi ini belum diketahui secara pasti.
9. Luka Kronis dan Penyembuhan Pasca Bedah
PRP juga digunakan untuk menangani luka kronis yang sulit sembuh, seperti ulkus diabetikum. Selain itu, terapi ini mempercepat penyembuhan pasca operasi, termasuk operasi rahang dan operasi plastik, dengan mendukung pemulihan otot, tendon, dan ligamen di area yang dioperasi.
Meski terlihat menjanjikan di berbagai bidang medis dan kecantikan, terapi PRP masih membutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikan efektivitasnya secara menyeluruh.
Siapa yang Cocok Melakukan PRP Treatment?
Tidak semua orang cocok menjalani PRP treatment. Kecocokan Anda tergantung pada kondisi kesehatan, tujuan perawatan, dan riwayat medis yang Anda miliki.
Kandidat Ideal
Anda kandidat yang baik untuk PRP treatment jika mengalami salah satu kondisi berikut:
- Mengalami kerontokan rambut tahap awal hingga sedang akibat alopecia androgenik
- Ingin mengatasi tanda penuaan dini seperti kerutan halus dan kulit kendur
- Memiliki bekas jerawat yang ingin diperbaiki teksturnya
- Mengalami cedera ringan hingga sedang pada tendon, otot, atau ligamen
- Menderita osteoarthritis pada fase awal
- Berada dalam kondisi kesehatan umum yang baik tanpa gangguan pembekuan darah
Trombosit dan growth factor bekerja optimal pada tubuh yang masih memiliki kemampuan regenerasi jaringan yang baik. Karena itu, dokter biasanya menyarankan PRP pada pasien dengan kondisi kulit, rambut, atau jaringan yang belum mengalami kerusakan parah.
Kondisi yang Perlu Dihindari atau Dikonsultasikan Dulu
Anda perlu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter, atau bahkan menghindari PRP treatment, jika memiliki kondisi berikut:
- Gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah
- Kadar trombosit rendah (trombositopenia)
- Infeksi aktif di area yang akan disuntik
- Riwayat kanker, terutama kanker darah
- Sedang hamil atau menyusui
- Anemia berat
- Penyakit hati kronis
- Sedang mengalami demam atau infeksi sistemik
Dokter akan melakukan pemeriksaan darah dan riwayat kesehatan sebelum memutuskan apakah PRP treatment aman untuk Anda. Jangan lewatkan tahap konsultasi ini meski Anda merasa kondisi tubuh dalam keadaan sehat.
Efek Samping dan Risiko PRP Treatment
PRP treatment tergolong prosedur minim risiko karena memakai darah pasien sendiri. Meski begitu, beberapa efek samping tetap mungkin terjadi:
- Nyeri ringan di area suntikan selama beberapa hari
- Kemerahan dan bengkak di lokasi penyuntikan
- Memar akibat proses pengambilan darah atau injeksi
- Infeksi pada area suntikan, meski risikonya kecil jika prosedur dilakukan dengan alat steril
- Kerusakan jaringan atau saraf di sekitar titik suntikan, terutama pada kasus injeksi sendi
- Reaksi ringan seperti gatal atau iritasi kulit di area yang disuntik
- Sakit kepala, khusus untuk PRP di area kulit kepala
Cara Meminimalkan Risiko
- Pilih dokter atau klinik berpengalaman dengan sertifikasi resmi
- Sampaikan riwayat kesehatan lengkap sebelum prosedur
- Hindari obat pengencer darah dan suplemen omega-3 sesuai anjuran dokter
- Ikuti instruksi perawatan pasca prosedur, termasuk membatasi aktivitas fisik berat
- Pastikan alat dan bahan yang digunakan steril
Reaksi alergi jarang terjadi karena plasma yang disuntikkan berasal dari darah Anda sendiri, bukan bahan sintetis atau donor.
Berapa Lama Hasil PRP Treatment Bertahan?
Hasil PRP treatment untuk wajah biasanya bertahan 6 bulan hingga 1 tahun, tergantung usia, kondisi kulit, dan gaya hidup Anda. Kolagen dan elastin yang terbentuk dari proses ini akan berkurang secara alami seiring waktu, sama seperti proses penuaan kulit pada umumnya. Merokok, paparan sinar matahari berlebih, dan pola makan yang buruk bisa mempercepat menurunnya hasil treatment.
Untuk kerontokan rambut, hasil PRP mulai terlihat setelah 2-3 bulan dan mencapai puncaknya sekitar 6 bulan setelah rangkaian sesi awal selesai. Efek pada pertumbuhan rambut ini bertahan lebih lama jika Anda melakukan sesi maintenance secara berkala, biasanya setiap 4-6 bulan sekali.
Pada kasus cedera otot, tendon, atau sendi, durasi hasil PRP bervariasi tergantung tingkat keparahan cedera dan respons tubuh masing-masing pasien. Sebagian pasien merasakan perbaikan dalam hitungan minggu, sementara yang lain membutuhkan beberapa bulan untuk pemulihan optimal.
Karena hasilnya tidak permanen, dokter biasanya merekomendasikan sesi ulang setiap 6-12 bulan untuk mempertahankan hasil, baik untuk perawatan wajah, rambut, maupun sendi. Frekuensi ini disesuaikan dengan kondisi awal Anda dan respons tubuh terhadap treatment sebelumnya.
FAQ Seputar PRP Treatment
Apakah PRP treatment sakit?
Anda akan merasakan sedikit nyeri saat jarum menembus kulit, namun dokter biasanya mengoleskan anestesi topikal terlebih dahulu untuk mengurangi rasa sakit. Sebagian besar pasien menggambarkan sensasinya sebagai tidak nyaman ringan, bukan nyeri hebat.
Apakah hasil PRP treatment permanen?
Tidak. Hasil PRP treatment bersifat sementara dan berkurang secara bertahap seiring waktu, sama seperti proses penuaan alami tubuh. Anda perlu melakukan sesi maintenance secara berkala untuk mempertahankan hasilnya.
Berapa kali sesi PRP dibutuhkan untuk hasil maksimal?
Kebanyakan dokter merekomendasikan 3-4 sesi dengan jarak 4-6 minggu antar sesi untuk hasil optimal, terutama pada perawatan wajah dan rambut. Jumlah pasti tergantung kondisi awal kulit atau rambut Anda serta respons tubuh terhadap treatment.
Berapa harga PRP treatment?
Biaya PRP treatment bervariasi tergantung klinik, lokasi, dan area yang ditangani, mulai dari kisaran satu hingga beberapa juta rupiah per sesi. Konsultasikan langsung ke klinik pilihan Anda untuk mendapatkan estimasi biaya yang akurat sesuai kebutuhan Anda.
Apakah treatment PRP aman?
PRP treatment tergolong aman karena memakai darah pasien sendiri, sehingga risiko reaksi alergi atau penolakan tubuh sangat rendah. Keamanan prosedur tetap bergantung pada kompetensi dokter dan sterilitas alat yang digunakan.
Apa beda PRP dengan filler atau botox?
PRP merangsang produksi kolagen alami tubuh untuk perbaikan jangka panjang, sementara filler mengisi volume kulit secara instan dan botox melumpuhkan otot wajah untuk mengurangi kerutan sementara. Ketiganya bekerja dengan mekanisme berbeda dan bisa dikombinasikan sesuai kebutuhan.
Apa efek samping PRP wajah?
Efek samping yang umum terjadi meliputi kemerahan, bengkak ringan, dan memar di area suntikan yang biasanya mereda dalam beberapa hari. Efek samping serius seperti infeksi jarang terjadi jika prosedur dilakukan dengan alat steril oleh dokter berpengalaman.
Berapa lama hasil PRP wajah mulai terlihat?
Perubahan awal biasanya mulai terlihat setelah 2-3 minggu, dengan hasil yang semakin optimal dalam 4-6 minggu seiring produksi kolagen baru terus berjalan. Hasil maksimal umumnya tercapai setelah menyelesaikan seluruh rangkaian sesi yang direkomendasikan dokter.
Apa pantangan setelah PRP wajah?
Anda perlu menghindari paparan sinar matahari langsung, makeup berat, sauna, dan olahraga intens selama 24-48 jam pertama setelah treatment. Hindari juga menyentuh atau memijat area wajah yang baru disuntik agar proses pemulihan tidak terganggu.
Berapa lama kulit mengelupas setelah PRP?
Jika treatment dikombinasikan dengan microneedling, kulit bisa mengelupas ringan selama 3-5 hari. Pada PRP tanpa microneedling, pengelupasan biasanya minimal atau bahkan tidak terjadi sama sekali.
Berapa jam treatment PRP?
Satu sesi PRP treatment umumnya berlangsung sekitar 30-90 menit, tergantung area yang ditangani, mulai dari pengambilan darah, proses sentrifugasi, hingga injeksi selesai.
Apakah PRP dicover BPJS?
PRP treatment untuk tujuan kecantikan seperti peremajaan wajah umumnya tidak dicover BPJS karena tergolong prosedur estetik, bukan kebutuhan medis mendesak. Untuk kasus tertentu seperti cedera ortopedi, cakupan BPJS bisa berbeda tergantung indikasi medis dan kebijakan rumah sakit, sehingga Anda perlu menanyakan langsung ke fasilitas kesehatan terkait.
Apakah bopeng bisa hilang dengan PRP?
PRP bisa memperbaiki tampilan bopeng dengan merangsang pembentukan kolagen baru yang mengisi jaringan kulit yang rusak, namun hasilnya berupa penyamaran, bukan menghilangkan bopeng sepenuhnya. Kombinasi PRP dengan microneedling atau laser sering memberikan hasil yang lebih signifikan pada bopeng dalam.
Berapa lama boleh cuci muka setelah PRP?
Anda disarankan menunggu minimal 6-12 jam setelah treatment sebelum mencuci wajah, dan gunakan pembersih yang lembut tanpa scrub atau bahan aktif keras. Ikuti anjuran spesifik dari dokter Anda karena durasi ini bisa berbeda tergantung jenis prosedur yang dilakukan.
Bolehkah PRP dilakukan setiap 2 minggu sekali?
Interval 2 minggu tergolong terlalu rapat untuk PRP wajah maupun rambut. Dokter umumnya merekomendasikan jarak 4-6 minggu antar sesi agar kulit atau kulit kepala punya waktu cukup meregenerasi jaringan sebelum menerima rangsangan berikutnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Kamu perlu segera berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan menjalani PRP treatment, terutama jika mengalami kondisi berikut:
- Kerontokan rambut yang berlangsung lebih dari 3 bulan dan tidak membaik dengan perawatan rumahan
- Bekas jerawat atau bopeng yang mengganggu rasa percaya diri Anda
- Tanda penuaan dini seperti kerutan dan kulit kendur yang muncul lebih cepat dari usia sebenarnya
- Nyeri sendi atau otot yang berlangsung lebih dari beberapa minggu tanpa perbaikan
- Cedera olahraga yang tidak kunjung sembuh meski sudah beristirahat cukup
Jangan menunda konsultasi jika kamu mengalami gejala di atas. Semakin awal kondisi ditangani, semakin besar peluang PRP treatment memberikan hasil optimal, karena trombosit bekerja lebih efektif pada jaringan yang belum mengalami kerusakan parah.
Konsultasi dengan dokter kulit atau dokter spesialis terkait juga membantu Anda memastikan PRP treatment memang jadi pilihan yang tepat, bukan sekadar prosedur yang sedang tren. Dokter akan mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh sebelum menentukan jenis dan jumlah sesi yang dibutuhkan.
Jika kamu mencari klinik kecantikan terpercaya untuk PRP treatment, Sozo Skin Clinic menyediakan PRP Treatment untuk peremajaan wajah dan PRP Hair Treatment untuk mengatasi kerontokan rambut.
Tim dokter di Sozo Skin Clinic akan membantu kamu menentukan jenis PRP yang sesuai dengan kondisi kulit atau kulit kepalamu, mulai dari konsultasi awal hingga penyusunan jadwal sesi yang tepat.
Referensi
- Cleveland Clinic. Platelet-Rich Plasma (PRP Injection): What It Is & Uses.
- Mayo Clinic Press. Platelet-Rich Plasma.
- Johns Hopkins Medicine. Platelet-Rich Plasma (PRP) Injections.
- Healthline. PRP for Hair Loss: Efficacy, Safety, and Cost.
- Mayo Clinic Proceedings. The Effectiveness and Safety of Platelet-Rich Plasma for Chronic Wounds.
- PubMed. Effectiveness of Platelet-Rich Plasma in Treating Female Hair Loss: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials.
- PMC (National Institutes of Health). The Effect of Platelet-Rich Plasma in Hair Regrowth: A Randomized Placebo-Controlled Trial.
