Skin 10 mnt baca

Tanam Benang vs Filler: Apa Perbedaannya dan Mana yang Lebih Cocok?

Tanam Benang vs Filler: Apa Perbedaannya dan Mana yang Lebih Cocok?

Tanam benang dan filler sama-sama bisa membantu memperbaiki tampilan wajah, tetapi memiliki tujuan dan cara kerja yang berbeda. Tanam benang lebih berfokus pada efek lifting, sedangkan filler membantu menambah volume dan membentuk kontur wajah.

Kalau kamu lagi mempertimbangkan treatment tanam benang atau filler, wajar kalau masih bingung. Keduanya sama-sama termasuk tindakan estetika yang bisa membantu membuat wajah terlihat lebih segar, tetapi cara kerja dan tujuan utamanya berbeda.

Sederhananya, tanam benang lebih banyak digunakan untuk membantu memberikan efek lifting pada jaringan yang mulai kendur, sedangkan filler digunakan untuk menambah atau mengembalikan volume pada area tertentu.

Jadi, bukan soal mana yang lebih bagus secara umum. Yang lebih penting adalah melihat kondisi wajah dan hasil seperti apa yang ingin kamu capai.

Apa Itu Tanam Benang?

Tanam benang atau thread lift adalah prosedur estetika dengan memasukkan benang khusus ke bawah kulit untuk membantu mengangkat dan menopang jaringan wajah.

Benang yang digunakan bisa berbeda-beda, termasuk jenis benang yang dapat diserap tubuh. Prosedur ini termasuk minimal invasif, tetapi tetap perlu dilakukan dengan menentukan titik dan kedalaman penempatan benang sesuai kondisi wajah kamu.

Manfaat Tanam Benang

Tanam benang terutama digunakan untuk membantu memperbaiki tampilan wajah yang mulai mengalami kekenduran ringan hingga sedang.

Beberapa manfaat atau tujuan yang bisa didapatkan antara lain:

  • Membantu mengangkat jaringan: Benang memberikan dukungan mekanis pada jaringan sehingga area wajah tertentu dapat terlihat lebih terangkat.
  • Membantu mempertegas kontur: Efek lifting dapat membantu membuat area seperti rahang atau pipi terlihat lebih terdefinisi.
  • Mendukung perubahan pada tampilan kulit: Respons jaringan terhadap benang dapat membantu memberikan perubahan pada tekstur dan tampilan kulit, meski hasilnya bisa berbeda pada setiap orang.

Meski begitu, hasil tanam benang tetap punya batasan dan tidak bisa disamakan dengan facelift bedah. Efek lifting juga bisa berkurang seiring waktu, sehingga hasil yang didapat tidak bersifat permanen.

Cara Kerja Tanam Benang

Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan menentukan area dan titik penempatan benang berdasarkan anatomi serta kondisi wajah kamu.

Benang kemudian ditempatkan di bawah kulit pada posisi yang sudah ditentukan. Pada jenis benang tertentu, struktur khusus pada benang dapat membantu menangkap dan menopang jaringan sehingga memberikan efek lifting.

Setelah prosedur, tubuh akan merespons keberadaan benang sebagai bagian dari proses penyembuhan jaringan. Respons ini berlangsung secara bertahap dan dapat ikut memengaruhi perubahan tampilan area yang ditangani.

Jadi, hasil tanam benang bukan hanya berasal dari posisi benang yang memberikan dukungan pada jaringan. Perubahan yang terlihat juga dapat dipengaruhi oleh respons tubuh dan proses pemulihan masing-masing orang.

Baca Juga: Thread Lift: Manfaat, Prosedur, Harga, dan Efek Sampingnya

Apa Itu Filler?

Filler Treatment
Filler Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Filler adalah bahan yang disuntikkan ke area tertentu untuk menambah volume atau membantu memperbaiki kontur wajah.

Salah satu bahan filler yang banyak digunakan adalah hyaluronic acid (HA), yaitu zat alami tubuh yang berfungsi untuk menjaga air tetap berada di dalam kulit sehingga kulit terasa lembap, lentur, dan lebih kenyal.

Manfaat Filler

Filler dapat dipertimbangkan kalau kamu ingin menambah volume pada area tertentu atau membantu membentuk kontur wajah.

Beberapa tujuan penggunaannya antara lain:

  • Menambah volume: Filler dapat digunakan pada area seperti bibir, pipi, atau dagu sesuai dengan kebutuhan dan indikasi.
  • Membantu membentuk kontur: Penempatan filler yang tepat dapat membantu membuat bentuk dan proporsi area wajah terlihat lebih seimbang.
  • Menyamarkan lekukan tertentu: Pada kondisi yang sesuai, filler dapat membantu mengurangi tampilan cekungan atau area wajah yang kehilangan volume.

Namun, menggunakan filler bukan berarti semakin banyak volumenya akan semakin bagus. Jumlah dan lokasi penyuntikan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi wajah supaya hasilnya tetap terlihat proporsional.

Cara Kerja Filler

Cara kerja filler sebenarnya cukup sederhana: bahan filler disuntikkan ke area yang membutuhkan tambahan volume.

Pada filler berbahan HA, perubahan volume biasanya dapat terlihat setelah tindakan. Namun, tampilan awal juga bisa dipengaruhi oleh pembengkakan sementara sehingga hasil akhirnya perlu dilihat setelah area tersebut pulih.

Karena bekerja dengan menambahkan volume, filler punya tujuan yang berbeda dari tanam benang yang lebih berfokus pada dukungan dan efek lifting pada jaringan.

Baca Juga: Apa itu Filler Treatment? Jenis, Efek Samping & Bedanya dengan Botox

Perbedaan Tanam Benang dan Filler

Kalau dibayangkan secara sederhana, tanam benang lebih seperti membantu “mengangkat”, sementara filler lebih seperti membantu “mengisi” atau membentuk volume.

Tapi perbedaannya nggak berhenti di situ. Cara kerja, hasil yang diharapkan, sampai pertimbangan sebelum tindakan juga bisa berbeda.

1. Tujuan Utama

Tanam benang lebih dipertimbangkan ketika masalah utamanya adalah jaringan wajah yang mulai turun atau mengalami kekenduran.

Sementara itu, filler lebih dipertimbangkan ketika yang ingin diperbaiki adalah kekurangan volume, cekungan, atau bentuk area wajah tertentu.

2. Cara Kerja

Pada tanam benang, benang ditempatkan di bawah kulit untuk memberikan dukungan pada jaringan dan membantu menghasilkan efek lifting.

Pada filler, bahan filler disuntikkan ke area tertentu untuk menambah volume dan membantu membentuk kontur wajah.

3. Hasil yang Diharapkan

Tanam benang dapat membantu membuat jaringan terlihat lebih terangkat dan kontur wajah lebih terdefinisi. Namun, efek lifting-nya tetap memiliki batasan dan tidak dapat disamakan dengan operasi facelift.

Filler lebih berfokus pada perubahan volume dan bentuk area yang ditangani. Hasilnya dapat dipengaruhi oleh lokasi penyuntikan, jumlah dan jenis filler, serta kondisi wajah kamu.

4. Durasi Hasil

Baik tanam benang maupun filler bukan prosedur yang memberikan hasil permanen.

Berapa lama hasilnya bertahan dapat dipengaruhi oleh jenis benang atau filler, area yang ditangani, kondisi jaringan, metabolisme tubuh, teknik tindakan, dan respons tubuh masing-masing.

5. Risiko

Tanam benang dapat menimbulkan efek sementara seperti nyeri, bengkak, memar, atau perubahan kontur seperti dimpling. Komplikasi yang lebih serius memang lebih jarang, tetapi tetap dapat terjadi.

Filler juga dapat menyebabkan bengkak, nyeri, kemerahan, atau benjolan. Pada kondisi yang jarang tetapi serius, filler yang masuk ke pembuluh darah dapat menyebabkan kerusakan jaringan, gangguan penglihatan, bahkan stroke.

Karena itu, keduanya sama-sama perlu dilakukan oleh dokter yang memahami anatomi wajah dan dapat menentukan teknik serta area tindakan dengan tepat.

6. Pertimbangan

Pemilihan antara tanam benang dan filler perlu disesuaikan dengan kondisi wajah, area yang ingin diperbaiki, serta hasil yang ingin kamu capai.

Misalnya, kekenduran jaringan bisa membuat tanam benang lebih relevan, sedangkan kehilangan volume pada area tertentu bisa membuat filler lebih sesuai. Namun, kondisi setiap wajah tetap perlu diperiksa terlebih dahulu.

Nah, kalau kamu ingin melihat perbedaannya dengan lebih cepat, berikut ringkasan tanam benang dan filler dari beberapa aspek penting:

AspekTanam BenangFiller
Tujuan utamaMembantu memberikan efek lifting dan menopang jaringanMenambah volume atau membantu membentuk kontur
Cara kerjaBenang ditempatkan di bawah kulit untuk membantu menopang jaringanBahan filler disuntikkan ke area yang membutuhkan volume
Hasil yang diharapkanWajah dapat terlihat lebih terangkat dan kontur lebih terdefinisiArea tertentu dapat terlihat lebih berisi atau terbentuk
Durasi hasilTidak permanen dan dapat berkurang seiring waktuBergantung pada jenis filler dan area yang ditangani
RisikoBengkak, memar, nyeri, asimetri, atau dimplingBengkak, nyeri, kemerahan, benjolan, atau asimetri
PertimbanganLebih berkaitan dengan tingkat kekenduran dan kondisi jaringanLebih berkaitan dengan volume, proporsi, dan bentuk area yang ingin diperbaiki

Baca Juga: Manfaat Filler: Rahasia Wajah Segar dan Awet Muda Tanpa Operasi

Kapan Sebaiknya Memilih Tanam Benang?

tanam benang
Thread lift Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Tanam benang bisa dipertimbangkan ketika keluhan utamamu berkaitan dengan jaringan wajah yang mulai turun atau mengalami kekenduran.

Beberapa kondisi yang mungkin membuat tanam benang relevan antara lain:

  • Kontur wajah mulai terlihat turun: Tanam benang dapat membantu memberikan efek lifting pada jaringan yang mulai kendur.
  • Ingin mempertegas area rahang atau pipi: Efek lifting dapat membantu membuat kontur wajah terlihat lebih terdefinisi.
  • Menginginkan efek terangkat tanpa operasi: Tanam benang merupakan prosedur minimal invasif, meski hasilnya tetap tidak dapat disamakan dengan facelift bedah.

Namun, tanam benang bukan berarti cocok untuk semua tingkat kekenduran. Kalau kekenduran sudah cukup berat, dokter perlu menilai terlebih dahulu apakah prosedur ini realistis untuk memberikan hasil yang kamu harapkan.

Kapan Sebaiknya Memilih Filler?

Filler bisa dipertimbangkan ketika yang ingin kamu perbaiki lebih berkaitan dengan volume atau bentuk area tertentu, bukan sekadar mengangkat jaringan.

Beberapa kondisi yang mungkin membuat filler relevan antara lain:

  • Ada area wajah yang terlihat kurang bervolume: Filler dapat membantu mengisi area tertentu yang mengalami kehilangan volume.
  • Ingin membantu membentuk kontur wajah: Filler dapat digunakan pada area seperti pipi atau dagu untuk membantu menciptakan proporsi yang lebih seimbang.
  • Ada cekungan atau lekukan tertentu: Pada kondisi yang sesuai, filler dapat membantu mengurangi tampilan cekungan pada area wajah tertentu.

Namun, area yang terlihat cekung atau kurang bervolume belum tentu selalu membutuhkan filler. Dokter perlu memeriksa kondisi wajah kamu terlebih dahulu agar penambahan volume dilakukan pada area dan jumlah yang memang diperlukan.

Baca Juga: Bukan Cuma Satu Jenis, Ini Panduan Memilih Filler Wajah Sesuai Kebutuhanmu

Apakah Tanam Benang dan Filler Bisa Dikombinasikan?

Hasil Filler Treatment
Hasil Filler Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Bisa saja, tetapi kombinasi keduanya tidak otomatis berarti hasilnya akan lebih bagus.

Tanam benang dan filler memiliki fungsi yang berbeda, sehingga pada kondisi tertentu dokter dapat mempertimbangkan keduanya untuk menangani masalah yang berbeda pada wajah.

Namun, keputusan kombinasi sebaiknya tetap dibuat setelah pemeriksaan. Dokter perlu melihat anatomi, kondisi jaringan, area yang ingin diperbaiki, serta riwayat treatment kamu sebelumnya.

Mana yang Lebih Cocok untuk Saya?

Kalau kamu masih bingung memilih tanam benang atau filler, nggak perlu buru-buru menentukan treatment hanya berdasarkan tren atau hasil yang kamu lihat pada orang lain.

Coba mulai dari pertanyaan yang lebih sederhana: bagian wajah mana yang sebenarnya ingin kamu perbaiki?

Kalau keluhannya berkaitan dengan kekenduran, kamu bisa mempertimbangkan tanam benang di SOZO Skin Clinic, sedangkan filler bisa dipertimbangkan untuk area yang membutuhkan tambahan volume atau pembentukan kontur.

Kalau masih ragu, konsultasikan dulu dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk mengetahui kondisi wajah dan pilihan treatment yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Setelah mengetahui kebutuhanmu, kamu juga bisa menjelajahi berbagai layanan perawatan SOZO Skin Clinic atau mencari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat untuk melanjutkan konsultasi.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

FAQ Tanam Benang vs Filler

Setelah mengetahui perbedaan tanam benang dan filler, mungkin masih ada beberapa hal yang ingin kamu pastikan sebelum menentukan pilihan. Berikut beberapa pertanyaan yang paling sering muncul.

1. Apakah tanam benang lebih bagus daripada filler?

Nggak bisa dibilang begitu karena keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Tanam benang lebih berfokus pada membantu memberikan efek lifting, sedangkan filler lebih berfokus pada menambah volume dan membantu membentuk kontur wajah.

2. Apakah filler bisa membuat wajah terlihat lebih tirus?

Filler dapat membantu membentuk kontur wajah pada kondisi tertentu, tetapi bukan treatment untuk menghilangkan lemak wajah. Hasilnya juga bergantung pada area yang ditangani, jumlah filler, dan kondisi wajah kamu.

3. Apakah tanam benang bisa menghilangkan kerutan?

Tanam benang dapat membantu memperbaiki tampilan kontur dan kekenduran tertentu, tetapi tidak semua jenis kerutan dapat diatasi dengan prosedur ini. Penyebab dan jenis kerutan perlu diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan treatment yang sesuai.

4. Apakah tanam benang dan filler aman?

Tanam benang dan filler sama-sama punya risiko, meskipun sebagian efek sampingnya dapat bersifat ringan dan sementara. Tingkat risikonya bisa dipengaruhi oleh jenis prosedur, area tindakan, kondisi kamu, dan teknik yang digunakan, sehingga penting dilakukan oleh dokter yang kompeten.

5. Haruskah saya memilih treatment sendiri?

Sebaiknya jangan menentukan treatment hanya berdasarkan foto before-after atau rekomendasi orang lain. Konsultasikan kondisi wajah kamu terlebih dahulu agar dokter dapat membantu menilai kebutuhan dan pilihan treatment yang paling sesuai.

 

Referensi

Facial Thread Lifting Complications | Journal of Cosmetic Dermatology / PubMed

Safety Profile of Thread Lifts on the Face and Neck: An Evidence-Based Systematic Review | Aesthetic Surgery Journal / PubMed

A Meta-Analysis and Systematic Review of the Incidences of Complications Following Facial Thread-Lifting | Aesthetic Plastic Surgery / PubMed

Dermal Fillers (Soft Tissue Fillers) | U.S. Food & Drug Administration (FDA)

Dermal Filler Do’s and Don’ts for Wrinkles, Lips and More | U.S. Food & Drug Administration (FDA)

Facial Filler Complications | Facial Plastic Surgery Clinics of North America / PubMed

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?