Bayangkan dua temanmu sama-sama bilang mau suntik lemak pipi. Yang satu ingin pipinya lebih berisi, yang satu lagi ingin pipinya lebih tirus. Keduanya benar memakai istilah itu, karena “suntik lemak” memang menyebut dua tindakan yang arahnya berlawanan: transfer lemak memindahkan lemak tubuhmu sendiri untuk menambah volume, sedangkan injeksi lipolisis memakai bahan yang merusak sel lemak untuk mengurangi volume.
Makanya, sebelum konsultasi, kamu perlu tahu dulu mana yang sebenarnya kamu cari. Salah menyebut istilah bisa bikin obrolan dengan dokter jadi berputar-putar.
Kenapa Istilah Suntik Lemak Pipi Membingungkan?
Istilah ini membingungkan karena satu nama mewakili dua tindakan yang tujuannya berlawanan. Dalam obrolan sehari-hari, orang menyebut keduanya suntik lemak, padahal arah, bahan, dan prosesnya beda.
Yang satu memakai lemak sebagai bahan untuk mengisi. Yang lain menjadikan lemak sebagai sasaran yang ingin berkurang. Belum lagi filler, yang sering ikut masuk obrolan karena sama-sama bisa membuat pipi lebih berisi.
Suntik Lemak yang Menambah Volume (Transfer Lemak)
Kalau yang kamu cari suntik lemak biar pipi tembem, nama tindakannya adalah transfer lemak atau fat grafting. Prinsipnya sederhana: dokter memindahkan lemak dari bagian tubuhmu sendiri ke wajah.
Cara Kerja Transfer Lemak
Prosesnya ada tiga tahap. Pertama, dokter mengambil lemak lewat sayatan kecil sekitar 3 sampai 5 mm, biasanya dari perut atau paha bagian dalam. Lemak itu lalu melewati proses pemurnian, misalnya dengan alat pemutar (sentrifugasi), penyaringan, atau pembilasan.
Setelah bersih, dokter menyuntikkan lemak sedikit demi sedikit ke area wajah yang kehilangan volume. Tindakan ini umumnya memakai bius lokal di area pengambilan dan area wajah, dan berlangsung sekitar satu jam.
Area Wajah yang Biasanya Jadi Sasaran
Transfer lemak biasanya menyasar area wajah yang cekung atau kehilangan volume:
- Pipi yang cekung dan tulang pipi yang kurang berisi
- Lipatan dalam dari samping hidung ke sudut bibir
- Garis antara kelopak mata bawah dan pipi
- Bibir dan dagu
- Cekungan atau permukaan tidak rata bekas sedot lemak atau cedera
Hal yang Perlu Kamu Tahu
- Ada dua area tindakan. Area pengambilan lemak bisa memar, bengkak, terasa nyeri kalau tersentuh, dan mengeluarkan sisa cairan bius sampai 24 jam. Bagian wajah juga bisa memar dan bengkak, apalagi bibir.
- Tidak semua lemak bertahan. Sekitar 25 sampai 30% sel lemak yang pindah bisa tidak bertahan, dan tubuh menyerap sekitar 20 sampai 50% lemaknya. Karena itu, dokter sering mengisi sedikit lebih banyak di awal, dan hasil akhirnya baru bisa kamu nilai sekitar 3 bulan setelah tindakan. Setelah stabil, lemak yang tersisa bisa bertahan lama.
- Kembali beraktivitas dalam 7 sampai 10 hari. Sebagian besar orang sudah bisa kembali beraktivitas sosial dalam rentang waktu itu.
- Risiko yang perlu kamu tanyakan. Hasil bisa tidak simetris, permukaan tidak rata, hasil kurang atau berlebih, dan ada risiko infeksi.
- Kurang cocok untuk ibu menyusui. Satu tinjauan tidak menyarankan transfer lemak untuk ibu yang sedang menyusui.
Suntik Lemak yang Mengurangi Volume
Kalau tujuanmu sebaliknya, yaitu pipi atau dagu lebih tirus, yang kamu cari adalah suntik penghancur lemak, atau injeksi lipolisis. Tindakan ini tidak menambah apa pun, justru mengurangi jumlah sel lemak di area suntikan.
Di Sozo, salah satu pilihan untuk lemak membandel adalah Meso Treatment, yaitu injeksi mikronutrien untuk membantu mengurangi lemak lokal. Bahan dan prosedurnya bisa berbeda dari suntik penghancur lemak lain, jadi tanyakan detailnya saat konsultasi. Untuk area tubuh seperti perut, lengan, dan paha, ada juga Meso Slim Body.
Cara Kerja Injeksi Lipolisis
Injeksi ini memakai bahan lipolitik, yaitu bahan yang merusak sel lemak, misalnya asam deoksikolat. Saat masuk ke lapisan lemak di bawah kulit, bahan ini merusak sel lemak di sana, dan relatif kurang merusak kulit serta otot di sekitarnya.
Umumnya kamu butuh lebih dari satu sesi. Untuk lemak di bawah dagu, biasanya 2 sampai 4 sesi dengan jarak 4 sampai 8 minggu. Perlu kamu tahu juga, di Amerika Serikat, suntikan berbahan asam deoksikolat hanya mendapat persetujuan FDA untuk lemak di bawah dagu.
Area yang Bisa Jadi Sasaran
Dalam satu laporan, dokter memakai injeksi lipolisis di area dagu, pipi, garis rahang, lengan atas, perut, dan paha. Area wajah dan lengan atas memberi hasil paling baik, sedangkan paha dan lutut hasilnya sedang.
Harapannya tetap perlu realistis. Hasil injeksi lipolisis cenderung halus, tidak sedramatis operasi.
Filler, Tindakan Lain yang Sering Tertukar
Filler juga bisa bikin pipi lebih berisi, tapi sama sekali tidak memakai lemak. Bahannya biasanya asam hialuronat, zat yang juga ada secara alami di kulit dan membantu kulit menahan air.
Bedanya dengan transfer lemak, filler tidak butuh pengambilan lemak dari tubuhmu. Kalau kamu sedang menimbang filler, pembahasannya ada di artikel tanam benang vs filler.
Tabel Pembeda Tiga Tindakan
Supaya gampang diingat, ini ringkasan bedanya.
| Tindakan | Tujuan | Bahan | Proses | Contoh area |
|---|---|---|---|---|
| Transfer lemak (fat grafting) | Menambah volume | Lemak tubuh sendiri | Ambil lemak, murnikan, lalu suntikkan ke wajah | Pipi, bawah mata, bibir, dagu |
| Injeksi lipolisis | Mengurangi lemak | Bahan yang merusak sel lemak, misalnya asam deoksikolat | Suntik langsung ke timbunan lemak, biasanya beberapa sesi | Bawah dagu, pipi, garis rahang, lengan |
| Filler | Menambah volume | Bahan seperti asam hialuronat, tanpa lemak | Suntik langsung ke area yang ingin lebih berisi | Area wajah yang ingin lebih berisi |
Cara Menyampaikan Keinginan saat Konsultasi
Supaya konsultasimu langsung ke sasaran, sampaikan tujuan dan areanya, bukan cuma istilah suntik lemak.
- Sebut tujuanmu. Katakan dengan jelas kamu ingin menambah atau mengurangi volume, misalnya “pipi saya terlihat cekung” atau “lemak di bawah dagu saya mengganggu”.
- Tunjukkan areanya. Tunjuk bagian wajah yang ingin kamu ubah, supaya dokter tahu persis yang kamu maksud.
- Bawa foto referensi yang realistis. Pilih foto dengan bentuk wajah yang mirip denganmu, supaya dokter bisa menilai apakah targetnya masuk akal.
- Tanyakan nama tindakan dan bahannya. Pastikan kamu tahu apakah yang akan kamu jalani transfer lemak, injeksi lipolisis, atau filler, dan apa bahannya.
Pertanyaan Seputar Istilah Suntik Lemak
Apakah Lemak dari Perut Bisa Pindah ke Pipi?
Bisa, itulah prinsip transfer lemak. Dokter mengambil lemak dari perut atau paha bagian dalam, memurnikannya, lalu menyuntikkannya ke pipi.
Bisakah Kamu Menjalani Kedua Tindakan?
Bisa, di area atau waktu yang berbeda, sesuai penilaian dokter. Transfer lemak bisa merapikan cekungan bekas sedot lemak, dan dokter kadang memakai injeksi lipolisis untuk merapikan kelebihan hasil transfer lemak.
Tahu Tujuanmu, Baru Sebut Tindakannya
Sebelum konsultasi, jawab dulu satu pertanyaan: kamu ingin pipi lebih berisi atau lebih tirus? Dari situ, kamu bisa langsung menyebut transfer lemak, injeksi lipolisis, atau filler.
Kalau bentuk wajahmu belum terasa mengganggu dan kamu masih ragu, kamu belum perlu buru-buru. Periksakan dulu ke dokter, ceritakan tujuanmu, lalu biarkan dokter menilai tindakan mana yang paling sesuai.
Referensi:
Fat Transfer (Facial) | ISAPS
A review of the safety of cosmetic procedures during pregnancy and lactation | PMC
Deoxycholic acid in the treatment of submental fat | DermNet
Injection Lipolysis: A Systematic Review of Literature and Our Experience | PMC
