Coba bayangkan kamu berdiri di depan cermin, mencubit lemak di perut atau lengan yang nggak juga hilang meski sudah rajin olahraga. Di titik ini, pilihannya biasanya mengerucut ke dua: suntik lemak atau sedot lemak. Kalau lemaknya sedikit sampai sedang dan hanya di area tertentu, suntik lemak sering sudah cukup. Kalau volumenya besar, sedot lemak (liposuction) biasanya lebih masuk akal, dan dua-duanya bukan cara menurunkan berat badan.
Kabar baiknya, kamu nggak perlu menebak-nebak sendiri. Begitu kamu tahu tiga hal, yaitu seberapa banyak lemakmu, bagaimana kondisi kulitmu, dan seberapa siap kamu menjalani operasi, pilihannya jadi jauh lebih jelas.
Suntik Lemak vs Sedot Lemak, Apa Bedanya?
Gampangnya, yang membedakan keduanya adalah cara kerja. Suntik lemak merusak sel lemak lewat suntikan tanpa sayatan, sedangkan sedot lemak mengangkat lemak lewat operasi.
Singkatnya, liposuction adalah operasi untuk menyedot lemak berlebih dari area tubuh tertentu memakai selang tipis berongga. Kalau kamu sedang menimbang sedot lemak atau suntik lemak, tabel ini merangkum perbedaan utamanya.
| Aspek | Suntik lemak | Sedot lemak |
|---|---|---|
| Cara kerja | Zat aktif merusak sel lemak di sekitar titik suntikan | Operasi untuk menyedot lemak dari area tertentu |
| Prosedur | Tanpa sayatan | Bius tumesen (cairan bius dalam jumlah besar) atau bius lain, lalu sayatan kecil untuk memasukkan selang |
| Jumlah sesi | Biasanya beberapa sesi dengan jeda beberapa minggu | Umumnya satu kali operasi, kadang perlu operasi perbaikan |
| Hasil | Bertahap, dalam hitungan minggu sampai bulan | Sebagian terlihat cepat, hasil akhir butuh beberapa bulan |
| Besar perubahan | Halus, tidak sedramatis operasi | Lebih besar |
Satu catatan, di Amerika Serikat, satu-satunya suntik penghancur lemak yang mendapat persetujuan FDA hanya untuk lemak di bawah dagu. Bahan, formulasi, dan prosedur suntik lemak juga bisa berbeda antartempat, jadi tanyakan detailnya ke dokter.
Kondisi yang Biasanya Cukup dengan Suntik Lemak
Kamu mungkin cukup dengan suntik lemak kalau lemaknya sedikit, hanya di area tertentu, dan kamu belum ingin operasi. Coba cocokkan dengan profil ini:
- Lemak membandel di area tertentu. Contohnya lemak di perut bawah, lengan atas, atau paha yang tetap ada walau kamu sudah rajin olahraga dan menjaga pola makan. Di Sozo, salah satu pilihan untuk lemak lokal seperti ini adalah Meso Treatment, yaitu injeksi mikronutrien yang bahan dan prosedurnya bisa berbeda dari suntik lemak lain. Untuk area tubuh, ada Meso Slim Body yang menyasar lemak membandel di perut, lengan, dan paha.
- Timbunan kecil sampai sedang yang lembek dan seragam. Lemak yang terasa lembek saat kamu tekan dan teksturnya seragam cenderung memberi hasil lebih baik. Dalam satu laporan, kasus yang ideal adalah lemak bervolume kecil, sampai sekitar 500 ml.
- Sisa lemak setelah sedot lemak atau transfer lemak. Suntik lemak juga bisa membantu merapikan sisa lemak setelah liposuction, atau kelebihan hasil transfer lemak.
- Kamu belum siap operasi. Banyak orang memilih suntik karena memang tidak menginginkan operasi.
Harapannya tetap perlu realistis. Hasil suntik lemak cenderung halus, dan suntik lemak bukan pengganti sedot lemak.
Kondisi yang Lebih Mungkin Membutuhkan Sedot Lemak
Lalu, siapa yang perlu sedot lemak? Biasanya orang dengan timbunan lemak lebih besar yang tetap bertahan walau sudah menjaga pola makan dan rutin berolahraga.
- Timbunan lemak lebih besar. Sedot lemak menyasar timbunan lemak di area tertentu yang tidak merespons pola makan dan olahraga. Kandidat yang ideal adalah orang dewasa dengan berat badan tidak lebih dari 30% di atas berat idealnya, kulit kencang dan elastis, otot yang kuat, dan tidak merokok.
- Siap menjalani pemulihan operasi. Sebagian orang lebih memilih satu tindakan dengan perubahan lebih besar, meski harus melewati masa pemulihan. Kebanyakan orang perlu beberapa hari istirahat di rumah, dan untuk sebagian pekerjaan, waktu sebelum kembali bekerja bisa sampai 2 sampai 3 minggu.
- Ada kulit berlebih. Kulit hanya bisa mengencang sampai batas tertentu setelah sedot lemak. Kalau kulitnya berlebih, kamu mungkin butuh operasi pengencangan seperti abdominoplasty, bukan sedot lemak saja.
Batasan yang Sama pada Kedua Tindakan
Sebelum memilih, ada dua hal yang berlaku untuk keduanya, dan dua hal ini yang paling sering bikin orang salah berharap.
- Bukan cara menurunkan berat badan. Sedot lemak bukan untuk menurunkan berat badan, bukan pengobatan obesitas, dan bukan pengobatan selulit. Suntik lemak juga bukan metode menurunkan berat badan.
- Hasilnya bergantung pada berat badanmu setelahnya. Kalau berat badan naik, sel lemak yang tersisa bisa membesar, dan hasilnya jadi kurang terlihat.
Risiko dan Pemulihan yang Perlu Kamu Bandingkan
Dari sisi risiko, suntik lemak lebih ringan. Efek sampingnya umumnya sementara, sedangkan sedot lemak membawa risiko operasi dan pemulihan yang lebih panjang.
| Aspek | Suntik lemak | Sedot lemak |
|---|---|---|
| Efek samping umum | Perih di beberapa jam pertama, bengkak sekitar 1 sampai 2 hari, kemerahan | Bengkak, memar, dan mati rasa sementara |
| Yang perlu kamu waspadai | Benjolan di bawah kulit, biasanya mereda dalam 3 sampai 4 minggu | Risiko bius, infeksi, penumpukan cairan, kontur tidak rata, dan perubahan rasa pada kulit |
| Risiko yang lebih jarang | Belum ada data yang cukup dari sumber ini | Gumpalan darah di pembuluh vena dalam, kerusakan jaringan di bawah kulit, dan kebutuhan operasi perbaikan |
| Pemulihan | Umumnya tanpa masa pemulihan khusus | Beberapa hari sampai 2 sampai 3 minggu sebelum kembali bekerja, dan bengkak mulai berkurang di minggu ke-4 sampai ke-5 |
Risiko sedot lemak cenderung lebih kecil kalau dokter yang menanganinya terlatih dan rutin melakukan tindakan ini. Jadi tanyakan juga pengalaman doktermu sebelum memutuskan.
BACA JUGA: Suntik Lemak Turun Berapa Kg? Ini Ukuran Hasilnya
Pertanyaan Seputar Pilihan Suntik dan Sedot Lemak
Bisakah Suntik Lemak Jadi Touch-Up Setelah Sedot Lemak?
Bisa. Satu tim peneliti memakai suntik lemak untuk merapikan sisa lemak setelah sedot lemak, sebagai touch-up. Tanyakan ke doktermu apakah sisa lemakmu cocok untuk cara ini.
Mana yang Hasilnya Lebih Awet?
Sel lemak yang sudah rusak lewat suntikan tidak kembali, dan hasil sedot lemak bisa bertahan bertahun-tahun. Untuk keduanya, kuncinya adalah berat badan yang stabil, karena sel lemak yang tersisa bisa membesar kalau berat badan naik.
Apakah Ada Batas Usia?
Sumber yang ada tidak menetapkan batas usia pasti. Sedot lemak menyasar orang dewasa, dan dalam satu laporan suntik lemak, usia pesertanya 18 sampai 55 tahun, jadi kondisi kesehatan dan elastisitas kulitmu biasanya lebih menentukan daripada angka usia.
Suntik atau Sedot? Mulai dari Pemeriksaan
Kalau lemakmu sedikit, lembek, dan hanya di satu atau dua area, suntik lemak layak kamu bahas lebih dulu. Kalau timbunannya besar, kulitnya kendur, atau kamu ingin perubahan yang lebih besar dan siap menjalani operasi, sedot lemak lebih masuk akal untuk kamu tanyakan.
Berat badanmu masih jauh dari kisaran ideal? Kamu belum perlu dua-duanya. Mulai dulu dari pola makan dan olahraga, lalu periksakan ke dokter untuk menilai jenis lemak dan kondisi kulitmu sebelum memilih.
Referensi:
Injection Lipolysis | Nonsurgical Fat Reduction | ASPS
Liposuction Candidates | ASPS
Liposuction Risks and Safety | ASPS
Liposuction Recovery | ASPS
Liposuction: What can it do for me? | AAD
Injection Lipolysis: A Systematic Review of Literature and Our Experience | PMC
Injection lipolysis for effective reduction of localized fat in place of minor surgical lipoplasty | PubMed
