Hair 6 mnt baca

Ketombe Jamur: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Ketombe Jamur: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Ketombe yang terus muncul dan terasa sangat gatal bisa jadi bukan sekadar kulit kepala kering. Dalam banyak kasus, ketombe dipicu oleh pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan di kulit kepala. Memahami perbedaannya dari ketombe biasa penting agar penanganannya tepat sasaran. Artikel ini membahas apa itu ketombe jamur, penyebabnya, ciri-cirinya, dan pilihan pengobatannya.

 

Ketombe sudah rutin dikeramas, tapi serpihan putih atau kekuningan terus muncul. Kulit kepala gatal hampir setiap hari. Rambut terasa cepat lepek dan berminyak meski baru dicuci beberapa jam lalu.

Ketombe yang terus muncul dan terasa sangat gatal bisa jadi bukan sekadar kulit kepala kering.

Dalam beberapa kasus, ketombe dapat dipicu oleh pertumbuhan jamur berlebih di kulit kepala, dan penanganannya memerlukan pendekatan antijamur yang spesifik, bukan sekadar sampo biasa.

Apa Itu Ketombe Jamur?

Menurut WebMD, pertumbuhan berlebihan jamur bernama Malassezia adalah salah satu penyebab utama ketombe. 

Ragi ini secara alami hidup di kulit semua orang sebagai bagian dari mikrobioma tubuh. Malassezia memakan minyak yang diproduksi kulit dan membantu menjaga keseimbangan mikroba lain di kulit. Tapi ketika jumlahnya terlalu banyak, kondisi ini memicu siklus iritasi yang menghasilkan gatal dan serpihan ketombe.

Ketombe jamur pada dasarnya adalah ketombe yang dipicu secara dominan oleh overgrowth Malassezia.

Kondisi ini dibedakan dari ketombe yang disebabkan murni oleh kulit kepala kering atau reaksi terhadap produk tertentu.

Penyebab Ketombe Jamur

1. Produksi sebum berlebih

Menurut Hospital Capilar, kulit kepala yang berminyak berlebih adalah penyebab umum overgrowth Malassezia, yaitu sebum berlebihan mendorong proliferasi jamur dan berkontribusi pada ketombe, gatal, dan peradangan.

2. Stres

Stres mengubah keseimbangan mikrobioma rambut dan bisa meningkatkan aktivitas Malassezia. 

Kortisol yang tinggi juga merangsang kelenjar sebaceous untuk memproduksi lebih banyak minyak sebagai “bahan bakar” bagi jamur.

3. Penggunaan produk yang tidak sesuai

Menurut Hospital Capilar, sampo, kondisioner, atau perawatan rambut yang mengiritasi atau membebani kulit kepala bisa memicu kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur berlebih.

4. Perubahan hormonal

Perubahan hormonal saat pubertas, kehamilan, atau menopause meningkatkan produksi sebum yang secara langsung mendorong pertumbuhan Malassezia lebih aktif.

5. Kondisi imun yang lemah

Gangguan sistem imun memudahkan overgrowth Malassezia di kulit kepala. 

6. Faktor lingkungan

Menurut Happy Cappy, penelitian menunjukkan bahwa faktor geografis seperti tinggal di daerah hangat dan lembap juga berperan dalam overgrowth beberapa spesies Malassezia, seperti M. globosa yang tumbuh pesat di musim panas karena suhu tinggi dan keringat.

Baca Juga: 14 Penyebab Munculnya Ketombe Yang Harus Kamu Tahu

Ciri-Ciri Ketombe Jamur

Beberapa gejala overgrowth Malassezia di kulit kepala meliputi: 

  • ketombe berminyak atau serpihan kekuningan yang menempel di kulit kepala
  • gatal yang terus-menerus atau iritasi
  • kemerahan atau peradangan ringan di kulit kepala, serta 
  • rambut yang cepat berminyak bahkan setelah baru keramas.

Ciri lain yang perlu diperhatikan:

  • Serpihan cenderung lebih berminyak dan kekuningan dibanding ketombe kering yang lebih putih dan ringan. 
  • Gatal terasa lebih intens dan lebih persisten. 
  • Kondisi memburuk setelah periode stres tinggi atau saat cuaca panas dan lembap. 
  • Sampo biasa tidak memberikan perbaikan yang signifikan.

Perbedaan Ketombe Jamur dan Ketombe Biasa

Kulit kepala kering disebabkan oleh kekurangan kelembapan, sementara ketombe disebabkan oleh kelebihan minyak di kulit kepala dan overgrowth Malassezia. 

Pada kulit kepala kering, kulit menjadi iritasi dan mengelupas. Pada ketombe, kelebihan minyak dan overgrowth ragi menyebabkan sel kulit menumpuk kemudian rontok.

Perbedaan ketombe jamur vs ketombe kering biasa:

Ketombe kering menghasilkan serpihan kecil dan putih, kulit kepala terasa tertarik, tidak terlalu gatal, dan tidak ada kemerahan signifikan. 

Sementara, ketombe jamur menghasilkan serpihan lebih besar dan berminyak dengan warna kekuningan, kulit kepala terasa sangat gatal, sering disertai kemerahan ringan, dan kondisi memburuk di cuaca panas atau lembap.

Cara Mengatasi Ketombe Jamur

1. Sampo antijamur OTC

Ini adalah langkah pertama yang paling efektif. Gunakan sampo yang mengandung zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole 1% yang tersedia tanpa resep. 

Biarkan sampo di kulit kepala minimal 3-5 menit sebelum dibilas agar bahan aktif antijamurnya bekerja secara optimal.

2. Tea tree oil

Treatment untuk ketombe yang disebabkan Malassezia mencakup sampo antijamur, pembersihan yang lembut, dan perawatan kulit kepala yang rutin.

Encerkan 10-15 tetes tea tree oil dalam sampo atau carrier oil sebelum diaplikasikan ke kulit kepala.

3. Kurangi konsumsi gula dan makanan tinggi lemak

Pola makan tinggi gula dan lemak jenuh dapat memperparah overgrowth Malassezia karena merangsang produksi sebum yang menjadi sumber makanan jamur.

4. Kelola stres secara aktif

Stres adalah salah satu pemicu paling konsisten untuk flare-up ketombe jamur. Olahraga, tidur cukup, dan teknik relaksasi aktif membantu menjaga keseimbangan hormon yang berdampak langsung pada kondisi kulit kepala.

Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Ketombe Kering Yang Ampuh

Pengobatan Medis untuk Ketombe Jamur

1. Ketoconazole 2% (resep dokter)

Menurut Dr. Debra Jaliman, dermatologis bersertifikat, ketoconazole 1% shampoo digunakan 2-3 kali seminggu saat flare-up, kemudian seminggu sekali untuk maintenance. 

Manfaatnya berasal dari penargetan jamur Malassezia, kontributor utama peradangan kulit kepala, sekaligus mengurangi gatal dan serpihan.

2. Ciclopirox

Ciclopirox adalah sampo resep yang bekerja membersihkan ruam, sisik, dan gatal. FDA telah menyetujuinya untuk pasien berusia 16 tahun ke atas dengan dermatitis seboroik di kulit kepala.

Dalam dua uji klinis, 58% dan 26% pasien menunjukkan sedikit atau tidak ada dermatitis seboroik setelah menggunakan sampo ini selama 4 minggu. 

3. Antijamur oral

Untuk kasus yang parah, antijamur oral seperti itraconazole, fluconazole, dan terbinafine bisa digunakan untuk mengurangi gejala.

Hanya digunakan atas resep dan pengawasan dokter karena bisa berinteraksi dengan obat lain.

4. Kortikosteroid topikal

Diresepkan dokter untuk meredakan peradangan akut. Penggunaan terbatas karena pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan penipisan kulit.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Atasi Ketombe Jamur Agar Gatal Hilang Tuntas

Nah, untuk segala permasalahan ketombe khususnya yang disebabkan oleh jamur, Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai hair treatment profesional dengan evaluasi langsung oleh dokter untuk menentukan penyebab spesifik dan rencana perawatan yang paling tepat. Salah satu treatment yang bisa membantu kebersihan area rambut adalah Express Hair Threapy.

Yuk, konsultasikan terlebih dahulu dengan profesional untuk tahu treatment apa yang paling cocok denganmu, dan dapatkan perawatan ampuh untuk memperbaiki kondisi kulit kepalamu secara efektif!

Referensi

  • WebMD. Dandruff: What It Is, Why It Happens, and How to Manage.
  • Healthline. Dandruff vs. Dry Scalp: What’s the Difference?
  • Hospital Capilar. Malassezia on the Scalp: Symptoms and Treatment.
  • Happy Cappy. Malassezia Yeast and the Skin Conditions It Can Cause.
  • Hairetic. How Malassezia Causes Dandruff.
  • AAD. Seborrheic Dermatitis: Diagnosis and Treatment.
  • Dr. Debra Jaliman. Seborrheic Dermatitis.
  • Cleveland Clinic. Seborrheic Dermatitis: Symptoms, Causes & Treatment.