Ketombe jamur dapat muncul ketika Malassezia berkembang berlebihan pada kulit kepala. Gejala yang muncul adalah sisik putih kekuningan, kulit kepala berminyak, dan gatal. Ketombe yang berulang dapat membutuhkan evaluasi kondisi kulit kepala secara menyeluruh.
Serpihan putih yang muncul di kulit kepala tidak selalu disebabkan oleh kulit kering. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat terjadi akibat pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan.
Ketika jumlah Malassezia meningkat, kulit kepala dapat mengalami reaksi yang memicu munculnya sisik dan rasa gatal.
Kondisi ini sering disebut sebagai ketombe jamur dan dapat terlihat seperti ketombe biasa, tetapi membutuhkan penanganan yang berbeda.
Lalu, apakah jamur penyebab ketombe berbahaya? Apa saja ciri-ciri jamur di kulit kepala dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Ketombe Jamur?

Ketombe jamur adalah kondisi ketika pertumbuhan jamur Malassezia di kulit kepala meningkat sehingga memicu munculnya serpihan.
Meski disebut jamur, Malassezia bukan mikroorganisme berbahaya karena sebenarnya ragi ini secara alami hidup di kulit manusia.
Malassezia dapat berkembang lebih banyak pada area kulit kepala yang kaya berminyak. Ketika jumlahnya berlebihan, jamur ini dapat memecah minyak kulit menjadi asam lemak yang memicu reaksi pada kulit sensitif.
Reaksi tersebut dapat mengganggu keseimbangan skin barrier, sehingga menyebabkan kulit bersisik dan gatal.
Penyebab Jamur di Kulit Kepala
Beberapa faktor yang dapat memicu munculnya ketombe akibat jamur di kulit kepala meliputi:
- Pertumbuhan Malassezia Berlebih: Jumlah Malassezia yang meningkat dapat memicu reaksi kulit sehingga muncul ketombe, apalagi pada area kulit yang memiliki banyak minyak.
- Produksi Minyak Berlebih: Kulit kepala yang terlalu berminyak menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan Malassezia.
- Stres dan Kelelahan: Stres, kelelahan, dan kurangnya waktu istirahat dapat memicu kambuhnya ketombe jamur pada sebagian orang.
- Perubahan Cuaca: Cuaca dingin dan kering dapat memperburuk kondisi kulit kepala pada sebagian orang yang sensitif.
- Penggunaan Produk Rambut yang Mengiritasi: Produk rambut yang mengandung bahan keras dapat memperburuk iritasi pada kulit kepala.
- Gangguan Sistem Imun: Kondisi sistem imun yang melemah dapat meningkatkan risiko munculnya dermatitis seboroik yang berkaitan dengan pertumbuhan Malassezia.
- Sensitivitas Kulit Terhadap Malassezia: Sebagian orang memiliki tingkat sensitivitas kulit yang jauh lebih tinggi, sehingga zat hasil metabolisme jamur akan dengan mudah memicu ketombe.
Apabila masalah ketombe terus berlanjut, sebaiknya kamu konsultasi dan buat janji temu gratis dengan dokter ahli di Sozo Skin Clinic.
Sozo Skin Clinic menyediakan layanan hair treatment untuk meredakan gatal akibat jamur, seperti prosedur Express Hair Therapy.
Tak hanya itu, dokter juga bisa merekomendasikan serum penumbuh rambut untuk memicu pertumbuhan helai baru agar kondisi rambutmu lebih kuat.
Temukan Lokasi Sozo Skin Clinic Terdekat dari Lokasimu di Sini
Ciri-ciri & Gejala Ketombe Jamur
Ketombe jamur memiliki ciri yang berbeda dari ketombe biasa maupun ketombe berkerak. Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan untuk mengenali ketombe akibat jamur:
1. Kulit Kepala Bersisik Putih hingga Kekuningan

Ketombe akibat pertumbuhan Malassezia biasanya ditandai dengan munculnya serpihan putih hingga kekuningan.
Dibandingkan ketombe kering biasa, sisik akibat ketombe jamur cenderung lebih berminyak dan sulit rontok.
2. Kulit Kepala Terasa Gatal

Rasa gatal merupakan salah satu gejala umum ketombe jamur akibat respons kulit terhadap aktivitas Malassezia. Pada beberapa orang, rasa gatal dapat disertai iritasi.
3. Kulit Kepala Berminyak dan Rambut Cepat Lepek

Produksi minyak (sebum) yang berlebih membuat pertumbuhan Malassezia lebih subur. Akibatnya, kulit kepala terasa lebih berminyak dan rambut dapat terlihat lepek meskipun baru keramas.
4. Kulit Kepala Mengalami Kemerahan

Pada sebagian orang, ketombe jamur dapat disertai kemerahan akibat reaksi peradangan. Tingkat perubahan warna kulit dapat berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kulit dan tingkat keparahan gejala.
5. Ketombe Tidak Membaik dengan Sampo Biasa

Ketombe yang tetap muncul meskipun sudah rutin keramas pakai shampo anti-ketombe dapat menunjukkan adanya faktor lain selain kulit kepala kering.
Kondisi akibat Malassezia membutuhkan perawatan rambut ketombe dengan bahan aktif antijamur untuk mengontrol pertumbuhan jamur.
6. Rambut Mengalami Kerontokan Akibat Garukan

Rasa gatal yang intens dapat membuat seseorang sering menggaruk kulit kepala. Garukan berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan kerontokan rambut sementara.
Kondisi ini umumnya tidak menyebabkan kebotakan permanen. Namun kamu memerlukan perawatan rambut rontok untuk agar penipisan rambut tidak berlanjut.
Baca Juga: 14 Penyebab Munculnya Ketombe Yang Harus Kamu Tahu!
Apakah Jamur di Kepala Menular?
Tidak. Jamur di kepala yang menyebabkan ketombe umumnya bukan infeksi yang menular dari orang lain.
Pasalnya kondisi ini berkaitan akibat pertumbuhan berlebih Malassezia. Pada kondisi normal, keberadaan Malassezia tidak menimbulkan masalah. Namun, ketika jumlahnya meningkat, dapat muncul gejala seperti serpihan ketombe berlebih
Karena Malassezia merupakan bagian dari mikrobioma kulit, seseorang tidak akan tertular ketombe jamur hanya karena menggunakan sisir atau bersentuhan dengan penderitanya.
Meski begitu, menjaga kebersihan alat perawatan rambut tetap penting untuk mengurangi penumpukan iritan pada kulit kepala.
Apakah Ketombe Jamur Bersifat Permanen?
Ketombe akibat jamur dapat dikontrol dengan perawatan yang tepat, tetapi tidak selalu hilang secara permanen.
Kondisi yang berkaitan dengan pertumbuhan Malassezia, seperti dermatitis seboroik, cenderung bersifat kronis sehingga dapat mengalami kambuh kembali.
Pengobatan bertujuan untuk mengurangi jumlah jamur, mengendalikan minyak berlebih, meredakan peradangan, dan mencegah gejala muncul kembali.
Apa yang Membunuh Jamur Penyebab Ketombe?
Jamur penyebab ketombe, terutama Malassezia, dapat dikontrol dengan bahan aktif antijamur yang bekerja menghambat pertumbuhannya di kulit kepala.
Salah satu obat rambut ketombe yang dipilih adalah obat kandungan ketoconazole yang bekerja sebagai antijamur yang menekan pertumbuhan Malassezia.
Jika ketombe tidak membaik, muncul kemerahan berat, atau gejala semakin luas, dokter dapat mempertimbangkan obat dengan konsentrasi lebih tinggi atau terapi tambahan seperti antijamur topikal.
Cara Menghilangkan / Mengobati Ketombe Jamur
Ketombe jamur tidak cukup diatasi hanya dengan keramas biasa. Perawatan perlu berfokus pada pengendalian pertumbuhan Malassezia.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan ketombe jamur meliputi:
1. Gunakan Shampo Antijamur
Shampo dengan kandungan antijamur seperti ketoconazole dapat digunakan untuk mengontrol pertumbuhan
Bahan aktif tersebut bekerja dengan menghambat aktivitas jamur. Gunakan shampo sesuai aturan pada kemasan. Shampo perlu didiamkan selama 3–5 menit sebelum dibilas.
2. Bersihkan Kulit Kepala
Keramas secara rutin juga membantu menjaga keseimbangan minyak pada kulit kepala, terutama bagi orang dengan produksi sebum berlebih.
Gunakan shampo yang lembut dan hindari menggaruk kulit kepala karena dapat memperparah iritasi.
3. Hindari Produk Rambut yang Mengiritasi
Produk perawatan rambut dengan kandungan alkohol tinggi atau bahan yang menyebabkan iritasi dapat memicu munculnya rasa gatal dan memperparah ketombe.
Pilih produk perawatan rambut yang lebih lembut dan hentikan penggunaan produk yang membuat kulit kepala terasa semakin kering.
5. Kelola Faktor Pemicu
Ketombe jamur dapat kambuh ketika dipicu oleh stres, kelelahan, perubahan cuaca, atau kondisi tubuh tertentu.
Stres dapat memengaruhi respons tubuh terhadap peradangan sehingga gejala seperti gatal dan serpihan dapat lebih mudah muncul. Untuk itu kamu perlu mengelola pemicunya untuk mengurangi risiko kekambuhan.
6. Gunakan Perawatan Medis Jika Tidak Membaik
Jika ketombe terus muncul meskipun sudah menggunakan perawatan mandiri, kondisi tersebut dapat memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Kamu bisa konsultasi dan buat janji temu dengan dokter untuk menentukan apakah keluhan disebabkan oleh dermatitis seboroik, infeksi jamur lain, atau kondisi kulit kepala lainnya.
Pengobatan Kulit Kepala Berjamur
Untuk ketombe yang berkaitan dengan Malassezia, biasanya obat yang diresepkan mengandung ketoconazole atau selenium sulfide.
Jika kamu sedang mencari obat ketombe jamur di apotek, berikut beberapa pilihan yang tersedia:
1. Fungazol Shampo

Harga: Rp87.000–Rp91.000
Fungazol Shampo mengandung ketoconazole yang bisa membantu mengatasi ketombe akibat Malassezia.
Gunakan Fungazol saat keramas sebanyak 2–3 kali seminggu atau sesuai aturan pada kemasan.
2. Ketomed Shampo

Harga: Rp76.000–Rp80.000
Ketomed Shampo juga mengandung ketoconazole yang membantu mengontrol pertumbuhan jamur penyebab ketombe.
Produk ini dapat digunakan pada kondisi kulit kepala bersisik, berminyak, dan mengalami gatal akibat aktivitas jamur.
3. Zoloral Shampo

Harga: Rp91.000–Rp95.000
Produk ini dapat menjadi pilihan untuk kulit kepala dengan keluhan serpihan, rasa gatal, dan minyak berlebih.
Karakteristiknya mirip dengan shampoo ketoconazole lainnya, sehingga penggunaannya lebih tepat sebagai shampoo perawatan, bukan shampoo harian
4. Selsun Yellow Shampo

Harga: Rp43.000–Rp50.000
Selsun Yellow Shampo mengandung selenium sulfide yang membantu mengurangi pembentukan serpihan ketombe.
Namun beberapa pengguna merasa rambut lebih kering setelah penggunaan sehingga membutuhkan conditioner.
5. Nizoral Shampo 2%

Harga: Rp90.000–Rp110.000
Nizoral Shampo 2% mengandung ketoconazole 2%. Produk ini biasanya digunakan ketika ketombe sudah cukup mengganggu, seperti disertai sisik tebal, rasa gatal, atau kulit kepala mudah kambuh
6. Fungiderm Cream

Harga: Rp20.000–Rp30.000
Ini adalah obat antijamur topikal yang mengandung clotrimazole. Produk ini lebih sering digunakan pada area kulit lain selain kulit kepala.
Oleskan tipis pada area yang mengalami keluhan dan hindari penggunaan pada kulit dengan luka terbuka.
7. Mycorine Cream

Harga: Rp15.000–Rp25.000
Mycorine Cream mengandung miconazole nitrate yang digunakan untuk membantu mengatasi infeksi jamur pada kulit. Pastikan area kulit dalam kondisi bersih sebelum pengolesan.
Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Ketombe Basah Yang Ampuh
Apakah Salep Jamur Boleh untuk Kulit Kepala Anak?
Jamur atau ketombe pada anak perlu dibedakan dengan cradle cap, yaitu kondisi kulit kepala bersisik yang sering terjadi pada bayi. Cradle cap biasanya tidak sama dengan infeksi jamur pada kulit kepala orang dewasa.
Penggunaan salep atau obat antijamur pada anak sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, terutama pada bayi dan anak kecil. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan penyebab dan jenis obat yang sesuai.
Cara Mencegah Jamur di Kepala Kembali Lagi
Jamur di kulit kepala memang bisa membaik setelah diobati. Namun, tanpa perawatan yang tepat, ketombe dapat muncul kembali.
Berikut adalah cara mencegah jamur di kepala agar tidak kembali lagi:
1. Tetap Gunakan Sampo Antijamur sebagai Perawatan Pemeliharaan
Setelah ketombe membaik, jangan langsung berhenti menggunakan sampo antijamur. Kamu tetap disarankan menggunakannya 1 kali seminggu sebagai terapi pemeliharaan.
2. Keramas Secara Teratur
Kamu perlu menjaga kebersihan kulit kepala dengan keramas secara rutin. Frekuensi keramas bisa disesuaikan dengan kondisi rambut, misalnya:
- Setiap 1–2 hari sekali jika kulit kepala berminyak
- Setiap 2–3 hari sekali jika kulit kepala normal
3. Hindari Penumpukan Minyak dan Produk Styling
Penggunaan pomade, wax, gel, atau minyak rambut secara berlebihan dapat membuat minyak menumpuk di kulit kepala. Kondisi ini bisa memperburuk pertumbuhan jamur dan memicu ketombe kembali.
4. Kelola Stres dengan Baik
Stres menjadi salah satu faktor yang sering memicu kambuhnya dermatitis seboroik dan ketombe. Kamu bisa membantu mengurangi risiko kekambuhan dengan:
- Tidur yang cukup setiap malam.
- Berolahraga secara rutin.
- Melakukan relaksasi atau aktivitas yang kamu sukai.
- Mengatur waktu kerja dan waktu istirahat secara seimbang.
5. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Pola makan yang sehat membantu menjaga kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh. Dalam hal ini, kamu bisa coba perbanyak konsumsi:
- Sayur dan buah.
- Protein berkualitas.
- Makanan yang mengandung vitamin B, zinc, dan omega-3.
Selain itu, batasi konsumsi makanan tinggi gula dan makanan ultra-proses apabila kamu merasa makanan tersebut memperburuk kondisi kulit kepala.
6. Jangan Menggaruk Kulit Kepala
Walaupun terasa gatal, usahakan untuk tidak menggaruk kulit kepala terlalu keras. Menggaruk dapat menyebabkan luka kecil yang meningkatkan risiko peradangan semakin parah sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lama.
7. Segera Atasi Gejala Saat Mulai Muncul
Jika kamu mulai merasakan kulit kepala kembali gatal atau muncul serpihan ketombe, segera gunakan sampo antijamur sesuai petunjuk.
Penanganan sejak dini biasanya lebih efektif dibanding menunggu hingga ketombe menjadi parah.
Untuk mengetahui masalah yang mendasarinya, kamu bisa konsultasi dan buat janji temu di Sozo Skin Clinic.
Dokter akan memeriksa kondisi kulit kepala dan memberikan perawatan rambut ketombe yang sesuai.
Sozo Skin Clinic menawarkan berbagai layanan hair treatment, seperti Express Hair Treatment untuk pembersihan kulit kepala.
Jika disertai rontok, dokter bisa merekomendasikan PRP Hair Treatment untuk mendorong pemulihan area yang mengalami kebotakan.
Jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut untuk melihat berbagai layanan lainnya. Langsung saja cari lokasi klinik terdekat agar bisa mendapat rekomendasi langsung.
FAQ Seputar Ketombe Jamur
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai ketombe akibat infeksi jamur. Penjelasan ini disusun secara praktis untuk membantu kamu memahami kondisinya dengan lebih baik.
1. Apakah ketombe jamur bisa sembuh total?
Kondisi ini pada dasarnya bisa dikontrol hingga kulit kepala benar-benar bebas dari gejala. Namun, perawatan kebersihan secara rutin tetap sangat dibutuhkan agar populasi jamur tidak kembali meningkat berlebihan.
2. Berapa lama pengobatan ketombe jamur?
Pengobatan biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga empat minggu penggunaan obat secara teratur. Durasi penyembuhan ini sangat tergantung pada tingkat keparahan iritasi pada kulit kepala kamu.
3. Apakah ketombe jamur sama dengan dermatitis seboroik?
Dermatitis seboroik merupakan bentuk peradangan kulit yang tingkatannya lebih berat dibandingkan ketombe biasa. Meskipun begitu, keduanya sama-sama dipicu oleh pertumbuhan berlebih dari jamur jenis Malassezia.
4. Apakah jamur di kepala bisa menyebabkan kebotakan?
Garukan yang terlalu kuat dapat merusak folikel akar rambut dan memicu kerontokan. Beruntung, kerontokan rambut akibat ketombe ini umumnya bersifat sementara jika kamu segera mengobatinya dengan tepat.
5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan jamur kepala?
Penyembuhan dengan perawatan dan obat rutin umumnya memakan waktu sekitar dua sampai enam minggu. Konsistensi kamu dalam mengaplikasikan obat sangat menentukan kecepatan proses kesembuhan kulit kepala.
6. Apakah sampo bayi bisa menghilangkan jamur di kepala?
Sampo bayi memang bersifat lembut pada kulit, namun tidak memiliki kandungan zat aktif anti-jamur. Oleh sebab itu, sampo bayi kurang efektif untuk membasmi perkembangbiakan jamur yang sudah membandel.
7. Bolehkah menggunakan minyak kelapa untuk jamur kepala?
Minyak kelapa mengandung asam laurat alami yang sebenarnya memiliki sifat antimikroba. Namun, penggunaannya harus tetap dibatasi agar tidak membuat kulit kepala kamu menjadi semakin berminyak.
8. Apa saja ciri-ciri ketombe karena jamur?
Ciri utamanya meliputi kemunculan serpihan yang agak basah, berwarna putih kekuningan, dan terasa sangat gatal. Selain itu, area kulit kepala kamu juga sering kali tampak mengalami kemerahan.
9. Apa saja ciri-ciri infeksi jamur di kulit kepala?
Gejalanya dapat berupa munculnya ruam melingkar, kulit bersisik tebal, hingga timbul rasa panas terbakar. Kondisi yang menunjukkan gejala berat ini membutuhkan pemeriksaan medis langsung oleh dokter spesialis.
10. Apa saja kandungan aktif dalam sampo antijamur?
Kamu bisa memilih sampo yang memiliki kandungan Ketoconazole, Zinc Pyrithione, atau Selenium Sulfide. Bahan-bahan aktif tersebut terbukti sangat efektif dalam menekan dan membasmi pertumbuhan jamur.
11. Bagaimana cara menghilangkan jamur di kepala seperti ketombe?
Gunakan sampo medis anti-jamur secara rutin dan selalu jaga kebersihan kulit kepala kamu. Jika kondisi tidak kunjung membaik, lakukanlah perawatan klinis secara profesional bersama dokter ahli.
Menjaga kesehatan kulit kepala merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk kenyamanan kamu. Mulailah merawat rambut secara tepat agar terbebas dari masalah ketombe yang mengganggu. Kulit kepala yang sehat tentu akan membuat kamu tampil jauh lebih percaya diri setiap hari.
Referensi:
- A Dedicated Postpartum Intrauterine Device Inserter: Pilot Experience and Proof of Concept | NCBI
- Dandruff: An Overview | WebMD
- Dr. Debra Jaliman | Seborrheic Dermatitis.
- Evidence-based Danish Guidelines for the Treatment of Malassezia-related Skin Diseases | ResearchGate
- Seborrheic Dermatitis | Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology
- Successful Treatment and Prophylaxis of Scalp Seborrhoeic Dermatitis and Dandruff with 2% Ketoconazole Shampoo: Results of a Multicentre, Double-blind, Placebo-controlled Trial | PubMed

